Gold Dinar to
Buy Dinar etc.
Dinar & Dirham
17 - Mar - 2011 Jam 12 : 30  
Item Jual (Rp) Beli (Rp)
Dinar 1,711,420 1,642,963
Dirham 45,000 43,200
 
Emas
Rp/Gr 402,687 386,580

Catatan:
1. Penjelasan Harga Emas/Dinar di Gerai Dinar

2. Jam Transaksi : 07:00 - 17:00 BBWI (Kecuali Hari Libur)

GoldCheck; Emas Pro Pastikan dan Produktifkan

Friday, October 31, 2008

Kembang Gula IMF, Jangan Lagi…

Saya lahir di salah satu masa krisis multi dimensi di Indonesia awal tahun 60-an; bahkan ingatan saya paling jauh yang selalu jadi mimpi buruk saya dalam berbagai versi adalah ketika berusia 2 tahun (1965). Saat itu saya harus diajak lari oleh kakak perempuan saya karena pesantren kami yang sangat kecil dikabarkan akan diserbu PKI.

Ayah kami yang juga kyai di pesantren kecil tersebut bersama para muridnya, setiap saat harus siap berperang – dalam arti harfiah /dengan pedang - untuk bisa mempertahankan eksitensi pesantren dan lingkungannya.

Perang dibidang lain juga terjadi sampai bertahun-tahun kemudian yaitu perang pemikiran di sekolah-sekolah. Ketika saya mulai sekolah-pun ayah kami membekali kami dengan benteng aqidah, untuk bisa melawan pemikiran para atheis kambuhan – yang kemudian disebut bahaya laten PKI.

Salah satu yang masih saya ingat adalah bekal untuk berjaga-jaga kalau ada guru tk/sd yang punya ajaran nyleneh. Misalnya untuk merusak aqidah anak-anak dari kecil, anak-anak tersebut diminta berdoa’a kepada tuhannya untuk meminta kembang gula. Kemudia si guru akan membuktikan bahwa dengan meminta kepada tuhannya – anak –anak tersebut ternyata tidak mendapatkan kembang gula.

Kemudian si guru akan meminta anak-anak berdoa minta tolong kepada Bapak/ibu guru untuk meminta kembang gula; maka saat itu pula kembang gula diberikan.

Lantas bapak/ibu guru akan mengarahkan bahwa ternyata Tuhan itu tidak ada karena terbukti tidak dapat memberi kembang gula. Sebaliknya bapak ibu guru-lah yang ada – yang bisa memberi kembang gula.

Lantas apa bekal yang diberikan bapak kami ?, sederhana sekali tetapi sangat relevan sampai sekarang sekalipun; yaitu pemahaman bahwa bapak/ibu guru tersebut hanya bisa memberi kita kembang gula – tidak lebih dari itu.

Kalau kita minta yang lain misalnya, baju , apalagi minta sepeda (yang saat itu masih barang mewah), minta hujan (karena kampung kami panas) dan minta apa saja kebutuhan kita – tidak ada yang bisa diberikan oleh bapak /ibu guru yang nyleneh tersebut.

Hanya Allah-lah sebaik-baik penolong; hanya Dia-lah yang melapangkan rizki dan menyempitkannya. Allah pula-lah yang maha tahu apa yang baik diberikan kepada kita pada waktu terbaiknya.

Begitu indahnya ajaran mempertahankan aqidah tersebut, sehingga sampai sekarang-pun tetap relevan untuk menyikapi krisis yang sedang terjadi secara global ini.

Kita tahu bahwa sejak krisis finansial global mewabah 7 minggu belakangan ini, sudah enam negara di Eropa Timur yang meminta uluran tangan Dana Moneter Internasional (IMF), yaitu Hongaria, Eslandia, Rusia, Ukraina, Turki, dan Belarus.

Nasib sama dialami emerging market di Amerika Latin, dengan Argentina berpotensi terpuruk dalam krisis utang lagi. Di Asia, Pakistan-lah yang mengawali permintaan dana darurat dari IMF.

Hampir seluruh Negara yang masuk kategori emerging market tersebut, nilai mata uangnya terpangkas sangat significant – beberapa bahkan mengalami penurunan sampai 80% - mirip yang dialami oleh Indonesia tahun 1997/1998.

Bagaimana dengan Indonesia kini ?. Menurut Kompas (31/10) dalam empat minggu terakhir cadangan devisa RI sudah tergerus US$ 4.1 Milyar. Bahkan masih menurut harian yang sama yang mengutip perkiraan salah satu pengamat ekonomi, bahwa BI telah mengeluarkan sekitar US$ 15 Milyar – US$ 20 Milyar untuk menyelamatkan Rupiah !.

Kalau krisis financial global ini berlanjut – mudah-mudahan tidak – akankah Indonesia ikut ngantri minta tolong lagi ke IMF seperti cerita 10 tahun lalu ?. Ini yang harus di waspadai bangsa ini, jangan sampai pengalaman pahit tersebut terulang.

Masalah kepada siapa kita minta tolong ini yang ingin saya fokuskan pada tulisan ini. Jangan sampai kita minta tolong kepada pihak yang bahkan tidak bisa menolong dirinya sendiri….bisa syirik jatuhnya !.

Bukankan sama apa yang dilakukan oleh guru-guru nyleneh tahun 60-an yang saya contohkan tersebut diatas, dengan para ekonom barat atau didikan barat yang mencuci otak kita kita bahwa IMF-lah penolong krisis tersebut ? kepada IMF-lah kita minta tolong saat menghadapi krisis ?.

Kita juga sudah mengalami 10 tahun lalu, bahwa betul IMF dapat memberi negeri ini pinjaman sekian milyar dollar ke kita waktu itu – tetapi ini tidak lebih dari ‘kembang gula’ yang sama dengan yang diberikan oleh ajaran guru nyleneh tahun 60-an tersebut diatas.

Bukan hanya pinjamannya yang tidak jelas manfaatnya untuk kita; yang mereka ambil dari kita ternyata jauh lebih banyak. Kawan-kawan yang bekerja di industri telekomunikasi. perbank-an dlsb. tahu betul rasanya bagaimana rasanya perusahaan tempat mereka bekerja lepas ke tangan asing buah dari ‘kembang gula’ IMF tahun 1998.

Krisis masih mungkin menghinggapi negeri ini dalam hari-hari kedepan; tetapi kalau toh ini terjadi jangan sampai kita rugi dua kali – hilangnya kekayaan negeri ini bersama dengan hilangnya aqidah penduduknya.

Hanya kepada Allah-lah kita minta pertolongan; Dan Dia-lah sebaik-baik penolong. Yang dapat diberikan olehNya jauh lebih banyak dan lebih luas dari ‘kembang gula’ bantuan IMF. Tinggal kita meyakiniNya, kemudian menggali segala rahmatNya yang dilimpahkan disekitar kita.

