Dinar & Produktivitas Negeri...

Gerai Dinar

Sumber Daya Bebas Bea Untuk Pendidikan, Pelatihan dan Pendampingan Usaha dan Kewirausahaan.
Rabu, 13 November 2019

Dinar & Produktivitas Negeri...

Yang menjadi pertanyaan adalah mengapa kita harus susah payah mempertahankan nilai Rupiah kita - dengan mengorbankan hasil jerih payah negeri ini -  sekedar agar nilai Rupiah terhadap US$ kelihatan baik-baik saja ?. 

 

Kita tahu nilai US$ saat ini tinggi bukan karena ekonomi negeri itu lagi di puncak kejayaan. Nilai US$ tinggi justru karena mereka juga lagi kesulitan likuiditas. Orang berburu Dollar dengan harga yang mahal, karena dalam kondisi krisis ini supply Dollar tidak bisa ‘menggelembung secara penuh’ sebagaimana biasanya.

Kalau timbangan yang namanya US$ tersebut lagi rusak, dipakai untuk menimbang Rupiah kita tentu hasilnya kacau. Inilah masalahnya, kita memaksakan diri untuk mempatut-patutkan nilai Rupiah kita terhadap US$ - padahal kita juga tahu nilai US$nya juga nggak bener.

Jadi, menurut saya yang awam nih…effort negeri ini harusnya lebih fokus mendandani sektor riil, sector produksi – khususnya produksi barang-barang yang dibutuhkan rakyat. Kalau kebutuhan kita secara maksimal bisa diproduksi oleh kita sendiri, tentu kebutuhan kita akan mata uang US$ akan berkurang dan diharapkan lama-lama habis.

Pemborosan sumberdaya negeri ini (cadangan devisa) oleh effort penyelamatan nilai (yang nggak terlalu penting) ini tentru bisa dihilangkan seandainya uang kita bukan uang semu yang nilainya relatif terhadap uang-uang negeri lain.

Bayangkan kalau uang kita Dinar; nilainya tidak perlu diselamatkan karena nilainya terbawa oleh nilai intrinsik uang itu sendiri. Karena kita tidak akan direpotkan oleh usaha-usaha mempertahankan nilai uang, maka kita akan lebih focus pada kegiatan produksi atau kegiatan sector riil lainnya. 

Artinya penggunaan uang Dinar sebenarnya justru akan meningkatkan produktifitas negeri ini, bukan sebaliknya. Untuk membuktikan ini, gerakan Dinar kedepan insyaallah mulai diarahkan untuk mendorong perdagangan dan sector produksi yang riil. DinarWorld dan gerakan BumikuHijau / Muzaraah yang dirintis GeraiDinar adalah langkah-langkah awal yang paling tidak bisa kita mulai.

 

Semoga Allah menyelamatkan bangsa Ini.