Visi Untuk Negeri : Baldatun Thayyibah…

Gerai Dinar

Sumber Daya Bebas Bea Untuk Pendidikan, Pelatihan dan Pendampingan Usaha dan Kewirausahaan.
Ahad, 17 Desember 2017

Harga Dinar per 6 jam

Harga Dinar

Harga Dinar
  • Harga Dinar Emas per Sun, 17 Dec 2017 18:30:00 +0700 Jual Rp. 2,135,669 Beli Rp. 2,050,242

  • Harga Dinar Emas per Sun, 17 Dec 2017 12:30:00 +0700 Jual Rp. 2,134,215 Beli Rp. 2,048,846

  • Harga Dinar Emas per Sun, 17 Dec 2017 06:30:00 +0700 Jual Rp. 2,134,215 Beli Rp. 2,048,846

  • Harga Dinar Emas per Sun, 17 Dec 2017 00:30:00 +0700 Jual Rp. 2,134,215 Beli Rp. 2,048,846

  • Harga Dinar Emas per Sat, 16 Dec 2017 18:30:00 +0700 Jual Rp. 2,134,215 Beli Rp. 2,048,846

Visi Untuk Negeri : Baldatun Thayyibah…

Kalau kita bertanya ke 100 tokoh negeri ini tentang visinya , sebaiknya ke arah mana negeri dibawa ? hampir pasti jawabannya akan berbeda satu sama lain. Hal ini karena setahu saya negeri ini belum pernah secara konkrit dan detil merumuskan dan menyepakati visinya, negeri seperti apa yang hendak kita bangun bersama ini. Karena belum adanya kesamaan visi ini, maka setiap berganti orde – kita memulai lagi segala sesuatunya dari awal.

 

Ketika Orde Baru menggantikan Orde Lama, Semua yang terkait Orde Lama dianggap sebagai musuh dan bahaya laten yang harus diwaspadai. Seorang pegawai negeri, militer atau yang terkait dengan pemerintah – tidak boleh sedikit-pun berbau Orde Lama. Tentu ada alasannya, tetapi masak iya sih nggak ada kebaikannya satu-pun yang bisa dilanjutkan ?

 

Ketika Orde Baru tumbang 32 tahun kemudian, hal yang nyaris sama berulang. Semua yang berbau Orde Baru seolah menjadi aib yang harus dijauhi. Sekali lagi pertanyaannya, masak iya sih tidak ada satu-pun kebaikan yang perlu dilanjutkan ?

 

Era reformasi sudah berlangsung 15 tahun, tidak kurang empat presiden silih berganti. Pergantiannya memang tidak se-ekstrem dari Orde Lama ke Orde Baru atau Orde Baru ke Era Reformasi, tetapi tetap saja kita sulit mencari benang merah yang menunjukkan kesinambungan visi dari satu pemerintahan ke pemerintahan berikutnya.

 

Maka mumpung belum terlanjur rakyat memilih pemerintahan baru di tahun depan; mungkin ada baiknya rakyat ini memiliki visi sendiri – kemana sebaiknya negeri ini harus dibawa di masa-masa yang akan datang. Setelah rakyat seperti kita-kita memiliki visi tersebut, maka bila waktunya kita harus memilih pemimpin – insyaAllah kita bisa memilih yang se-visi dengan kita.

 

Tetapi bagaimana rakyat seperti kita-kita bisa memiliki visi untuk negeri ? Tidak ada jalan yang lebih baik selain mengikuti petunjukNya. Bagaimana Dia Yang Maha Tahu menggambarkan negeri yang baik itu ? berikut adalah ayatnya :

 

Sesungguhnya bagi kaum Saba' ada tanda (kekuasaan Tuhan) di tempat kediaman mereka yaitu dua buah kebun di sebelah kanan dan di sebelah kiri. (Kepada mereka dikatakan): "Makanlah olehmu dari rezeki yang (dianugerahkan) Tuhanmu dan bersyukurlah kamu kepada-Nya. (Negerimu) adalah negeri yang baik dan (Tuhanmu) adalah Tuhan Yang Maha Pengampun". (QS 34:15)

 

Pada ayat di atas Allah memberi suatu gambaran tentang negeri yang baik itu seperti apa, bukankah ini sangat layak untuk kita jadikan contoh – menjadi visi kita untuk negeri ini ?. Maka bila kita sepakat untuk menggunakan petunjuk Al-Qur’an ini untuk merumuskan visi negeri ini sebagai  Negeri Yang Baik atau Baldatun Thoyyibah”, insyaAllah petunjuk-petunjukNya yang lain akan segera mengikutinya untuk kita bisa sungguh-sungguh mengimplementasikan strategy-nya, action plan-nya dst untuk tercapainya Baldatun Thayyibah ini.

 

Di ayat yang sama bahkan sudah digambarkan beberapa poin yang bisa menjadi strategy untuk Baldatun Thoyyibah itu :

 

1)     Adanya dua buah kebun, di kanan dan di kiri : ini sangat cocok untuk negeri tropis yang berada di katulistiwa ini. Negeri dengan kekayaan biodiversity terbesar di dunia, insyaAllah kita bisa menjadi unggul bila kita bisa meng-eksplorasi kekayaan ini dan menjadikan negeri ini negeri kebun – dimana-mana kehijaun, dimana-mana kebun.

2)     Makan dari rezeki yang danugerahkan Tuhanmu : masih terkait dengan poin satu. Kebun kita bukan sembarang kebun, tetapi kebun-kebun yang menghasilkan pangan yang cukup. Negeri ini akan swasembada pangan dari kebun-kebun tersebut.

3)     Bersyukur : kekayaan alam berupa tanah yang subur dan kekayaan biodiversity-nya, harus senantiasa kita syukuri dengan merawat dan menjaga/melestarikannya – tidak boleh sedikit-pun merusaknya.

4)     Allah Yang Maha Pengampun : Bila selama ini kita belum pandai mensyukuri nikmat kita, kita bukannya melestarikan kekayaan alam yang kita miliki tetapi malah merusaknya – itupun bukan berarti kita tidak lagi berkesempatan untuk mengembalikannya, kita harus bisa menyadari kekeliruan kita selama ini kemudian kita memhon ampun kepada Sang Maha Pengampun.

 

Maka visi sederhana Baldatun Thayyibah yang diuraikan dalam empat poin tersebut di atas, bila kita sepakati bersama dan kita bergerak bareng ke arah sana dari waktu ke waktu, mengontrol siapapun pemerintahnya yang menyeleweng dari visi tersebut – insyaAllah kita akan  sampai pada negeri yang kita cita-citakan – yaitu Negeri Yang Baik – Baldatun Thoyyibah itu. InsyaAllah !