Keadilan Dan Keseimbangan

Gerai Dinar

Sumber Daya Bebas Bea Untuk Pendidikan, Pelatihan dan Pendampingan Usaha dan Kewirausahaan.
Senin, 24 Juli 2017

Harga Dinar per 6 jam

Harga Dinar

Harga Dinar
  • Harga Dinar Emas per Tue, 25 Jul 2017 00:30:00 +0700 Jual Rp. 2,154,708 Beli Rp. 2,068,520

  • Harga Dinar Emas per Mon, 24 Jul 2017 18:30:00 +0700 Jual Rp. 2,155,691 Beli Rp. 2,069,463

  • Harga Dinar Emas per Mon, 24 Jul 2017 12:30:00 +0700 Jual Rp. 2,152,734 Beli Rp. 2,066,625

  • Harga Dinar Emas per Mon, 24 Jul 2017 06:30:00 +0700 Jual Rp. 2,152,521 Beli Rp. 2,066,420

  • Harga Dinar Emas per Mon, 24 Jul 2017 00:30:00 +0700 Jual Rp. 2,156,662 Beli Rp. 2,070,396

Keadilan Dan Keseimbangan

Akhir abad lalu para ilmuwan baru mulai bisa menghitung secara relatif akurat usia alam semesta dengan apa yang disebut Lambda  Cold Dark Matter atau disingkat Lambda CDM Model. Berdasarkan hitungan mereka ini alam semesta diperkirakan sudah berusia 13.799 +/- 0.021 Milyar tahun. Sekitar 14 abad lalu kita sudah diberitahu oleh Allah proses penciptaan alam semesta ini, juga diberitahu siapa yang akan bisa merusak maupun memperbaikinya. Pilihannya ada di kita, apakah kita akan menjadi perusaknya atau bagian dari upaya yang akan memperbaikinya.

 

Bagaimana alam semesta yang begitu besar dengan usia yang begitu panjang bisa dirusak ataupun diperbaiki oleh manusia yang begitu kecil dan usianya begitu pendek ? Perhatikan rangkaian ayat-ayat berikut petunjuknya.

 

Dan langit telah ditinggikanNya dan Dia ciptakan keseimbangan. Agar kamu jangan merusak keseimbangan itu. Dan tegakkanlah keseimbangan itu dengan adil dan janganlah kamu mencurangi keseimbangan itu. Dan Bumi telah dibentangkanNya untuk MakhlukNya. Di dalamnya ada buah-buahan dan pohon kurma yang memiliki kelopak mayang. Dan biji-bijian yang berkulit dan bunga-bunga yang harum baunya” (QS 55 :7-12)

 

Kabar ini datang 14 abad sebelum manusia ketemu teori Big Bang atau ledakan besar yang menjadi titik awal lahirnya alam semesta, yang sejak itulah alam semesta itu terus mengembang. Ini dzon ilmiahnya untuk menjelaskan ‘langit telah ditinggikanNya’. Lho kok ciptaan Allah yang Maha Perkasa, ciptaan begitu besar dan begitu tua usianya – bisa dirusak oleh manusia ?

 

Itulah hebatnya manusia yang merupakan wakilNya di bumi ini, manusia yang diberi kebebasan untut berbuat jahat - fajir ataupun berbuat baik – takwa (QS 91:8). Dampak perbuatannya ternyata tidak hanya mempengaruhi kinerja bumi, tetapi sampai ke alam semesta.

 

Ulama besar abad lalu Abul A’la Maududi berusaha memfahamkan ke kita pengertian rangkian ayat-ayat tersebut di atas (QS 55 :7-9) : “.. bahwa karena kita hidup di alam semesta yang diaturNya dengan penuh keseimbangan atau keadilan – kita juga harus tunduk pada kesimbangan atau keadilan itu…sekecil apapun kecurangan atau ketidak-adilan yang kita lakukan, seperti mengurangi timbangan walaupun hanya satu ounce – inipun sudah cukup untuk mengganggu keseimbangan yang ada di alam semesta…”.

 

Sungguh cerdas bagaimana ulama seperti Maududi ini dalam berusaha memahami ayat-ayatNya. Ketika Maududi ini hidup (1903-1979), para ilmuwan dan pemimpin dunia-pun belum menyadari dampak dari perbuatan manusia di bumi ini terhadap alam semesta, bahkan hingga kinipun belum banyak yang bisa memahaminya – tetapi seorag Maududi telah bisa memahaminya – tidak lain dan tidak bukan karena dia bisa memahami petunjukNya dalam rangkaian ayat-ayat tersebut di atas.

 

Bagaimana ini bisa dijelaskan secara ilmiah ? di jaman ini relatif lebih mudah menjelaskannya karena tidak terhitung banyaknya informasi yang bisa kita ekstrak, integrasikan dan cross-reference-kan denga berbagai sumber yang lain.

