Firewood Preference

Gerai Dinar

Sumber Daya Bebas Bea Untuk Pendidikan, Pelatihan dan Pendampingan Usaha dan Kewirausahaan.
Selasa, 18 September 2018

Firewood Preference

Keutaman kayu bakar dibandingkan dengan bahan bakar lain itu seperti keutamaan kurma dan delima terhadap buah-buahan lain, seperti madu terhadap obat-obatan lainnya, seperti Baitul Maqdis terhadap negeri lain, seperti Malaikat Jibril terhadap malaikat-malaikat lainnya. Penyebutannya yang specific di dalam Al-Qur’an dan hadits selain menunjukkan keutamaannya, juga memudahkan kita untuk mengenali dan menggunakannya.

 

Kurma dan delima disebut specific diantara buah-buahan lain yang disebut secara umum (QS 55: 68), dua buah ini juga sangat banyak disebut dalam hadits. Maknanya kurma dan delima memang buah yang memiliki keistimewaan, demikian juga dengan zaitun dan tin. Buah-buahan lain yang disebut secara umum bisa juga memiliki keistimewaan tertentu, tetapi kita perlu mencarinya dan menelitinya sendiri.

 

Demikian pula penyebutan negeri di sekitar Masjidil Aqsha keberkahannya disebut secara khusus (QS 17:1), bukan berarti negeri lain tidak berkah – negeri lain bisa juga berkah bila syaratnya terpenuhi, yaitu penduduk negeri itu beriman dan bertaqwa (QS 7:96).

 

Banyak zat-zat yang ada di sekitar kita baik dari tanaman maupun dari binatang yang bisa menjadi obat, tetapi minuman yang keluar dari perut lebah disebut secara specific (QS 16:69) – artinya ini yang dimudahkan kita untuk mencarinya, pasti mengandung keutamaan tersendiri.

 

Diantara para malaikat Allah yang sangat banyak, Malaikat Jibril disebut secara khusus oleh Allah (QS 97:4) karena memang malaikat yang satu ini memiliki banyak keutamaan dibandingkan malaikat-malaikat lainnya.

 

Maka demikianlah petunjuk di Al-Qur’an ini memudahkan kita mengenali alam di sekitar kita beserta manfaatnya masing-masing, ada yang tersurat dan ada yang tersirat. Dalam dunia sumber api atau bahasa kita sekarang sumber energy, yang tersurat secara specific di Al-Qur’an maupun hadits adalah kayu bakar.

 

Bukannya yang lain tidak baik, tetapi kebaikannya harus kita cari dan teliti sendiri. Sedangkan api atau energy dari kayu bakar disebutkan oleh Allah minimal dalam dua surat yang saya ketemu yaitu QS 36:80 dan QS 56 : 71-73.

 

Dalam hadits yang sahih juga disebutkan salah satu pekerjaan yang lebih baik itu adalah mencari dan menjual kayu bakar : “Sungguh seorang dari kalian yg mengambil talinya lalu dia mencari seikat kayu bakar & dibawa dgn punggungnya kemudian dia menjualnya lalu Allah mencukupkannya dgn kayu itu lebih baik baginya daripada dia meminta-minta kepada manusia, baik manusia itu memberinya atau menolaknya.” [HR. Bukhari No.2200].

 

Kebenaran hadits ini adalah sepanjang zaman, sama dengan kebenaran ayat-ayat Al-Qur’an karena agama ini diturunkan untuk umat akhir zaman. Maka saat inipun tentu ini juga relevan. Mencari kayu bakar dan menjualnya lebih baik dari meminta-minta kepada manusia !

 

Pekerjaan apa sih yang tidak meminta-minta kepada manusia di jaman ini ? tidak mudah untuk menemukan pekerjaan yang tidak meminta-minta kepada manusia di jaman ini. Apalagi di tahun-tahun politik seperti dua tahun ini, kita akan saksikan betapa banyak orang akan meminta-minta kepada manusia (rakyat) untuk diberi dukungan.

 

Bukankah mencari kayu bakar di Al-Qur’an adalah juga pekerjaannya istri Abu Lahab QS 111:4-5 ? Betul, tetapi suami istri itu dibinasakan oleh Allah bukan karena pekerjaannya, tetapi karena keingkaran dan fitnah yang ditebarkannya. Sedangkan mencari kayu bakar sendiri adalah pekerjaan yang lebih baik seperti yang diungkapkan di hadits sahih tersebut di atas.

