Tahun baru 1 Muharam 1434 H pekan lalu Alhamdulillah kita lalui dengan kegiatan yang penuh makna , yaitu peluncuran dan diskusi perdana Rumah Hikmah. Pemateri pada diskusi perdana ini adalah Ust. Budi Azhari Lc, Muhaimin Iqbal dan dipandu jurnalis muslim senior Dzikrullah – yang namanya pernah saya perkenalkan di situs ini ketika dia berada di kapal Mavi Marmara yang lagi diserang Zionis Israel waktu itu.
Tahun baru 1 Muharam 1434 H pekan lalu Alhamdulillah kita lalui dengan kegiatan yang penuh makna , yaitu peluncuran dan diskusi perdana Rumah Hikmah. Pemateri pada diskusi perdana ini adalah Ust. Budi Azhari Lc, Muhaimin Iqbal dan dipandu jurnalis muslim senior Dzikrullah – yang namanya pernah saya perkenalkan di situs ini ketika dia berada di kapal Mavi Marmara yang lagi diserang Zionis Israel waktu itu.
Dibuka dengan pembacaan ayat suci Al-Qur’an yang antara lain mengutip ayat yang menjelaskan makna hikmah berikut :

“Allah menganugrahkan al hikmah (kefahaman yang dalam tentang Al Qur'an dan As Sunah) kepada siapa yang Dia kehendaki. Dan barang siapa yang dianugrahi al hikmah itu, ia benar-benar telah dianugrahi karunia yang banyak. Dan hanya orang-orang yang berakallah yang dapat mengambil pelajaran (dari firman Allah).” (QS 2 :269)
Dilanjutkan dengan penjelasan Ust Budi Azhari Lc. tentang peran Rumah Hikmah atau Baitul Hikmah di masa kejayaan Islam yang lampau. Betapa penting peran Baitul Hikmah itu dalam mengantarkan kemajuan perkembangan ilmu pengetahuan dan peradaban Islam sampai beberapa abad kemudian.
Saya sendiri menjelaskan konsep Rumah Hikmah, Baitul Hikmah atau the House of Wisdom yang kita gagas di jaman ini intinya adalah untuk menghadirkan budaya diskusi-diskusi ilmu lintas disiplin yang menjadi dasar amal nyata dalam bentuk solusi-solusi riil atas kebutuhan atau problem yang dihadapi oleh umat di jaman ini.
Sebagai contoh pada diskusi perdana ini dibahas umat yang kini terpinggirkan dari peradaban kota-kota modern. Gedung-gedung tinggi, hotel, apartment, perkantoran dlsb.– selain bukan dimiliki/dikuasai oleh umat, juga mereka tidak umat friendly.
Lantas apakah umat yang mayoritas di negeri ini misalnya harus lari dan tinggal di pinggiran-pinggiran kota yang jauh ?, bila ini yang dilakukan – maka kota akan semakin dikuasai oleh umat yang lain dan peradaban yang ada akan semakin jauh dari Islam.
Jawabannya adalah umat ini karena mayoritas jumlahnya – maka wajar saja bila kita harus ada di mana-mana. Di desa, di kota pinggiran sampai pusat kota, umat Islam harus mampu mewarnai peradaban modern kedepan – dimanapun kita berada.
Lantas bentuk amal Islaminya apa agar diskusi ini tidak berhenti hanya pada tataran diskusi, atau sekedar menjadi wacana ?. Maka project konkrit berupa apartemen yang diharapkan menjadi cikal bakal kota peradaban Islam kedepan itu insyaallah akan diwujudkan. Mengapa kita pilih apartemen sebagai model ?, karena bumi semakin padat dan tanah perkotaan semakin mahal, mau-tidak mau harus ada bagian dari umat ini yang memadati kota lengkap dengan peradabannya. Dimana mereka akan tinggal ?, ya ke atas-lah yang paling memungkinkan.
Apartemen yang dirancang oleh Rumah Hikmah merupakan hasil integrasi lintas disiplin ilmu dari arsitek, ilmu pendidikan, sejarah, keuangan Islam, teknologi pertanian modern, energi alternatif dan sejumlah ilmu lainnya.
