24 hours international gold price to understand gold Dinar price trend
Current Gold & Silver Price to Calculate Dinar and Dirham Price
Harga Dinar emas Sekarang - Current Gold Dinar Price ENGLISH VERSION

Dinar Islam adalah Emas 22 Karat seberat 4.25 gram.

Dirham Islam adalah Perak Murni seberat 2.975 gram.
Harga Dinar Sebulan Terakhir - Gold Dinar Price in the Last 30 days Trend harga Dinar 1 bulan terakhir.

Mengenal Dinar dan Dirham Islam

Peluang Investasi Dengan Dinar Anda
Harga Dinar Islam 2 Bulan Terakhir - The Last 60 days gold Dinar Price Qirad/Mudharabah Untuk Dinar Anda

Trend harga Dinar 2 bulan terakhir.

Dinar di Kota-Kota Besar Indonesia

Thursday, March 20, 2008

Selagi Uang Fiat Perkasa...

Ada yang aneh dalam pasar modal dan komoditi global selama perdagangan kemarin. Kita tahu bahwa sejak September 2007 sampai sekarang telah enam kali the Fed menurunkan suku bunganya.

Sampai lima kali penurunan rate sebelumnya dampak terhadap pasar modal dan komiditi sangat jelas dan mudah dipahami. Setiap kali Dollar menjadi kurang menarik , orang akan lari ke pasar modal atau ke komoditi – antara lain minyak, emas dan lain sebagainya. Artinya setelah the fed menurunkan suku bunga, biasanya harga saham naik demikian pula emas.

Ini dapat dilihat di grafik trend harga Dinar setahun terakhir seperti yang selalu saya sajikan di samping tulisan ini; sejak September 2007 sampai tiga hari lalu, harga emas yang berarti juga Dinar terus naik.

Penurunan suku bungan the Fed 0.75 basis points dua hari lalu ternyata reaksinya berlawanan dengan yang selama ini terjadi. US$ bukannya turun malah naik yang diindikasikan dengan naiknya US Dollar index kemarin sebesar 0.73%.

Sebaliknya saham bukannya naik malah turun secara significant, Dow Jones industrial Average (DJIA) turun 2.36 %, dan NYSE Composite Index turun 3.14%. Pasar komoditi lebih besar lagi penurunnannya, Minyak turun 6 % dan emas turun 4.8%.

Sementara para ahli sibuk berusaha menjelaskan anomali tersebut, saya jujur kali ini saya tidak bisa menjelaskannya. Yang saya tahu adalah daya beli emas/Dinar adalah stabil sepanjang zaman, seperti yang sudah terjadi lebih dari 1400 tahun ini, dan insyaallah juga akan stabil sampai akhir zaman. Menurunnya harga minyak sejalan dengan menurunnya emas tersebut diatas, sekali lagi membuktikan kebenaran teori stabilitas daya beli emas/Dinar ini.

Selagi uang fiat kita baik berupa US Dollar maupun Rupiah perkasa seperti sekarang ini, inilah waktu yang sangat baik untuk kita kembali ke ‘uang’ yang berdaya beli tetap sepanjang zaman tersebut yaitu Dinar dan Dirham. Dinar lagi 'murah' sekarang, di Gerai Dinar harga Dinar pagi ini 'hanya' Rp 1,202,200 atau turun 4.8% dari harga kemarin sore Rp 1,263,100.

Banyak hikmah dari penurunan harga minyak dan harga Dinar ini; pertama yang jelas kita semua dapat bernafas agak lega bahwa kenaikan harga bensin dan minyak tanah yang mengerikan – diharapkan dapat di rem. Kedua adalah masyarakat yang belum merngenal Dinar, insyaallah Dinar akan lebih terjangkau dalam beberapa hari atau minggu kedepan – mudah-mudahan cukup waktu sebelum akhirnya naik lagi.

Insyaallah pengenalan Dinar tidak hanya berhenti dengan sekedar orang pegang Dinar terus disimpan, program Qirad yang telah kita mulai tiga pekan terakhir telah membuka cakrawala penerapan Dinar yang Subhanallah...mumpung banyak waktu di liburan akhir pekan yang panjang ini, saya akan coba menulis lebih detil tentang program Qirad ini. Semoga Allah memudahkan jalanNya untuk kita semua.

