Dalam Jangka Panjang Dollar Akan Terus Melemah dan Emas Akan Terus Naik…(Tulisan ke 3 dari Insyaallah 4 tulisan)
Melanjutkan dua tulisan saya sebelumnya yang sudah membahas enam alasan, saya akan teruskan bahasan saya tentang alasan-alasan berikutnya yang akan menyebabkan penurunan terus menerus daya beli US Dollar dalam jangka panjang – yang berarti juga akan kenaikan harga emas.
Tiga alasan berikutnya tersebut adalah :
1) US Ten Years Treasury Yield sejak 1996 sampai sekarang terus menunjukkan trend yang menurun seperti yang ditunjukkan dalam grafik disamping. Yield yang semakin rendah menurunkan daya tarik Dollar dan menurunkan kemampuan the Fed untuk bermanufer dalam upaya menyelamatkan ekonomi Amerika Serikat/ Dollar.
2) Mortgage Equity Withdrawal (MEW) Syndrome , yaitu penyakit masyarakat yang mengkonsumsi equity rumahnya seperti yang saya jelaskan di alasan ke 6 yang menjangkiti masyarakat Amerika sejak awal tahun 90-an; dua tahun terakkhir mulai menurun. Namun penurunan ini bukan berarti mereka sudah sehat – tetapi karena bank-bank yang memberikan fasilitas kredit demikian mulai menghadapi masalah, disamping juga equity yang dikonsumsi mulai habis nilainya.
3) Real Estate Negative Return menjadi momok baru yang menggerogoti asset masyarakat. Berlawanan dengan asumsi masyarakat bahwa real estate adalah investasi yang baik, ternyata beberapa tahun terakhir justru sebaliknya. Setiap Dollar yang dikeluarkan masyarakat untuk membangun rumahnya, apabila dijual setelah itu nilainya tinggal separuhnya. Tentu masyarakat tidak ingin menjul dalam keadaan rugi, atau tetap menjualnya dalam harga yang tinggi – namun pembelinya yang tidak ada. Gejala ini mengakibatkan kenaikan jumlah rumah kosong yang hendak dijual tetapi tidak laku dijual.
Tiga alasan tersebut menambah panjang daftar masalah di ekonomi Amerika, yang kait mengkait sehingga tidak akan mudah diatasi. Lebih jauh lagi, ini adalah model ekonomi yang tidak harus kita contoh. Kita idak perlu mengikuti mereka masuk lubang biawak – Insyaallah kita punya solusi sendiri, yaitu system ekonomi yang lebih adil yang bebas riba . Wallahu A’lam.
Tiga alasan berikutnya tersebut adalah :
1) US Ten Years Treasury Yield sejak 1996 sampai sekarang terus menunjukkan trend yang menurun seperti yang ditunjukkan dalam grafik disamping. Yield yang semakin rendah menurunkan daya tarik Dollar dan menurunkan kemampuan the Fed untuk bermanufer dalam upaya menyelamatkan ekonomi Amerika Serikat/ Dollar.2) Mortgage Equity Withdrawal (MEW) Syndrome , yaitu penyakit masyarakat yang mengkonsumsi equity rumahnya seperti yang saya jelaskan di alasan ke 6 yang menjangkiti masyarakat Amerika sejak awal tahun 90-an; dua tahun terakkhir mulai menurun. Namun penurunan ini bukan berarti mereka sudah sehat – tetapi karena bank-bank yang memberikan fasilitas kredit demikian mulai menghadapi masalah, disamping juga equity yang dikonsumsi mulai habis nilainya.
3) Real Estate Negative Return menjadi momok baru yang menggerogoti asset masyarakat. Berlawanan dengan asumsi masyarakat bahwa real estate adalah investasi yang baik, ternyata beberapa tahun terakhir justru sebaliknya. Setiap Dollar yang dikeluarkan masyarakat untuk membangun rumahnya, apabila dijual setelah itu nilainya tinggal separuhnya. Tentu masyarakat tidak ingin menjul dalam keadaan rugi, atau tetap menjualnya dalam harga yang tinggi – namun pembelinya yang tidak ada. Gejala ini mengakibatkan kenaikan jumlah rumah kosong yang hendak dijual tetapi tidak laku dijual.
Tiga alasan tersebut menambah panjang daftar masalah di ekonomi Amerika, yang kait mengkait sehingga tidak akan mudah diatasi. Lebih jauh lagi, ini adalah model ekonomi yang tidak harus kita contoh. Kita idak perlu mengikuti mereka masuk lubang biawak – Insyaallah kita punya solusi sendiri, yaitu system ekonomi yang lebih adil yang bebas riba . Wallahu A’lam.
Labels: MEW Syndrome, Treasury Yield














