Mumpung Dinar Lagi 'Disubsidi' Oleh Pemerintah Amerika…

Gerai Dinar

Sumber Daya Bebas Bea Untuk Pendidikan, Pelatihan dan Pendampingan Usaha dan Kewirausahaan.
Ahad, 18 November 2018

Mumpung Dinar Lagi 'Disubsidi' Oleh Pemerintah Amerika…

Apa yang dilakukan oleh pemerintah dengan berbagai tindakan bail-out-nya seperti menanam bom waktu. Asset-asset buruk yang mengumpul di tangan pemerintah, hutang yang menumpuk dan uang fiat yang terus dicetak tinggal menunggu waktunya untuk meledak.

Karena yang sangat relevan dengan harga emas dunia adalah nilai Dollar,  melonjaknya harga emas dalam Dollar akhir-akhir ini juga karena para pelaku pasar mulai melihat apa yang ada di bawah permukaan dari pucuk gunung es tersebut diatas.

Subprime mortgage hanyalah pucuk gunung es yang sudah terlihat tersebut diatas; masalah yang berada dibawah permukaan tidak kalah dasyatnya.

Bukan hanya subprime mortgage saja yang sekarang sedang dalam proses menenggelamkan ekonomi ‘titanic’ Amerika. Dari hutang pemerintah dan swasta yang membubung, produk jadi-jadian seperti CDS sampai hutang masyarakatnya dalam bentuk hutang kartu kredit secara keseluruhan dan bersama-sama sedang mengenggelamkan kapal mereka.

Masalahnya adalah ketika nun jauh disana ekonomi ‘titanic’ Amerika tenggelam, pusarannya akan ikut menenggelamkan ekonomi dunia seperti yang dirasakan oleh seluruh dunia empat-lima bulan terkahir. Tidak terkecuali kita yang di Indonesia, bahwasanya Rupiah sekarang berada pada kisaran Rp 11,750 sedangkan tahun lalu hanya sekitar Rp 9,200 – menunjukkan kita tidak bebas dari pusaran ‘titanic’ yang sedang tenggelam tersebut.

Anda yang mulai membeli Dinar setahun dua tahun lalu tentu telah merasakan ini, betapa nilai asset Dinar Anda terjaga (naik significant) di tengah  penurunan asset lain seperti saham yang nilainya anjlog atau deposito uang kertas yang daya belinya menurun drastis.

Bagi yang belum membangun sekoci Dinar ini, kesempatan untuk mulai melakukannya belum terlambat.

Mumpung Amerika presidennya baru, mereka lagi sibuk membangun citranya agar terkesan US$ tetap perkasa, agar ekonomi mereka kelihatan tetap tegar. Dengan apa mereka melakukannya ?, dengan terus menambah hutang, mencetak uang, dan dengan mengumpulkan asset buruk dari  perusahaan-perusahaan swasta yang di bail-out pemerintah.

Ketika mereka melakukan ini, US$ untuk sementara perkasa – dan harga emas dunia untuk sementara tertekan - tertahan dari kenaikan harga yang lebih tinggi.

Artinya apa ini semua ? pemerintah Amerika sejatinya sedang ‘menekan’ harga emas untuk tetap rendah. Tanpa mereka sadari mereka sedang memberikan ‘subsidi’ bagi harga emas dunia.

Jadi meskipun harga emas dunia atau Dinar ini sekarang kelihatan tinggi – sebenarnya harga ini adalah harga yang masih  ‘disubsidi’ oleh pemerintah Amerika dengan presiden baru-nya yang sibuk membangun citra sebagai ‘penyelamat’ ekonomi ‘titanic’ mereka. Ketika mereka tidak kuat lagi ‘mensubsidi’ harga emas dunia, apa yang akan terjadi ? Kita semua hanya bisa menduga-duga tetapi hanya Allahlah yang maha tahu. Wallahu A’lam.