
25 Artikel Terbaru
- Solusi Dengan Berbagi…
- Saya ‘Bermimpi Lagi’ Pak Kyai Di Sidang Kabinet…
- Ketika Orange Florida Menjadi Pahit…
- Budidaya Tanaman Yang Penuh Berkah…
- Beijing Yang Mengambil Tempe Dari Piring Kita…
- Sustainable Development and Poverty Eradication…
- Entrepreneurship ‘Pak Ogah’…
- Ketahanan Pangan A La Nabi Yusuf ‘Alaihi Salam…
- Yang Berdampingan Dan Yang Diunggulkan...
- NEET : Penyakit Generasi Pemuda…
- Beyond AEC : Pelajaran Dari Kiwi…
- Kebunku Kebun Al-Qur’an…
- Pemerintah Selalu Bisa Menurunkan Harga BBM…
- Antara Marocco, California dan Jonggol…
- Ancaman (Peluang ?) Dari Negeri-Negeri Jiran…
- Mencari Kebahagiaan Dengan Membibit Sendiri Kurma...
- Kurma Untuk Pengentasan Kemiskinan…
- Lean Startup : Mulai Usaha Dengan Resiko Rendah…
- Memakmurkan Bumi Dengan Surat Yaasiin…
- Jalan (Tidak) Menyempit Di Ujung Cakrawala…
- Food, Energy & Water Dari Kurma…
- Menjadikan PetunjukNya Sebagai Panglima…
- ‘Wag The Dog’ Harga Emas…
- Land Grabs : Perburuan Lahan Pertanian Global…
- Harga Emas Dalam Perspektif Jangka Panjang…
Harga Dinar per 6 jam
Harga Dinar
Harga Dinar-
Harga Dinar
Harga Dinar Emas per Sun, 26 May 2013 00:30:00 +0700 adalah : Jual Rp. 1,927,859 Beli Rp. 1,850,745
-
Harga Dinar
Harga Dinar Emas per Sat, 25 May 2013 18:30:00 +0700 adalah : Jual Rp. 1,927,859 Beli Rp. 1,850,745
-
Harga Dinar
Harga Dinar Emas per Sat, 25 May 2013 12:30:00 +0700 adalah : Jual Rp. 1,927,859 Beli Rp. 1,850,745
-
Harga Dinar
Harga Dinar Emas per Sat, 25 May 2013 06:30:00 +0700 adalah : Jual Rp. 1,927,859 Beli Rp. 1,850,745
Tongkat Nabi Musa…
- Details
- Kategori : Umum
- Published on Tuesday, 26 February 2013 07:09
- Oleh : Muhaimin Iqbal
Awalnya adalah sebuah tongkat biasa, ini tercermin dari pengakuan pemiliknya ketika ditanya : “Apakah itu yang di tangan kananmu, hai Musa?” (QS 20:17). Yang ditanya-pun menjawab : “…Ini adalah tongkatku, aku bertumpu padanya, dan aku pukul (daun) dengannya untuk kambingku, dan bagiku ada lagi keperluan yang lain padanya” (QS 20:18). Namun setelah diberi mukjizat oleh Yang Maha Kuasa, berbagai persoalan besar terselesaikan melalui tongkat ini.