Hasilnya kurang lebih adalah apartemen yang untuk pertama kali insyaallah akan dibangun di Depok dengan nama the Calipha@depok dengan karakter sebagai berikut :
· Di apartemen konvensional orang hidup individualistik, di the Calipha orang didorong untuk hidup berjamaah.
· Di apartemen konvensional masjid dan adzan-pun terasa jauh, di the Calipha masjid justru di lobby utama yang merangkai sejumlah tower. Di tower manapun orang tinggal – selalu ketemu masjid ketika naik atau turun dari apartemennya. Masjid menjadi pusat kegiatan dari para penghuninya.
· Di apartmen konvensional, pendidikan anak menjadi problem dengan sekolah yang jauh. Di the Calipha sekolah atau Kuttab untuk anak usia 4 s/d 12 tahun (balig) menjadi bagian dari fasilitas apartemen, pendidikan anak sampai usia balig tidak perlu keluar komplek.
· Di apartemen konvensional umumnya orang tidak saling bermuamalah satu sama lain, di the Calipha fasilitas seperti Bazaar Madinah menjadi fasilitas standar yang tersedia untuk para penghuni agar kita bisa saling bermuamalah tanpa harus membeli/menyewa tempat khusus untuk itu .
· Di apartemen konvensional tidak ada pembinaan ruhi bagi para penghuninya, di the Calipha ustadz dan guru-guru Kuttab tinggal di apartemen yang sama sehingga dapat full time menjadi guru bagi anak-anak dan orang tua.
· Fasilitas optional untuk the Calipha yang akan dibangun kemudian juga bisa termasuk diantaranya adalah : vertical farming agar para penghuni bisa swasembada sayur dan sejenisnya, solar panel – agar ada sumber energy alternatif lain yang hemat, dan ada Rumah Hikmah – agar ada interaksi intelektual dan amal jama’i di antara penghuninya dlsb.
Bagaimana pembangunan apartemen Islami ini akan didanai pembangunannya ?, Project ini di danai dengan dana yang tidak melibatkan riba dari awal sampai akhir bahkan insyaallah sampai duplikasinya di sejumlah lokasi nantinya.
Ketika project masih beresiko tinggi, mencari lahan – mengurus berbagai perijinan dlsb – project di danai dengan dana Syirkah, pemodal terlibat dalam kerja dan dana. Dengan demikian resiko tinggi saling dipahami dan di share bersama secara optimal.
Setelah lahan dan perijinan mateng, kontraktor sudah ditunjuk dan siap bangun dengan dengan design dan waktu penyelesaian yang sudah disepakati – maka pendanaan berikutnya adalah dengan aqad salam atau istishna’ dengan para pembeli/calon penghuni.
Apartemen-apertemen sejenis yang akan di copy paste dari the Calipha yang pertama setelah insyaallah terbukti sukses nantinya, dapat di danai dengan melibatkan dana public – melalui sukuk. Saat itu masyarakat awam sekalipun dapat ikut terlibat secara aman (karena resiko sudah diminimalisisr) dalam pembangunan jaringan apartemen-apartemen yang membentuk rangkaian kota peradaban.
The Calipha – kota peradaban yang dirancang dalam forum-forum awal Rumah Hikmah hanyalah sekedar contoh, bagaimana sejumlah ilmu multi disiplin dapat dirangkai untuk menggarap project-project keumatan, bagaimana dana dikumpulkan dari umat dengan aqad-aqad yang bebas riba dan bagaimana visi besar insyallah bisa dituangkan sampai pada action plan yang sangat detil. Bahkan kini Anda sudah dapat mendaftarkan niat Anda untuk berinvestasi/rencana membeli (belum transaksi jual beli, baru letter of intent – surat pernyataan minat) dalam project-project the Calipha – kota peradaban ini.
The Calipha@depok hanyalah contoh, banyak sekali project-project keumatan berikutnya yang bisa kita garap bersama bila umat ini mau bersinergi dalam ilmu dan amal. Bila Anda belum sempat bergabung di acara peluncuran 1 Muharram 1434 lalu, Anda bisa bergabung dengan mengisi FORMULIR yang dapat Anda download disini untuk menjadi bagian/anggota dari Masyarakat Rumah Hikmah atau The House of Wisdom Society. Insyaallah.