Huurun Project Ecosystem

Gerai Dinar

Sumber Daya Bebas Bea Untuk Pendidikan, Pelatihan dan Pendampingan Usaha dan Kewirausahaan.
Ahad, 18 November 2018

Huurun Project Ecosystem

Sejak saya menulis Huurun Project : Productivity @Home banyak sekali minat dan pertanyaan teknis yang disampaikan ke saya, maka melalui tulisan ini saya berusaha menjawab pertanyaan-pertanyaan tersebut – sekaligus memberi gambaran what next-nya bagi yang hendak bergabung. Intinya ada tiga peluang yang secara langsung terkait dengan Huurun Project ini yaitu di sektor pertanian tanaman minyak atsiri, proses destilasi dan yang terbanyak adalah peluang di perfume creation-nya atau yang secara khusus kita sebut Etherischef.

 

 

Untuk sektor pertanian, bisa bergabung di project iGrow untuk akar wangi dan tanaman-tanaman penghasil minyak atsiri lainnya yang insyaAllah diperkenalkan kemudian, atau bisa juga dengan tanaman-tanaman pilihan Anda sendiri. Namun kami sarankan didiskusikan dengan kami, bila dikehendaki hasil tanaman Anda dapat diintegrasikan ke dalam Huurun Project ini.

 

Sementara ini tanaman yang hasilnya insyaallah langsung kami butuhkan untuk Huurun Project adalah tanaman bunga mawar – hanya ada dua jenis yang kami rekomendasikan yaitu Rosa damascena dan Rosa centifolia. Selain itu juga banyak tanaman bunga local yang juga akan ada pasarnya seperti kenanga, kamboja, melati, sedap malam, ceplok piring (Gardenia) dlsb.

 

Selain bunga-bungaan, juga tanaman tertentu seperti kemangi juga berpeluang untuk disuling minyaknya dan insyaAllah akan ada pasarnya. Perlu diingat menanam tanaman untuk disuling berbeda skala dengan menanam bunga untuk keindahan, perlu skala yang cukup luas agar proses penyulingannya memberikan hasil yang meaningful.

 

Namun karena harga minyak atsiri bunga-bungaan ini cukup tinggi, bisa berpuluh juta per kg minyak, maka pertanian minyak bunga-bungaan bisa dilakukan secara ekonomis dimana saja – di tempat yang sangat jauh sekalipun asal unit penyulingannya ada di lokasi, jadi yang perlu ditransportasikan ke pasar hanya produk akhir.

 

Daftar panjang untuk jenis-jenis tanaman yang kami perkirakan akan baik pasarnya ada di kami, silahkan menghubungi kami bila Anda berminat untuk pertanian tanaman-tanaman minyak atsiri ini.

 

Kemudian kesempatan berikutnya adalah bagi yang ingin memproses penyulingan minyak atsiri bunga-bungaan tersebut sendiri. Ini cocok bagi Anda yang sudah menemukan daerah yang banyak memproduksi bunga-bungaan tersebut namun belum ada yang menyulingnya. Atau Anda tertarik membina petani untuk menanamnya, kemudian Anda yang akan menyediakan penyulingannya.

 

Mesin-mesin penyulingan minyak atsiri dari berbagai ukuran sudah bisa dipesan ke kami, dan untuk make sure Anda bisa produktif dengan mesin-mesin yang akan dibeli tersebut – kepada setiap pembeli akan diberikan pelatihan/magang ditempat-tempat penyulingan kami yang sudah menggunakan mesin sejenis.

 

Peluang yang paling banyak adalah di bidang perfume creation atau Etherischef, ini yang bisa dilakukan siapa saja yang mau mengembangkan kemampuan meracik parfum. Di antara tiga peluang yang ada, ini juga yang modalnya paling kecil karena tidak perlu bertani atau membeli mesin penyulingan.

 

Tetapi tetap akan dibutuhkan modal untuk membeli bahan-bahan minyak atsiri yang akan Anda gunakan untuk berlatih ataupun nantinya memproduksi parfum Anda sendiri. Seberapa mahal kah ? tergantung juga dengan jenis minyak yang akan Anda pakai latihan.

 

Berlatih dengan minyak gaharu tentu bisa sangat mahal, tetapi tidak akan mahal bila yang dipakai adalah minyak dari jenis jeruk misalnya.

