24 hours international gold price to understand gold Dinar price trend
Current Gold & Silver Price to Calculate Dinar and Dirham Price
Harga Dinar emas Sekarang - Current Gold Dinar Price ENGLISH VERSION

Dinar Islam adalah Emas 22 Karat seberat 4.25 gram.

Dirham Islam adalah Perak Murni seberat 2.975 gram.
Harga Dinar Sebulan Terakhir - Gold Dinar Price in the Last 30 days Trend harga Dinar 1 bulan terakhir.

Mengenal Dinar dan Dirham Islam

Peluang Investasi Dengan Dinar Anda
Harga Dinar Islam 2 Bulan Terakhir - The Last 60 days gold Dinar Price Qirad/Mudharabah Untuk Dinar Anda

Trend harga Dinar 2 bulan terakhir.

Dinar di Kota-Kota Besar Indonesia

Sunday, March 30, 2008

Dalam Jangka Panjang Dollar Akan Terus Melemah dan Emas Akan Terus Naik… (Tulisan 1 dari Insyallah 4 tulisan)

Ketika minggu lalu saya menulis persepsi yang mempengaruhi naik turunnya Dollar sesaat, saya menjanjikan akan menulis alasan yang lebih bersifat fundamental yang mempengaruhi trend daya beli Dollar terhadap emas. Perlu waktu beberapa hari untuk saya mengumpulkan referensi yang bisa diandalkan sehingga tulisan saya bisa dipertanggung jawabkan.

Alhamdulillah pencarian saya tidak sia-sia, karena setidaknya saya menemukan 12 alasan yang mendukung hipotesa saya bahwa Dollar akan jatuh - dan juga seluruh mata uang kertas lainnya yang tidak bisa dipisahkan dari system keuangan dunia yang didominasi oleh Dollar.

Berikut adalah ringkasan 3 dari 12 hal yang akan menghancurkan US Dollar dari dalam mereka sendiri. Sembilan yang lain masih perlu saya dalami dan cari supporting datanya agar saya tidak salah ngomong; pada waktunya insyaallah akan saya share 9 alasan lainnya.

1) The federal government’s fiscal exposures yaitu kewajiban/hutang langsung maupun tidak langsung pemerintah Federal Amerika terus membengkak sejak tahun 2000. Fiscal exposure ini ‘hanya’ US$ 20 trilyun tahun 2000; membengkak menjadi US$ 46 trilyun tahun 2005 ; dan membengkak lagi menjadi US$ 53 trilyun tahun 2007. Jadi kalau Anda warga negara Amerika, maka setiap diri Anda berhutang US$ 156,000 tahun 2005; dan membengkak menjadi US$ 175,000 tahun 2007 lalu. Apakah ini bukan gejala kehancuran ? Anda bisa telusuri sendiri datanya dari sumber resmi di link yang saya berikan tersebut. Anda tidak perlu ragu tentang data ini, karena sumbernya dapat dipercaya. Salah satunya malah pernyataan dari United States Government Accountability Office yaitu berupa surat dari Comptroller General of United States kepada Presiden Amerika – yang mengingatkan situasi yang tidak mengenakkan ini.

2) Apakah orang bisa menjadi tambah kaya dengan menambah hutang ?; yang ada malah sebaliknya – orang yang dari waktu kewaktu bertambah hutangnya – dia akan menuju kebangkrutan. Bagi kita umat Islam bahkan dianjurkan melalui doa yang matsur untuk berdoa pagi petang – agar dijauhkan dari lilitan hutang. Lagi-lagi di Amerika; random survey dari sekitar 3 juta konsumen Amerika, 51%-nya memiliki minimal 2 kartu kredit dan sekitar 14% memiliki lebih dari 10 kartu kredit. Dari yang memiliki 10 kartu kredit ini – mereka menggunakan lebih dari separuh masing-masing limit. Yang mengkawatirkan lagi, ternyata kartu kredit mereka bukan digunakan untuk keperluan darurat, tetapi untuk menutupi kebutuhan sehari-hari. Kersimpulan dari riset ini adalah dalam dua tahun terakhir warga negara Amerika lebih banyak menambah hutangnya dibandingkan waktu-waktu yang lampau.

USA Oil Production vs. Consumption3) Ketergantungan Amerika Serikat terhadap supply minyak dunia makin besar. Produksi minyak mereka menurun, Impor minyak makin hari makin membengkak tidak dibarengi dengan export secara memadai untuk membelinya. Saat ini 75% konsumsi minyak Amerika adalah Impor. Lihat grafik yang mencemaskan terlampir. Ketergantungan terhadap minyak impor inilah yang mendorong politik luar negeri mereka terhadap Negara-negara penghasil minyak. Dari sini pula kita bisa mudah paham inyaallah betapa kawatirnya mereka terhadap kenaikan harga minyak Dunia.

