Antara Visi, Mimpi dan Do’a…
- Details
- Category: Entrepreneurship
- Hits: 10270

Dalam sejarah dunia abad lalu, ada pemimpin dunia yang sangat terkenal akan kekuatan visinya yaitu John F. Kennedy. Di hadapan Konggres Amerika pada tahun 1961 dia mengungkapkan visinya bahwa bangsa Amerika harus bisa mencapai bulan sebelum akhir dekade itu.
Di tengah bangsa Amerika yang lagi limbung sebenarnya visi ini jauh melampaui jamannya. Visi ini muncul ketika bangsa Amerika ragu apakah jalan hidup yang mereka pilih sudah benar, apakah bukannya komunis yang benar karena saat itu komunis lagi menghebohkan dengan keberhasilan Soviet meluncurkan satelit yang mengorbit bumi. Bahkan bangsa Amerika lagi nggumun-nggumun-nya dengan keberhasilan soviet mengirim kosmonot Yuri Gagarin ke antariksa.
Namun sekitar delapan tahun kemudian, meskipun JFK sendiri sudah meninggal – visinya teralisasikan dengan sejarah Neil Amstrong dan Buzz Aldrin sebagai manusia-manusia pertama yang menginjakkan kakinya di bulan pada tanggal 20 Juli 1969.
Jadi visi lebih penting ketimbang sumber daya dan kondisi yang melingkungi manusia itu sendiri. Dengan sumber daya melimpah tetapi tidak didukung oleh visi yang jelas – maka sumber daya yang melimpah ini tidak akan banyak manfaatnya.
Antara Mekanisme Pasar Yang Fitrah & Inflasi Yang Harus Dicegah…
- Details
- Category: Entrepreneurship
- Hits: 9455

Sudah beberapa hari ini harga emas mengalami penurunan dan puncaknya semalam ketika pasar internasional turun secara significant dari US$ 1,121/Oz ke angka US$ 1,108/Oz. Akibatnya pagi ini harga Dinar kembali turun mendekati angka Rp 1.4 juta lagi. Ini kabar baik bagi kita yang di Indonesia, bahwa uang kita masih bernilai baik – meskipun (mungkin) ini hanya bersifat jangka pendek.
Pada kesempatan ini saya ingin share data harga emas dalam Rupiah yang sudah terkumpul di system kami sejak 14 September 2007. Pada grafik disamping Anda akan lihat pergerakan naik turunnya harga emas harian, yang kurang lebih berimbang antara hari-hari dimana harga emas naik dan hari-hari dimana harga emas turun.
Naik turunnya harga emas harian ini lebih banyak didorong oleh mekanisme pasar yang bekerja secara global; ketika harga tinggi orang banyak yang menjual emasnya sehingga supply meningkat dan akan mendorong harga turun. Demikian pula ketika harga rendah, banyak peminat akan berburu emas sehingga demand meningkat dan harga kembali naik, demikian seterusnya.
Uang Masa Depan Yang Memakmurkan, Menciptakan Lapangan Kerja dan Membuat Dunia Lebih Bijaksana…
- Details
- Category: Entrepreneurship
- Hits: 7424
Sepuluh tahun yang lalu (2001) seorang peneliti di Center of Sustainable Resources - University of California at Berkeley Bernard Lietaer menulis buku dengan judul The Future of Money : Creating New Wealth, Work and a Wiser World. Dalam bukunya yang futuristic ini Bernard antara lain menulis tentang berbagai fenomena pencarian uang baru yang sudah mulai saat itu – karena kekecewaan masyarakat tentang system uang yang ada dalam beberapa dasawarsa terakhir.
Menurut Bernard, system keuangan dunia dewasa ini tidak ubahnya seperti Casino raksasa yang dioperasikan dengan penuh spekulatif - 100 kali lebih besar dari transaksi total bursa saham di seluruh dunia per harinya. Hanya 2 % saja dari perputaran tersebut yang terkait dengan transaksi barang dan jasa; 98% -nya murni untuk spekulasi.
Bila buku yang ditulis sebagai hasil penelitian Bernard ini dikaitkan dengan pendapat Ibnu Taimiyyah bahwa penguasa hanya boleh mencetak fulus sebesar kebutuhan transaksi barang dan jasa yang dibutuhkan oleh masyarakat suatu negeri – maka ya hanya 2 % itu-lah uang yang perlu ada di dunia sesungguhnya.
Apa dampak dari besarnya porsi uang yang digunakan untuk keperluan transaksi spekulatif tersebut dibandingkan dengan yang dibutuhkan untuk transaksi riil ?. Nilai uang menjadi sangat rentan terhadap ulah spekulan, porsi terbesar uang tidak menggerakkan sektor riil, pemerintah-pemerintah dunia menjadi sibuk menjaga nilai uang – ketimbang menggerakkan sector riil. Lapangan pekerjaan tidak mudah tersedia; kemakmuran sulit terwujud – dan dunia menjadi tidak bijaksana karena lebih banyak mengharapkan durian runtuh dari ‘hasil spekulasi’ ketimbang hasil dari kerjaan yang riil.
Namun, di setiap zaman, di setiap masyarakat – selalu ada sekelompok kecil orang yang melihat sesuatu sampai melewati batas horizon (beyond the horizon), mereka ini sudah mulai mencari solusi untuk problem yang bahkan sebagian terbesar masyarakatnya belum menyadari adanya problem tersebut.
Planet Jamur : Lets Do It Together…
- Details
- Category: Entrepreneurship
- Hits: 9811

