Revitalisasi Pohon Kehidupan

Gerai Dinar

Sumber Daya Bebas Bea Untuk Pendidikan, Pelatihan dan Pendampingan Usaha dan Kewirausahaan.
Kamis, 22 Juni 2017

Harga Dinar per 6 jam

Harga Dinar

Harga Dinar
  • Harga Dinar Emas per Fri, 23 Jun 2017 00:30:00 +0700 Jual Rp. 2,143,978 Beli Rp. 2,058,219

  • Harga Dinar Emas per Thu, 22 Jun 2017 18:30:00 +0700 Jual Rp. 2,148,637 Beli Rp. 2,062,692

  • Harga Dinar Emas per Thu, 22 Jun 2017 12:30:00 +0700 Jual Rp. 2,153,263 Beli Rp. 2,067,132

  • Harga Dinar Emas per Thu, 22 Jun 2017 06:30:00 +0700 Jual Rp. 2,145,824 Beli Rp. 2,059,991

  • Harga Dinar Emas per Thu, 22 Jun 2017 00:30:00 +0700 Jual Rp. 2,136,494 Beli Rp. 2,051,034

Revitalisasi Pohon Kehidupan

Hampir di setiap peradaban manusia mengenal Pohon Kehidupan atau Tree of Life  dalam versinya masing-masing. Tetapi yang saya maksud Pohon Kehidupan dalam tulisan ini adalah dalam arti harfiah,  pohon yang begitu banyak perannya dalam kehidupan dan peradaban bangsa ini yaitu pohon kelapa. Hanya saja pada generasi kita, karena ignorance kita – pohon ini nyaris punah. Kita menikmatinya secara take it for granted dari kakek-nenek kita yang menanamnya, generasi ini nyaris tidak menanam pohon kelapa. Padahal sebagaimana dia layak menyandang nama Pohon Kehidupan, dia memiliki segudang potensi untuk digali.

 

Negeri ini mendapat julukan negeri rayuan pulau kelapa dan juga negeri nyiur melambai tidak lain dan tidak bukan karena memiliki begitu banyak pohon kelapa, yang menghiasi pantai-pantainya. Secara tradisional, rumah-rumah rakyat kita mengandalkan pohon kelapa ini untuk membangunnya dengan murah karena bahannya tersedia hampir di seluruh pelosok negeri.

 

Makanan-makanan kita yang paling lezat – bahkan CNN beberapa tahun lalu memilih makanan kita sebagai makanan paling lezat di dunia yaitu rendang – juga tidak akan menjadi begitu lezat bila tidak ada kelapanya. Berbagai makanan tradisional kita akan hambar tanpa adanya kelapa yang menyertainya.

 

Di jaman modern ini, buah kelapa menjadi bahan baku industri makanan sampai kesehatan. Dari mulai santan, VCO sampai pada produk-produk turunannya semuanya diolah dari buah kelapa yang tua. Sedangkan buah kelapa yang masih muda menjadi minuman penyegar yang sangat popular di bulan puasa ini.

 

Buah kelapa juga diprediksi akan menjadi bahan baku industri masa depan, karena bukan hanya dia dapat memproduksi gula dan minyak yang sehat – berbagai riset menunjukkan hasil bahwa produk-produk turunan berbahan baku industri kelapa khususnya Virgin Coconut Oil (VCO) bisa menjadi bahan baku industri obat masa depan.

 

Penyakit-penyakit yang hingga kita belum sepenuhnya ketemu obatnya seperti Alzheimer dan Parkinson-pun menaruh harapan pada VCO. Ketones yang ada pada minyak ini diyakini menjadi ‘bahan bakar’ yang baik bagi otak kita sehingga otak dapat berfungsi secara aktif dan optimal.

 

Masalahnya kemudian adalah dengan begitu banyak manfaat dan keunggulannya, menanam kelapa tidak menjadi budaya bangsa ini di jaman ini. Para pemain industri perkebunan dan pertanian nyaris mengesampingkan potensi kelapa ini. Yang ada adalah tinggal kelapa-kelapa yang di tanam secara tradisional ala kadarnya, dan inipun populasinya cenderung terus menurun.

 

Ketika negeri Jiran kita khususnya Thailand begitu agresifnya menggarap produk-produk berbasis kelapa dalam bentuk kelapa segar maupun produk industri, nyaris tidak terdengar adanya pihak yang menggarap kelapa di negeri rayuan pulau kelapa ini.

 

Atas keprihatinan melihat warisan yang begitu berharga tetapi tidak kita jaga dan syukuri ini, kami ingin mengajak seluasnya ke masyarakat untuk kembali menjadikan kelapa menjadi icon dari negeri ini sebagaimana dahulu dia menghadirkan panggilan rayuan pulau kelapa dan nyiur melambai di negeri ini.

 

Saat ini pusat pengembangan bibit kelapa kami sudah membiakkan puluhan ribu kelapa unggul, baik yang untuk diambil buahnya maupun untuk diambil santannya. Bibit-bibit tersebut insyaAllah cukup untuk menanam kembali kelapa secara intensif dalam luas areal lahan setidaknya sampai dua ratus hektar.

 

 

Bila nantinya diperlukan lebih, insyaAllah kami juga masih siap untuk terus menyediakan supply bibit unggul kelapa ini – sampai insyaAllah negeri ini kembali unggul ketika kelapa menjadi incaran masyarakat dunia untuk sumber bahan baku makanan sehat, obat dan bahkan juga industri kosmetik.

 

Bagaimana masyarakat bisa terlibat dalam gerakan Revitalisasi Pohon Kehidupan ini ? Banyak yang bisa ditempuh masyarakat. Yang paling mudah dan sederhana adalah menanam pohon kelapa melalui system iGrow, dengan Rp 2.5 juta Anda sudah berpartisipasi menanam satu pohon kelapa untuk dapat diwariskan hingga anak cucu mendatang.

 

Bagi yang lebih serius melihat peluang ini, Anda dapat menanam pohon kelapa di lahan yang Anda miliki  sendiri (Sertifikat Hak Milik) antara 0.5 ha sampai 1.5 ha dengan jumlah pohon antara75-225 pohon. Program ini kita sebut Kepemilikan Kebun Produktif (KKP) di Banten, untuk kebun-kebun KKP inilah puluhan ribu bibit kelapa tersebut di atas kami siapkan.

 

Bagi Anda yang tertarik menggarap industrinya, baik industri minuman segar, industri gula kelapa, santan bubuk, VCO sampai produk-produk turunannya – insyaallah bahan bakunya akan tersedia cukup dalam beberapa tahun mendatang. Saat inilah waktunya bagi Anda untuk merencanakan dengan matang salah satu calon industri masa depan ini.

 

Untuk mengkaji lebih lanjut potensi dari kelapa ini, Anda cukup search di internet dengan keywords Coconut Oil atau Virgin Coconut Oil – maka Anda akan paham betapa besar potensi yang ada. Dan kini Anda berpeluang untuk secara langsung terlibat dalam penggarapan potensi tersebut secara nyata, sebelum bangsa-bangsa lain berburu bahan baku yang satu ini. InsyaAllah.