Alhamdulillah cukup banyak yang me-respon Quiz ke 3 kami yang kami muat dalam tulisan berjudul Tiga Hari Dalam Hidup Kita. Pertanyaan dalam quiz tersebut adalah “apa misteri di hari esuk yang kita bisa memperoleh manfaatnya – meskipun kita belum tentu bisa melakukannya !”. Atau kalau disederhanakan bahasanya bisa menjadi “apa yang bisa diambil manfaatnya meskipun belum dilaksanakan ?” , setelah pertanyaannya disederhanakan seperti ini, kemungkinan besar jawabannya akan menjadi mudah yaitu Niat !.
Alhamdulillah cukup banyak yang me-respon Quiz ke 3 kami yang kami muat dalam tulisan berjudul Tiga Hari Dalam Hidup Kita. Pertanyaan dalam quiz tersebut adalah “apa misteri di hari esuk yang kita bisa memperoleh manfaatnya – meskipun kita belum tentu bisa melakukannya !”. Atau kalau disederhanakan bahasanya bisa menjadi “apa yang bisa diambil manfaatnya meskipun belum dilaksanakan ?” , setelah pertanyaannya disederhanakan seperti ini, kemungkinan besar jawabannya akan menjadi mudah yaitu Niat !.
Dan ini sejalan dengan hadits shahih dari Nabi Shallallahu 'Alaihi Wassalam :
“Sesungguhnya Allah telah menetapkan semua kebaikan dan kejelekan, kemudian menerangkannya. Barangsiapa yang meniatkan satu kebaikan lantas tidak jadi ia amalkan, maka Allah telah mencatatnya sebagai satu kebaikan disisi-Nya secara sempurna, dan jika ia berniat lantas ia amalkan, maka Allah mencatat untuknya 10 kebaikan sampai 700 kali lipat, bahkan sampai pelipatgandaan yang tidak terbatas. Dan barangsiapa yang berniat melakukan kejahatan kemudian tidak jadi ia amalkan, maka Allah telah mencatat hal untuknya sebagai satu kebaikan disisi-Nya secara sempurna, dan jika ia berniat kejahatan dan jadi ia lakukan, maka Allah mencatat itu untuknya sebagai satu kejahatan saja.” (HR. Al-Bukhari dan Muslim)
Dengan memahami hadits ini seyogyanya umat ini berlomba-lomba dalam meniatkan untuk berbuat kebaikan. Tetapi tentu bukan hanya niat di lidah tidak disertai ke sungguh-sungguhan dalam meng-implementasikan-nya.
Ada tolok ukur kesungguhan dan ketulusan niat ini yang di formulasikan oleh ulama yaitu bila kita mulai melaksanakan bagian dari niat itu yang sudah bisa kita laksanakan.
Dr. Nawaf Hayyil Takruri dalam bukunya Al Jihad Bil Mal Fi Sabilillah memberikan contoh yang indah untuk ini, beliau menjelaskan hadits “Siapa yang memohon mati syahid dengan tulus, maka Allah akan menempatkannya pada kedudukan para syuhada, sekalipun dia mati di atas kasur”. (HR Muslim).
Seseorang yang berniat dan berdoa dengan tulus untuk berjihad di jalah Allah, maka dia mendapatkan pahala yang sama dengan para syuhada meskipun dia mati di atas kasur. Tetapi bagaimana mengukur ketulusan ini ?. Ya melaksanakan yang sudah bisa dilakukan lebih dahulu.
Berjihad dengan jiwa tentu tidak mudah di jaman ini, tetapi berjihad dengan harta kan banyak yang bisa kita lakukan. Menurut Dr. Nawaf ini, orang yang tidak melakukan jihad dengan hartanya padahal dia bisa – dia tidak dianggap tulus dengan niat atau do’a-do’anya untuk mati di jalan Allah. Lha wong yang sudah bisa saja tidak dilaksanakan, kok berharap yang belum bisa.
Sejalan dengan hadits tentang niat tersebut diatas maka bila kita berniat menghafal Al-Qur’an sampai 30 juz misalnya, insyaallah Allah akan memberi kita kedudukan yang sama dengan para hafidz. Tetapi kita juga harus bersungguh-sungguh dan tulus dalam niat ini, dalam bentuk apa ?. Ya mulai menghafalnya ayat demi ayat, mencari guru yang bisa membimbing kita dalam bacaan dan hafalan, meluangkan waktu setiap hari untuk muroja’ah, menggunakan hafalan-hafalan kita untuk bacaan sholat malam kita dlsb.
Intinya harus ada perencanaan dan implementasi niat ini tahap demi tahap mulai dari yang kita bisa. Beberapa yang mengirimkan jawaban juga menggunakan surat Al-Hasyr 18 untuk menjelaskan perlunya perencanaan untuk hari esuk.
Bayangkan dengan konsekwensi pemahaman terhadap nilai-niat tersebut diatas. Umat ini insyaallah akan berlomba-lomba dalam meniatkan suatu kebaikan dan sungguh-sungguh merintis jalannya. Maka semua problem bangsa ini insyaAllah satu demi satu akan teratasi.
Pemenang yang jawabannya kami nilai paling sesuai, kami urutkan dari nomor 1 sampai 10 sebagai berikut :
- Rizal Nur Rahman
- Ihsanti Hidayati Hardi
- Julius Bin Juani
- Yudi Hidayat
- Nuril Lailiyah
- Mujib Rohim
- Agus Suroso
- Supargiyanto
- Ikoh Maufikoh
- Yusron Abdul Nasher
Untuk pemenang nomor 1 mendapatkan 1 Khamsah (5 Dirham), pemenang nomor 2 s/d 10 mendapatkan 1 Dirham. Pemenang dapat mengklaim hadiah-nya melalui email yang sama dengan email yang digunakan untuk mengirimkan jawaban, dengan menyebutkan alamat pengiriman hadiah.
Terima kasih atas partisipasi para pembaca semua, sampai ketemu di Quiz berikutnya – InsyaAllah.