Antara Yaknizuun, Yukhsinuun dan Duullatan…
- Details
- Category: Entrepreneurship
- Hits: 11140

Setidaknya saya menemukan 3 istilah yang terkait dengan pengelolaan harta di Al-Qur’an yang berbeda hukumnya satu sama lain. Istilah pertama adalah Yaknizuun yang artinya menimbun di ayat berikut :
“… Dan orang-orang yang menyimpan emas dan perak dan tidak menafkahkannya pada jalan Allah, maka beritahukanlah kepada mereka, (bahwa mereka akan mendapat) siksa yang pedih…” (QS 9 :34)
Istilah kedua Yukhsinuun (di alqur’an Tukhsinuun karena untuk orang kedua) yang artinya menyimpan dalam konteks ketahanan ekonomi dalam ayat berikut :
“Yusuf berkata: "Supaya kamu bertanam tujuh tahun (lamanya) sebagaimana biasa; maka apa yang kamu tuai hendaklah kamu biarkan dibulirnya kecuali sedikit untuk kamu makan. Kemudian sesudah itu akan datang tujuh tahun yang amat sulit, yang menghabiskan apa yang kamu simpan untuk menghadapinya (tahun sulit), kecuali sedikit dari (bibit gandum) yang kamu simpan.” (QS 12:47-48)
Dan yang ketiga Duullatan yang artinya beredar di ayat berikut :
“… supaya harta itu jangan hanya beredar di antara orang-orang kaya saja di antara kamu...” (QS 59 :7)
Apa Yang Dilakukan Penghuni Surga Ketika Mereka Masih Di Dunia ?
- Details
- Category: Entrepreneurship
- Hits: 10038

“Sesungguhnya orang-orang yang bertakwa berada di dalam taman-taman (surga) dan di mata air-mata air, sambil mengambil apa yang diberikan kepada mereka oleh Tuhan mereka. Sesungguhnya mereka sebelum itu di dunia adalah orang-orang yang berbuat baik; Mereka sedikit sekali tidur di waktu malam; Dan di akhir-akhir malam mereka memohon ampun (kepada Allah). Dan pada harta-harta mereka ada hak untuk orang miskin yang meminta dan orang miskin yang tidak meminta. Dan di bumi itu terdapat tanda-tanda (kekuasaan Allah) bagi orang-orang yang yakin, dan (juga) pada dirimu sendiri. Maka apakah kamu tiada memperhatikan ?. Dan di langit terdapat (sebab-sebab) rizkimu dan terdapat (pula) apa yang dijanjikan kepadamu. Maka demi Tuhan langit dan bumi, sesungguhnya yang dijanjikan itu adalah benar-benar (akan terjadi) seperti perkataan yang kamu ucapkan.” (QS 51 : 15 – 23)
Surga adalah cita-cita setiap muslim dan kita semua tentu sangat menginginkannya untuk bisa sampai kesana kelak. Surga adalah rakhmat dariNya semata, namun rakhmat ini juga harus diraih dengan perbuatan baik ketika kita masih hidup di dunia. Tantangannya adalah bagaimana kita men-design aktifitas hidup kita sehingga semoga di akhirat nanti atas rakhmatNya kita bisa sampai surga ini. Nah rangkaian ayat-ayat diatas adalah salah satu resep perbuatan baik yang akan dapat membawa pelakunya menuju surga.
Susu Kambing Malaysia Rasa Jawa, Why...?
- Details
- Category: Entrepreneurship
- Hits: 9392

