Dinar Sebagai Pengaman Dari Scenario Masa Depan Ekonomi Yang Sengaja Dikaburkan…
Ada artikel menarik di Gold Price Organization akhir pekan lalu yang antara lain mengungkap keanehan bahwa sudah sejak satu setengah tahun ini Federal Reserve Amerika menghentikan publikasi mengenai supply uang M3. Masyarakat di Amerika sengaja dibikin gelap tidak tahu berapa jumlah uang US Dollar yang beredar.
Masalahnya adalah bukan hanya masyarakat Amerika yang jadi korban. Seluruh dunia (yang menggunakan US$) berada dalam kegelapan finansial yang nyata. Betapa tidak, cadangan devisa kita akhir bulan lalu mencapai US$ 55,999.00 milyar . Apa jadinya kalau kita tahu – dan cepat atau lambat – akhirnya kita akan tahu kalau cadangan tersebut menjadi tidak bernilai sejalan dengan terus menurunnya nilai US$.
Mengukur nilai kekayaan yang berupa uang harus terhadap daya beli riilnya- bukan terhadap nilai mata uang lain, karena mata uang lain nilainya juga bergerak menyusut. Kekayaan dalam uang kertas yang meningkat, tidak ada artinya apabila beban hidup kita menjadi semakin berat – karena harga barang-barang kebutuhan yang terus semakin tidak terbeli.
Ternyata tidak hanya data supply uang M3 yang menghilang, data-data berikut juga akan menghilang dari akses publik per tanggal 1 Maret 2008 yang akan datang :
• Advance Monthly Sales for Retail and Food Services
• Advance Report on Durable Goods
• Construction Put in Place
• Gross Domestic Product
• Manufacturers' Shipments, Inventories, and Orders
• Manufacturing and Trade: Inventories and Sales
• Monthly Wholesale Trade
• New Residential Construction
• New Residential Sales
• Personal Income and Outlays
• Quarterly Financial Report
• Quarterly Services
• Retail E-Commerce Sales
• U.S. International Trade in Goods and Services
• U.S. International Transactions
Situs resmi pemerintah Amerika Serikat mengungkapkan bahwa alasan menghilangnya data-data penting yang menjadi indicator ekonomi tersebut adalah budget constraint. Pertanyaannya apa iya ? Negara yang menganggap dirinya adikuasa – mengalami kendala dalam mengumpulkan dan menyajikan data-data perekonomian yang sangat penting ?.
Sesuatu yang sangat besar sedang terjadi di perekonomian global, tetapi kita punya solusi – asal kita dapat bergerak cepat dan menyadarkan sebanyak mungkin umat. Kembali ke Dinar dan Dirham. Wallahu A’lam.
Masalahnya adalah bukan hanya masyarakat Amerika yang jadi korban. Seluruh dunia (yang menggunakan US$) berada dalam kegelapan finansial yang nyata. Betapa tidak, cadangan devisa kita akhir bulan lalu mencapai US$ 55,999.00 milyar . Apa jadinya kalau kita tahu – dan cepat atau lambat – akhirnya kita akan tahu kalau cadangan tersebut menjadi tidak bernilai sejalan dengan terus menurunnya nilai US$.
Mengukur nilai kekayaan yang berupa uang harus terhadap daya beli riilnya- bukan terhadap nilai mata uang lain, karena mata uang lain nilainya juga bergerak menyusut. Kekayaan dalam uang kertas yang meningkat, tidak ada artinya apabila beban hidup kita menjadi semakin berat – karena harga barang-barang kebutuhan yang terus semakin tidak terbeli.
Ternyata tidak hanya data supply uang M3 yang menghilang, data-data berikut juga akan menghilang dari akses publik per tanggal 1 Maret 2008 yang akan datang :
• Advance Monthly Sales for Retail and Food Services
• Advance Report on Durable Goods
• Construction Put in Place
• Gross Domestic Product
• Manufacturers' Shipments, Inventories, and Orders
• Manufacturing and Trade: Inventories and Sales
• Monthly Wholesale Trade
• New Residential Construction
• New Residential Sales
• Personal Income and Outlays
• Quarterly Financial Report
• Quarterly Services
• Retail E-Commerce Sales
• U.S. International Trade in Goods and Services
• U.S. International Transactions
Situs resmi pemerintah Amerika Serikat mengungkapkan bahwa alasan menghilangnya data-data penting yang menjadi indicator ekonomi tersebut adalah budget constraint. Pertanyaannya apa iya ? Negara yang menganggap dirinya adikuasa – mengalami kendala dalam mengumpulkan dan menyajikan data-data perekonomian yang sangat penting ?.Sesuatu yang sangat besar sedang terjadi di perekonomian global, tetapi kita punya solusi – asal kita dapat bergerak cepat dan menyadarkan sebanyak mungkin umat. Kembali ke Dinar dan Dirham. Wallahu A’lam.
Labels: dinar, M3, Money Supply, Price Index, US$














