24 hours international gold price to understand gold Dinar price trend
Current Gold & Silver Price to Calculate Dinar and Dirham Price
Harga Dinar emas Sekarang - Current Gold Dinar Price ENGLISH VERSION

Dinar Islam adalah Emas 22 Karat seberat 4.25 gram.

Dirham Islam adalah Perak Murni seberat 2.975 gram.
Harga Dinar Sebulan Terakhir - Gold Dinar Price in the Last 30 days Trend harga Dinar 1 bulan terakhir.

Mengenal Dinar dan Dirham Islam

Peluang Investasi Dengan Dinar Anda
Harga Dinar Islam 2 Bulan Terakhir - The Last 60 days gold Dinar Price Qirad/Mudharabah Untuk Dinar Anda

Trend harga Dinar 2 bulan terakhir.

Dinar di Kota-Kota Besar Indonesia

Monday, March 24, 2008

Apa Yang Terjadi Dengan Harga Emas Minggu Lalu...?

Sepanjang minggu lalu, hal yang luar biasa terjadi di harga emas internasional. Setelah awal minggu mencapai puncaknya dengan harga di mendekati US$ 1,030/troy oz. Pada akhir pekan libur panjang kemarin harga emas mencapai titik terendahnya US$ 910/troy oz atau berfluktuasi sebesar 12% dalam satu minggu !.

Dibenak kita tentu segudang pertanyaan yang terkait dengan turunnya harga emas ini.

Pertanyaan pertama yang paling lumrah adalah, apa yang sebenarnya menyebabkan hal ini ?

Seperti yang saya tulis tanggal 19/3/2008 minggu lalu, bahwa terapi the Fed lagi efektif kali ini . Bayangkan sejak September 2007, telah enam kali the Fed menghajar sampai hampir habis suku bunganya sehingga turun dari 5.25 % menjadi tinggal 2.25%.

Di benak mereka krisis ini di awali dari kegagalan di kredit perumahan, maka indikator penyembuhannya harus berhasil memulihkan sektor perumahan – caranya ? ya antara lain dengan menyediakan kredit bunga yang rendah tadi.

Banyak langkah lain yang juga dilakukan the Fed untuk memulihkan pasar; bahkan langkah ini kadang kontroversial seperti upayanya minggu lalu mendukung JP Morgan untuk mengambil alih Bear Stearns – investment bank raksasa yang terancam bankrut – dengan pinjaman US$ 30 milyar.

Langkah-langkah the Fed ini penting kita amati, karena di Amerika ada anggapan bahwa orang kedua paling kuasa disana setelah presiden adalah the Fed Chairman yang sekarang di jabat olen Ben Bernanke – merekalah yang berwenang ‘mencetak uang dari awang-awang’.

Pertanyaan berikutnya yang mungkin juga ada di benak Anda, adalah apakah penurunan ini aklan berlanjut terus atau balik naik ?.

Keduanya mungkin terjadi. Mirip dengan harga saham – untuk jangka pendek harga emas juga banyak dipengaruhi oleh persepsi ketimbang realitas, maka kalau sebagian pelaku pasar comfortable dengan perbaikan ekonomi di Amerika Serikat – maka harga saham akan naik – untuk sementara orang akan menjual emas dan memborong saham.

Kalau di persepsikan US$ membaik, orang akan kembali ke deposito dan produk-produk keuangan berbasis US$ - dan mengurangi portfolio emasnya. Semua ini berdampak pada turunnya harga emas.

Namun ada perbedaan yang mendasar di emas yang tidak dimiliki di kertas saham maupun uang kertas, yaitu nilai intrinsiknya sendiri yang tinggi – yang memiliki daya beli stabil terhadap segala kebutuhan manusia sepanjang zaman.
Emas atau Dinar adalah representasi yang dari kesejahteraan suatu bangsa. Sementara itu nilai uang kertas bersifat semu, naiknya angka tidak berarti mesti membawa kesejahteraan.