Dari tiga hal tersebut diatas, insyaallah kita dapat memahami akan kemana kira-kira ekonomi Amerika yang berarti juga US Dollar. Sedangkan US$ bergerak berlawanan arah dengan harga Emas atau Dinar; jadi bisa perkirakan akan kemana harga emas/Dinar kedepan.

Agar Anda tidak bingung; dalam jangka pendek bisa saja US$ menguat yang berarti harga emas dan Dinar menurun seperti yang terjadi dalam dua pekan terakhir; tetapi alasan-alasan yang lebih fundamental seperti 3 butir yang saya uraikan diatas-lah yang akan lebih dominan mempengaruhi daya beli US Dollar dalam jangka menengah dan panjang.

Sebagai upaya manusia biasa, tentu kajian untuk masa depan seperti ini bisa jadi salah karena hanya Allah-lah yang tahu apa yang belum terjadi. Namun mempersiapkan diri untuk menghadapi kemungkinan paceklik dimasa depan, juga dicontohkan dalam Al-Qur'an yaitu di Surat Yusuf 47-48 yang bahasannya saya muat di artikel tanggal 25 Desember 2007. Wallahu A'lam

Labels: , , , , ,

Wednesday, February 27, 2008

Hantu Baru Bernama Stagflation...

Masyarakat kita mungkin sedang sakit....,begitu banyaknya film horor diiklankan di jalan-jalan, konon film-film horor tersebut lagi nge-trend sekarang sehingga produser rajin berlomba memproduksinya.

Dari kacamata ekonomi sebenarnya ada yang lebih mengerikan dari film-film horor tersebut yaitu hantu yang bernama Stagflation. Stagflation berasal dari kata Stagnation dan Inflation.

Stagnation berarti kondisi stagnan (bahasa Indonesia baku-nya apa ya ?) yang dicirikan oleh rendahnya pertumbuhan ekonomi, tingginya pengangguran, dan kemungkinan ancaman resesi.

Inflation adalah kenaikan harga-haraga secara umum untuk produk dan jasa, atau dari sudut pandang lain berarti rendahnya daya beli uang kita.

Kata stagflation yang digunakan pertama kali di oleh McLeod di parlemen Inggris tahun 1965 tersebut seperti penampakan hantu di siang bolong yang tiba-tiba muncul di pasar uang internasional sepanjang hari kemarin.

Pemicunya adalah data Producer Price Index (PPI) di Amerika yang menunjukkan kenaikan yang tajam diatas perkiraan pasar. Pada year-over- year basis kenaikan PPI ini mencapai 7.4% yang merupakan kenaikan tertinggi sejak tahun 1981 !.

Data ini kemudian memicu turunnya nilai Dollar ke tingkat terendah terhadap Euro. Kemarin Euro diperdagangkan pada harga $1.4985, jauh lebih tinggi dari nilai tertinggi yang pernah tercapai sebelumnya yaitu $1.4966 yang terjadi pada 23 November 2007 lalu.

Apa ini artinya pada Rupiah kita ?. Rupiah sudah seharusnya hari-hari ini menguat secara significant terhadap US$ - bukan karena prestasi team ekonomi kita – tetapi karena alat ukurnya (US$) yang memang lagi menyusut.

Dan bagaimana dengan Dinar ?, tentu saja Dinar nilainya naik lebih tinggi dari menguatnya Rupiah terhadap US$. Apabila kemarin siang sampai sore harga Dinar di Gerai Dinar sempat turun pada angka Rp 1,185,000. Pagi ini harga Dinar kembali harus kita naikkan mendekati angka Rp 1.2 juta atau tepatnya Rp 1,198,400 untuk menyesuaikan dengan harga emas dunia.

Satu hal yang pasti di masyarakat yang menggunakan ‘mata uang’ Dinar; Sebagaimana muslim yang kuat keimanannya yang tidak akan pernah takut terhadap hantu apapun namanya – karena dia hanya takut kepada Allah semata. Maka Dinar juga tidak akan pernah takut terhadap stagflation karena tidak mungkin terjadi di Dinar.

Bukti-bukti yang saya sajikan sebelumnya menunjukkan bahwa daya beli Dinar tetap sepanjang masa – artinya Dinar tidak mengalami inflasi.. Artinya lagi separo dari kata pembentuk stagflation yaitu inflation-nya sudah tidak mungkin terjadi.

Kemudian sebagaimana yang saya tulis sebelumnya ‘Agar harta Tidak Hanya berputar Di Golongan Yang Kaya Saja...’, Apabila tuntunan agama yang Indah ini kita benar-benar jalankan – insyaallah ekonomi juga akan terus berputar sehingga stagnation juga tidak terjadi.

Kesimpulannya...kita tidak perlu pemburu hantu untuk mengusir hantu – cukuplah keimanan kita yang melawannya; dalam hal hantu stagflation ; cukuplah Dinar dan sistem ekonomi yang digali dari syariah yang akan melawannya. Wallahu A’lam.