Ahad lalu kami team dari project Indolaban berkesempatan mengunjungi salah satu peternakan kambing paling modern yang ada di Johor – Malaysia. Meskipun sangat melelahkan karena lokasi kandang kambing yang sekitar 6 jam perjalanan darat dari Kuala Lumpur, insyallah perjalanan ini tidak sia-sia.
Paling tidak, kami team Indolaban berharap bisa ikut membantu program pemerintah yang melalui janji Presiden kita akhir bulan lalu (31/03/2010) di Tulungagung diungkapkan bahwa, "Kami akan membicarakan dan merumuskannya dalam sebuah kebijakan nasional sehingga pengembangan kambing ettawa ini bisa terus berkembang pesat ".
Bagaimana janji tersebut bisa dimplemantasikan ?, setidaknya ada tiga point yang kita bisa ambil pelajaran dari apa yang dilakukan oleh negeri jiran kita.
Pertama kita harus memiliki visi bahwa yang sedang kita bangun adalah sebuah industri spesifik yang terkait dengan perkambingan ini. Bukan sekedar beternak kambing terus kemudian setelah berhasil kambing-kambing kita dan produk yang dihasilkan tetap bernilai rendah untuk standar dunia. Tanpa terbangunnya industri ini, maka kerja keras para peternak kita untuk menghasilkan kambing dan susu – tidak akan memberikan reward yang pantas untuk mereka.
Vision Sharing : Awal Implementasi Sebuah Visi…
- Details
- Category: Entrepreneurship
- Hits: 6355

Mungkin ini termasuk event yang langka ketika para pembaca dari suatu tulisan di internet kemudian berkumpul secara fisik di suatu tempat mendiskusikan tindak lanjut dari tulisan tersebut. Inilah yang kita lakukan terkait dengan tulisan saya tentang Planet Jamur tanggal 21 Maret 2010 , dan group di Facebook dengan nama yang sama ‘Planet Jamur’ yang kami buat sebagai komunikasi lanjutan atas tulisan tersebut.
Alhamdulillah pada hari Sabtu tanggal 24/04/2010 kemarin sekitar 70-an tamu yang mayoritasnya adalah pembaca situs ini dari berbagai kalangan dan latar belakang, berkumpul mendiskusikan implementasi sebuah ide yang kemudian kami tuangkan dalam Project Planet Jamur.
Ada dua kelompok tindak lanjut dari pertemuan ini yaitu : Kelompok pertama yang tertarik untuk bergerak dalam budi daya Jamur – maka kelompok ini akan menindak lanjutinya dengan belajar budidaya jamur dari A sampai Z di Pesantren Wirausaha Daarul Muttaqiin. Bila mereka bergerak cepat dan serius dalam budidaya ini, maka insyaallah dalam 3 sampai 6 bulan kedepan mereka sudah akan benar-benar menghasilkan berbagai produksi jamur.
Memilih Bidang Pekerjaan Di Akhir Zaman...
- Details
- Category: Entrepreneurship
- Hits: 55360