Ahad kemarin saya sempat membaca tulisan menarik dari kantor berita Amerika Associated Press yang menggambarkan ekonomi Amerika seperti kecemplung sumur yang tidak berdasar (abyss) – saking dalamnya. Team penulis yang memberi judul tulisannya dengan How Deep Is Economic Abyss?; mengungkap fakta-fakta kecil tetapi menarik seperti :

1. Sampai akhir 2007 lalu 36% pendapatan penduduk Amerika habis untuk makan, energy dan kesehatan. Persentase ini terbesar sejak data semacam ini dikumpulkan tahun 1960.
2. Orang semakin jarang makan di restaurant; di bulan Januari 2008 saja 54% restaurant mengalami penurunan omset
3. Orang semakin jarang membuang sampah – karena mengoptimalkan penggunaan/konsumsi dari barang yang dimilikinya !.
4. Total nilai hutang perumahan melebihi total nilai ekuitas seluruh pemilik rumah.

Dan masih banyak indikator lain yang mengindikasikan bahwa ekonomi belum menunjukkan tanda-tanda untuk pulih. Tidak mudah mengangkat ekonomi daru sumur yang sangat dalam.

Pertanyaan terakhir yang mungkin tidak kalah menariknya adalah – apakah sekarang waktu yang tepat untuk membeli Dinar ?

Jawabannya tergantung motif kita membeli Dinar. Apabila kita membeli Dinar lebih didorong faktor ekonomi, yaitu antara lain naik-turunnya harga – maka membeli Dinar sama rumitnya dengan membeli saham. Kadang kita membeli pada harga yang tinggi tetapi harga tetap naik – sehingga tetap untung; atau sebaliknya, kita membeli dengan harga yang rendah-pun; harga masih bisa terus turun – jadi tetap rugi.

Untuk yang mebeli dengan motif ini, ma’af saya tidak bisa memberi tips – bagaimana untuk pasti untung.

Motif lain yang selalu saya dorong umat untuk menggunakan Dinar adalah sebagai bentuk membangun ketahanan ekonomi (yukhsinun) ; agar harta umat tidak bisa dipermainkan oleh spekulan seperti tahun 1997/1998. Dan tentu yang sangat penting adalah mengembalikan umat pada sunnah Rasulullah SAW dan para sahabatnya yang diberi petunjuk – yaitu menggunakan uang yang adil sepanjang zaman untuk bermuamalah. Kita tidak bisa bermuamalah dengan adil apabila alatnya itu sendiri – yaitu uang kertas – tidak adil.

Untuk pembeli dengan motif yang kedua - tidak ada waktu yang salah untuk pindah dari uang kertas yang tidak adil ke 'uang' yang adil sepanjang zaman. Wallahu A’lam.

Labels: , , ,

Thursday, March 20, 2008

Selagi Uang Fiat Perkasa...

Ada yang aneh dalam pasar modal dan komoditi global selama perdagangan kemarin. Kita tahu bahwa sejak September 2007 sampai sekarang telah enam kali the Fed menurunkan suku bunganya.

Sampai lima kali penurunan rate sebelumnya dampak terhadap pasar modal dan komiditi sangat jelas dan mudah dipahami. Setiap kali Dollar menjadi kurang menarik , orang akan lari ke pasar modal atau ke komoditi – antara lain minyak, emas dan lain sebagainya. Artinya setelah the fed menurunkan suku bunga, biasanya harga saham naik demikian pula emas.

Ini dapat dilihat di grafik trend harga Dinar setahun terakhir seperti yang selalu saya sajikan di samping tulisan ini; sejak September 2007 sampai tiga hari lalu, harga emas yang berarti juga Dinar terus naik.

Penurunan suku bungan the Fed 0.75 basis points dua hari lalu ternyata reaksinya berlawanan dengan yang selama ini terjadi. US$ bukannya turun malah naik yang diindikasikan dengan naiknya US Dollar index kemarin sebesar 0.73%.

Sebaliknya saham bukannya naik malah turun secara significant, Dow Jones industrial Average (DJIA) turun 2.36 %, dan NYSE Composite Index turun 3.14%. Pasar komoditi lebih besar lagi penurunnannya, Minyak turun 6 % dan emas turun 4.8%.

Sementara para ahli sibuk berusaha menjelaskan anomali tersebut, saya jujur kali ini saya tidak bisa menjelaskannya. Yang saya tahu adalah daya beli emas/Dinar adalah stabil sepanjang zaman, seperti yang sudah terjadi lebih dari 1400 tahun ini, dan insyaallah juga akan stabil sampai akhir zaman. Menurunnya harga minyak sejalan dengan menurunnya emas tersebut diatas, sekali lagi membuktikan kebenaran teori stabilitas daya beli emas/Dinar ini.

