Untuk Sementara Terapi Kali Ini Cukup Efektif...
Sepanjang tahun ini Federal Reserve Amerika Serikat telah berulang kali berusaha untuk membangkitkan ekonomi dan menjaga nilai uangnya (US$), lihat antara lain beberapa tulisan saya tanggal 23/1/08, 26/2/08 dan 12/3/08 .
Upaya penyelamatan yang bertubi tubi ini bisa dilihat dari dua sisi, pertama kita bisa melihat betapa seriusnya problem yang dihadapi Dollar sehingga perlu upaya begitu rupa untuk menyelamatkannya. Kedua bisa juga dilihat bahwa pemerintah Amerika Serikat sangat serius berupaya menyelamatkan uangnya.
Pandangan pertama yang nampaknya banyak dilihat pasar dalam upaya-upaya penyelamatan sebelumnya sehingga upaya the Fed tidak efektif; sedangkan tadi malam berbeda, pandangan kedua yang diambil banyak pelaku pasar sehingga penurunan suku bunga the Fed sebesar 0.75 basis points berhasil mengangkat US Dollar dan bursa saham sekaligus.
Di pasar uang, US$ menguat terhadap mata uang dari 15 negera eropa yaitu Euro dari 1 Euro setara US$1.5831 hari sebelumnya membaik menjadi US$ 1.5640 penutupan kemarin. Di bursa saham langkah terakhir the Fed juga berhasil mendongkrak saham-saham yang di perdagangkan di pasar secara significant. Dow Jones Industrial Average berhasil naik 3.51% dari hari sebelumnya, sedangkan NYSE Composite Index berhasil naik 3.97% dari hari sebelumnya.
Lantas apa artinya ini semua pada harga emas dan Dinar ?. Menariknya pasar saham sehari kemarin membuat pasar emas sementara memiliki pesaingnya. Bagi sebagian pelaku, harga emas yang sudah kelewat tinggi membuat mereka mengambil untung dan menggunakan dananya untuk membeli saham. Akibatnya harga emas turun menjadi tinggal US$ 985.0/ troy oz pagi ini.
Dampak dari penurunan harga emas dunia ini, tentu Dinar di GeraiDinar juga trurun cukup significant yaitu turun 2.25% dari harga kemarin sore sebesar Rp 1,289,200 menjadi Rp 1,260, 200.- pagi ini.
Dalam setiap penurunan harga baik itu saham maupun emas, pelaku pasar selalu bisa punya dua pandangan. Untuk penurunan emas misalnya, pelaku pasar bisa melihat bahwa penurunan ini akan terus berlanjut atau bisa juga penurunan ini bersifat sementara untuk kemudian naik lagi.
Yang melihat penurunan ini terus berlanjut mendasarkan realita bahwa harga emas ini menurut mereka sudah terlalu tinggi, karena per pagi ini saja harga emas dunia dalam US$ masih 51% lebih tinggi dari harga emas setahun yang lalu. Harga yang terlalu tinggi akan akan cenderung turun – ini pendapat mereka.
Sebaliknya saya melihat harga sekarang masih terlalu rendah. Dasar perhitungan saya adalah daya beli riil Dinar terhadap komoditi seperti minyak dlsb. Sejarah yang membuktikan bahwa daya beli Dinar tetap sepanjang zaman; jadi kalau dipakai untuk membeli minyak mentah misalnya – daya beli emas ini harusnya akan tetap pula.
Langkah-langkah yang ditempuh oleh the Fed semalam ternyata hanya mempengaruhi pasar uang dan pasar saham tetapi US$ tidak membaik daya belinya terhadap mayoritas komoditi baik itu minyak mentah, tembaga maupun hasil pertanian. Harga minyak mentah misalnya masih bertengger pada angka US$ 108.57/barrel pagi ini.
Jadi menurut saya sendiri cepat atau lambat harga emas akan naik kembali yang berarti juga Dinar. Namun sekali lagi ini hanya pendapat saya, bisa saja saya keliru dan pendapat saya tidak harus diikuti. Hanya Allah-lah yang Maha Tahu.