Thursday, October 30, 2008

Krisis Finansial di Amerika, Mengapa Kita Ikut jadi Korban…?

Waktu krismon melanda Indonesia tahun 1997/1998; saya masih punya ibu di Kampung untuk dikunjungi setiap saat. Kunjungan-kunjungan tersebut selalu menyenangkan karena seperti mengulang masa kecil yang indah-indah.

Waktu saya kecil orang-orang di kampung saya bisa hidup nyaris tanpa uang, karena hampir semua yang kita butuhkan ada di situ. Padi dari sawah kita, sayur tinggal memetik, minyak goreng buat sendiri, memasak dengan kayu bakar dlsb.dlsb.

Namun ketika krisis 1997/1998 melanda orang kampung saya sudah mulai kena dampaknya karena mereka makan mie dari terigu yang bahannya diimpor, mereka membeli minyak goreng yang bersaing dengan pasar ekspor, mereka harus memasak dengan minyak tanah (saat itu) yang harganya terus naik, dst.

Sampai-sampai ketika pulang kampung semasa krismon tersebut saya sering mendapat pertanyaan dari orang kampung : “….krismon ki opo to le ? kok urip dadi angel tenan…?.”.

Pertanyaan yang mirip berulang di sekitar kita sekarang; bukan lagi hanya dari orang kampung nun jauh disana tetapi juga dari orang-orang yang hidup di kota besar seperti Jakarta ini.

Para karyawan yang terancam tidak mendapatkan bonus tahun ini; para buruh pabrik yang pabriknya terancam berhenti, para pedagang yang mulai kesulitan memasarkan barang tertentu….mereka semua punya pertanyaan yang mirip…Mengapa Kita Ikut Jadi Korban ?.

Penjelasan detail ekonomi makronya biarlah dijelaskan oleh para pakarnya. Saya hanya berusaha menjelaskannya dengan apa yang saya tahu.

Di tulisan saya tangggal 7 Oktober 2008 lalu saya menjelaskan bagaimana likuiditas semu yang tadinya memang nggak ada, kemudian kembali menjadi nggak ada.

Nah penciptaan likuiditas semu tersebut dilakukan bersama-sama antara bank satu dengan bank yang lain. Tentu dalam skala masyarakat global di jaman modern ini, penciptaan likuiditas semu juga terjadi antara bank-bank besar dunia.

Ketika Lehman Brothers gagal dan harus di likuidasi 15 september 2008; maka dampak menghilangnya likuiditas global tidak bisa dihindari.

Kalau uang semu (uang bank) yang di pasar menghilang; apa yang dilakukan pemerintah ?; Agar tidak menyinggung siapa-siapa, saya kasih contoh yang dilakukan oleh Pemerintah Amerika – tetapi ingat pepatah waktu kita SD…Guru…Berdiri…Murid ….Berlari..

Pemerintah AS berusaha menyediakan likuiditas di pasaran dengan menurunkan suku bunga supaya kredit berjalan…dan juga mencetak uang; namun karena likuiditas yang menghilang besarnya rata-rata 10-12 kali dari supply uang (M1); maka likuiditas tetep seret – tidak terkejar oleh bertambahnya uang yang dicetak pemerintah.

Maka seluruh dunia sekarang masuk dalam jebakan likuiditas atau liquidity trap- nya Amerika. Meskipun mereka mencetak uang US$ banyak-banyak saat ini, untuk sementara tidak menimbulkan inflasi bahkan cenderung deflasi karena bank-bank mereka mengerem pinjaman. Inilah sebabnya mengapa US$ saat ini nilainya tinggi.

Mahalnya US$ kemudian berdampak pada turunnya nilai tukar berbagai mata uang lain di dunia, termasuk Indonesia tentu saja.

Kalau mata uang kita nilainya turun, otomatis berbagai kebutuhan kita yang sekian banyak tergantung barang ekspor menjadi lebih mahal.

Lantas bagaimana kita bisa terlepas pusaran krisis ini ?; maksimalkan kembali penggunaan sumber daya yang ada di sekitar kita, kurangi impor, kurangi hutang. Kalau anda berniat hutang ke bank saat ini saran saya batalkan niat tersebut, bahkan kalau bisa hutang yang ada di lunasi. Wallahu A'lam.

Tuesday, October 28, 2008

Seandainya Saya Pegang Authoritas Moneter & Bursa Saham Dunia...

Kita semua tahu bahwa situasi sekarang tidaklah mudah bagi siapapun yang lagi pegang authoritas moneter maupun bursa saham. Saya tidak ngiri dengan mereka yang lagi pegang authoritas tersebut; karena kalau toh saya yang pegang -saya yang bodoh ini belum tentu bisa menjalankan.

Tetapi sekeadr berandai-andai, justru karena kebodohan saya saya tidak mau berpikir sendiri, saya akan gunakan pemikiran orang lain yang mungkin sangat relevan saat ini.

Ketika saya mencari berbagai referensi di internet untuk bahan buku Dinar pertama saya MENGEMBALIKAN KEMAKMURAN ISLAM DENGAN DINAR DAN DIRHAM, ada tulisan menarik dari situs http://www.gold-eagle.com/. begitu menariknya tulisan tersebut sehingga saya menterjemahkan sebagian besar isinya dan menjadikannya lampiran di buku saya tersebut,

Meskipun ditulis dengan cara imaginasi, apa yang disampaikan oleh penulis pada tahun 2001 tersebut sangat masuk akal dan dapat menjabarkan solusi yang sangat kompleks menjadi solusi yang menghibur.

Penulis tersebut bukanlah seorang Muslim, namun pemikirannya mirip sekali dengan pemikiran utama di blog ini – hanya tentu di pemikiran Islam aspek-aspek yang masih ribawi harus dihilangkan.

Berikut terjemahan bebas sebagian besar isi dari tulisan yang menarik tersebut:

ALTERNATIF MASA DEPAN

Panggilan Untuk Revolusi Semalam


Dalam kolomnya di Midas bulan 16 Juni, 2001. Chairman dari Gold Anti Trust Action Committee (GATA – Organisasi yang mempromosikan uang emas dan menentang upaya manipulasi harga emas di Amerika –penj.) menulis :

“Sudah beberapa tahun saya ditanya oleh teman-teman dari delegasi GATA - apa yang bisa dilakukan untuk mengatasi masalah emas; Saya tahu bahwa GATA benar dan saya sudah memanggil Howes dan Venerosos, untuk dimintai pendapatnya mengenai cara terbaik untuk mengurai kekacauan emas yang diorkestrasikan oleh pemerintaahan Clinton.”
“Sebagian besar teman-teman saya pada umumnya datang dengan sikap ‘saya tidak tahu’”. Untuk menggambarkan betapa rumitnya masalah emas ini, keahlian Frank Venoroso dalam menangani krisis dimasa lalu, membuat dia diundang oleh menteri keuangan Mexico dan Chile untuk mengatasi krisis ekonomi yang sangat serius di kedua negara tersebut, ia tahu apa yang harus disarankan kepada mereka, tapi mengenai emas Frank sama sekali tidak tahu.”