 

Misalnya adalah informasi tentang mencairnya gunung-gunung es di dua kutub bumi, dampak pencairan ini mengubah konsentrasi titik masa di bumi, bahkan juga menggeser kutub utara bumi. Pergeseran kutub bumi ini kemudian berpengaruh pada peredaran bumi terhadap matahari, dan berpengaruh pula pada posisi bumi di alam semesta.

 

Apa yang terjadi ketika perubahan ini berlanjut dan bahkan terakselerasi ? keseimbangan di alam semesta terganggu, dan ujungnya akan terjadi benturan tata surya – bulan menabrak matahari dan itulah hari kiyamat (QS 75 :9).

 

Siapa yang merusak keseimbangan alam semesta tersebut ? diantara makhluk Allah yang berpotensi merusaknya adalah manusia – maka Allah berpesan kepada manusia : “Agar kamu jangan merusak keseimbangan itu” (QS 55:8).

 

Tetapi sebagaimana manusia bisa merusak keseimbangan di alam semesta ini, manusia bisa pula memperbaikinya, maka di ayat berikutnya Allah juga berpesan : “Dan tegakkanlah keseimbangan itu dengan adil dan janganlah kamu mencurangi keseimbangan itu” (QS 55:9)

 

Lantas konkritnya seperti apa sih perbuatan manusia yang sampai menggoncang alam semesta itu ? kembali ke contoh bagimana perubahan konsentrasi masa bumi yang diakibatkan oleh mencairnya gunung-gunung es di kutub tersebut di atas. Apa yang menyebabkan gunung es di kutub mencair ? ya karena suhu bumi gradual naik, karena es tidak mencair bila suhu tidak naik.

 

Apa yang menyebabkan suhu permukaan bumi naik ? sampai di sini masih banyak perdebatan. Tetapi saya mengambil contoh yang mudah saja. Ketika Anda masuk komplek perumahan yang baru – belum ada pohon-pohon yang tertanam , komplek tersebut terasa panas.

 

Bersamaan dengan waktu, ketika pohon-pohon ditaman dan mulai meninggi dan semakin rindang – maka komplek perumahan Anda menjadi terasa sejuk. Jadi Allah menjaga kesejukan di bumi dengan berbagai tanaman-tanaman yang ada di dalamnya.

 

Itulah mengapa di rangkian ayat-ayat tersebut di atas – Allah juga mengkaitkan dengan pepohonan : “Dan Bumi telah dibentangkanNya untuk makhlukNya. Di dalamnya ada buah-buahan dan pohon kurma yang memiliki kelopak mayang. Dan biji-bijian yang berkulit dan bunga-bunga yang harum baunya.” (QS 55 :10-12)

 

Sebagaimana bumi disejukkan dengan pepohonannya, sebaliknya bumi juga dipanaskan dengan ditebangnya pohon-pohon. Tidak terhitung jumlahnya hutan-hutan yang dibabat oleh manusia modern setiap tahunnya – konon jumlahnya mencapai 32 juta hektar per tahun yang dibabat dan inipun dengan kecenderungan terus meningkat dari waktu ke waktu.

 

Mengapa manusia membabat hutan ? itulah salah satu model dari proses ‘mengurangi timbangan’ atau kecurangan ekonomi itu. Orang tidak mau capai-capai menanam, dia maunya langsung menebang, manusia maunya memberi sesedikit mungkin – dan meminta atau mengambil sebanyak mungkin.

 

Inipula yang disinyalir oleh Allah dalam ayat : “ Celakalah bagi orang-orang yang curang, orang yang apabila menerima takaran dari orang lain mereka minta dicukupkan, dan apabila menakar atau menimbang untuk orang lain, mereka mengurangi” (QS 83 : 1-3).

 

Selain hutan-hutan dibabat yang menyebabkan terjadinya deforestation , yang terjadi sangat luas adalah pembiaran bumi menjadi semakin gersang yang disebut desertification – yaitu ketika bumi yang semula subur, dibiarkan terpapar matahari langsung tanpa tanaman yang melindunginya – maka setiap air hujan turun dia langsung menguap kembali, makin lama makin kering dan meluas, bumi yang semula subur kini menjadi gurun. Proses ini terjadi di lima benua, tidak terkecuali di negeri kita.

 

Maka manusia diperintahkan untuk memakmurkan bumi itu (QS 11:61), diberi tahu cara untuk mengidupkan bumi yang mati (QS 36:33), diberi tahu pula cara menyuburkannya (QS 22:5), cara memaksimalkan hasil tanamannya (QS 16:10-11), dan bahkan diberi contoh model keberhasilan pengelolaan bumi yang baik (QS 34:15).

 

Bila saja petunjuk-petunjuk tersebut diamalkan, maka insyaAllah kita akan bisa ikut menjaga kemakmuran di bumi ini dan lebih dari itu kita juga bisa ikut menjaga keseimbangan di alam semesta. InsyaAllah.