Selagi uang fiat kita baik berupa US Dollar maupun Rupiah perkasa seperti sekarang ini, inilah waktu yang sangat baik untuk kita kembali ke ‘uang’ yang berdaya beli tetap sepanjang zaman tersebut yaitu Dinar dan Dirham. Dinar lagi 'murah' sekarang, di Gerai Dinar harga Dinar pagi ini 'hanya' Rp 1,202,200 atau turun 4.8% dari harga kemarin sore Rp 1,263,100.

Banyak hikmah dari penurunan harga minyak dan harga Dinar ini; pertama yang jelas kita semua dapat bernafas agak lega bahwa kenaikan harga bensin dan minyak tanah yang mengerikan – diharapkan dapat di rem. Kedua adalah masyarakat yang belum merngenal Dinar, insyaallah Dinar akan lebih terjangkau dalam beberapa hari atau minggu kedepan – mudah-mudahan cukup waktu sebelum akhirnya naik lagi.

Insyaallah pengenalan Dinar tidak hanya berhenti dengan sekedar orang pegang Dinar terus disimpan, program Qirad yang telah kita mulai tiga pekan terakhir telah membuka cakrawala penerapan Dinar yang Subhanallah...mumpung banyak waktu di liburan akhir pekan yang panjang ini, saya akan coba menulis lebih detil tentang program Qirad ini. Semoga Allah memudahkan jalanNya untuk kita semua.

Labels: , ,

Friday, March 14, 2008

Terapi Terhadap US Dollar Gagal – Emas Nyaris Menembus Angka US$ 1,000/troy oz !

Dalam tulisan saya dua hari yang lalu saya meragukan terapi dosis tinggi yang dilakukan oleh the Fed untuk menyelamatkan US Dollar. Keraguan saya tersebut terjawab tadi malam – bahwa terapi yang dilakukan oleh the Fed bersama empat bank sentral negara maju lainnya – gagal menyelamatkan US Dollar.

kegagalan US Dollar - US $ failureIndikasi kegagalan ini akan sangat jelas terlihat apabila kita gunakan kaca mata daya beli yang stabil dan timbangan muamalah yang adil sepanjang zaman yaitu emas atau Dinar. Harga emas di pasar internasional nyaris mencapai angka US$ 1,000/troy oz semalam. Lihat grafik disamping yang memotret perdaganmgan emas dunia sejak the Fed melakukan program penyelamatan ekonomi Amerika Serikat – yang juga berarti US Dollar. Lihat titik yang saya beri tanda panah di garis angka 1000.

Kegagalan terhadap US Dollar juga berarti kegagalan seluruh mata uang fiat lainnya termasuk Rupiah. Betapa tidak karena kita menggunakan US dollar untuk mengukur kekuatan mata uang Rupiah kita. Kalau ukurannya anjlog – maka nilai uang kita ikut anjlog.

Bersamaan anjlognya nilai Rupiah yang mengikuti anjlognya US Dollar, ikut anjlog pula-lah nilai kekayaan negeri ini. Coba Anda bayangkan berapa besar penyusutan nilai (daya beli riil) kekayaan negeri ini yang sebagian berupa cadangan devisa yang nilainya mencapai US$ 57.125 Milyar akhir bulan lalu.

Penyusutan daya beli ini tidak akan dapat kita lihat apabila kacamata yang kita gunakan adalah uang fiat seperti US$ , Rupiah atau mata uang lainnya. Penyusutan daya beli hanya akan bisa kita lihat dengan membandingkannya dengan harga-harga komoditi riil seperti minyak bumi, beras, gandum dan yang paling universal adalah emas.

Saya mencoba memahami, mengapa IMF dalam Article of Agreement-nya (Article IV section 2) mengijinkan negara-negara anggotanya mengkaitkan mata uangnya terhadap mata uang manapun di dunia – tetapi melarangnya untuk mengkaitkan dengan emas. Rupanya ternyata hanya dengan ukuran emas-lah kerusakan system keuangan dunia disa dilihat dengan sangat jelas.