Yang terhormat Bapak Presiden,

Apabila Anda masih duduk di ruang oval Gedung Putih dan masih mau mendengar saran untuk menghentikan upaya manipulasi harga emas, berikut adalah saran yang Anda harus lakukan.

Pertama, Anda mungkin akan langsung menolak usul ini mentah-mentah karena dianggap ini terlalu radikal, kalau tidak sungguh revolusioner. Hanya setelah Anda pikir panjang, Anda akan menyadari bahwa saran ini adalah solusi rasional yang sempurna – tidak ada alternative lain yang se rasional ini. Ini adalah usulan yang sederhana berdasarkan kenyataan bahwa tidak ada alternative lain yang bisa dilakukan.

Ada dua solusi untuk masalah ini, Bapak Presiden.
Solusi permanen, yang secara harfiah benar-benar dapat dilakukan dalam waktu semalam, atau…
Solusi sementara, yang pelaksanaannnya akan berlarut-larut sampai tahun-tahun berikutnya – sementara hasilnya adalah kerusakan lebih lanjut dan melahirkan krisis baru demi krisis baru .

Solusi permanen akan mengatasi masalah demi kepentingan rakyat, atau…
Solusi sementara yang hanya memoles masalah untuk kepentingan para banker.
Tentu saja, saya berasumsi bahwa Anda ingin mendengar tentang solusi permanen tersebut, dan biarlah para banker mencemaskan solusi sementara mereka.

Anda mulai dari pengumuman di televisi di seluruh negeri selama satu menit di hari Jum’at sore yang isinya mengumumkan bahwa seluruh perdagangan akan dihentikan pada hari Senen berikutnya, karena hari Ahadnya akan ada pengumuman sangat penting bagi bangsa Amerika yang akan mengubah seluruh cara hidup bangsa ini. Pengumuman singkat yang Anda sampaikan ini harus diulang terus menerus setiap jam sampai Ahad sore, dan menjadi headline di seluruh media masa hari Sabtu dan hari Ahad.

Hari Ahad sore, Anda harus mengumumkan reformasi Anda secara relaks, business-like, tidak dengan mendramatisir situasi. Berikut adalah draft dari pidato Anda.


”Selamat sore :
Jika Anda lagi berdiri, silahkan duduk.
(kenyataannya para pemirsa televisi akan justru langsung berdiri mendekati layer TV mereka masing-masing).
Ketika harus mengambil keputusan antara mengangkat yang jahat dan menekan yang baik, tentu tidak ada pilihan lain kecuali membuang jauh yang jahat dan mengangkat yang baik.

Berlaku secepatnya, Federal Reserve Notes, atau lebih Anda kenal sebagai uang kertas Dollar, dinyatakan tidak berlaku dan bernilai nol, dan tidak lagi menjadi mata uang resmi negara ini.

Karena nilai seluruh mata uang kertas Dollar yang beredar di Amerika Serikat adalah sepuluh kali dari total uang logam, uang kertas Dollar dapat langsung digantikan dengan uang koin yang ada asal nilai uang koin disepakati naik menjadi sepuluh kalinya.

Bagaimana hal ini akan dilaksanakan ?.

Dengan mengubah seluruh harga, upah buruh dan catatan akuntansi menjadi dalam sen, dan membaginya dengan angka sepuluh.

Demikian juga, teman-temanku warga Amerika, semua harga dibagi sepuluh dan dibayar dalam sen saja.
Semua upah buruh dan gaji pegawai dibagi sepuluh dan dibayar dengan sen saja.
Semua account di bank dibagi dengan sepuluh dan dibayar dalam sen saja.
Semua hutang dibagi dengan sepuluh dan dibayar dalam sen saja.
Semua pajak dibagi dengan sepuluh dan dibayar dalam sen saja.
Semua uang pension dibagi dengan sepuluh dan dibayar dengan sen saja.
Semuanya dan segala sesuatu yang bernilai Dollar atau ada Dollarnya dibagi dengan sepuluh dan dibayar dalam sen saja.

Kita akan mengganti uang Dollar hijau Federal Reserve dengan Dollar merah yang baru dengan nilai tukar satu Dollar baru sama dengan sepuluh Dollar lama, semua harga dan catatan akuntansi juga berkurang dengan factor pembagi sepuluh. Kalau kita gunakan koin yang sudah ada sebagai uang kita yang baru, ini akan memberikan effect yang sama.

Pertukaran uang lama (Dollar kertas) dan uang baru (Dollar baru atau Koin dalam sen) berlangsung otomatis, masa transisi akan berakhir pas tengah malam hari Senin jam 24.00.

Selama masa transisi sehari ini, uang Dollar kertas dan Koin dalam sen keduanya berlaku dengan nilai yang baru dan bisa dipertukarkan satu sama lain. Contoh, koran New York Time dapat dibeli dengan uang kertas 1 Dollar atau uang koin 10 sen pada hari Senin – hari transisi tersebut. Tetapi mulai hari Selasa jam 00.00. hanya uang koin 10 sen yang dapat dipakai untuk membayar koran yang sama. Seluruh uang kertas Dollar yang tidak diserahkan ke bank sampai batas akhir Senin tengah malam untuk ditukar dengan uang koin dengan nilai tukar 10 sen untuk setiap Dollar, tidak lagi bisa dipakai sebagai alat pembayaran mulai hari Selasa dan seterusnya.

Mulai saat ini sampai Senin tengah malam, seluruh perbatasan pintu masuk ke negeri ini ditutup, semua transfer antar bank secara elektronik dihentikan, dan tidak boleh ada penerbangan internasional menuju negeri ini kecuali yang saat ini masih di udara.

Ada sedikit alasan sementara kita membubarkan uang Dollar kertas Federal Reserve tetapi mempertahankan Federal Reserve Systems yaitu hanya untuk memproduksi uang koin dalam sen sebagai pengganti uang kertas Dollar.

Kantor-kantor The Federal Reserve Bank dengan ini dinyatakan diliburkan sampai waktu yang tidak terbatas, dan pihak Secret Service, yang memiliki yurisdiksi untuk investigasi pemalsuan uang diinstruksikan untuk menyegel seluruh kantor Federal Reserve dengan segel resmi Presiden Amerika Serikat. Usulan untuk pencabutan Federal Reserve Act akan disampaikan ke kongres pada kesempatan pertama besuk pagi. Dengan pencabutan ini, seluruh kepemilikan The Fed akan dipindahkan ke the US Department of the Treasury, yang terakhir ini sekarang mempunyai tugas utama untuk mengawasi agar uang kertas Dollar yang belum diserahkan untuk tidak pernah digunakan lagi.

Ada alasan pula meskipun uang kertas Dollar dan Federal reserve yang memproduksinya telah tidak berfungsi lagi, tetapi Credit Card Anda tetap dapat berfungsi (dengan mengikuti aturan yang baru).