Ketika berhadapan dengan para tukang sihir pilihan Fir’aun, Musa diberi petunjuk untuk menggunakan tongkatnya : “…Janganlah kamu takut, sesungguhnya kamulah yang paling unggul (menang). Dan lemparkanlah apa yang ada di tangan kananmu, niscaya ia akan menelan apa yang mereka perbuat. Sesungguhnya apa yang mereka perbuat itu adalah tipu daya tukang sihir (belaka). Dan tidak akan menang tukang sihir itu, dari mana saja ia datang".(QS 20 : 68-69)
Ketika Musa dan kaumnya terjepit di antara lautan dan musuh yang mendekat, Musa diberi petunjuk untuk menggunakan tongkatnya : “..."Pukullah lautan itu dengan tongkatmu". Maka terbelahlah lautan itu dan tiap-tiap belahan adalah seperti gunung yang besar.” (QS 26 :63)
Kerika terjadi krisis air-pun sekali lagi Musa diberi petunjuk untuk menggunakan tongkatnya : “…"Pukullah batu itu dengan tongkatmu". Lalu memancarlah daripadanya dua belas mata air. Sungguh tiap-tiap suku telah mengetahui tempat minumnya (masing-masing) Makan dan minumlah rezeki (yang diberikan) Allah, dan janganlah kamu berkeliaran di muka bumi dengan berbuat kerusakan.” (QS 2 :60)
Allah, Tuhan yang sama yang memberi Nabi Musa ‘Alaihi Salam mukjizat melalui tongkatnya – tentu sangat kuasa untuk memberi mukjizat kepada siapapun yang dikehendakiNya dan kapan-pun Dia kehendaki. Untuk kita yang hidup di akhir jaman ini – mukjizat itu-pun disesuaikan dengan jaman kita. Bukan lagi berupa tongkat, tetapi sebuah sumber ilmu yang tidak akan habis digali, sumber petunjuk yang tidak akan pernah menyesatkan siapa saja yang mengikutinya.
Ketika umat ini tersihir dengan kemajuan teknologi umat yang lain, keperkasaan ekonomi umat yang lain dan tekanan politik pemikiran umat yang lain – maka waktunya umat ini untuk menggunakan ‘tongkat – mukjizatnya’ – yaitu kembali kepada petunjuk-petunjuk yang ada di Al-Qur’an untuk meraih keunggulan dan mengalahkan segala bentuk sihir modern yang kita hadapi ini.
Ketika umat ini terjepit di antara musuh-musuh yang semakin mendekat siap meng-kooptasi segala aspek kehidupan kita, di tengah keterbatasan ilmu dan sumber daya lainnya yang kita miliki – maka kinipun waktunya kita kembali pada ‘tongkat –mukjizat’ kita, kembali ke Al-Qur’an untuk mencari solusi yang bisa jadi belum pernah terbayangkan oleh kita sebelumnya. Solusi yang bisa membelah lautan-pun dimungkinkan melalui Mai’ya Robbi – Tuhanku bersamaku.
Ketika dunia menghadapi berbagai krisis pangan, energi dan air (FEW – Food, Energy and Water), maka kita-pun waktunya kembali ke ‘tongkat- mukjizat’ untuk mampu mengeluarkan air (juga pangan dan energi) - bahkan dari tempat yang tidak terduga sekalipun – ‘air yang memancar dari bebatuan’.
Ini semua dimungkinkan karena Allah sendiri yang sudah menjanjikan kita solusi atau jawaban atas segala permasalahan yang kita hadapi : “ …dan Kami turunkan kepadamu Kitab Al-Qur’an sebagai penjelasan (jawaban) bagi segala hal…”. (QS 16 :89)
Bayangkan bila di tangan kita ada tongkatnya Nabi Musa – seperkasa apa kita saat ini ?. Padahal ‘tongkat’ itupun bener-bener ada di tangan kita kini – hanya saja tentu sesuai jamannya – tidak secara harfiah berbentuk tongkat. Dia berupa Kitab yang didalamnya memberikan jawaban atas segala hal yang kita hadapi atau perlukan saat ini.
Sesuai jamannya pula, penggunaan ‘tongkat’ ini tidak lagi dengan cara dipukulkan seperti pada jamannya Nabi Musa – tetapi dengan cara yang paling sesuai untuk jaman modern ini, yaitu dengan dibaca, dihafalkan, dipahami, diamalkan dan juga diajarkan. Lima hal ini yang perlu rame-rame kita budayakan (kembali) kini.
Di tangan kita ada mukjizat yang tidak kalah dengan mukjizat tongkatnya Nabi Musa, diberikan oleh Allah – Tuhan yang sama dengan Tuhan-nya Nabi Musa – maka seyogyanya umat ini siap menghadapi Fir’aun-Fir’aun siapapun Fir’aun itu di jaman kini. Seyogyanya umat ini bisa keluar dari seluruh ancaman dan problema jaman, mulai dari ancaman musuh, kendala alam sampai krisis pangan , energi dan air. InsyaAllah kita bisa.
Bagikan ke teman:
By A Web design Company