Kelapa Dua Raya 189 Depok, Jawa Barat 16951 Indonesia
+(62) 856-93-010101 admin@geraidinar.com
Mon - Fri 8.30 - 16.00 National Holiday Closed

Artikel ini saya tulis di lapangan terbang karena untuk menghindari kemacetan akibat banjir, saya harus berangkat jauh lebih awal agar tidak ketinggalan pesawat. Hari-hari ini mayoritas penduduk Jakarta lagi berjuang mengatasi masalahnya sendiri-sendiri yang terkait dengan banjir ini. Tetapi benarkah kita harus melihat banjir ini hanya sebagai masalah ?, bisakah kita melihat ada peluang besar sekali yang tersembunyi di belakangnya ?.

Di situs ini saya pernah menulis tentang panglima perang terbaik dan tentara terbaik yang kabar kehadirannya datang dari berita nubuwah 8 abad sebelum kelahiran mereka. Lantas kamipun berusaha melahirkan kembali generasi yang seperti ini melalui jalur pendidikan yang kami beri nama Kuttab Al-Fatih, brosurnya dapat Anda download di sini dan di sini.

Seorang wanita muda cantik menangis berurai air mata di sidang pengadilan yang menghukumnya karena kasus korupsi. Pasalnya dia tidak merasa bersalah untuk suatu tindakan yang di mata hukum jelas salah. Bisa jadi awalnya dia memang tidak bersalah, ibarat orang naik bus dalam suatu perjalanan – awalnya dia hanya salah memilih tempat duduk dan salah pula memilih teman seperjalanannya.

Semua orang yang tinggal atau bekerja di Jakarta tahu dua problem terbesar Jakarta adalah kemacetan dan banjir. Tahun silih berganti dan gubernur-nya pun berganti, tetapi akankah dua problem besar tersebut bisa diatasi ? Kalau pertanyaan ini dijadikan pertanyaan survey, kita bisa menduga hasilnya – mayoritas orang Jakarta akan berpendapat tidak bisa diatasi – paling tidak dalam waktu dekat. Saya sendiri melihat problem itu mungkin bisa diatasi. Oleh siapa ?, bukan oleh pemerintah atau gubenurnya tetapi oleh penduduk Jakarta sendiri.

Hari-hari ini kalangan pendidik di Sekolah Dasar sedang digalaukan oleh akan diberlakukannya Kurikulum 2013, yaitu kurikulum yang ke 11 kalinya dirubah sejak Indonesia merdeka. Sesungguhnya bukan hanya kurikulum SD yang perlu diperbaiki, tetapi juga kurikulum kita orang tuanya. Kita butuh kurikulum agar kita bisa terus belajar memperbaiki diri sampai akhir hayat kita, kurikulum ini saya sebut Kurikulum Kehidupan !