24 hours international gold price to understand gold Dinar price trend
Current Gold & Silver Price to Calculate Dinar and Dirham Price
Harga Dinar emas Sekarang - Current Gold Dinar Price ENGLISH VERSION

Dinar Islam adalah Emas 22 Karat seberat 4.25 gram.

Dirham Islam adalah Perak Murni seberat 2.975 gram.
Harga Dinar Sebulan Terakhir - Gold Dinar Price in the Last 30 days Trend harga Dinar 1 bulan terakhir.

Mengenal Dinar dan Dirham Islam

Peluang Investasi Dengan Dinar Anda
Harga Dinar Islam 2 Bulan Terakhir - The Last 60 days gold Dinar Price Qirad/Mudharabah Untuk Dinar Anda

Trend harga Dinar 2 bulan terakhir.

Dinar di Kota-Kota Besar Indonesia

Wednesday, April 2, 2008

Untuk Sementara US Dollar Masih Perkasa...

Di tengah-tengah saya menyiapkan serangkaian tulisan yang menjelaskan Dollar yang akan cenderung turun terus dalam jangka panjang, dua pekan terakhir trend US$ menunjukkan arah sebaliknya yaitu menguat berarti Emas dan Dinar menurun.

Agar pembaca tidak bingung, sejenak saya akan membahas masalah trend sesaat ini.

Saya jelaskan sebelumnya bahwa trend jangka panjang dipengaruhi oleh berbagai hal yang bersifat fundamental; kajian kita menemukan setidaknya ada 12 alasan fundamental yang akan menyebabkan US$ terus menurun; 6 diantaranya sudah saya bahas pada tulisan tanggal 31/03 dan 01/04 - enam lain insyaallah menyusul dalam dua tulisan berikutnya.

Sebaliknya gejala naik turunnya Dollar sesaat bisa dipengaruhi persepsi pasar – yang penyebabnya bisa apa saja. Dalam tulisan saya 26/03 misalnya menjelaskan US$ melemah waktu itu karena dipicu oleh laporan yang dikeluarkan oleh the Conference Board sebuah Business Membership & Research Organization yang di kalangan pelaku business internasional terkenal dengan produknya the Consumer Confident Index.

Laporan-laporan dari berbagai sumber yang kadang tidak terlalu penting sekalipun cukup untuk mendongkrak atau-pun sebaliknya meruntuhkan daya beli US$; Ini pula yang terjadi semalam. Hanya karena ISM Index ( Institute for Supply Management's manufacturing index) naik dari 48.3% (Feb) menjadi 48.6% (Mar), maka pasar mempersepsikan bahwa ternyata krisis tidak seburuk yang diduga. Dari sisni-lah pamor US$ terdongkrak dan naik 1.2 % dari angka 71.749 (31/3) menjadi 72.615 (01/04) Selasa.

Dari dua laporan yang hanya selang satu minggu tetapi berdampak sangat berbeda tersebut, kita dapat pahami bahwa betapa gampang berfluktuasinya daya beli US$ sesaat. Dari sini kita juga tahu bahwa apa saja bisa mempengaruhi daya beli Dollar sesaat. Karena alasan ini pula-lah, kita anjurkan untuk tidak mengambil keputusan berdasarkan gejala sesaat tersebut.

US$ IndexTrend yang bersifat jangka panjang dan disebabkan oleh alasan-alasan yang sifatnya fundamental seperti dalam tulisan yang saya sebut diatas, dapat menjadi alasan yang lebih baik sebagai dasar pengambilan keputusan. Daya beli US$ dalam satu tahun terakhir saja sudah menunjukkan penurunan yang drastis seperti dalam Grafik US$ Index disamping – apalagi dalam jangka yang lebih panjang.

Lebih penting dari semua alasan tersebut diatas, kita mulai menggunakan Dinar bukan untuk mencari keuntungan semata – tetapi dalam rangka mencari keadilan ekonomi melalui mata uang yang adil sepanjang zaman. Wallhu A’lam.

