Aslim Taslam, Then…Gold is Antidote To The Crisis…

Gerai Dinar

Sumber Daya Bebas Bea Untuk Pendidikan, Pelatihan dan Pendampingan Usaha dan Kewirausahaan.
Senin, 9 Desember 2019

Aslim Taslam, Then…Gold is Antidote To The Crisis…

Kasih sayang terhadap sesama inilah yang membuat Rasulullah SAW selalu mengajak kepada Islam dengan kalimat Aslim Taslam tersebut setiap berjumpa orang yang baru dikenalnya. Kasih sayang beliau yang menginginkan agar semua orang yang dikenalnya selamat di dunia dan di akhirat.

 

Lantas apa relevansinya ajakan masuk Islam ini dengan krisis global yang terjadi saat ini khususnya pada fenomena pasar emas yang disebut Backwardation ?.

 

Jawabannya demikian ;

 

Krisis finansial global ini disadari betul oleh para ahli ekonomi, pimpinan negara maupun para pelaku pasar sebagai krisis yang sangat-sangat serius. Obama dan team ekonominya sendiri yang banyak diharapkan dunia, menyatakan bahwa krisis ini akan memburuk dahulu sebelum pada akhirnya membaik.

 

Dengan apa sistem keuangan dunia akan membaik ? salah satu yang ramai dibicarakan adalah dengan mengganti uang fiat yang tidak bernilai intrinsic deangan uang yang minimal ada backup nilainya yaitu emas. Itulah sebabnya Bretton Woods II banyak disebut-sebut. Dalam semalam kemarin malam saja saya menyaksikan dua acara televisi yang membahas masalah ini.

 

Yang pertama adalah interview-nya DR. Mahatir Muhammad di salah satu televisi nasional kita, dan yang kedua adalah acara di Business News Network yang mewancarai pelaku pasar John Ing – dari  independent Canadian research-based institutional investment dealer. Kalau Anda memiliki bandwidth yang bagus dapat menikmati langsung interview tersebut.

 

John Ing mengulas fenomena yang sedang terjadi di pasar emas dunia yang disebut Gold Backwardation; yaitu harga emas spot yang lebih tinggi dari harga future. Umumnya pasar emas dalam kondisi in contango yaitu harga future lebih tinggi dari harga spot. Fenomena backwardation ini di dorong oleh kebutuhan fisik emas yang tinggi, ini adalah salah satu sinyal bahwa orang mulai kurang percaya pada uang kertas dan berbagai papers transaction lainnya dan beralih ke  physical transaction.

 

Fenomena backwardation ini pulalah yang membuat grafik harga kita di GeraiDinar.Com tidak sepenuhnya mengikuti trend harga internasional; secara berkala grafik tersebut harus kami lakukan koreksi dengan harga emas fisik di pasar local Jakarta – khususnya harga di Logam Mulia, PT. Aneka Tambang Tbk. yang menjadi mitra utama kami.

 

Sampai sini mungkin Anda belum bisa melihat relevansinnya….

 

Ketika emas ramai dibicarakan sebagai solusi dan mulai diburu orang secara fisik, bahkan menurut John Ing emas adalah antidote atau penawar dari krisis yang melanda dunia saat ini – mereka semua sebenarnya seperti mengejar fatamorgana.

 

Seperti yang saya tulis dalam tulisan “Emas Cukup…” , Emas memang akan cukup dan dapat menjadi uang yang adil dan nilainya tidak rusak oleh waktu – namun emas saja tidak akan menjadi solusi bagi krisis ini.

 

Emas baru akan menjadi solusi apabila penggunaannya mengikuti aturan-aturan yang sangat detil yang adanya hanya di syariat Islam. Tidak ada aturan atau hukum lain di manapun di belahan dunia ini yang mengatur penggunaan emas se detail syariat Islam.

 

Aturan detil ini menyangkut penggunaannya sebagai perhiasan (yang tidak mengijinkan laki-laki muslim menggunakannya); larangan menimbun, larangan riba, dorongan agar emas ini berputar dst.

 

·       Larangan lelaki muslim menggunakan emas sebagai perhiasan akan berdampak pada tersedianya emas untuk uang; dengan hanya wanita menggunakan emas sebagai perhiasan saja, data saya di tulisan sebelumnya mengungkapkan bahwa 51 % emas dunia digunakan perhiasan ini. Apa jadinya kalau lak-laki ikut menggunakan emas ini sebagai perhiasan ?.

·       Emas dilarang ditimbun karena berapapun tersedianya di muka bumi tidak akan cukup bila emas ditimbun. Implementasi larangan ini tidak bisa dilakukan oleh pemerintah seperti di Amerika tahun 1930-an yang melarang warganya menyimpan emas; tetapi oleh suatu kesadaran masyarakat yang takut akan hari akhir dan dis-insentif berkurangnya harta yang ditimbun dari waktu ke waktu karena zakat.

·       Larangan riba akan mendorong emas untuk kegiatan produktif. Baik itu yang terkait dengan investasi, konsumsi maupun untuk infaq di Jalan Allah – ini semua akan mendorong perputaran uang dan menggerakkan sector produksi dan pasar.

·       Emas atau harta yang selalu berputar akan membuatnya cukup untuk memenuhi kebutuhan umat, bukan jumlah yang menentukan tetapi putaran-lah yang menentukan kecukupan emas ini.

 

Upaya para pakar dan pemimpin/mantan pemimpin dunia untuk mendorong emas sebagai solusi dari krisis finansial ini adalah upaya yang arahnya sudah benar, tetapi belum cukup. Missing link –nya adalah aturan detil yang hanya ada di syariat Islam tersebut.

 

Tanpa aturan detil ini, penggunaan emas sebagai standar seperti Bretton Woods misalnya –tidak akan berhasil.

 

Karena kita tahu bahwa upaya mereka tidak akan berhasil tanpa mengikuti syariat ini – maka dengan kasih sayang kita, kita seru mereka untuk mengikuti syariat ini, karena ini jalan satu-satunya – agar kita semua dan mereka berhasil atau selamat dunia dan akhirat.

 

Untuk bisa mentaati aturan syariat – kita semua haruslah menjadi Muslim yang sesungguhnya; Jadi inilah relevansi kita semua untuk menyebar luaskan ajakan untuk masuk Islam ini, Ajakan ini menjadi sangat relevan ketika dunia dilanda krisis – dan kita melihat bahwa syariat Islam solusinya.

 

Jadi Aslim Taslam, Masuklah Islam maka Anda akan selamat…