24 hours international gold price to understand gold Dinar price trend
Current Gold & Silver Price to Calculate Dinar and Dirham Price
Harga Dinar emas Sekarang - Current Gold Dinar Price ENGLISH VERSION

Dinar Islam adalah Emas 22 Karat seberat 4.25 gram.

Dirham Islam adalah Perak Murni seberat 2.975 gram.
Harga Dinar Sebulan Terakhir - Gold Dinar Price in the Last 30 days Trend harga Dinar 1 bulan terakhir.

Mengenal Dinar dan Dirham Islam

Peluang Investasi Dengan Dinar Anda
Harga Dinar Islam 2 Bulan Terakhir - The Last 60 days gold Dinar Price Qirad/Mudharabah Untuk Dinar Anda

Trend harga Dinar 2 bulan terakhir.

Dinar di Kota-Kota Besar Indonesia

Saturday, March 15, 2008

Kesempatan Untuk Berperan Lebih Dalam Mengembalikan Kemakmuran Islam...

Ketika saya menulis buku “Mengembalikan Kemakmuran Islam Dengan Dinar dan Dirham” sekitar setahun yang lalu, jujur saat itu saya lebih banyak mengandalkan studi literatur dari berbagai sumber – sedangkan aplikasi lapangannya boleh dibilang masih nol besar.

Alhamdulillah setelah setahun berjalan, mulai nampak jelas bagaimana Dinar ini insyaallah akan kembali menjadi alat untuk memakmurkan Islam. Indikasi mikro-nyapun sudah jelas. Waktu buku tersebut terbit 1 Dinar setara dengan Rp 877,000,-; pembaca yang langsung mengaplikasikan isi buku tersebut telah mendapatkan keuntungan 46 % sampai sekarang kalau dilihat dari kaca mata uang Rupiah, karena pagi ini harga Dinar telah mencapai Rp 1,282,600,-.

Atau dari sudut pandang lain, pembaca yang hijrah ke Dinar telah menyelamatkan hartanya dari penurunan nilai sebesar 32 % dalam setahun terakhir.

Namun Dinar harusnya menjadi mata uang yang hakiki bagi seluruh umat, bukan hanya yang bekesempatan membaca buku-buku Dinar dan tentu juga bukan hanya untuk kita yang bisa mengakses internet setiap hari sehingga selalu ter – update dengan berbagai peluang investasi.

Dinar harus dan bisa meluas ke seluruh umat agar kemakmuran ini merata, oleh karenanya upaya mengembalikan Dinar ini sudah harus menjadi program besar yang melibatkan sebanyak mungkin umat yang peduli terhadap kemakmuran umat kedepan.

Untuk tujuan inilah saya ingin mengajak pembaca yang berkelonggaran waktu ataupun dana, untuk dapat mulai ikut membantu menyebarluaskan Dinar di masyarakat. Berikut adalah beberapa yang antara lain bisa kita lakukan bersama :

• Seperti yang sudah kita kita lakukan di beberapa Masjid dan Perkantoran di Jakarta, ceramah-ceramah terntang Dinar mestinya bisa juga dilakukan di kota-kota lain di Indonesia.
• Mahasiswa-mahsiswa S1, S2 dan S3 terutama yang tertarik mendalami ekonomi Islam dapat mulai mendalami masalah Dinar ini secara serius untuk skripsi atau thesisnya.
• Perlu banyak buku-buku yang diterbitkan yang menjelaskan masalah penggunaan Dinar sehari-hari di masyarakat.
• Perlu dikembangkan terus teknologi yang memungkinkan penggunaan Dinar secara praktis dan modern namun tidak menginggalkan prinsip dasar muamalah sesuai ketentuan syariah.
• Perlu dididik dan dilatih pengusaha-pengusaha muslim yang amanah dan professional; merekalah yang akan menjadi para mudharib masa depan dimana para shahibul mal bisa meng-qirad-kan Dinarnya pada sektor ekonomi dan perdagangan yang riil.
• Ekonomi Islam umumnya, dan tentang Dinar khususnya perlu juga mulai dikenalkan ke siswa-siwa SMP dan SMA agar generasi akan yang datang mengenal uangnya yang Adil dan menjauhi riba.

Agar program-program tersebut berjalan secara luas yang diluar kemampuan kami untuk melakukannya sendiri, kami membuka partisipasi pembaca yang ingin berkontribusi dalam pengembangan Dinar di Indonesia. Apabila sumbangan tersebut berupa tenaga, silahkan hubungi kami via email. Apabila berupa Dana, di sisi kanan blog ini telah kita buka donasi Dana Penelitian, Pengembangan dan Pendidikan Dinar melalui berbagi kartu kredit maupun paypal.

Dengan adanya kontribusi dari para pembaca tersebut, pengenalan Dinar ke daerah-daerah misalnya dapat kami lakukan secara lebih sering tanpa harus membebani daerah yang mengundang kami.

Semoga langkah ini dapat menambah berat catatan amal kita bersama di akhirat kelak.

Wassalam.

Labels: , , , ,