Terhadap seluruh tagihan Credit Card dinyatakan moratorium untuk waktu yang tidak terbatas. Peraturan baru juga akan disampaikan ke Konggres besuk pagi untuk mengatur bahwa pembelian segala sesuatu yang tidak didukung dengan adanya dana yang memadai dianggap sama dengan membeli barang dengan cek kosong (terlarang). Apabila Anda ingin menggunakan kartu Visa atau Master Card Anda tersebut, pertama Anda dapat mengajukan pinjaman ke bank Anda, kemudian uang hasil pinjaman ini Anda taruh sebagai dana Anda di bank tersebut, lalu gunakan Visa atau Master Card Anda sebagai debit card, setiap pembelian dibebankan langsung ke dana yang memang ada di account Anda tersebut. Menciptakan uang dari langit seperti yang selama ini terjadi dengan Credit Card dinyatakan tidak akan ada lagi.

Ada kabar baik untuk Anda semua bahwa peraturan baru mengenai Credit/Debit Card akhirnya akan membebaskan semua hutang Credit Card Anda. Apapun yang telah Anda beli dengan Credit Card Anda tetap milik Anda dan Anda tidak perlu membayar apapun ke sisa tagihan Credit Card Anda. Tetapi berhenti hanya sampai disini (tidak ada pembelian baru dengan Credit Card Anda tersebut sejak saat ini).

Semua hutang Anda yang lain seperti pinjaman rumah, hipotik, dan pinjaman lainnya tetap syah dan berkekuatan hukum.
Membubarkan uang kertas Dollar, Federal Reserve System yang terkait uang kertas dan mengatur ulang Credit Cards belum akan cukup untuk menghentikan rejim uang kertas, apabila hutang Federal dalam bentuk Treasury bills, Treasury notes dan Treasury bonds tidak dinyatakan bernilai nol dan tidak berlaku juga. Semua bills, notes dan bonds adalah sama palsunya dengan uang fiat Dollar yang menghasilkan bunga.

Seharusnya, hasil adalah fungsi dari likwiditas. Apabila Anda lebih suka memegang harta Anda dalam bentuk yang paling liquid, Anda bisa memegangnya dalam bentuk tunai dan ini tidak memberikan hasil. Untuk dapat memberikan hasil uang tunai Anda harus ditukar dengan asset yang kurang liquid, semakin tidak liquid akan semakin tinggi hasil atas uang Anda. Di dalam rejim uang fiat Dollar, Treasury bills, notes dan bonds memungkinkan seseorang memegang tunai dan masih menerima hasil yang baik – yaitu berupa bunga yang dibayar oleh pembayar pajak Amerika. Dan lebih menyakitkan lagi, pembayaran bunga oleh pembayar pajak Amerika tersebut bukan terhadap penguasaan uang tunai yang sesungguhnya – melainkan ‘uang palsu’ yang diciptakan dari langit melalui beberapa ketikan di computer Alan Greenspan's.

Dalam sebuah esaynya yang terkenal, Gold and Economic Freedom, Alan Greenspan mengakui :
“Meninggalkan gold standard adalah hal yang dimungkinkan untuk menciptakan kemakmuran semu dengan menggunakan system perbankan untuk ekspansi kredit secara tidak terbatas. Mereka telah membuat cadangan hanya berupa kertas dalam bentuk government bond melalui serangkaian proses yang rumit – kemudian dunia perbankan menerimanya dan memperlakukannya seolah-olah ini cadangan yang sesungguhnya, yaitu cadangan yang dahulunya berupa emas. Pemegang government bond atau sertifikat deposito yang dihasilkan dari kertas yang tidak ada harganya percaya bahwa ia memiliki hak atas claim yang syah berupa asset yang riil (dahulu standarnya emas), faktanya sekarang sangat jauh lebih besar claim yang akan masuk dibandingkan dengan asset riil yang ada”.

Jadi kita telah mendapatkan jawaban dari yang berwenang bahwa Treasury securities memang sudah seharusnya dinyatakan bernilai nol dan tidak berlaku.

Sekarang pertanyaannya adalah apakah boleh kita menahan semua kemakmuran yang palsu dengan tidak melanggar konstitusi Amerika Serikat, yang di dalam amendemen ke 5 berbunyi “Tidak ada seorangpun boleh…diganggu hidupnya, kebebasannya atau kepemilikannya tanpa melalui proses hukum yang benar, juga tidak boleh kepemilikan pribadi diambil untuk kepentingan umum tanpa kompensasi yang adil”. Jawabannya adalah: Ya kita boleh melakukannya. Karena semua kemakmuran tersebut (uang kertas, surat-surat berharga dlsb. – terj.) adalah sebenarnya ‘palsu’ (tidak ada nilai yang sesunggguhnya dari kemakmuran tersebut). Sama halnya kalau Anda menemukan uang kertas 100 Dollar yang palsu – uang palsu itu harus diserahkan ke Negara tanpa kompensasi, meskipun Anda menerima uang palsu tersebut melalui perdagangan yang normal dan tanpa Anda mengetahui bahwa uang tersebut adalah palsu.

Bursa saham akan ditutup untuk selamanya. Peraturan baru akan disampaikan ke Kongres besuk pagi untuk penutupan bursa saham ini. Mulai saat ini akan dibuat aturan bahwa saham perusahaan hanya bisa dibeli langsung dari perusahaan yang menjual sahamnya, dengan aturan dan jaminan tertulis bahwa nilai saham tersebut sesuai nilai bukunya. Dengan bantuan teknologi hal ini bisa dilaksanakn secara instant. Rumah judi raksasa yang bernama bursa saham tidak akan pernah dibuka lagi. Bursa saham tinggal sejarah.

Besuk pagi juga akan diajukan kepada Kongres untuk Amendemen terhadap konstitusi Amerika Serikat yang antara lain menyangkut penghapusan pajak individu, tanah dan hibah. Juga Pemerintah Amerika dilarang melakukan usaha komersial dan bersaing dengan warga negaranya sendiri.
Untuk menjamin daya beli tabungan masyarakat tidak akan lagi mengalami penurunan, transisi yang terencana menuju uang emas dan perak akan segera dipersiapkan .

Satu gram uang perak dengan kadar 0.900 akan menjadi unit mata uang baru yang diedarkan secara parallel dengan uang logam sen yang ada. Percetakan uang Amerika harus segera memproduksi uang koin perak baru dengan berat 5 gram dan 10 gram, dan uang koin perak yang lama tetap dapat diakui sebagai pembayaran dengan memperhitungkan nilai gram perak yang terkandung didalamnya sbb :

Uang perak 1 Dime = 2.50 gram
Uang perak 1 Quarter = 6.25 gram
Uang perak 1 Half = 12.50 gram
Uang perak 1 Dollar = 26.73 gram
Uang perak baru (Silver Eagle) 1 = 34.56 gram

Lantas senilai berapa sen dalam setiap gram uang perak ? ini akan ditentukan dari waktu ke waktu oleh mekanisme pasar (mengikuti harga perak di pasar internasional).