 

Bagaimana dengan pekerjaan lain yang di sektor yang sama misalnya di sektor energy, baik yang bekerja di perminyakan maupun energy terbarukan seperti energy matahari dlsb. Kaidahnya sama dengan yang di awal tulisan ini, bisa jadi dia juga mengandung keutamaan – tetapi keutamaannya harus dicari sendiri. Asal tidak meminta-minta kepada manusia, sangat bisa jadi pekerjaan Anda juga utama – jadi tidak usah kawatir, demikian juga perbagai pekerjaan baik lainnya.

 

Kemudian mengenai sumber energy, apakah harus dari kayu bakar atau biomassa ? sekali lagi tidak juga demikian. Hanya saja kayu bakar karena disebut specific di Qur’an dan hadits tentu megandung keutamaan yang given, sedangkan yang lain harus dicari sendiri.

 

Sinar matahari misalnya, sekarang menjadi sumber energy yang semakin murah juga. Dia sebagai sumber cahaya  disebut di Al-Qur’an ( QS 78:13). Tetapi bahkan disinipun Allah hendak memudahkan kepada manusia ini, dengan petunjuk di dua ayat sesudahnya (QS 78:15) “Untuk aku tumbuhkan dengannya biji-bijian dan tanaman-tanaman”.

 

Sinar matahari adalah sumber energy utama di tata surya kita, tetapi kemudian Allah mudahkan kita untuk memanennya dengan tanaman-tanaman – yaitu melalui proses fotosintesa. Dari sanalah dihasilkan energy yang mudah dipakai yang tersimpan di batang kayu, akar, daun, buah dlsb.

 

Maka jauh hari ketika manusia belum bisa membuat solar cell dan bateri penyimpannya, manusia sudah bisa menggunakan kayu bakar dan ‘menyimpan’ energy secara paling efektif melalui tanaman-tanaman yang tumbuh. Energy bukan hanya tersimpan dengan baik, tetapi juga terus bertambah sebelum dia dipanen.

 

Dengan berbagai kelebihan tersebut di atas, maka ironi besar bila kita tidak bisa memanfaatkan kayu bakar dan sumber biomasa lainnya sebagai sumber energy di jaman yang sangat modern ini. Ironi besar bila sumber biomassa kita yang melimpah justru menjadi sumber sampah dan bahkan menjadi sumber kebahakaran di musim kering.

 

Apa sih yang menjadi penghalang manusia jaman ini untuk tidak menggunakan sumber energy kayu bakar dan biomassa secara umum ? Karena sumber bahan bakunya menyebar dan milik rakyat secara luas, dia tidak bisa di-monopoly/oligopoly – sehingga tidak menarik bagi para kapitalis untuk mengusahakannya.

 

Teknologinya tidak ada yang mengembangkannya secara serius, bandingkan misalnya dengan teknologi perminyakan – mengambil minyak di laut dalam dan bahkan dari bebatuan-pun dikembangkan technologynya – karena ada insentif untuk menguasainya sendiri !

 

Demikian pula dengan tenaga surya, berbagai temuan teknologi solar panel yang makin efektif, energy storage yang berkapasitas besar dan efisiensi tinggi dlsb. terus dikembangkan orang karena para penguasa teknologi ini akan menjadi penguasa komoditi yang semakin banyak dibutuhkan – yaitu energy.

 

Sedangkan energy kayu bakar, siapa yang mengembangkannya ? lha wong dia sederhana kok, semua orang bisa – lantas apa menariknya bagi para konglomerat dan kapitalis ? Tetapi karena sederhana inilah dia justru dilupakan. Di sekitar kita melimpah sumber energy biomassa tetapi kita tidak tahu bagaimana mengubahnya menjadi energy yang bisa dipakai, jadi gas untuk masak, jadi listrik untuk menggerakkan motor industri dlsb.

 

Maka dari hal-hal yang dilupakan orang inilah kami mulai merancang kembali alat-alat sederhana untuk mengubah biomassa menjadi energy yang bisa digunakan. Ada alat yang sangat sederhana yang kami sebut Survival Gasification Stove (SGS 1), yang kini mulai kami produksi.

 

Tujuannya sederhana, yaitu bila ada kondisi darurat – karena alasan apapun, bisa karena banjir, tsunami, letusan gunung berapi ataupun bahkan juga serangan nuklir, atau bahkan karena hal yang sepele gas melon tidak kunjung datang, maka kita bisa gunakan SGS 1 ini untuk kompor yang efektif. Ada hanya butuh biomassa apa saja yang bisa Anda temui di kodisi darurat tersebut, dan jangan lupa selalu sedia korek api koboi – korek api yang tidak butuh minyak.