Kegagalan mata uang US Dollar kemarin ( yang juga berarti Rupiah), sekali lagi menjadi bukti kebenaran kehancuran mata uang kertas seperti yang saya tulis akhir tahun lalu dalam Teori Fibonacci.

Beruntunglah Anda yang mempercayai tulisan saya 2.5 bulan lalu tersebut kemudian menyelamatkan hasil jerih payah Anda bertahun-tahun dengan mengkonversi kekayaan uang kertas Anda menjadi kekayaan riil Dinar.

Pada saat saya menulis Teori Fibonacci tersebut 1 Dinar setara dengan Rp 1,090,100,-. Pagi ini 1 Dinar setara dengan Rp 1,272,600,-. Artinya dari kacamata uang Rupiah, Anda mengalami keuntungan 16.74% dalam 2.5 bulan !.

Dari kacamata uang Dinar, Anda telah menyelamatkan kekayaan Anda dari penyusutan nilai sebesar 14.34 % ! dalam 2.5 bulan terakhir !. Kok berbeda angkanya ? Iya, karena matematika sederhana (a/b-1)% berbeda dengan (b/a-1)%..

Teori dan tulisan saya bisa salah dan semoga Allah mengampuni dosa saya apabila ada yang salah dalam memahami ilmuNya, yang Maha Benar hanya Allah semata.

Labels: , , , ,

Wednesday, March 12, 2008

Sekali Lagi US Dollar Perlu Penyelamatan…

Ibarat orang tua kaya yang sakit parah dan menunggu ajal, usia sudah tertentu dia harus mati …tetapi karena ada harta, apapun dilakukan team dokter untuk menyelamatkannya. Obat demi obat, peralatan-peralatan yang super canggih didatangkan – seolah usianya bertahan sementara – tetapi akhirnya ajal akan menjemput….

Demikianlah nasib US$ (dan otomatis seluruh mata uang kertas di dunia saat ini); Sejak krisis sub-prime mortgage (yang sebenarnya hanya salah satu dari komplikasi penyakit yang dideritanya !) melanda lebih dari setahun yang lalu – berbagai upaya dilakukan oleh otoritas moneter Amerika Srikat – The Fed. Selama ini obat itu bernama penurunan suku bunga; namun setelah berkali-kali penurunan suku bunga dilakukan dalam beberapa bulan terakhir US$ tidak tertolong juga. US$ Index malah melorot ke titik terendahnya sepanjang minggu kemarin.

Kamarin pagi waktu setempat atau tadi malam watu Jakarta; ‘team dokter’ dari the Fed berusaha lebih kreatif lagi dalam mencari ‘obat baru’ dalam upaya penyelamatan US Dollar-nya. Saking barunya ‘obat ini’ namanya pun baru pertama kalinya didengar oleh pasar – yaitu TLSF singkatan dari Term Securities Lending Facility.

TLSF sebenarnya hanya bentuk lain dari fasilitas pinjaman The Fed untuk bank-bank yang membutuhkan pertolongan likwiditas. Bedanya adalah selama ini pinjaman diberikan dalam bentuk pinjaman semalam – overnight lending , TLSF diberikan dalam jangka waktu 1 bulan. Jumlahnya-pun tidak tangggung-tanggung yaitu mencaai US$ 200 milyar; ini bener-bener obat dosis tinggi yang diberikan !!.

Tidak berhenti disini, The Fed juga melibatkan sejumlah Bank Sentral negara lain untuk bahu membahu menyelamatkan ‘orang tua yang sakit keras’ tersebut, yaitu the Bank of Canada, the Bank of England, the European Central Bank dan tidak ketinggalan the Swiss National Bank .

Apakah langkah-langkah ekstra tersebut akan dapat menyelamatkan US$ ?, Nampaknya belum tentu. Lihat grafik disamping; harga emas internasional sedang dalam ancang-ancang untuk meroket sebelum The Fed mengumumkan langkahnya. Setelah pengumuman, terapi dosis tinggi tersebut ‘hanya’ dapat mengembalikan daya beli US Dollar terhadap emas pada tingkat harga penutupan sebelumnya.

