Survival Kit Untuk Kondisi Darurat…
- Details
- Category: Entrepreneurship
- Hits: 7105

Ada bagian menarik dari buku-buku sejarah perang Dunia II yang jarang menjadi perhatian, bagian ini adalah yang membahas perbekalan standar para pilot tempur kala itu yang konon berlanjut sampai sekarang.
Bekal apa kiranya yang harus ada pada checklist para pilot tersebut sebelum terbang on mission memasuki wilayah musuh ?, ternyata salah satu bekal wajibnya adalah sejumlah koin emas dan kadang juga dilengkapi cincin emas.
Mengapa koin/cincin emas menjadi menu wajib di bekal para pilot ini ?, sederhana alasannya yaitu bila sang pilot tertembak jatuh di wilayah musuh – koin atau cincin emas inilah yang selalu bisa menjadi survival kit yang laku ditukar barang apa saja di wilayah manapun di seluruh dunia.
Foto di atas misalnya adalah survival kit yang disebut United States Government Escape and Evasion Barter Kit. Koin-koin dan cincin emas ini ditaruh dalam kotak kotak karet hitam dan di segel. Diluarnya ditulis ‘If Found Return to ComNavAirLant (CNAL 34) Norfolk, Virginia’.
Survival Strategy : Pelajaran Dari Dunia Intelligence …
- Details
- Category: Entrepreneurship
- Hits: 6496
Orang sudah lama mencontoh teknik-teknik dari dunia militer untuk diterapkan di dunia usaha karena banyaknya kemiripan antara dua medan ini – medan perang dengan medan persaingan usaha. Salah satu yang terkenal adalah The Art of War -nya Sun Tzu – seorang jendral perang China yang diyakini sebagai ahli strategi pada jamannya.
Agar Pohon Berbuah Diluar Musimnya…
- Details
- Category: Entrepreneurship
- Hits: 7145

Minggu-minggu ini setiap kali saya ke kebon di daerah Jonggol; sepanjang jalan di Jonggol buah rambutan memerah hampir mengalahkan hijaunya dedaunan. Saking banyaknya buah-buah tersebut, buah-buah yang sudah dipanen ditumpuk dipinggir jalan – seperti tidak ada harganya.
Benar, rambutan yang dipanen pada puncak musim panen ini – sangat rendah harganya. Inilah dilema petani buah rambutan dan berbagai buah lainnya. Mereka merindukan panen buah , namun ketika benar-benar panen – panenan mereka jatuh harganya.
Akan menjadi peluang tersendiri bila seandainya temen-temen yang ahli hortikultura bisa melakukan rekayasa genetika atau apapun namanya sehingga pohon bisa berbuah diluar musimnya. Kita bisa menikmati duren diluar musim duren; menikmati mangga, rambutan dan lain sebagainya diluar musimnya.
Sebenarnya tidak hanya petani buah; kebanyakan investor di bisnis modern sekalipun seperti saham, property sampai emas juga lebih banyak yang berperilaku sebagai ‘orang kebanyakan’ dalam berinvestasi. Padahal ada semacam kaidah yang tertulis dalam AlQur’an , yang muncul berulang-ulang sampai sekurangnya 65 kali yang berbunyi “ …tetapi kebanyakan mereka tidak mengetahui (6:37)” atau yang senada.
Antara Trader Dan Investor, Termasuk Yang Mana Anda…?
- Details
- Category: Entrepreneurship
- Hits: 7794

Bertahun-tahun menjalankan perusahaan publik dan berinteraksi dengan para pemain pasar saham di profesi saya sebelumnya; saya menjadi mudah memahami mana-mana pemain pasar yang Trader dan mana pemain yang Investor. Pemain pasar yang Trader dia tidak fokus pada kinerja riil perusahaan yang sahamnya diperdagangkan, dia lebih fokus pada fluktuasi harga jangka pendek.
Sebaliknya, pamain pasar yang Investor – dia fokus pada kinerja dan prospek perusahaan dalam jangka panjang; fluktuasi harga sesaat tidak terlalu merisaukannya – bila perusahaan yang sahamnya dia beli memiliki fundamental dan prospek yang bagus dalam jangka panjang. Trader dan Investor keduanya ada di pasar dan tidak ada yang salah dengan keberadaannya, keduanya bisa benar untuk alasannya masing-masing.
Ketika pengalaman dari profesi sebelumnya tersebut saya bawa ke pasar Dinar atau emas, ternyata karakter Trader dan Investor tersebut tetap ada. Pembeli Dinar atau emas yang Trader, dia lebih fokus pada fluktuasi harga sesaat. Sebaliknya pembeli yang investor, dia lebih fokus pada kinerja Dinar/emas dalam jangka panjang.
Tantangan Untuk Negeri Dengan Rangking 122... !
- Details
- Category: Entrepreneurship
- Hits: 8073

Kemarin sore saya tersentak dengan acara di salah satu TV swasta nasional yang lagi menyoroti kinerja 100 hari pemerintahan RI yang menghadirkan nara sumber ketua BKPM. Dalam acara tersebut antara lain disajikan data dari World Bank terakhir yang menyatakan bahwa Indonesia berada pada ranking 122 dalam hal kemudahan berusaha. Begitu burukkah negeri kita ini dalam memfasilitasi para pengusaha/investor ?.
Setengah tidak percaya saya cari laporan lengkapnya dari World Bank dan alhamdulillah bisa saya peroleh gratis dalam bentuk laporan lengkap yang dapat di download di www.doingbusiness.org . Laporan yang paling mutakhir diberi judul Doing Business 2010, berdasarkan data yang dikumpulkan dari 183 negara sampai Mei 2009.
Laporan ini pertama kali diterbitkan tahun 2003 lalu yang saat itu hanya mendasarkan pada 5 indikator. Laporan terakhir menggunakan 10 indikator kemudahan usaha yang terdiri dari : kemudahan memulai usaha, ijin konstruksi, tenaga kerja, pendaftaran property, kredit, perlindungan investor, pajak, perdagangan lintas batas, penegakan hukum kontrak dan penutupan usaha.
Dari 10 indikator tersebutlah Indonesia jatuhnya berada di ranking 122 dari 183 negara yang di Survey. Di negeri ASEAN saja, Indonesia hanya lebih baik dari Philippine yang berada di urutan 144. Sementara Singapore adalah ranking 1, Thailand 12, Malaysia 23 dan Vietnam 93.