Percetakan uang Amerika juga harus memproduksi uang emas 5 gram dan 10 gram emas dengan kemurnian 0.900 dalam bentuk koin. Nilai uang emas ini dalam sen dan nilai konversi ke uang perak juga mengikuti perkembangan harga emas di pasar. Seluruh uang emas yang sudah ada baik dari dalam negeri maupun luar negeri otomatis diakui dan diterima berdasarkan berat dan kadar emasnya.

Tujuan ultimate-nya adalah tercapainya keseragaman system moneter di seluruh dunia dimana 1 gram uang perak menjadi unit satuan transaksi belanja retail sehari-hari, sedangkan 1 gram emas menjadi standar untuk transaksi yang nilainya besar dan untuk perdagangan internasional .

Baiklah, Anda akan memiliki banyak waktu untuk berfikir malam ini. Untuk mereka yang belum mendengar pengumuman ini, atau perlu klarifikasi lebih lanjut, pengumuman ini akan ditayang ulangkan di seluruh media elektronik malam ini dan besuk. Reformasi ini sepintas mungkin kelihatan berlebihan dan mengguncangkan, namun dalam kenyatannya ini sederhana, dan perubahan ini akan membawa perubahan yang sangat baik untuk kehidupan Anda semua.
Terima kasih atas perhatiannya, dan selamat malam.”

Demikian inti dari apa yang harus dilakukan Bapak Presiden. Bila Anda minta pendapat lain seperti ke Ludwig von Mises Institute, mereka akan memberikan pendapat yang sama hanya mereka akan melakukannya dengan esay panjang dan analisa detil tentang apa yang Anda jangan lakukan.

Hal ini bukan ide baru bapak Presiden, Bila Anda sempat membaca tulisan saya "Don't Delay EURO”, pada situs http://www.gold-eagle.com/ , Anda akan tahu tulisan tersebut dimuat di Usenet tanggal 16 July 16, 1997. Ada yang memberi tahu saya gara-gara tulisan "Don't Delay EURO" tersebut membuat Warren Buffett yang legendaries memborong stok perak pada tanggal 25 July, 1997. Meskipun awalnya mereka menganggap usulan saya untuk menyatakan uang kertas Dollar atau Federal Reserve notes bernilai nol dan tidak berlaku sebagai konsep yang anarkis, akhirnya mereka menulis kepada saya bahwa semakin mereka pikirkan semakin mereka menyukai konsep ini.

Pikirkan hal ini Bapak Presiden, pada waktunya Anda akan setuju bahwa inilah satu-satunya jalan bagi kita untuk lepas dari kerusakan katastropik yang ada di depan mata. Inilah cara kita kembali ke rezim uang yang jujur dan mencegah kerusakan katastropik terulang di masa depan.

Proposal ini tidak ditulis diatas batu. Ini terbuka untuk kritik dan proposal tandingan. Maksudnya agar membuka debat konstruktif bagaimana kita bergerak dari situasi sekarang ke situasi yang akan datang yang lebih baik.


Salam,

J.N. Tlaga

Dengan memuat kutipan ini, saya bukan bermaksud pesimistis terhadap system yang ada sekarang; justru sebaliknya saya ingin memberi contoh pemikiran yang tidak biasanya-barangkali dengan pemikiran yang tidak biasa inilah solusi krisis financial (yang juga tidak biasanya) ini bisa diselesaikan. Wallahu A'lam.

Monday, October 27, 2008

Kesempatan Berkarir dan Tumbuh Besar Bersama GeraiDinar.Com…….

Kalau diibaratkan bayi; GeraiDinar.Com saat ini berusia 10 bulan dan lagi lucu-lucunya…

Sebagai bayi, ia tumbuh dengan sangat sehat dengan jumlah hits melebihi 1.5 juta…lihat grafik pertumbuhannya di samping…

Gerai Dinar Statistic Sebagai bayi, dia juga harus berhadapan dengan gejolak finansial dunia yang sangat dasyat…alhamdulillah dia terbukti survive dan malah menunjukkan keperkasaannya , lihat grafik pada posisi pengunjung dlsb bulan Oktober 08…

Sebagaimana bayi, dia saat ini juga memerlukan pengasuh yang telaten, teliti,amanah, jujur, sabar, hati-hati, kreatif dan memiliki kompetensi yang memadai…

Andakah pengasuh GeraiDinar.Com ini ?...

Yang pertama yang akan kami ajak untuk mengasuh GeraiDinar.Com selain memiliki kriteria tersebut diatas, juga harus memiliki kwalifikasi berikut :

1) D3/S1/Mahasiswa S1 Tingkat Akhir dengan Jurusan Akuntansi
2) Mahir dengan seluk beluk komputer dan internet

Bila anda tertarik silahkan kirim email ke saya dengan menyertakan CV, Phasphoto, Transkrip D3/S1 (sampai semester 6 atau 7 bagi yang belum lulus) dan menyebutkan gaji yang diharapkan.

Kami tunggu.

Wassalam,

GeraiDinar.Com

Labels:

Sunday, October 26, 2008

Korelasi Antara Harga Minyak Dengan Harga Emas…

Dalam tulisan saya tentang Dunia Tanpa Inflasi/ Deflasi saya memberi bukti perhitungan bahwa hanya dengan inflasi rat-rata 0% -lah yang memungkinkan harga kambing sekarang dalam Dinar sama dengan harga kambing di jaman Rasulullah SAW.

Apa berarti kalau uang kita Dinar harga-harga tidak pernah naik ?; pernah juga cuma penyebabnya bukan karena menurunnya nilai uang yang dicetak terus – melainkan karena effect supply & demand saja. Penjelasan masalah ini ada di tulisan saya tentangPerbedaan Antara Inflasi yang Dhalim dengan naik-Turunnya Harga yang Fitrah .

Kalau saya membuktikan nilai inflasi Dinar rata-rata selama 1400 tahun adalah nol dengan perhitungan harga kambing; argumen ini seting tidak acceptable bagi kawan-kawan saya yang ekonom. Banyak alasannya, tetapi yang paling sering diajukan adalah kambing tidak merepresentasikan harga barang-barang dan jasa – apalagi di jaman modern ini.

Oleh karenanya dalam beberapa tulisan, saya ambil juga komoditi yang sifatnya universal – yang naik turunnya menyebabkan naik turunnya komoditi lainnya – yaitu minyak. Data harga minyak dan harga emas real time bahkan selalu dapat diikuti pembaca di salah satu gauge yang ada di blog ini.

