|
  |
|
|
||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
|
    |
    |
    |
    |
Kategori Artikel
Artikel Terbaru
- Collective Intelligence Untuk Membangun Pasar ...
- Libur lebaran
- Emphaty dan La Défense a la Indonesia...
- Antisipasi Quantitative Easing 2 : Belajar Sampai Negeri China...
- Setelah Masjid Dari Pelepah Kurma dan Tatal, InsyaAllah Akan Ada Masjid Dari Gedebog Pisang...
- Pisang : Tanaman Surga Untuk Memakmurkan Negeri...
- Investasi di Era Competitive Devaluation : Jangan Mau Jadi Pelanduk...
- Antara Hamburger dan Sate Balibul...
- 7 "I" Untuk Para (Calon) Entrepreneur...
- Sawu Sufufakum : Membangun Business Ecosystem Untuk Ekonomi Umat...
- Penggunaan Emas/Dinar Dalam Pengelolaan Risiko ...
- Belajar Dari Orang Hebat Di Sekitar Kita...
- Inspirasi Usaha : Menu Lezat Tanpa Batas Ruang dan Waktu...
- Target Puasa Tahun Ini : Ketakwaan dan Kemakmuran...
| Kemana Harga Emas Akan Berayun …? |
|
|
|
| Oleh Muhaimin Iqbal |
| Jum'at, 31 July 2009 18:53 |
Harga emas dalam jangka panjang, satu tahun atau lebih berdasarkan statistik memiliki trend naik – yang semakin panjang waktunya semakin jelas pula trend-nya. Namun kenaikan ini tidak mengikuti jalan lurus, melainkan berayun seperti berayunnya bandul pada jam dinding.
Berayunnya harga emas di pasar dunia terjadi karena mekanisme pasar secara umum. Diperkirakan dari sekitar 170,000 ton emas dunia; 17 %-nya (28,900 ton) dipakai untuk investasi dan sekitar 18% (30,600 ton) untuk cadangan emas bank sentral, sisanya untuk perhiasan, industri dlsb. Emas untuk investasi yang sekitar 28,900 ton tersebutlah yang utamanya menggerakkan ayunan harga emas ini.
Ketika harga emas tinggi, investor emas yang ingin mengambil untung (profit taking) melepas emasnya; karena ini dilakukan serentak oleh sejumlah besar investor – maka harga terdorong turun (berayun turun) sampai suatu titik yang dipersepsikan sebagai titik terendah.
Ketika harga dianggap terlalu rendah, investor membeli emas kembali secara berame-rame yang otomatis mendorong harga emas naik. Karena bersamaan dengan gerakan ayunan mekanisme pasar ini uang yang dipakai membeli emas nilainya turun (mengalami inflasi), maka ayunan keatas akan mencapai titik yang lebih tinggi dari titik tertinggi sebelumnya.
Fenomena ini dapat dijelaskan dengan dua grafik di tulisan ini; grafik pertama dihasilkan dengan membandingkan harga emas sekarang dengan bulan lalu (monthly); harga sekarang dengan enam bulan lalu (half yearly) dan harga selarang dengan tahun lalu (yearly). Hal yang sama dilakukan setiap bulan selama 10 tahun terakhir (120 bulan). Hasilnya bisa kita lihat bahwa perbandingan bulanan lebih sering berayun dari angka positif ke negatif dan sebaliknya, dibandingkan dengan tengah tahunan apalagi tahunan.
Dari 120 bulan terakhir yang dijadikan sample; perubahan bulanan menunjukkan 38 bulan (32%) di angka negatif sedangkan sisanya 82 bulan (68%) berada di angka positif. Untuk periode perubahan semester-an, hanya 22 bulan (18%) dari 120 bulan yang negatif – sisanya 98 bulan (82%) berayun di angka positif. Untuk periode perubahan tahunan lebih jelas lagi, hanya 5 bulan (4%) dari 120 bulan yang berada di area ayunan negatif – sisanya 115 bulan (96%) berada di angka positif.