Labels: , , , , , , ,

Monday, February 18, 2008

Dinar Sebagai Pengaman Dari Scenario Masa Depan Ekonomi Yang Sengaja Dikaburkan…

Ada artikel menarik di Gold Price Organization akhir pekan lalu yang antara lain mengungkap keanehan bahwa sudah sejak satu setengah tahun ini Federal Reserve Amerika menghentikan publikasi mengenai supply uang M3. Masyarakat di Amerika sengaja dibikin gelap tidak tahu berapa jumlah uang US Dollar yang beredar.

Masalahnya adalah bukan hanya masyarakat Amerika yang jadi korban. Seluruh dunia (yang menggunakan US$) berada dalam kegelapan finansial yang nyata. Betapa tidak, cadangan devisa kita akhir bulan lalu mencapai US$ 55,999.00 milyar . Apa jadinya kalau kita tahu – dan cepat atau lambat – akhirnya kita akan tahu kalau cadangan tersebut menjadi tidak bernilai sejalan dengan terus menurunnya nilai US$.

Mengukur nilai kekayaan yang berupa uang harus terhadap daya beli riilnya- bukan terhadap nilai mata uang lain, karena mata uang lain nilainya juga bergerak menyusut. Kekayaan dalam uang kertas yang meningkat, tidak ada artinya apabila beban hidup kita menjadi semakin berat – karena harga barang-barang kebutuhan yang terus semakin tidak terbeli.

Ternyata tidak hanya data supply uang M3 yang menghilang, data-data berikut juga akan menghilang dari akses publik per tanggal 1 Maret 2008 yang akan datang :

• Advance Monthly Sales for Retail and Food Services
• Advance Report on Durable Goods
• Construction Put in Place
• Gross Domestic Product
• Manufacturers' Shipments, Inventories, and Orders
• Manufacturing and Trade: Inventories and Sales
• Monthly Wholesale Trade
• New Residential Construction
• New Residential Sales
• Personal Income and Outlays
• Quarterly Financial Report
• Quarterly Services
• Retail E-Commerce Sales
• U.S. International Trade in Goods and Services
• U.S. International Transactions


Situs resmi pemerintah Amerika Serikat mengungkapkan bahwa alasan menghilangnya data-data penting yang menjadi indicator ekonomi tersebut adalah budget constraint. Pertanyaannya apa iya ? Negara yang menganggap dirinya adikuasa – mengalami kendala dalam mengumpulkan dan menyajikan data-data perekonomian yang sangat penting ?.

Sesuatu yang sangat besar sedang terjadi di perekonomian global, tetapi kita punya solusi – asal kita dapat bergerak cepat dan menyadarkan sebanyak mungkin umat. Kembali ke Dinar dan Dirham. Wallahu A’lam.

Labels: , , , ,

Thursday, January 17, 2008

Harga Dinar Turun Lebih Dari Rp 20,000 Hari Ini....

Seperti yang saya sampaikan kemarin sore bahwa apabila trend penurunan harga emas dunia berlanjut hingga penutupan pasar New York, maka harga Dinar pagi ini akan turun secara significant.

Ternyata betul, pasar New York yang ditutup beberapa jam lalu menunjukkan trend menurun. Ini hari kedua harga emas mengalami penurunan setelah hampir sebulan penuh naik.

Penyebab penurunan ini tidak lain karena US$ Index yang merefleksikan nilai US$ terhadap sekumpulan mata uang besar dunia mengalamai kenaikan 1% menjadi 76.3. US$ Index naik karena data perekonomian terakhir yang dikeluarkan pemerintah Amerika menunjukkan hasil yang lebih baik dari yang diduga pasar.

Informasi-informasi mengenai naik turunnya harga Emas/Dinar yang saya sajikan, tidak bermaksud mengukur kinerja Dinar dengan US$ atau bahkan menspekulasikannya. Ini hanya informasi pasar yang kita ada di dalamnya, lebih baik kita tahu medannya - agar kita tahu bagaimana mensikapinya. Seluruh grafik-grafik yang saya sajikan disamping mulai dari satistik 1 bulan, 2 bulan, sampau 40 tahun adalah agar kita tahu medan tersebut - sehingga ketika kita masuk di dalamnya, kita menyadari betul apa yang sedang kita hadapi.

Lebih banyak umat ini memegang asset riil berupa emas, perak, hasil tambang, hasil bumi dan sumber daya alam lainnya akan lebih baik dibandingkan memegang 'janji' berupa uang kertas, surat utang dan sejenisnya. Kesempatan baik untuk menukar 'janji' tersebut ke asset riil adalah ketika 'janji' tersebut masih bernilai baik seperti sekarang.....cepat atau lambat nilai 'janji' tersebut akan terus berkurang atau bahkan hancur , lihat uraian saya tentang Deret Fibonacci.... Saat itu tentu 'janji-janji' tersebut tidak lagi bernilai untuk ditukar dengan asset riil. Wallahu A'lam bis showab.

Labels: , , , ,