Gold Oil Ratio Kalau data harga minyak rata-rata tahunan (US$/barrel) dan harga Emas rata-rata tahunan (US$/Oz) sejak selesainya Perang Dunia II kita sandingkan, maka kita akan dapat melihat hasilnya seperti grafik disamping. (Grafik ini merupakan update dari grafik sebelumnya dengan data 2008 per 24/10/08)

Banyak hal yang bisa diceritakan tentang grafik tersebut; antara lain :

1. Harga Emas terbukti berkorelasi positif dengan harga minyak selama lebih dari 60 tahun terakhir; kalau dihitung secara statistic Coeffcient of Correlation -nya bahkan lebih dari 90 %.
2. Karena minyak merepresentasikan harga-harga dari barang dan jasa lainnya, maka grafik tersebut juga membuktikan emas tidak pernah kehilangan daya belinya.
3. Selama lebih dari 25 tahun (1945-1971) ketika emas dijadikan standar bagi mata uang melalui Bretton Woods Agreement; ternyata harga minyak relatif stabil karena hanya naik dari US$ 1.6/barrel(1945) menjadi US$ 3.6/barrel (1971) saja. Seandainya Amerika Serikat tidak mengingkari Bretton Woods Agreement maka harga minyak mentah dunia saat ini hanya sekitar US$ 7/barrel.
4. Ketika gold standard ditinggalkan, berupa pengingkaran Bretton Woods Agreement oleh pemrakarsanya sendiri – Amerika Serikat; maka mulai saat itulah harga minyak dan harga emas bergejolak tidak terkendali sampai sekarang.
5. Ternyata uang kertas hanya memiliki daya beli yang relatif stabil apabila dikaitkan dengan emas. Lantas mengapa bersusah payah membuat uang kertas kalau reliability -nya harus dikaitkan dengan emas ?.

Kalau toh data yang 60 tahun lebih ini yang kita pakai (saya sendiri sebenarnya prefer yang 1400 tahun harga kambing sebagai bukti ! ), maka terbukti bahwa emas-lah uang yang sesungguhnya itu; bukan US$ , Rupiah atau mata uang kertas lainnya.

Hari-hari ini harga emas lagi rendah, namun harga minyak juga rendah, harga saham juga sangat rendah, yang tinggi hanya harga US$...jadi Anda bisa simpulkan sendiri mana yang sebenarnya lagi tidak bener. Ingat timbangan badan di kamar hotel yang saya ceritakan di tulisan sebelumnya. Wallahu A’lam.

Friday, October 24, 2008

Ketika Do'a Tidak Terkabul…

Pagi ini saya tidak menulis tentang Dinar, juga istirahat tidak mengajak orang beli Dinar karena sejak krisis financial pembeli Dinar membludak sampai diluar kapasitas unit produksi mitra kita Logam Mulia…

Mumpung hari ini adalah hari terbaik yaitu hari Jum’at, saya ingin mengajak ke hal lain yang lebih besar, yaitu nahi mungkar terhadap Riba…

Salah satu media nasional ternama pagi ini menulis berita utamanya …Kepercayaan Pasar Belum Pulih….dan Indek Harga Saham Gabungan (IHSG) merosot 51.04% sejak Januari.

Sudah sekitar satu bulan ini krisis financial melanda dunia dan sampai pagi ini belum nampak gejala-gelaja pemulihannya; mudah-mudahan kali ini kita bisa diselamatkan olehNya sehingga tidak perlu menjadi korban-korban berikutnya dari krisis financial global ini.

Tidak hanya diselamatkan dari bencana finansial, tetapi juga bencana-bencana lain yang marak di negeri ini seperti Lumpur Lapindo, suhu udara yang tiba-tiba memanas secara drastis, padi unggulan yang malah kopong dlsb.dlsb.

Ketika kita berharap diselamatkan, hati kecil kita semua (baik yang di swasta seperti saya, yang di BI, yang di DepKeu, maupun yang di Bursa Efek) hanya bermohon kepada Allah – karena tiada kekuatan selain Dia untuk menyelamatkan kita.

Kalau sampai sekarang do’a tersebut belum dikabulkan; mudah-mudahan ini hanya penundaan dari terkabulnya do’a. Pada saat yang bersamaan kita juga perlu instrospeksi secara nasional, jangan-jangan kita sudah berdo’a tetapi tidak dikabulkan olehNya…

Saya sendiri kawatir kalau-kalau yang kedua yang terjadi; maka saya cari referensi apa yang kiranya bisa menjadi penyebab do’a bangsa ini tidak dikabulkan olehNya.

Yang besar kemungkinannya menjadi penyebab adalah apa yang saya peroleh dari Kitab Riyadhush Shalihin karya Imam Nawawi berikut:

Diriwayatkan Dari Abu Hudzaifah r.a. dari Nabi SAW. Beliau bersabda “ Demi Dia yang jiwaku di tanganNya, hendaklah kamu memerintahkan kebajikan, dan melarang kemungkaran. Bila tidak, maka Allah akan mengirimkan siksaan padamu, kemudian kamu berdo’a, lantas tidak dikabulkan “. (HR. Tirmidzi).

Lantas apa kiranya kemungkaran besar yang bangsa ini tidak melakukan pelarangan terhadapnya ?. Salah satunya yang terbesar adalah Riba.

Meskipun ulama-ulama kita telah memfatwakan bahwa bunga bank adalah Riba (Keputusan Fatwa MUI No 1 th 2004) , tetapi tetap saja belum nampak ada yang melakukan nahi mungkar terhadap kemungkaran yang satu ini.

Bahkan bukan hanya nahi mungkar yang ada, malah ‘amar mungkar’ yaitu mengajak kemungkaran yang banyak.

Bayangkan, pernahkan Anda melihat restaurant atau toko makanan yang berani mengiklankan bahwa makanannya mengandung babi ?; Insyaallah tidak pernah. Karena masyarakat akan menentangnya dengan keras; bumbu masak saja baru diisukan mengandung babi sudah tamat riwayatnya di pasar – apa lagi diiklankan mengandung babi.

Tidak demikian halnya dengan bunga bank (dalam fatwa tersebut diatas termasuk yang dilakukan asuransi, pasar modal, pegadaian dlsb), meskipun dosa terkecilnya lebih berat dari menzinahi ibu sendiri , diancam dihancurkan oleh Allah , kemudian Allah dan RasulNya juga menyatakan perang terhadapnya – industri keuangan kita masih terang-terangan mengiklankan besar-besaran bunga di berbagai media.

Siapa yang sudah melakukan nahi mungkar terhadapnya ? wallahu A’alm, lidah kita semua kelu menghadapi kemungkaran yang sangat besar ini.

Melalui media ini, minimal saya berniat mengajak para ulama dan pemimpin-pemimpin negeri ini untuk mulai berani dan mau melakukan nahi mungkar terhadap kemungkaran yang sangat besar ini.

Untuk apa kita harus melakukan ini ?...agar sesuai hadits tersebut diatas, siksaan dicabut dari kita dan do’a kita mulai dikabulkan olehNya.