Apa maknanya angka-angka ini ? bila Anda membeli emas sekarang dan menjualnya di bulan depan, maka secara statistik peluang untung Anda adalah 68 %, peluang ruginya 32%. Bila Anda jual enam bulan yang akan datang peluang untungnya adalah 82 % dan peluang ruginya 18%, dan bila dijual 1 tahun yang akan datang maka peluang untungnya adalah 96% dan peluang ruginya 4%. Ini adalah dengan catatan biaya modal atau cost of fund Anda adalah nol, atau uang yang Anda investasikan adalah uang sendiri. Bila uang yang Anda investasikan adalah dari hutang atau gadai, lain lagi ceritanya – bisa dilihat di tulisan saya sebelumnya.
Selain dari faktor peluang rata-rata ini, faktor waktu juga menjadi sangat penting. Ketika bandul jam berada pada suatu ujung, maka dia akan otomatis balik berayun kearah sebaliknya menuju ujung yang lain. Perhatikan kembali dengan teliti grafik diatas khususnya pada garis bulanan yang berwarna kuning, dalam sepuluh tahun terakhir ujung paling rendah hampir selalu berkisar pada bulan juni tahun yang bersangkutan. Ini terkait dengan tulisan saya sebelumnya mengenai musim membeli emas, sekarang kita sudah berada pada bulan Agustus – dan bandul jam dinding sudah mulai berayun balik dari titik terendah menuju titik tertinggi berikutnya – inilah waktu-waktu yang paling baik untuk membeli emas/Dinar setidaknya berdasarkan perjalanan statistik 10 tahun terakhir.
Well, sekali lagi saya tidak bermaksud meramalkan masa depan karena hanya Allah-lah yang tahu ilmu masa depan itu. Saya hanya mengolah fenomena statistik, dan berusaha memahami bagaimana mekanisme pasar mempengaruhi ayunan harga emas dari waktu ke waktu. Saya bisa saja salah dalam memahami hal ini, karena banyak sekali faktor-faktor yang mempengaruhi naik turunnya harga emas yang tidak semuanya bisa diolah / dipahami dari angka-angka statistik.
Oleh karenanya pendapat atau analisa saya tidak harus diikuti, bahkan saya tidak bertanggung jawab bila ada yang rugi karena mengikuti pendapat/analisa saya – sebagaimana saya tidak minta bagian apabila ada yang untung besar dari pemanfaatan hasil analisa ini…J Wa Allahu A’lam.
|
| Di-update pada Jum'at, 28 May 2010 07:06 |
Daftar Agen
- Usaha Dinar - Jabotabek (I)
- Dinar Emas Bogor & Cibubur
- Sunardi's Gerai Dinar
- NurDinar
- GeraiDinar Palembang (I)
- Prospek Dinar
- Salma Dinar
- GeraiDinar Surabaya (I)
- Zahra Dinar
- Surabaya Dinar (II)
- Dinar Bandung (I)
- Distro Dinar
- Putri Dinar
- Avee Siena Dinar
- Artha Dinar - Jakarta Pusat
- Prospek Dinar - P.Baru (I)
- Investasi Dinar - Yogya (I)
- Mahmud Dinar - Bogor (II)
- Jepara Dinar
- Dinar Semarang (I)
- Dinar Islam
- Gerai Dinar Taiwan
- Al Fabby Dinar Bandung (II)
- Gerai Dinar Japan
- Gerai Dinar - Mulia (Bekasi)
- Batam Cahaya Dinar
- Nilai Dinar - Bintaro
- Dinar Busana
- Shafiyah Dinar
- Sunardi's :Dinar Emasku
- AChWan Dinar
- Syarifah Dinar
- Luhung Dinar
- Mata Uang Dinar
- Dinar Online
- Gerai Dinar Pekalongan
Artikel Populer
- M-Dinar : Bagaimana Mulai Menggunakannya…
- Mengelola Uang Berdasarkan Fungsinya…
- ‘Pesantren Wirausaha’ : Training, Coaching & Mentoring Untuk Menghasilkan Qowiyyun Amin…
- Tes Keaslian Dinar Yang Mudah dan Murah….
- Inovasi Gerai Dinar : Tes Kadar Emas Melalui Handphone…!
- Emas Cukup Untuk Seluruh Umat Manusia, Tetapi…
- Menabung Dinar Menjadi Semakin Mudah Dengan M-Dinar Saving Account…
- Harga Emas Dunia, Prediksi Jangka Pendek Dan Jangka Panjang…
- Pilihan Investasi : Tanah Atau Dinar…?
- Dinar dan Teknologi, Bagaimana Status Hukumnya…?




