|
Oleh Muhaimin Iqbal
|
|
Jum'at, 27 January 2012 08:23 |
|
Harian umum Republika kemarin (Kamis 26/01/2012) memuat tulisan dua pakar ekonomi tentang Promosi Dinar-Dirham. Intinya mengomentari bahwa promosi Dinar-Dirham selama ini dikatakannya sebagai ‘sangat kontra produktif’, ‘lebay’ dan ‘kurang mendidik’. Masalah yang diangkat adalah katanya ada yang mempromosikan Dinar sebagai uang yang ‘tidak mengenal inflasi’ – entah siapa yang dimaksud. Maka melalui tulisan ini saya ingin meluruskan saja, agar penggerak Dinar-Dirham dan para pembaca situs ini – termasuk dua penulis tersebut - bisa tetap melihatnya dengan jernih, dengan kacamata ingin belajar mencari kebenaran. |
|
Di-update pada Jum'at, 27 January 2012 08:39 |
|
Lanjutnya...
|
|
Oleh Muhaimin Iqbal
|
|
Kamis, 26 January 2012 06:38 |
|
Carut –marutnya negeri ini yang sangat akrab dengan berbagai isu korupsi, ketidak-adilan, kemiskinan dan berbagai tindak kejahatan pastinya tidak terjadi secara tiba-tiba. Generasi muda yang 14 tahun lalu menggoyang kemapanan yang dinilainya korup, akhirnya tidak sedikit yang berbuat yang sama ketika mereka mendapatkan kesempatannya. Mengapa budaya buruk seperti korupsi, ketidak-adilan dan berbagai bentuk kejahatan lainnya ini begitu mudah menular ?, apanya yang salah di negeri ini ?, salah satunya yang bisa di blame adalah system pendidikan-nya. |
|
Di-update pada Kamis, 26 January 2012 06:51 |
|
Lanjutnya...
|
|
|
Bila Harus Berhenti Bekerja Hari Ini… |
|
|
|
|
Oleh Muhaimin Iqbal
|
|
Rabu, 25 January 2012 07:44 |
|
Hampir 20 tahun bekerja di berbagai posisi di sejumlah perusahaan, saya dahulu sering mengalami penyakit bad days - hari-hari dimana saya merasa stuck, bosan, jenuh dan sejenisnya. Bila penyakit bad days tersebut menyerang, yang kemudian sering muncul dalam pikiran saya adalah – “bagaimana kalau saya keluar saja dari pekerjaan hari ini ?”, tetapi kemudian niat tersebut selalu urung karena tidak mudah untuk menjawab rangkaian pertanyaan-pertanyaan berikutnya “lha terus saya akan kerja apa ?, bagaimana tanggung jawab terhadap keluarga ?, bagaimana membayar biaya-biaya ? dlsb. dlsb.”. Saya yakin penyakit semacam ini juga pernah menyerang Anda. |
|
Lanjutnya...
|
|
|
Tulisan-tulisan sebelumnya...
|
|
|
Page 1 of 227 |