 

Bedanya dengan tungku kayu biasa apa sih ? di system gasifikasi, pembakaran lebih sempurna karena bukan kayunya yang dibakar, tetapi kayu dipanaskan demikian rupa segingga dia terurai sampai tingkat molekul – dan berubah menjadi gas yang disebut syngas. Syngas inilah yang kemudian terbakar secara lebih bersih dan lebih sempurna, dari sejumlah berat kayu yang sama dihasilkan energy panas yang lebih banyak daripada tungku kayu biasa.

 

Ada juga versi canggihnya yang kami sebut Multi Purpose Independent Energy Producer (IEP 1), inipun sebenarnya teknologi zombie karena sudah digunakan ketika terjadi krisis ekonomi global tahun 1930-an, pada era Perang Dunia II tahun 1940-an dan krisis energy global tahun 1970-an.

 

Prinsipnya masih sama yaitu menggunakan proses pyrolysis untuk gasifikasi dari kayu bakar menjadi syngas. IEP 1 alhamdulillah juga sudah berhasil diuji dengan hasil yang sangat baik. Gas keluaran dari IEP 1 ini bisa langsung digunakan untuk pemanas industri, baik yang kecil maupun sedang.

 

Industri yang membutuhkan panas seperti pabrik tahu, pengeringan kopi, cengkeh, teh, lada , jagung dlsb. semua industri yang butuh panas sudah bisa memnggunakan langsung gas dari bahan kayu yang dihasilkan oleh IEP 1 ini. Sedangan yang membutuhkan listrik independent, dapat menggunakan gas ini untuk bahan bakar genset.

 

Satu unit IEP 1 dapat mengasilkan listrik sekitar 180 kW, jadi cukup untuk menerangi satu kampung terpencil dengan 200 rumah @ 900 watt !, cukup untuk memberi energy bagi satu kluster koperasi tahu tempe yang beranggotakan 10 pabrik tahu dan masing-masing butuh 18 kW dlsb. Di Amerika reactor sejenis yang kami buat ini bisa untuk menggerakkan mobil Mustang 5 L dengan daya 460 HP atau 345 kW !

 

Dan bagi Anda kaum agniya yang mampu beli Tesla Model X dengan kapasitas battery 100kWh, Anda cukup men-charge-nya dengan IEP 1 tidak sampai 1 jam dengan bahan bakar kayu 60 kg dengan harga tidak sampai Rp 100,000,- dan mobil Anda sudah bisa jalan sejauh 565 km. Mobil lain dengan kapasitas ini dan jarak tempuh ini, akan butuh biaya bahan bakar yang lebih dari lima kali lipat !

 

Tetapi kami memngembangkan IEP 1 ini bukan untuk mempromosikan produk mobilnya Tesla maupun Mustang ataupun yang lain, kami hanya ingin nedorong agar mobil-mobil listrik sejenis dikembangkan di negeri ini – agar kita tidak perlu kawatir dengan terus menipisnya cadangan minyak kita yang diperkirakan akan habis kurang dari 10 tahun dari sekarang.

 

Tetapi lebih dari itu bagi Anda yang sungguh-sungguh punya passion di bidang renewable industry ini, bukan semata untuk kepentingan ekonomi – tetapi untuk menyebar luaskan kemakmuran, desentralisasi energy untuk desentralisasi kemakmuran – ayo kita garap rame-rame jenis pekerjaan yang lebih baik dari meminta-minta kepada manusia ini, mencari kayu bakar dan menjualnya ! Saat inipun ada demand yang uar biasa terhadap kayu bakar ini –baik berupa wood chip maupun yang berupa pellet.

 

Tetapi tentu upaya ini tidak boleh membabat hutan dan sejenisnya, kami sudah pilihkan juga jenis kayu yang cocok untuk ditanam sebagai energy crops kita yaitu Kaliandra Merah. Selain kalorinya tinggi – sekitar 4,200 kkal /kg – dia juga cepat bisa ditanam dan panen dalam 2 tahun dan setiap 6 bulan sesudahnya, dia juga cepat kering.

 

Bersamaan dengan ini insyaAllah juga akan lahir industri peternakan yang baik karena daun kaliandra yang bernutrisi tinggi untuk ternak dan industri madu kwalitas unggul karena bunga kaliandra sangat disukai lebah. InsyaAllah.