
Alhamdulillah hari ini (10/10/09) Pesantren Wirausaha yang kita canangkan sejak beberapa bulan lalu kelas eksekutif perdananya telah mulai dan insyaallah berjalan dengan baik. Dengan antusiasme tinggi tetapi dengan suasana santai, 15 orang peserta dengan latar belakang pendidikan rata-rata SI dan S II mengikuti program kick off dari jam 09.00 sampai jam 15.00.
Untuk mudah ditangkap dan diimplementasikan para peserta, program Pesantren Wirausaha ini kita buat seperti melatih Anda untuk belajar berenang. Anda bisa baca berapa banyak-pun buku teori berenang dari penulis-penulis terbaik, setelah Anda nyemplung ke kolam renang hanya dengan bekal ilmu yang telah Anda pelajari teorinya tersebut – kemungkinan besar Anda akan tenggelam.
Untuk belajar berenang, pelatih (coach) Anda hanya perlu mengajari teori dasar secukupnya – setelah itu Anda terjun ke kolam renang di dampingi oleh sang pelatih. Pelatih akan mulai dari yang paling kecil risikonya – tetapi paling esensial yaitu mengajari Anda untuk dapat mengapung di air dan tidak tenggelam. Setelah Anda bisa mengapung, Anda bisa mulai meluncur, kemudian belajar ambil nafas dan seterusnya sampai Anda bisa benar-benar berenang.
Dengan analogi tersebut, apa yang dalam dunia wirausaha dapat kita mulai dengan risiko kecil namun sangat esensial ? ya belajar jualan !; menjual produk orang lain yang kita minati dan kita memiliki passion untuk produk tersebut. Setelah kita mendalami produk yang kita cintai ini, mengenal pasarnya, dan terbukti bisa menjualnya dengan baik – baru kita dapat memproduksinya sendiri, mengembangkannya kelak dst.
Agar proses belajar ‘mengambang’ (berjualan) ini berjalan dengan baik, kami tidak menentukan produk tertentu untuk latihan menjual. Kepada masing-masing peserta kita serahkan untuk memilih produknya sendiri, produk yang paling diminati yang yang nantinya akan menjadi usaha yang akan digelutinya.
Produk tersebut kemudian di dalami dan didiskusikan dengan peserta lain (dan tentu di dampingi oleh coach), inilah saringan pertama apakah produk-produk yang diminati peserta tersebut adalah produk yang layak dijadikan usaha si peserta kelak atau tidak. Saringan yang sesungguhnya setelah produk tersebut benar-benar dijual di pasar !.
Produk-produk yang terpilih oleh angkatan perdana ini, akan menjadi produk bersama yang akan digunakan sebagai latihan menjual oleh seluruh peserta di angkatan ini. Dengan produk yang merupakan hasil seleksi bersama ini, peluang masing-masing peserta untuk bisa menjualnya diharapkan sangat besar.
Bila dari 15 orang diangkatan ini misalnya nanti terpilih 10 produk. Maka insyallah akan ada satu dua orang yang bisa menjual keseluruhan 10 produk, ada yang bisa menjual hanya 9, 8, 7, 6 dst. Adakah yang tidak bisa menjual sama sekali ?, insyallah tidak ada. Karena kalau toh ada seorang peserta yang kesulitan menjual satu produk-pun ; dia bisa belajar dari 14 peserta lainnya, peserta lain dengan suka rela akan membantu sampai semua bisa benar-benar menjual.
Teknik ini kita ambil dari hikmah sholat berjamaah; kemungkinan besar sholat kita banyak kekurangannya – tetapi ketika kita sholat berjamaah – maka kita akan ikut kesempurnaan sholat berjamaah. Hal yang sama ini akan berlaku pula ketika kita bermuamalah secara jama’i. Ketidak sempurnaan yang satu insyaallah akan tertutup oleh yang lain.
Belajar bermuamalah secara jama’i inilah yang membuat Muhammad Yunus sukses mengentaskan kemiskinan dengan Grameen Bank-nya di Bangladesh. Tingkat kegagalan (calon) pengusaha yang berkelompok dalam binaan Grameen Bank ini konon hanya 1 dari setiap 40 calon pengusaha.
Karena teknik yang kita pakai mengacu pada nilai-nilai sholat berjamaah, kita berharap keberhasilan kita minimal sama dengan tingkat keberhasilan pola Grameen Bank; hanya boleh 1 kegagalan dari setiap tiga angkatan (45 orang)…atau kita berharap 15 orang dari kelas perdana ini 100%-nya kelak menjadi pengusaha semua….Insyaallah !.
Catatan:
Kelas eksekutif berikutnya insyallah akan kick-off tanggal 24/10/09, namun ini juga sudah penuh karena untuk efektifitasnya program ini kami hanya menerima 15 peserta per angkatan. Bila Anda tertarik, masih mungkin untuk mengikuti program ini untuk angkatan ke 3 atau 4 yang dijadwalkan insyallah di bulan November 2009, untuk ini silahkan mengirimkan CV Anda ke alamat kami.