Inspirasi dan Solusi Qur’ani Untuk Dunia Usaha...

Gerai Dinar

Sumber Daya Bebas Bea Untuk Pendidikan, Pelatihan dan Pendampingan Usaha dan Kewirausahaan.
Senin, 21 Oktober 2019

Inspirasi dan Solusi Qur’ani Untuk Dunia Usaha...

Bahwasanya Al-Qur’an sebagai petunjuk, pasti kita sudah sering membacanya – karena disampaikan di awal  Al-Qur’an bahwa “Kitab (Al Qur'an) ini tidak ada keraguan padanya; petunjuk bagi mereka yang bertakwa” (QS 2 : 2).

Pertanyaannya adalah sudahkan kita benar-benar kembali ke Al-Qur’an ketika kita butuh petunjuk ? Sudahkah kita mencari panduan pemecahan masalah yang kita hadapi di Al-Qur’an untuk segala jenis urusan ?.

 

Kandang Kambing Kapasitas 100 Ekor

Untuk urusan business misalnya, dahulu waktu saya aktif di direksi suatu group perusahaan besar – setiap ada masalah yang perlu diatasi atau diperbaiki – larinya pasti ke consultant yang dibayar mahal – kadang bahkan sangat mahal sekali !; tidak terpikir sedikit-pun untuk mencari solusinya di Al-Qur’an. Rata-rata eksekutif seperti saya dahulu, atau eksekutif-eksekutif jaman ini – bagian terbesarnya pasti tidak menjadikan Al-Qur’an sebagai sumber inspirasi dan solusi dari perbagai problem yang dihadapinya di dunia usaha.

 

Alhamdulillah melalui program Pesantren Wirausaha Daarul Muttaqiin yang kini sudah sampai angkatan ke 10, dan angkatan ke 11 insyallah kick off akhir pekan ini – bersama para santri wirausaha – kita justru memperoleh inspirasi dan solusi usaha-usaha yang kita bangun dari ayat-ayat Al-Qur’an.

 

Ketika kita mem-visi-kan industri perkambingan untuk solusi kebutuhan minuman sehat dan bersih – sumber rujukan kita adalah Surat An Nahl Ayat 66. Ketika kita mencari solusi bahan pangan yang murah untuk swasembada pangan jangka panjang, kita menemukan Jamur sebagai salah satu solusinya berdasarkan tafsir Surat Adz Dzaariyaat Ayat 22.

 

Ketika sebagian besar BMT (bahkan juga bank) memiliki problem dengan Non Performing Loan (NPL); Alhamdulillah BMT Daarul Muttaqiin – yang merupakan financial arm-nya Pesantren Wirausaha Daarul Muttaqiin – tidak memiliki problem tersebut karena kita belajar dari Surat Al-Baqarah 283 tentang dianjurkannya (hendaklah) ada barang jaminan.

 

Ketika usaha mulai berjalan, problem baru-pun bermunculan – dan insyaallah bersama para santri kami akan tetap kembali ke Al-Qur’an untuk mencari pemecahannya. Surat yang saya kutip di awal tulisan ini adalah salah satu contoh penyelesaian masalah yang kita hadapi dalam membangun kandang kambing yang kokoh, cepat dan ekonomis.

 

Kandang Kambing Kapasitas 100 Ekor

Ketika kami mulai membangun kandang demi kandang untuk kambing Peranakan Ettawa (PE) yang dikembangkan di pesantren, kami belajar dari kesalahan demi kesalahan. Kandang pertama yang kami bangun – ternyata salah design dan salah bahan. Kandang kedua yang kita bangun – design sudah bener tetapi bahannya masih salah . Baru kandang generasi ketiga berhasil kami bangun dengan design dan bahan yang bener, bahkan dari sisi workmanship-nya memenuhi standar kandang kambing penghasil susu kelas dunia...:)

 

Eh ternyata problem baru muncul. Kandang dengan kwalitas bahan kayu yang baik dan dikerjakan dengan kwalitas yang baik – ternyata sulit dikembangkan dalam skala industri. Kayu-kayu yang baik sangat mahal dan susah dicari, kwalitas pekerjaan yang baik membuat pembangunan kandang memakan waktu yang lama – sampai 3 bulan baru selesai.

 

Lantas apa solusi yang ditawarkan Al-Qur’an ?. Lewat penuturan Zulkarnain tersebut diatas, kita belajar bahwa bahan material yang terkuat sampai akhir zaman berasal dari minimal dua zat yang berbeda yang diolah sedemikian rupa sehingga saling memperkuat sifat zat yang satu dengan lainnya. Dalam bahasa modernnya ini dikenal sebagai composite materials atau disingkat composites.

 

Teknologi composites ini sekarang begitu maju sehingga dari bodi pesawat, satelit, mobil, bahan jembatan, sampai kandang kambing-pun bisa dibuat dari composites ini. Tentu kalau kita membeli composites yang sudah jadi – pasti mahalnya sekarang – dan belum tentu cocok untuk kandang kambing.

 

Tetapi bagaimana kalau kita bisa membuat koran-koran bekas, serbuk gergajian, batang padi, batang bambu dlsb. dengan sedikit pengolahan dan di reinforce akhirnya  bisa menjadi bahan yang sekuat besi ?. Maka inilah solusi dari ayat tersebut diatas.

 

Keahlian dibidang composites ini ternyata juga sudah sangat dikuasai oleh anak-anak terbaik bangsa ini, bahkan diantara mereka sekarang menjadi konsultan perusahaan internasional yang membuat material untuk pesawat, satelit,mesin industri dlsb.

 

Jadi inspirasi dan solusi Al-Qur’an itu real dan ada di sekitar kita, tinggal kita mau menggunakannya atau tidak. Di Pesantren Wirausaha Daarul Muttaqiin, Anda akan dapat langsung menghayati bagaimana jamur tumbuh hanya mengandalkan kelembaban yang sudah dilimpahkan Allah kepada bumi kita; bagaimana kambing-kambing susu menghasilkan susu bersih bahkan tidak harus berbau kambing walau keluar dari perut kambing.

 

Dan insyallah dalam beberapa bulan mendatang, Anda juga akan dapat melihat bagaimana ilmunya Zulkarnain tersebut diatas di manifestasikan menjadi pabrik yang memproduksi kandang kambing yang sangat kokoh dan bisa diinstall dimana saja diseluruh dunia dengan sangat cepat. Jadi kelak kalau Anda mau membuat kandang kambing, tidak lagi harus mencari kayu langka – yang semakin langka, tidak lagi harus menunggu tiga bulan baru selesai – dalam waktu seminggu-pun insyallah kandang Anda sudah akan siap pakai.  Karena tidak lagi kita menebang pohon untuk membuat kandang dan sejenisnya, maka insyallah dunia akan tetap hijau dan nyaman untuk dihuni.

Sebagai peluang, subhanallah - betapa kayanya Al-Qur'an ini bila digali sebagai sumber ide.  Di Pesantren Wirausaha, tadinya kami hanya ingin bisa pelihara kambing dengan baik, kemudian wawasan meluas menjadi mentargetkan untuk membangun industri susu dan produk-produk turunan kambing, kini bersama angkatan ke 10 kita sudah berfikir untuk memasuki industri composites. Kalau sekarang sudah ada gerakan menghafal Al-qur'an  yang dipelopori oleh Ustad terkenal, maka pesantren kecil kami Pesantren Wirausaha Daarul Muttaqiin - ingin memelopori Gerakan Pengamal Qur'an - Berpikir dan Bertindak Berdasarkan Al-Qur'an.

InsyaAllah.