Article Categories

Gerai Dinar

Sumber Daya Bebas Bea Untuk Pendidikan, Pelatihan dan Pendampingan Usaha dan Kewirausahaan.
Senin, 20 November 2017

Harga Dinar per 6 jam

Harga Dinar

Harga Dinar
  • Harga Dinar Emas per Tue, 21 Nov 2017 06:30:00 +0700 Jual Rp. 2,165,760 Beli Rp. 2,079,130

  • Harga Dinar Emas per Tue, 21 Nov 2017 00:30:00 +0700 Jual Rp. 2,166,426 Beli Rp. 2,079,769

  • Harga Dinar Emas per Mon, 20 Nov 2017 18:30:00 +0700 Jual Rp. 2,187,012 Beli Rp. 2,099,532

  • Harga Dinar Emas per Mon, 20 Nov 2017 12:30:00 +0700 Jual Rp. 2,189,006 Beli Rp. 2,101,446

  • Harga Dinar Emas per Mon, 20 Nov 2017 06:30:00 +0700 Jual Rp. 2,188,574 Beli Rp. 2,101,031

Ekonomi Makro

What To Do Ketika Rupiah Melemah ?

Kalau saya katakan Rupiah sekarang kinerjanya lebih buruk dari Rupiah di puncak krisis 1997-1998 mungkin Anda tidak percaya, bagaimana kalau saya sajikan data yang konkrit untuk ini ? Anda Percaya ? Memang di puncak krisis yang kemudian mengawali era reformasi, Rupiah sempat berada di Rp 16,097/US$ tetapi itu hanya kejadian sehari (17/6/1998) – kemudian hebatnya pemerintahan transisi waktu itu – berhasil menurunkannya menjadi kurang dari separuhnya dalam tempo enam bulan saja, yaitu ke Rp 7,979/US$ pada penutup tahun 1998. Apa yang terjadi di Rupiah sekarang ?

Read more...

Agar Tidak Seperti Yunani

Sepanjang pekan ini dunia dihebohkan dengan gagal bayar hutangnya Yunani yang bisa berdampak kemana-mana. Yunani mungkin memang pantas gagal karena dengan hutang yang sekitar US$ 420 milyar, itu mendekati 173 % dari GDP mereka tahun ini. Indonesia menurut laporan terakhir Bank Indonesia hutangnya ‘baru’ mendekati US$ 300 Milyar (estimasi tepatnya US$ 299,843 juta per April 2015), dan ini ‘hanya’ mendekati 26% dari GDP – jadi peluang kita untuk mengalami seperti mereka cukup jauh. Yang lebih mengkawatirkan bagi saya sebenarnya justru tingkat pertumbuhan hutang itu sendiri.

Read more...

Pak Timin dan GDP Nasional

Konon di tengah ekonomi Amerika yang melemah beberapa tahun lalu, satu produk dari Apple saja bisa berkontribusi mendongkrak GDP (Gross Domestic Product) negeri itu hingga 0.5 %. Ini bisa menjadi inspirasi bagi seluruh pihak yang terkait di negeri ini, bahwa GDP kita yang oleh World Bank diperkirakan tahun ini hanya tumbuh 5.2 % - sebenarnya bisa didongkrak hingga mencapai 5.7 % bila ada satu saja produk negeri ini yang istilah anak mudanya bener-bener ‘killing !’ – produk yang massif, yang dibeli/dikonsumsi begitu banyak orang.  Saya melihat peluang itu ada di kedelai !

Read more...

Bercermin Dari Balik Bumi

Wajar bila banyak pihak kecewa bila melihat inflasi dan pertumbuhan ekonomi negeri ini tidak seperti yang diharapkan semua orang. Sampai kwartal pertama tahun ini, ketika inflasi kita masih di angka 6.38 % - pertumbuhan ekonomi kita hanya mencapai 4.7 % atau turun dari angka 5.0 % pada kwartal sebelumnya – dan jauh sekali dari angka 7 % yang dijanjikan oleh pemerintahan baru  dalam kampanyenya. Nampaknya dalam bidang ekonomi-pun kita harus banyak bisa bercermin untuk melihat jati diri kita yang sesungguhnya, dan cermin yang agak pas untuk saat ini ada di balik bumi kita yaitu Brasil !

Read more...

Guru...Berdiri, Murid...Berlari

Bila negeri-negeri berkembang terus berjuang memerangi kemiskinan tentu ini adalah hal yang wajar karena di negeri-negeri tersebut memang masih banyak kemiskinan. Yang mungkin tidak banyak yang tahu adalah bahwa negeri adikuasa-pun terus berjuang melawan kemiskinan, apakah ini mudah bagi mereka ? Ternyata tidak juga. Setengah abad mereka berjuang memerangi kemiskinan tetapi yang terjadi malah kemiskinan di negeri mereka juga terus membengkak. Apakah kita layak mencontoh, berguru atau mengidolakan sesuatu yang gagal ?

Read more...