|
Dan Nabi-pun Mendirikan Pasar... |
|
|
|
|
Oleh Muhaimin Iqbal
|
|
Senin, 06 September 2010 04:11 |
|
Salah satu yang diajarkan oleh Nabi Muhammad SAW setelah hijrah ke Medinah yang kemudian membuat perubahan besar dalam penguasaan ekonomi adalah konsep bahwa bekerja adalah Ibadah. Melalui konsep inilah kaum Muhajirin yang berhijrah mengikuti Rasulullah SAW tanpa membawa harta -pun segera menjadi asset bagi umat dan bukannya liability - karena mereka dapat mengoptimalkan kemampuannya baik dalam kegiatan produksi maupun kegiatan perdagangan. |
|
Di-update pada Senin, 06 September 2010 08:47 |
|
Lanjutnya...
|
|
|
Collective Intelligence Untuk Membangun Pasar ... |
|
|
|
|
Oleh Muhaimin Iqbal
|
|
Kamis, 02 September 2010 05:54 |
|
Pasar memiliki kedudukan strategis dalam membangun masyarakat Islam yang utuh; begitu strategisnya masalah ini sehingga Rasulullah SAW sendiri mencontohkan membangun pasar bagi kaum muslimin di Madinah sejak masa-masa awal Hijrah. Kelemahan dalam penguasaan pasar ini pula yang membuat umat Islam kini meskipun besar dari segi jumlah namun tidak memiliki kekuatan strategis dalam perdagangan. Di mall, di pasar modern maupun tradisional , di food court dlsb, nuansa Islami hanya muncul di bulan Romadhan khususnya menjelang lebaran. |
|
Di-update pada Kamis, 02 September 2010 14:04 |
|
Lanjutnya...
|
|
Emphaty dan La Défense a la Indonesia... |
|
|
|
|
Oleh Muhaimin Iqbal
|
|
Selasa, 31 August 2010 08:29 |
|
Emphaty berasal dari bahasa Yunani Empatheia yang artinya secara ringkas adalah kemampuan untuk dapat merasakan apa yang dirasakan oleh orang lain – secara emosi, pengalaman maupun perasaan. Bulan puasa sebenarnya adalah bulan yang tepat bagi kita semua untuk melatih diri kita masing-masing, agar kita mampu ber-emphaty terhadap apa yang dialami orang-orang lain yang tidak seberuntung kita-kita yang terbiasa mengakses internet ini. |
|
Lanjutnya...
|
|
Antisipasi Quantitative Easing 2 : Belajar Sampai Negeri China... |
|
|
|
|
Oleh Muhaimin Iqbal
|
|
Senin, 30 August 2010 08:40 |
|
Saya pernah menulis tentang Quantitative Easing ini di bulan Maret 2009 ketika dunia sedang berada di puncak krisis finansial. Saya tulis kembali sekarang dengan judul Quantitative Easing 2 (QE 2) sebagaimana para pengamat ekonomi menyebutnya akhir-akhir ini, karena mulai bermunculannya wacana atau lebih tepatnya analisa kemungkinan beberapa bank sentral dunia melakukannya lagi dalam waktu yang tidak terlalu lama. |
|
Lanjutnya...
|
|
Setelah Masjid Dari Pelepah Kurma dan Tatal, InsyaAllah Akan Ada Masjid Dari Gedebog Pisang... |
|
|
|
|
Oleh Muhaimin Iqbal
|
|
Jum'at, 27 August 2010 06:55 |
|
Masjidnya Rasulullah SAW dahulu pertama kalinya dibangun dari pohon dan pelepah kurma. Kemudian para Wali – penyebar agama Islam di negeri ini, konon membuat tiang Masjid Demak dengan tatal atau serbuk kayu. Maka kini umat yang berusaha mengikuti jejak Rasulullah SAW dan para Wali tersebut, berniat untuk membangun Masjid dari bahan yang tersedia melimpah dan dengan teknologi yang tersedia pada jamannya...masjid dari gedebog pisang dengan teknologi composites. |
|
Di-update pada Jum'at, 27 August 2010 07:11 |
|
Lanjutnya...
|
|
|
Tulisan-tulisan sebelumnya...
|
|
|
Page 1 of 75 |