Terapi ‘team dokter’ the Fed seperti biasa hanya dapat mengurangi gejala ‘sakit-nya’ US Dollar tetapi tidak pernah benar-benar menyembuhkannya.

Hari-hari ini kalau harga minyak tetap tinggi seperti angka pagi ini US$ 108.67 –ketika artikel ini saya tulis; maka US$ Dollar akan kelihatan ‘sakit’ lagi. Kalau mengikuti rata-rata statistik 9 tahun terakhir, pada harga minyak US$ 108.67 saat ini ; harga emas seharusnya berada pada angka sekitar US$ 1,070.00/troy oz dan harga Dinar seharusnya berada pada kisaran angka Rp 1,400,000 / Dinar !.

Sebenarnya saya pingin nulis banyak untuk ini, tetapi insyaallah lain kali saja. Tulisan ini saya buat dalam perjalanan dari Jakarta ke Bandung dan sekarang saya sudah sampai Bandung – alhamdulillah, teknologi memungkinkan saya tetap bisa mengakses seluruh research materials yang saya butuhkan meskipun dalam perjalanan - sekaligus mempublikasikan tulisan ini.

Pada kesempatan ini saya juga sekaligus ingin mengungkapkan kekecewaan saya terhadap Apple, dan kesalutan saya sama Indosat. Sama Apple saya kecewa karena MacBook Air yang Anda Iklankan secara luar biasa telah memikat saya untuk membelinya buru-buru; tetapi ternyata baterei Anda nggak bertahan dari isi penuh untuk menemani perjalanan via tol dari Jakarta ke Bandung yang hanya 2 jam.

Salut untuk temen-temen Indosat gabungan 3G dan GPRS Anda mampu menemani perjalanan saya dari Jakarta-Bandung nyaris tanpa putus !. Wassalam.
Wassalam.

Labels: , , , , ,

Wednesday, January 23, 2008

Langkah Darurat Itu Terpaksa Diambil : Federal Reserve Amerika Serikat Memotong Suku Bunga Terbesar Sepanjang 24 Tahun Terakhir...

Diluar jadwal yang resmi yang mestinya baru seminggu lagi mereka mengadakan pertemuan rutin dua harinya, kemarin pagi waktu setempat atau tadi malam waktu Jakarta Federal Reserve Amerika Serikat memotong suku bunga kreditnya sebesar ¾ point yaitu turun dari 4.25% ke 3.5%. Penurunan ini merupakan yang terbesar sejak October 1984.

Penurunan yang sangat siginificant diluar jadwal ini tentu saja sempat membuat kepanikan yang luar biasa di bursa saham seluruh dunia yang sedang beroperasi, dampaknya terhadap Bursa Efek Indonesia kemungkinan besar baru akan terjadi pagi ini ketika pasar mulai beroperasi.

Langkah darurat ini nampaknya didorong oleh kekawatiran menyeluruh di pasar, bahwa resesi sedang di ambang pintu. Hal ini ditandai dengan bergugurannya bursa-bursa saham di seluruh dunia selama hari-hari sebelumnya.

Apakah terapi darurat ini efektif ? reaksi pasar nanti yang akan menjawabnya.

Untuk sementara terapi yang dilakukan oleh The Fed untuk melawan gejala resesi tersebut ternyata malah menimbulkan kesan yang sebaliknya di pasar. Pasar melihatnya justru situasi sudah begitu buruknya sehingga pemotongan suku bunga yang sangat besar tersebut tidak sabar lagi menunggu satu minggu lagi, yaitu waktu yang sudah dijadwalkan untuk pertemuan rutin mereka.

Dampaknya sampai penutupan tadi malam, pasar masih melemah bukan menguat seperti yang diharapkan. Di Amerika sendiri The Dow Jones Industrial Average (INDU) turun 1 % dan Nasdaq Composite (COMP) malah turun 2 %.

Terapi yang sesungguhnya dan dijamin keampuhannya tentu ada , yaitu menggunakan Dinar dan Dirham sebagai uang yang adil. Riba sudah barang tentu harus dihilangkan sama sekali, bukan hanya diturunkan.