Ada salah satu Ustadz saya yaitu Ustadz Ihsan Tandjung yang sangat mendalami subject akhir zaman. Mulai dari tanda-tandanya, rujukannya sampai hal-hal yang perlu kita persiapkan untuk menghadapinya. Saking banyaknya referensi beliau dalam masalah ini, beliau sampai menulis satu situs khusus yang alamatnya di internet sudah self-explanatory yaitu www.bolehjadikiamatsudahdekat.com .
Mendalami masalah akhir zaman, tidak harus membuat kita pesimistis dalam menghadapi kehidupan ini. Justru sebaliknya, bila kita sadar bahwa Boleh Jadi Kiamat Sudah Dekat – maka kita akan berusaha mencari bekal sebanyaknya untuk hidup sesudah itu – yaitu kehidupan yang abadi di akhirat kelak.
Kesadaran akan akhir zaman juga akan membuat kita buru-buru bertaubat bila dalam perjalanan hidup kita ada hal-hal yang kita langgar – mumpung masih ada waktu !. Buru-buru kita ke kembali ke jalan Allah menyambut seruanNya : “Maka segeralah kembali kepada (menaati) Allah. Sesungguhnya aku seorang pemberi peringatan yang nyata dari Allah untukmu.” (QS 51 :50).
Nah bagaimana dalam konteks bidang pekerjaan, bila dalam pekerjaan yang kita tekuni tersebut kita masih terlibat dalam hal yang sangat terlarang seperti riba, riswah (suap), mengambil hak orang lain, berbuat kerusakan di bumi, mendholimi rakyat dlsb.dlsb ?.
Banyak potensi pekerjaan yang bisa kita pilih, yang aman dari hal-hal yang terlarang tersebut. Bahkan banyak pula jenis pekerjaan yang bisa kita lakukan tersebut yang memiliki dasar yang kuat di Al-Qur’an ataupun di Hadits. Kaidahnya adalah apa yang disebutkan di Al-Qur’an ataupun Hadits yang shoheh adalah benar ketika diturunkan, benar saat ini, dan akan tetap benar sampai akhir zaman.
Mengapa demikian ?, karena agama ini adalah agama Akhir zaman – maka segala tuntunannya pasti valid sampai akhir zaman. Termasuk tuntunannya dalam hal pekerjaan ini.
Pekerjaan bertani atau bercocok tanam misalnya, akan selalu baik sampai akhir zaman karena kita bahkan diperintahkan untuk tetap menanam benih yang ada di tangan kita walaupun seandainya proses terjadinya kiamat sudah mulai.
Contoh pekerjaan lain yang juga insyallah valid sampai akhir zaman adalah menggembala (memelihara) kambing. Untuk yang satu ini, Imam Nawawi yang sangat mashur dengan kitab yang menjadi rujukan para juru dakwah hingga kini – membahas secara khusus dalam kitabnya Riyadhush Shalihin.
Dalam bab Beruzlah beliau menyampaikan bahwa beruzlah atau menyendiri ketika moral manusia sudah rusak, takut agama ini terfitnah dan takut terjerumus dalam keharaman dan syubhat adalah hal yang disunahkan. Nah ketika kita menyendiri dan takut kepada hal yang haram, lantas apa pekerjaan kita untuk menghidupi diri dan keluarga kita ?. Memelihara kambing, itulah salah satu jawabannya.
Untuk jawaban ini tidak tanggung-tanggung, Imam Nawawi memberikan tiga Hadits shoheh sebagai rujukannya. Berikut adalah hadits-hadits tersebut :
Dari Abu Hurairah R.A. dari Nabi SAW, dia bersabda : "Setiap Nabi yang diutus oleh Allah adalah menggembala kambing". Sahabat-sahabat beliau bertanya : “Begitu juga engkau ?” ; Rasulullah bersabda : “Ya, aku menggembalanya dengan upah beberapa qirath penduduk Mekah”. (H.R. Bukhari)
Dari Abu Said berkata : Rasulullah SAW bersabda : “Hampir saja harta muslim yang terbaik adalah kambing yang digembala di puncak gunung dan tempat jatuhnya hujan. Dengan membawa agamanya dia lari dari beberapa fitnah (kemungkaran atau peperangan sesama muslim)”. (H.R. Bukhari)
Dari Abu Hurairah R.A. dari Rasulullah SAW, beliau bersabda : “Termasuk penghidupan manusia yang terbaik, adalah seorang laki-laki yang memegang kendali kudanya di jalan Allah. Dia terbang diatasnya (dia menaikinya dengan jalan yang cepat). Setiap mendengar panggilan perang dia terbang diatasnya dengan bersemangat untuk mencari kematian dengan jalan terbunuh (dalam keadaan syahid) atau mati biasa. Atau seorang laki-laki yang menggembala kambing di puncak gunung dari atas gunung ini atau lembah dari beberapa lembah. Dia mendirikan sholat, memberikan zakat dan menyembah kepada Tuhannya hingga kematian datang kepadanya. Dia tidak mengganggu kepada manusia, dan hanya berbuat baik kepada mereka.” (H.R. Muslim).
Jadi menggembala (memelihara) kambing bukan hanya commercially feasible seperti yang sudah saya tulis sebelumnya; tetapi juga memiliki dasar yang shahih. Maka tidak malu saya berulang kali mengajak para pembaca untuk belajar menekuni profesi yang sering dianggap kuno oleh sebagian orang di zaman teknologi ini. Bagi yang berminat, silahkan datang ke lokasi kandang kami di Jonggol dan mulai belajar mempersiapkan diri dengan profesi akhir Jaman. Insyaallah.