Article Categories

Gerai Dinar

Sumber Daya Bebas Bea Untuk Pendidikan, Pelatihan dan Pendampingan Usaha dan Kewirausahaan.
Senin, 24 Juli 2017

Harga Dinar per 6 jam

Harga Dinar

Harga Dinar
  • Harga Dinar Emas per Tue, 25 Jul 2017 00:30:00 +0700 Jual Rp. 2,154,708 Beli Rp. 2,068,520

  • Harga Dinar Emas per Mon, 24 Jul 2017 18:30:00 +0700 Jual Rp. 2,155,691 Beli Rp. 2,069,463

  • Harga Dinar Emas per Mon, 24 Jul 2017 12:30:00 +0700 Jual Rp. 2,152,734 Beli Rp. 2,066,625

  • Harga Dinar Emas per Mon, 24 Jul 2017 06:30:00 +0700 Jual Rp. 2,152,521 Beli Rp. 2,066,420

  • Harga Dinar Emas per Mon, 24 Jul 2017 00:30:00 +0700 Jual Rp. 2,156,662 Beli Rp. 2,070,396

Entrepreneurship

Kecerdasan Zaman

Ketika manusia masih hidup nomaden, yang bisa berburu dan membuat api sudah menjadi orang yang cerdas pada zamannya. Ketika peradaban pertama muncul, manusia mulai menetap dan menanam bahan makanannya sendiri – dibutuhkan kecerdasan baru, yaitu kemampuan untuk memahami tanah dan mengenal biji-bijian. Zaman terus berubah dan manusia dituntut untuk terus mengasah kecerdasannya – agar dia bisa tetap lebih cerdas dari kompleksitas permasalahan kehidupannya. Dari mana dia bisa terus belajar agar tidak tersesat di zamannya ? Itulah gunanya petunjuk !

Read more...

1 Dinar Untuk 1 Ayunan Kapak

Bayi-bayi yang terlahir di Indonesia beruntung, ketika terlahir cenger ‘hanya’ menanggung hutang sekitar Rp 15.6 juta (US$ 1,200) per kepala. Bila dia terlahir di negeri kaya dan sedikit penduduk seperti Luxemburg hutangnya langsung RP 87.5 milyar (US$ 6,733,000) sejak lahir cenger. Itulah ironi dunia saat ini, negeri kaya juga negeri pengutang paling banyak – dan tidak ada plan untuk membayarinya. Mungkinkah kita bisa membangun negeri tanpa berhutang ? Saya melihat ada kemungkinannya, salah satunya melalui social startup.

Read more...

Golden Age Challenge

Di negara-negara maju jumlah penduduk usia lanjut kini sudah melebihi penduduk usia muda antara 12-24 tahun. Negara-negara berkembang seperti kita juga menyusul dengan sangat cepat, PBB memperkirakan penduduk Indonesia yang berusia di atas 60 tahun pada tahun 2050 akan mencapai 25% dari jumlah penduduk atau mendekati 75 juta jiwa. Pertanyaannya adalah siapa yang akan membiayai segala kebutuhan hidup dari penduduk usia lanjut ini ? Padahal di atas usia 60 tahun umumnya orang tidak lagi produktif, sedangkan kebutuhan biaya hidupnya justru meningkat tajam ?

Read more...

Food 2.0

Hampir tiga tahun lalu saya menulis In Search of New Food yang antara lain mengidentifikasi sukun (bread fruit) dan kelor (moringa) sebagai alternative bahan pangan kedepan. Bread fruit akhirnya bener-bener kita tanam dalam skala komersial sebagai bagian dari program iGrow My Own Food (iGrow.Asia). Namun penanaman bahan-bahan pangan baru ini umumnya dilakukan oleh petani dalam skala besar atau bahkan di negeri maju dilakukan oleh perusahaan-perusahaan besar. Bagaimana kalau masyarakat kebanyakan yang hidup di kota – urban people – kita libatkan dalam pencarian bahan pangan baru ini ?

Read more...

Responsible Consumption

Ada zat yang sebenarnya dibutuhkan oleh tubuh kita dalam jumlah yang sangat sedikit tetapi bila dia kurang atau tidak ada menjadi sumber segala masalah kesehatan, zat itu adalah mineral. Mineral yang seharusnya tersedia cukup pada bahan makanan kita, ternyata ketersediaannya menjadi semakin berkurang dari waktu ke waktu. Akibatnya adalah adanya ancaman penurunan kwalitas generasi ke depan yang disebabkan oleh penurunan kadar mineral di bahan makanan ini. Ada peluang untuk memperbaikinya, tetapi untuk ini kita harus mau memperbaiki pola konsumsi kita - yaitu menjadi pola konsumsi yang bertanggung jawab.

Read more...