Labels: , ,

Friday, March 14, 2008

Terapi Terhadap US Dollar Gagal – Emas Nyaris Menembus Angka US$ 1,000/troy oz !

Dalam tulisan saya dua hari yang lalu saya meragukan terapi dosis tinggi yang dilakukan oleh the Fed untuk menyelamatkan US Dollar. Keraguan saya tersebut terjawab tadi malam – bahwa terapi yang dilakukan oleh the Fed bersama empat bank sentral negara maju lainnya – gagal menyelamatkan US Dollar.

kegagalan US Dollar - US $ failureIndikasi kegagalan ini akan sangat jelas terlihat apabila kita gunakan kaca mata daya beli yang stabil dan timbangan muamalah yang adil sepanjang zaman yaitu emas atau Dinar. Harga emas di pasar internasional nyaris mencapai angka US$ 1,000/troy oz semalam. Lihat grafik disamping yang memotret perdaganmgan emas dunia sejak the Fed melakukan program penyelamatan ekonomi Amerika Serikat – yang juga berarti US Dollar. Lihat titik yang saya beri tanda panah di garis angka 1000.

Kegagalan terhadap US Dollar juga berarti kegagalan seluruh mata uang fiat lainnya termasuk Rupiah. Betapa tidak karena kita menggunakan US dollar untuk mengukur kekuatan mata uang Rupiah kita. Kalau ukurannya anjlog – maka nilai uang kita ikut anjlog.

Bersamaan anjlognya nilai Rupiah yang mengikuti anjlognya US Dollar, ikut anjlog pula-lah nilai kekayaan negeri ini. Coba Anda bayangkan berapa besar penyusutan nilai (daya beli riil) kekayaan negeri ini yang sebagian berupa cadangan devisa yang nilainya mencapai US$ 57.125 Milyar akhir bulan lalu.

Penyusutan daya beli ini tidak akan dapat kita lihat apabila kacamata yang kita gunakan adalah uang fiat seperti US$ , Rupiah atau mata uang lainnya. Penyusutan daya beli hanya akan bisa kita lihat dengan membandingkannya dengan harga-harga komoditi riil seperti minyak bumi, beras, gandum dan yang paling universal adalah emas.

Saya mencoba memahami, mengapa IMF dalam Article of Agreement-nya (Article IV section 2) mengijinkan negara-negara anggotanya mengkaitkan mata uangnya terhadap mata uang manapun di dunia – tetapi melarangnya untuk mengkaitkan dengan emas. Rupanya ternyata hanya dengan ukuran emas-lah kerusakan system keuangan dunia disa dilihat dengan sangat jelas.

Kegagalan mata uang US Dollar kemarin ( yang juga berarti Rupiah), sekali lagi menjadi bukti kebenaran kehancuran mata uang kertas seperti yang saya tulis akhir tahun lalu dalam Teori Fibonacci.

Beruntunglah Anda yang mempercayai tulisan saya 2.5 bulan lalu tersebut kemudian menyelamatkan hasil jerih payah Anda bertahun-tahun dengan mengkonversi kekayaan uang kertas Anda menjadi kekayaan riil Dinar.

Pada saat saya menulis Teori Fibonacci tersebut 1 Dinar setara dengan Rp 1,090,100,-. Pagi ini 1 Dinar setara dengan Rp 1,272,600,-. Artinya dari kacamata uang Rupiah, Anda mengalami keuntungan 16.74% dalam 2.5 bulan !.

Dari kacamata uang Dinar, Anda telah menyelamatkan kekayaan Anda dari penyusutan nilai sebesar 14.34 % ! dalam 2.5 bulan terakhir !. Kok berbeda angkanya ? Iya, karena matematika sederhana (a/b-1)% berbeda dengan (b/a-1)%..

Teori dan tulisan saya bisa salah dan semoga Allah mengampuni dosa saya apabila ada yang salah dalam memahami ilmuNya, yang Maha Benar hanya Allah semata.

Labels: , , , ,

Tuesday, February 5, 2008

Mengapa Harga Emas Bisa Turun ?

Allah menciptakan segala sesuatu sesuai ukurannya dan emas diciptakanNya secara terbatas. Di seluruh Dunia saat ini hanya ada sekitar 150,000 ton emas di permukaan bumi. Yang digali dari pertut bumi setiap tahun hanya menambah emas di permukaan bumi sekitar 1.5% per tahun – sesuai dengan laju pertumbuhan penduduk dunia.