Konkritnya apa yang bisa mulai kita lakukan ?; kita bisa mencontoh industri periklanan yang sudah berhasil mewajibkan iklan rokok untuk menuliskan dalam setiap iklannya bahwa rokok berbahaya untuk kesehatan bla..bla..bla…

Nah saya mengusulkan kepada setiap iklan bank , asuransi, pasar modal dlsb. yang dalam iklannya mengandung unsur bunga; diiklannya harus disebutkan peringatan sejenis di iklan rokok.

Misalnya berbunyi : “Berdasarkan fatwa MUI no 1 tahun 2004 Bunga adalah Riba; Riba adalah haram bagi umat Islam dan sangat berbahaya bagi kehidupan dunia dan akhirat Anda”.

Ayo siapa yang mau dukung saya untuk Gerakan Anti Riba ini …?

Bagi saudara-saudara ku yang kerja di bank konvensional nggak usah risau.., yang dilarang dalam Fatwa MUI tersebut adalah produk yang mengandung Bunga /Riba. Banyak produk Anda yang bagus-bagus yang bermanfaat untuk umat seperti layanan pengiriman uang lewat internet, SMS dlsb. Asal nggak dibumbui bunga, insyaallah barakah.

Menurut Yusuf Qaradhawi dalam fatwanya yang panjang tentang seorang muslim yang bekerja di bank, beliau juga tidak mengharuskan muslim tersebut serta-merta meninggalkan pekerjaannya – meninggalkan riba iya harus secepatnya; tetapi karena ada nya produk perbankan yang tidak berbau Riba – ya silahkan saja.

Hanya saja menurut beliau bagi muslim yang bekerja di institusi yang mengandung riba,; dia harus menanamkan niat bahwa dia akan menggunakan seluruh pengetahuan dan pengalamannya untuk memberi alternatif yang bebas riba.

Alternatif bebas riba inilah yang kita semua harus upayakan sekarang; kalau kita lakukan bersama secara besar insyaallah bisa terwujud…yang penting harus ada niat dulu.

Tahun depan akan ada pemilu legislative maupun eksekutif; sampai sekarang saya belum ketemu partai ataupun calon presiden yang memiliki visi ekonomi bebas riba.

Siapapun pemimpin kita kalau dia tidak mengajak rakyat menjauhkan diri dari riba, maka dia masih akan membawa bangsa ini dihancurkan dan diperangi Allah dan rasulNya (QS 2 : 276 & 279) , artinnya belum mengajak kita menjadi Hizbullah – yang berarti masih mengajak kita menjadi Hizbussyaiton…

Daripada menjadi hizbussyaiton lebih baik golput; sebaliknya kalau kita ketemu ada partai atau calon presiden yang mau memancangkan niat membawa negeri ini bebas riba; maka itulah partai dan calon pemimpan kita…adakah yang demikian ? saya belum ketemu.

Tetapi kalau diantara pembaca yakin ada partai atau calon pemimpin yang bisa kita andalkan untuk membawa negeri ini ke partainya Allah, partai yang akan membawa ekonomi kita bebas riba – tolong saya dikasih tahu konkritnya program dia apa, biar saya bisa ikut menyebar luaskannya…

Wednesday, October 22, 2008

Dunia Tanpa Inflasi & Deflasi, Mungkinkah ?

Krisis financial global yang sedang terjadi ini bagaikan sandwich. Dibawahnya inflasi dan diatasnya deflasi, kita berada ditengahnya.

Ini berawal dari sumber malapetaka dunia – Amerika Serikat. Mulanya kasus Bear Stearns yang menjadi pemicu bertambahnya supply uang US$ 150 milyar. Kemudian Fannie Mae & Freddy Mac US$ 200 Milyar ( berpotensi US$ 500 milyar). Kemudin lagi kasus-kasus Lehman Brothers, Mery Lynch, AIG yng semuanya mendorong penambahan jumlah uang hingga US$ 700 milyar.

Bahkan para ekonom sepakat ini belum berakhir, final bailout nanti bisa berkisar antara US$ 2 trilyun – US$ 5 trilyun.

Menurut Mary Anne & Pamela Aden dari Aden Forecast (www.adenforecast.com) akan ada jeda waktu sekitar 1 tahun antara proses money creation dan inflasi; jadi menurut mereka sekitar satu tahun dari sekarang akan terjadi Hyperinflasi yang luar biasa di Amerika yang dipicu oleh money creation dari serangkaian bail-out tersebut diatas.

Kalau mimpi buruk hyperinflasi tersebut tidak terjadi maka masih menurut Aden Forecast deflasi-lah yang akan terjadi. Ini akan terjadi bila ketakutan bank-bank di Amerika untuk menyalurkan kredit berlangsung terus.

Kalau yang kedua ini yang terjadi, maka dunia akan kesulitan likuiditas, industri bisa macet, lapangan kerja semakin menghilang dan berbagi mimpi buruk lainnya juga menjelma menjadi kenyataan.

Rupanya Bush ingin memperbaiki rapotnya sekarang dengan meninggalkan bom waktu bagi siapapun penggantinya.

Mana saja dari kedua hal tersebut terjadi, dampaknya akan sampai ke Indonesia seperti yang kita alami selama ini.

Lantas apa yang bisa kita lakukan ?. Pertama istigfar seperti tulisan saya bulan lalu, kemudian mengikuti tuntunan Al-Quran dalam mengantisipasi paceklik global yang antara lain dicontohkan di Surat Yusuf 47-48.

Langkah konkrit berikutnya adalah hijrah dari mata uang yang tidak adil ke mata uang yang adil dan stabil sepanjang jaman yaitu Dinar dan Dirham.

Apa benar dengan mata uang Dinar, mimpi buruk sperti Inflasi dan Deflasi tersebut tidak terjadi ?.

Untuk Inflasi, sejarah telah membuktikannya. Seandainya uang Dinar mengalami inflasi 1 % saja pertahun, maka harga kambing sekarang akan setara dengan 1 Dinar x (1+0.01)^1400 = 1,121,820 Dinar !,

Tetapi karena realitanya harga kambing sekarang adalah sama dengan harga kambing di jaman Rasulullah SAW yaitu 1 Dinar, maka inflasi Dinar selama 1400 tahun adalah 0.00% yaitu 1 Dinar (1+0.00)^1400 = 1 Dinar !.

Bagaimana dengan deflasi ?; penggunaan Dinar harus dipahami dan dijalankan mengikuti syariah Islam; khususnya yang terkait erat dengan supply uang ini adalah larangan menimbun.

Emas tersedia cukup untuk seluruh umat manusia karena laju pertumbuhannya berkisar 1.5% - 4.0% pertahun; sementara pertambahan jumlah penduduk dunia hanya sekitar 1.2% pertahun.