Labels: ,

Wednesday, March 26, 2008

Dollar Kembali Melemah...

Setelah menunjukkan keperkasaannya hampir sepanjang minggu lalu, kemarin US$ kembali melemah. Index U$ Dollar yang merupakan tolok ukur Dollar terhadap sekumpulan mata uang kuat besar lainnya menunjukkan penurunan sampai 1.23 %.

Dampak melemahnya US$ ini , harga emas naik sampai hampir 2.5 % sampai akhir pedagangan semalam. Terus terang kenaikan ini lebih cepat dari perkiraan saya kemarin, karena saya tadinya berharap situasi harga emas yang rendah ini bisa bertahan beberapa minggu atau bahkan beberapa bulan agar Dinar berkesempatan meluas dimasyarakat dengan harga yang lebih terjangkau.

Dalam jangka pendek melemahnya US Dollar ini memang lebih digerakkan oleh persepsi ketimbang hal yang bersifat fundamental. Melemahnya US$ kemarin dipicu oleh laporan yang dikeluarkan oleh the Conference Board sebuah Business Membership & Research Organization yang di kalangan pelaku business internasional terkenal dengan produknya the Consumer Confident Index.

Dalam laporan terakhirnya yang dikeluarkan kemarin 25/3/2008; the Consumer Confident Index yang merupakan hasil survey dari sample 5,000 rumah tangga di Amerika Serikat menunjukan angka 64.5 ( dari angka 100 untuk tahun 1985). Angka ini merupakan penurunan yang sangat serius dari angka bulan sebelumnya yang masih berada pada angka 76.4.

Rendahnya the Consumer Confident Index ini pada umumnya sejalan dengan melemahnya daya beli dan tingkat konsumsi masyarakat yang berarti juga melemahnya ekonomi. Ketika ekonomi melemah, masyarakat perlu alternatif untuk mengamankan investasinya – dari sinilah emas sering menjadi pilihan yang aman; sehingga harga emas naik.

Persepsi yang mempengaruhi trend sesaat tersebut perlu kita pahami agar kita tahu apa yang sebenarnya terjadi di pasar; namun dalam proses pengambilan keputusan akan lebih aman apabila kita gunakan dasar-dasar yang lebih bersifat fundamental.

Karena kenaikan yang bersifat sementara ini lebih didorong persepsi, maka besok-besok kalau ada yang membalikkan arah persepsi tersebut maka akan kembali turun-lah harga emas ini.

Sebaliknya apabila yang menjadi pendorong naik/turunnya harga adalah alasan yang bersifat fundamental, maka akan diperlukan perubahan yang bersifat fundamental pula untuk membalik arahnya.

Paling tidak, menurut analisa saya sendiri – seluruh dasar yang bersifat fundamental cenderung akan mendorong harga emas atau Dinar naik terus dalam jangka panjang – meskipun dalam jangka pendek bisa naik turun seperti yang terjadi dalam dua pekan ini. Hasil analisa yang bersifat kwantitiatf, secara sederhana selalu saya tampilkan dalam bentuk trend harga Dinar dalam rentang waktu satu bulan, sampai empat puluh tahun.

Dengan penyajian trend tersebut, diharapkan masyarakat akan sangat well informed tentang harga Dinar ini sebelum memutuskan untuk berinvestasi didalamnya.

Selain data yang bersifat kwantitatif yang sudah saya sajikan, saya juga sedang berusaha menyiapkan analisa yang lebih bersifat kwalitatif untuk dapat lebih menjelaskan – mengapa harga Emas Dinar akan terus naik. Pada waktunya nanti insyaallah akan saya tampilkan di blog ini. Hanya Allah-lah Yang Maha Tahu, sedangkan kita tidak tahu kecuali apa yang Dia beritahu.

Labels: , , ,