Karena solusi ke Dinar/Emas dan Dirham/Perak ini adalah solusi yang fitrah, maka kebenarannya tidak hanya di claim oleh orang Islam saja. Di Amerika sendiri sudah ada sekelompok orang yang sadar akan hal ini. Bahkan GATA sudah secara berkelakar menyiapkan draft Pidato Presiden Amerika Serikat untuk Pembubaran Dollar dalam revolusi semalam, kemudian menggantikannya dengan Emas dan Perak.

Lantas apa pengaruhnya ini semua dengan harga emas hari ini ?. tentu saja setiap saat terjadi kekacauan ekonomi orang akan kembali ke emas dan perak – inilah fitrahnya. Orang akan mencari keadilan setiap saat merasa di dholimi. Sedangkan mata uang yang adil ya hanya Emas dan Perak itu tadi. Harga emas internasional tadi malam meningkat sangat tajam. Setelah pagi hari sempat menyentuh angka terendah US$ 855 / troy oz harga emas di New York ditutup pada angka US$ 889.80 troy oz.

Karena melonjaknya harga emas ini, harga Dinar di Gerai Dinar pagi ini melonjak Rp 37,000/ Dinar dari angka kemarin sore yang Rp 1,135,400 ke angka Rp 1,172,400. Insyaallah harga ini akan kita lihat kembali waktu Dhuhur nanti setelah pasar Sydney dan Hongkong menyelesaikan sessi perdagangan paginya.

“Tiada suatu bencanapun yang menimpa di bumi, tidak pula pada dirimu sendiri melainkan telah tertulis dalam kitab (Lauh Mahfuzh) sebelum Kami menciptakannya. Sesungguhnya yang demikian itu mudah bagi Allah. Supaya kamu jangan berduka cita terhadap yang luput dari kamu, dan supaya kamu jangan terlalu gembira terhadap apa yang diberikanNya kepadamu. Dan Allah tidak menyukai setiap orang yang sombong lagi membanggakan diri.” (QS 57 :23)

Labels: , , , , , ,

Tuesday, January 15, 2008

Perdagangan Dibuka Kembali Pagi Ini...

Kemarin sore sempat kita himbau para agen dan member DinarClub untuk tidak mengadakan transaksi Dinar karena peningkatan harga emas Dunia yang sangat tajam.

Pagi ini ketika tulisan ini saya buat, pasar New York baru ditutup beberapa jam lalu dan alhamdullah tidak setinggi harga emas kemarin sore di Hongkong – meskipun menurut saya sendiri tetap sangat tinggi, tetapi menunjukkan trend menurun.

Jadi, tugas kita membantu masyarakat yang ingin peroleh Dinar-nya bisa jalan kembali dengan harga yang lebih wajar. Insyaallah nanti siang sebelum jam 13.00 kita tinjau kembali harga ini setelah memperhatikan dengan seksama apa yang akan terjadi di pasar Hongkong sampai tengah hari nanti.

Fluktuasi harga emas yang significant sepanjang hari kemarin antara lain dipicu oleh melemahnya Dollar dan antisipasi pasar akan kemungkinan penurunan suku bunga The Fed.

Karena FOMC (Federal Open Market Committee) yaitu komponen penting dalam system Federal Reserve Amerika Serikat yang menentukan kebijakan moneter baru akan melaksanakan rapat dua hari-nya akhir bulan ini, maka sentimen negatif terhadap Dollar mi kemungkinan akan berlangsung panjang setidaknya sampai dua pekan kedepan.

Analisa saya bisa saja keliru, oleh karenanya saya juga menganjurkan kepada pembaca blog ini untuk membaca tulisan saya tentang Kehancuran Mata Uang Kertas.... Mengapa ini penting ? Karena meskipun dalam jangka panjang kita sangat yakin bahwa harga Dinar insyaallah akan terus naik, dalam jangka pendek mungkin-mungkin saja untuk turun dahulu beberapa lama sebelum balik lagi ke deret Fibonacci berikutnya.

Jadi janganlah naiknya harga Dinar ini terlalu menggembirakan kita atau sebaliknya terlalu kita pikirin ketika turun untuk beberapa lama. Setelah kita hijrah ke timbangan yang adil Dinar-Dirham...,kinerja timbangan yang tidak adil (uang kertas) tidak lagi menjadi ukuran keberhasilan atau kegagalan investasi kita.

Labels: , , , , ,