Kelapa Dua Raya 189 Depok, Jawa Barat 16951 Indonesia
+(62) 856-93-010101 admin@geraidinar.com
Mon - Fri 8.30 - 16.00 National Holiday Closed

Menjadi kebiasaan suku Indian untuk mewariskan kepemimpinan suku-nya secara turun temurun sampai jaman modern ini. Maka ketika ada seorang kepala suku meninggal, anaknya yang tidak berpengalaman-pun menggantikannya. Di kalangan masyarakat se-sukunya, apapun latar belakang pendidikan ataupun pengalaman pemimpin suku ini tidak menjadi masalah – dia sudah otomatis menjadi tumpuan harapan seluruh warga sukunya dalam berbagai urusan kehidupan.

Menjadi kebiasaan suku Indian untuk mewariskan kepemimpinan suku-nya secara turun temurun sampai jaman modern ini. Maka ketika ada seorang kepala suku meninggal, anaknya yang tidak berpengalaman-pun menggantikannya. Di kalangan masyarakat se-sukunya, apapun latar belakang pendidikan ataupun pengalaman pemimpin suku ini tidak menjadi masalah – dia sudah otomatis menjadi tumpuan harapan seluruh warga sukunya dalam berbagai urusan kehidupan.

 

Menjelang musim dingin tiba, rakyat bertanya kepada si kepala suku : “ Apakah musim dingin yang akan datang akan sangat dingin atau sedang-sedang saja ?”. Si kepala suku yang belum berpengalaman ini kaget dan tidak menduga akan adanya pengharapan rakyat bahwa dia seharusnya bisa memprediksi cuaca, dia tidak diwarisi ilmu leluhurnya untuk memprediksi cuaca, dan dia juga tidak belajar ilmu modern tentang ramalan cuaca.

 

Tetapi dia tetap harus memberi jawaban kepada rakyatnya, maka setelah merenung beberapa saat, si kepala suku menjawab : “nampaknya akan dingin, sebaiknya kalian mulai mengumpulkan kayu bakar…”. Rakyatnya percaya 100 % atas titah si kepala suku, maka mereka pun bergegas ke hutan mulai mengumpulkan kayu bakar untuk menghangatkan rumah-rumah mereka ketika musim dingin tiba.

 

Karena takut salah, kepala suku yang berpendidikan modern ini berusaha mencari referensi yang bisa diandalkan agar mampu mengarahkan rakyatnya secara lebih akurat. Dia lantas mendatangi instansi resmi pemerintah yang mengurusi cuaca – sebut saja petugas cuaca, kepala suku bertanya persis seperti pertanyaan rakyatnya : “ Apakah musim dingin yang akan datang akan sangat dingin atau sedang-sedang saja ?”. Si petugas cuaca tidak yakin, tetapi dia juga memberikan jawaban yang ‘aman’ : “nampaknya akan dingin…!”.

 

Mendengar jawaban petugas cuaca yang meng-confirm apa yang telah dia sampaikan ke rakyatnya, si kepala suku bergegas mengumpulkan rakyatnya dan menyampaikan : “musim dingin ini akan dingin, perbanyaklah kayu bakar kalian….”. Rakyatpun bergegas mengumpulkan kayu bakar yang lebih banyak lagi.

 

Beberapa hari kemudian si kepala suku ingin meyakinkan arahannya dengan mengecek kembali ke petugas cuaca : “Apakah masih seperti perkiraan semula bahwa musim dingin ini akan sangat dingin…?”. Petugas cuaca menjawab : “betul, kami yakin bahwa musim dingin ini akan sangat dingin !”.

 

Si kepala suku kembali mengumpulkan rakyatnya dan menyampikan: “saya yakin, bahwa musim dingin ini akan sangat dingin, terus perbanyaklah kayu bakar kalian”. Rakyatnya-pun bergegas menyerbu hutan untuk mengumpulkan kayu bakar lebih banyak lagi, sampai hutan menjadi bersih karena kayu bakarnya habis dikumpulkan untuk kayu bakar.

 

Semakin dekat dengan permulaan musim dingin, si kepala suku ingin sekali lagi memastikan apakah arahannya untuk rakyatnya sudah betul. Dia datangi petugas cuaca sekali lagi : “Apakah Anda masih seperti keyakinan semula , bahwa musim dingin ini akan sangat dingin ?”.

 

Petugas cuaca menjawab : “ Bahkan kami bertambah yakin , bahwa musim dingin ini pasti akan sangat-dangat dingin !”.  Kali ini si kepala suku penasaran ingin meyakinkan dirinya sendiri sekali lagi, dia mengajukan pertanyaan satu lagi : “Bagaimana Anda begitu yakin, bahwa musim dingin ini akan sangat-sangat dingin ?”. Si  petugas cuaca menjawab dengan serius : “kami melihat orang-orang Indian mengumpulkan kayu begitu banyak untuk antisipasi musim dingin yang sangat dingin – sampai hutan-hutan menjadi bersih, hal ini tidak pernah terjadi sebelumnya…!”.

 

Si kepala suku terperangah dengan jawaban si petugas cuaca – dia tidak mengira kalau si petugas cuaca yang diharapkan bisa memberikan data yang lebih ilmiah, ternyata malah menggunakan perilaku sukunya untuk peramalan cuaca. Padahal perilaku sukunya adalah berdasarkan apa yang dia sampaikan ke mereka.

 

Si kepala suku pulang dengan lunglai – tidak tahu harus menyampaikan apa ke rakyatnya. Selama ini dia telah salah mengarahkan mereka, dan lebih parahnya lagi kesalahan ini diikuti pula oleh instansi yang seharusnya memiliki data sendiri – eh malah ikut-ikutan me refer pada perilaku yang tidak berdasar.

 

Ini adalah pelajaran bagi para pemimpin dan pengambil keputusan, hendaklah Anda ekstra hati-hati di setiap keputusan Anda yang akan diikuti oleh rakyat Anda. Pelajaran pula bagi kita-kita rakyat, kita jangan serta-merta mengikuti saja apa yang diputuskan oleh para pemimpin kita – mereka juga manusia, mereka bisa salah !. Check & re-check dengan berbagai sumber mutlak perlu sebelum kita mengambil keputusan.

 

Itulah sebabnya, mengapa di situs ini-pun kami cantumkan menu disclaimer yang mendorong Anda untuk melakukan chek & re-check sebelum menjadikan tulisan-tulisan kami sebagai referensi keputusan Anda. Bagi Anda yang belum pernah membacanya, berikut adalah bunyi disclaimer tersebut :

 

Meskipun seluruh tulisan dan analisa di web ini adalah produk dari kajian yang hati-hati dan dari sumber-sumber yang umumnya dipercaya di dunia bisnis, pasar modal, pasar komoditi dan pasar uang dlsb.; kami tidak bertanggung jawab atas kerugian dalam bentuk apapun yang ditimbulkan oleh penggunaan analisa dan tulisan di web ini baik secara langsung maupun tidak langsung.  Menjadi tanggung jawab pembaca sendiri untuk melakukan kajian yang diperlukan dari sumber web ini maupun sumber-sumber lainnya, sebelum mengambil keputusan-keputusan yang terkait dengan investasi emas, Dinar maupun investasi lainnya.