Dengan keterbatasan emas tersebut, mengikuti hukum pasar supply & demand sudah seharusnya harga emas naik terus apabila diukur dengan uang kertas. Kenyataannya dalam jangka panjang memang demikian. Namun dalam jangka pendek, sebulan dua bulan, setahun dua tahun bisa saja harga emas turun.

Seluruh pemerintahan di dunia menggunakan ukuran uang kertas sebagai dasar penilaian kinerjanya. Kalau harga emas dibiarkan terus naik dan orang mulai mnggunakan emas sebagai rujukan nilai, maka nilai seluruh mata uang dunia akan kelihatan terus merosot dengan sangat serius. Inilah yang tidak dikehendaki oleh para penguasa dunia.

Lantas apa yang mereka lakukan ? dari waktu ke waktu pemerintahan di dunia menggunakan cadangan emasnya untuk mempengaruhi harga emas di pasar bebas. Namun karena emas ini benda riil yang harus diperoleh dari upaya riil, beda dengan uang kertas yang bisa mereka cetak kapan saja –berapa saja; maka kemampuan mereka mempengaruhi harga pasar ini makin lama makin melemah seiring dengan menurunnya cadangan emas mereka.

Cadangan Emas, Gold Reserve in Central BanksCoba perhatikan grafik disamping yang datanya saya olah dari data Gold Anti Trust Action Committee (GATA); cadangan emas yang dimiliki oleh seluruh Bank Sentral Di Dunia kalau dijumlahkan mengalami penurunan yang sangat significant dalam seperempat abad terakhir. Bukankah seharusnya naik karena penduduknya naik dan jumlah emas di permukaan bumi juga naik seiring pertambahan penduduk ? . Inilah jawababnnya; para Bank Sentral dunia tidak mampu menambah cadangan emasnya, dan bahkan mereka harus menggunakan cadangan yang ada untuk mempengaruhi harga emas di pasar bebas sehingga seolah-olah mata uang kertas mereka masih bernilai.

Ini bukan hanya sinyalemen saya, ada yang sudah sangat terbuka mengungkap hal ini yaitu GATA.

Minggu lalu muncul sebuah iklan besar di Wall Street Journal dengan judul “Anybody Seen Our Gold ?”. Iklan ini di sponsori oleh Gold Anti Trust Action Committee (GATA). Isi dari iklan panjang ini intinya ingin mengungkap berbagai kecurangan pemerintahan di seluruh dunia dalam mempermainkan harga emas. Berikut adalah terjemahan bebas dari beberapa point penting yang dimuat di iklan tersebut.

“Cadangan emas di Amerika Serikat sudah tidak lagi di audit secara penuh dan independent selama lebih dari setengah abad terakhir. Sekarang terdapat bukti bahwa cadangan emas tersebut, juga yang dimiliki oleh negara-negara barat, telah digunakan secara sembunyi-sembunyi untuk memanipulasi mata uang internasional, pasar komoditi, pasar saham dan pasar surat berharga.

Federal Reserve Chairman waktu itu – Alan Greenspan, mengaku di depan kongres Amerika Serikat 24/7/1998 bahwa Bank Central akan ‘meminjamkan’ emasnya untuk menambah jumlah emas apabila harga emas naik.

Dengan upaya menekan harga emas yang bagaimanapun, harga emas telah mencapai US$ 900/ounce; Apabila harga emas dibiarkan bebas mengikuti mekanisme pasar – maka harga emas bisa mencapai US$ 3000 – US$ 5,000 /ounce.

Tujuan dari manipulasi harga emas adalah untuk menyembunyikan kegagalan Dollar Amerika dan untuk mempertahankan kedudukan Dollar Amerika sebagai cadangan devisa bagi hampir seluruh negara.

Permainan harga emas oleh pemerintah akan membawa bencana bagi dunia, oleh karenanya harus dihentikan.”


Jadi berhati-hatilah kita semua, ada kekuatan yang sangat besar sedang bertarung di pasar dunia. Tetapi Allah Maha Besar, Cukuplah Allah Sebagai Pelindung dan Dialah Sebaik-baik Pelindung.

Labels: , , ,