 

Kemudian tentang pertanyaan siapa pasar yang dituju oleh project Huurun ini nantinya ? pertama tentu pasar untuk dunia muslim itu sendiri – baik yang ada di dalam negeri maupun yang di luar negeri. Kedua adalah pasar umum yang mulai sadar akan bahaya parfum-parfum yang dibuat dari bahan kimia, pasar orang-orang yang mulai eager back to nature.

 

Misalnya penggunaan alcohol untuk based parfume, di dunia muslim masih ada perdebatan antara yang membolehkan dan yang tidak. Yang membolehkan karena alasannya alcohol tersebut tidak diminum, sedang yang haram adalah bila alcohol diminum.

 

Yang tidak membolehkan alasannya adalah meskipun tidak diminum, ketika parfum tersebut dioleskan ke tubuh kita – karakternya akan terserap ke pori-pori tubuh kita sehingga alcohol juga akan masuk ke system tubuh kita. Yang hati-hati akan memilih pendapat yang kedua ini.

 

Di luar dunia Islam, perdebatannya bukan halal-haramnya, tetapi adalah dampak kesehatannya. Parfum-parfum yang berbasis alcohol diduga dapat menyebabkan alergi dan kulit cepat mengering bagi para penggunanya, dan bahaya lebih jauh mengancam ketika yang dibawa oleh alcohol-based perfume tersebut adalah synthetic fragrance berbasis petroleum.

 

Maka di luar Islam-pun mulai timbul antusiasm untuk tidak lagi menggunakan alcohol-based perfume. Lantas dibuat dengan apa parfum ketika tidak menggunakan alcohol ? Kembali ke parfum klasik yang dahulunya memang tidak menggunakan alcohol.

 

Parfum berbasis alcohol baru digunakan orang di awal abad 14, sedangkan Nabi sudah menggunakan parfum di abad 7, jadi dahulunya parfum Nabi itu memang juga tidak menggunakan alcohol !

 

Yang diperbaki oleh Al-Kindi, Ar-Rozi, Al-Khawaritsmi sampai Ibnu Awwam juga bukan pelarutnya, tetapi minyaknya itu sendiri. Sebelum mengenal teknologi penyulingan , orang mengambil wewangian bunga dengan cara menghancurkannya sampai lembut dan melarutkannya ke air.

 

Dengan teknologi penyulingan yang digunakan hingga kini – alembic (dari Al-ambic) , yang diambil adalah intisari dari heharuman itu yang berupa minyak yang kemudian disebut essential oil – dari istilah essence atau inti sari - atau kita menyebutnya minyak atsiri.

 

Setelah minyak atsiri dihasilkan, maka sesama minyak akan lebh mudah larut dalam minyak lagi. Jadi di Huurun project pelarut yang akan kita gunakan juga bukan alcohol, tetapi minyak nabati.

 

Banyak minyak nabati yang bisa menjadi pelarut parfum, namun akan kami pilih yang paling memberi peluang untuk dikembangkan di negeri ini – agar dampak ekonominya secara maksimal balik ke kita semua.

 

Dua yang akan kami pilih di awal adalah minyak alpukat, karena dampak kesehatan pada kulitnya terbaik. Sambil menggunakan parfum, juga memperhalus kulit - dampak yang berlawanan dengan alcohol yang mengeringkan kulit !

 

Yang kedua tidak kalah menariknya adalah apa yang disebut Fractioned Coconut Oil (FCO) – ini adalah produk turunan minyak kelapa atau turunan VCO, yang dengan proses hidrolisa dan penyulingan dihilangkan rantai lemak panjangnya. Minyak FCO menjadi tidak berbau, tidak berasa dan mempunyai self-life yang sangat panjang – sehingga ideal untuk menjadi pencampur wewangian.

 

Peluang bagi yang mau menseriusi produksi minyak alpukat dan minyak FCO (ingat, bukan VCO) ini juga bisa menjadi bagian dari big picture ekonomi yang insyaallah di-drived oleh Huurun Project tersebut di atas.

 

Kepada para peminat yang sudah kirim email untuk bergabung, insyaAllah dijadwalkan pertemuan di awal Agustus, namun sebelum itu bila ada pertanyaan – silahkan menghubungi : This email address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it. .