Sejak kami gagas bersama salah satu angkatan Pesantren Wirausaha, alhamdulillah Project Planet Jamur untuk mengolah rizky dari langit ini terus mengalami kemajuan. Selain sudah bisa menghasilkan jamur yang dijual mentah, proses pembibitan jamur juga sudah mulai bisa dilakukan sendiri di lokasi Pesantren Wirausaha Daarul Muttaqiin - Jonggol.
Namun melihat potensi jamur yang luar biasa sebagai sumber protein yang sehat dan murah bagi umat ini, kami ingin gerakan jamur ini bisa bersifat massal dan cepat. Kami berharap pepatah yang kita kenal sejak SD dahulu “Bagaikan Jamur Di Musim Hujan…” benar-benar bisa kita aktualisasikan secara harfiah dengan munculnya jamur dimana-mana.
Mengapa kita pilih Jamur sebagai bentuk kontribusi kita bagi pemenuhan kebutuhan protein yang sehat dan murah untuk umat ini ?, berikut adalah beberapa alasan diantaranya :
1. Jamur mengandung kombinasi yang komplit antara protein, vitamin dan mineral. Lebih komplit dari tempe dan ayam.
2. Jamur mengandung 9 asam amino esensial yang tidak bisa dihasilkan sendiri di dalam tubuh kita.
3. Jamur berserat tinggi sehingga bagus untuk pencernaan.
4. Kandungan protein jamur (19%- 35% dari berat kering) lebih tinggi dari beras (7.3%) , gandum (13.2%) dan bahkan bisa lebih tinggi dari susu sapi (25.6%).
Déjà vu: Membumikan Ide Menjadi Realitas…
- Details
- Category: Entrepreneurship
- Hits: 7338

Déjà vu adalah sebuah frasa Perancis yang artinya secara harfiah adalah "pernah lihat". Maksudnya mengalami sesuatu pengalaman yang dirasakan pernah dialami sebelumnya. Fenomena ini juga disebut dengan istilah paramnesia dari bahasa Yunani para yang artinya adalah "sejajar" dan mnimi yang artinya "ingatan".
Ketika di akhir pekan ini saya menemukan buku dengan judul Your Idea, Inc. (Adamsmedia, 2010) karya orang biasa yang kemudian menjadi pengusaha Sandy Abrams setelah mendirikan dan mengkomandoi sendiri perusahaan yang kini raksasa bernama Mositure Jamzz – saya seperti mengalami déjà vu tersebut. Dua belas langkah yang diuraikan Sandy yang menuturkan pengalamannya dalam mengaktualisasikan ide besar dia menjadi sebuah realitas pasar – bagi saya istilah anak betawinya “gue banget” – karena hampir keseluruhan hal yang dia tuturkan tersebut juga pernah saya alami/lakukan.
Kalau langkah-langkah ini cocok untuk Sandy Abrams, cocok untuk saya – maka barangkali langkah-langkah inipun bisa memandu Anda dalam membumikan ide besar Anda menjadi realitas. Berikut 12 langkah yang dilakukan oleh Sandy tersebut setelah saya fine-tune dengan pengalaman saya.
1) Langkah Pertama adalah berani melompat untuk menjadi entrepreneur. Tidak ada waktu yang salah dalam memulai usaha. Tidak sedikit perusahaan-perusahaan raksasa dunia yang ada sekarang lahir di masa krisis. Tidak juga diharuskan kemampuan akademis tertentu untuk menjadi pengusaha yang sukses, bahkan banyak raksasa-raksasa industri modern berbasis teknologipun – seperti Microsoft, Dell dan Apple – semuanya didirikan oleh orang-orang yang tidak berhasil menyelesaikan kuliah dibidangnya.