Upaya penyelamatan yang bertubi tubi ini bisa dilihat dari dua sisi, pertama kita bisa melihat betapa seriusnya problem yang dihadapi Dollar sehingga perlu upaya begitu rupa untuk menyelamatkannya. Kedua bisa juga dilihat bahwa pemerintah Amerika Serikat sangat serius berupaya menyelamatkan uangnya.
Pandangan pertama yang nampaknya banyak dilihat pasar dalam upaya-upaya penyelamatan sebelumnya sehingga upaya the Fed tidak efektif; sedangkan tadi malam berbeda, pandangan kedua yang diambil banyak pelaku pasar sehingga penurunan suku bunga the Fed sebesar 0.75 basis points berhasil mengangkat US Dollar dan bursa saham sekaligus.
Di pasar uang, US$ menguat terhadap mata uang dari 15 negera eropa yaitu Euro dari 1 Euro setara US$1.5831 hari sebelumnya membaik menjadi US$ 1.5640 penutupan kemarin. Di bursa saham langkah terakhir the Fed juga berhasil mendongkrak saham-saham yang di perdagangkan di pasar secara significant. Dow Jones Industrial Average berhasil naik 3.51% dari hari sebelumnya, sedangkan NYSE Composite Index berhasil naik 3.97% dari hari sebelumnya.
Lantas apa artinya ini semua pada harga emas dan Dinar ?. Menariknya pasar saham sehari kemarin membuat pasar emas sementara memiliki pesaingnya. Bagi sebagian pelaku, harga emas yang sudah kelewat tinggi membuat mereka mengambil untung dan menggunakan dananya untuk membeli saham. Akibatnya harga emas turun menjadi tinggal US$ 985.0/ troy oz pagi ini.
Dampak dari penurunan harga emas dunia ini, tentu Dinar di GeraiDinar juga trurun cukup significant yaitu turun 2.25% dari harga kemarin sore sebesar Rp 1,289,200 menjadi Rp 1,260, 200.- pagi ini.
Dalam setiap penurunan harga baik itu saham maupun emas, pelaku pasar selalu bisa punya dua pandangan. Untuk penurunan emas misalnya, pelaku pasar bisa melihat bahwa penurunan ini akan terus berlanjut atau bisa juga penurunan ini bersifat sementara untuk kemudian naik lagi.
Yang melihat penurunan ini terus berlanjut mendasarkan realita bahwa harga emas ini menurut mereka sudah terlalu tinggi, karena per pagi ini saja harga emas dunia dalam US$ masih 51% lebih tinggi dari harga emas setahun yang lalu. Harga yang terlalu tinggi akan akan cenderung turun – ini pendapat mereka.
Sebaliknya saya melihat harga sekarang masih terlalu rendah. Dasar perhitungan saya adalah daya beli riil Dinar terhadap komoditi seperti minyak dlsb. Sejarah yang membuktikan bahwa daya beli Dinar tetap sepanjang zaman; jadi kalau dipakai untuk membeli minyak mentah misalnya – daya beli emas ini harusnya akan tetap pula.
Langkah-langkah yang ditempuh oleh the Fed semalam ternyata hanya mempengaruhi pasar uang dan pasar saham tetapi US$ tidak membaik daya belinya terhadap mayoritas komoditi baik itu minyak mentah, tembaga maupun hasil pertanian. Harga minyak mentah misalnya masih bertengger pada angka US$ 108.57/barrel pagi ini.
Jadi menurut saya sendiri cepat atau lambat harga emas akan naik kembali yang berarti juga Dinar. Namun sekali lagi ini hanya pendapat saya, bisa saja saya keliru dan pendapat saya tidak harus diikuti. Hanya Allah-lah yang Maha Tahu.
Labels: Cadangan emas, dinar, DJIA, Hanrga minyak, NYSE