Emas menjadi tidak cukup digunakan sebagai uang apabila ada yang menimbunnya – inilah mengapa Allah sangat mengancam orang-orang yang menimbun emas (yang berarti juga menimbun harta lainnya). (QS 9 :34-35)

Jadi sangat mungkin (bahkan sudah seharusnya) kita bisa hidup di jaman yang bebas Inflasi dan Deflasi - kalau mau kembali ke tuntunan kita yaitu Al-Quran dan Sunnah RasulNya. Bahkan ada jaminan kita tidak akan tersesat selamanya selama kita berpegang pada Al-Quran dan Sunnah RasulNya.

Masih kah kita akan berpegang pada pegangan yang lain yang akan menjepit kita bagaikan sandwich ?. Masihkah kita percayai system keuangan spekulatif ribawi yang diperkenalkan dunia barat – yang di negaranya sendiri menjadi pangkal bencana ?.

Sudah aku sampaikan Ya Allah..., sesungguhnya Engkau maha menyaksikan.

Labels: ,

Tuesday, October 21, 2008

Kekuatan US$ Yang Meragukan; Rupiah Jangan Panik...

Pagi ini sebelum saya menulis artikel ini saya sempatkan nengok blog saya sendiri GeraiDinar.Com ini. Bukan hanya bagi pembaca, blog ini juga alat kerja saya untuk bisa mengetahui segala informasi yang saya butuhkan yang terkait dengan perkembangan ekonomi dunia dan harga emas.

Ada yang mengejutkan saya pagi ini yaitu kekuatasn US$ yang terbaca dari panel US$ Index. Angkanya menunjukkan 83.11 – menurut saya ini angka yang luar biasa tinggi, atau US$ nampak luar biasa perkasa.

Untung sehari sebelumnya gauge US$ Index telah saya sesuaikan scalenya, kalau tidak maka angka 83.11 tersebut akan melewati batas maximum gauge (mentok) sehingga tidak kelihatan.

Benarkah US$ demikian perkasanya hari-hari ini ?. Saya sendiri meragukannya. Bukan gauge saya yang salah karena kalau anda cari informasi tentang US$ Index pada detik yang sama dengan saya nulis ini – maka angkanya dimana-mana menunjukkan angka 83.11 ini.

Lantas apa kira-kira yang salah ?. Nampaknya ada rekayasa yang luar biasa canggih sehingga para ekonom akan terkelabuhi dengan berbagai indikator atau data yang biasa mereka olah dan cerna.

Konon di salah satu institusi keamanan Amerika ada departemen yang namanya Misinformation Department, sesuai namanya fungsinya adalah memanipulasi informasi ke publik – sehingga publik mendapatkan informasi yang dimau pemerintah, dan tidak harus informasi yang benar.

US$ Index vs Gold Price Keraguan saya akan kekuatan US$ yang sesungguhnya ini bertambah setelah data Money Supply di Amerika sebulan terakhir saya peroleh – sehingga bisa saya crosscheck .

Di beberapa tulisan saya sebelumnya pernah beberapa kali saya tulis tentang Teori Kwantitas uang yaitu M x V = P x Q ; M = Jumlah uang beredar’ V = kecepatn uang berputar; P = harga-harga dan Q = Jumlah produk barang dan jasa.

kalau M bertambah besar, V relatif tetap atau bahkan menurun, Q juga menurun (karena krisis yang sedang terjadi) maka P yang akan mengikuti kenaikan M.

Kalau P naik berarti harga-harga barang naik, artinya daya beli US$ seharusnya turun. Kalau US$ turun maka mata uang lainnya harusnya naik – termasuk Rupiah.

Jadi menurut saya kalau tolok ukur Rupiah kita adalah US$, maka kita tidak perlu terlalu risau dengan nilai tukar – timbangan yang tidak bener jangan terlalu digubris.

Seperti kita yang lagi diet – jangan menimbang badan di kamar Hotel; mengapa ?. karena timbangan badan di kamar hotel akan cenderung memberikan informasi berat badan kita yang lebih rendah. Mengapa ?; agar kita tidak segan-segan memesan makanan. Dari pesanan makanan inilah hotel memperoleh profit marginnya yang significant. Begitulah nampaknya Amerika mengelola ekonominya.

Kalau kita ingin diet kita sukses, kita perlu timbangan kita sendiri yang kita yakini keakuratan dan kestabilannya. Demikian pula dalam hal mata uang, mata uang apa lagi yang akurat dan stabil sepanjang zaman selain emas (Dinar) dan perak (Dirham) ?. Wallahu A'lam.

Friday, October 17, 2008

Tahapan Dalam Krisis Dan Pengaruhnya Terhadap Harga Emas…

Krisis likuiditas dunia rupanya belum menuju perbaikan, bisa jadi sekarang dunia masih sedang menuju puncak krisis. Indikatornya adalah institusi-institusi besar dunia mulai membabi buta menjual assetnya yang berharga – termasuk cadangan emas. – untuk berusaha mengatasi likuiditasnya.

European Central Bank(ECB) misalnya , baru ketahuan oleh pasar kalau ternyata mereka telah terpaksa menjual sebagian emasnya 7.6 ton sepanjang pekan lalu. Menurut MarketWatch institusi-institusi besar semacam ECB ini tidak menjual emasnya kecuali karena kepepet – ya butuh likuiditas tadi.

Karena situasi kepepet likuiditas ini menggejala secara luas, maka tidak dapat dihindarkan harga emas dunia jatuh kemarin. Meskipun demikian turunnya harga emas dunia belum tentu sejalan dengan pasar emas lokal; pasar emas fisik khususnya di Indonesia bisa jadi tidak serta merta turun setajam harga emas dunia tersebut.

Pertama karena emas belum menjadi komponen investasi yang significant bagi investor institusional Indonesia, sehingga tidak banyak yang menjual emas karena memang tidak banyak yang memilikinya.

Kedua karena bisa jadi problem likuiditas di Indonesia belum separah yang dialami negara-negara lain – mudah-mudahan saja memang demikian, sehingga bagi sebagian besar masyarakat investor belum dalam posisi kepepet untuk menjual assetnya yang berharga tersebut.

crisis stage & gold priceLantas perlukah sekarang kita memperbanyak komposisi emas atau Dinar dalam investasi kita - mumpung harga lagi murah-murahnya ?. Jawabannya tergantung.

Illustrasi disamping barangkali bisa membantu Anda merencanakan investasi dan proteksi nilai Anda.

Bila sekiranya dana yang kita miliki tersebut akan kita butuhkan dalam waktu dekat – kurang dari enam bulan ini misalnya – maka menukarnya ke emas/Dinar belum tentu menjadi pilihan yang tepat. Saat Anda butuhkan harga emas/Dinar tersebut bisa jadi masih relative rendah dalam enam bulan kedepan.

Sebaliknya bila dana yang Anda miliki akan Anda gunakan untuk keperluan jangka panjang seperti biaya sekolah anak dan naik haji misalnya, maka mengamankannya dalam bentuk asset fisik seperti emas atau Dinar ini bisa jadi kesempatan terbaik Anda saat ini….mumpung uang kertas Anda masih berharga sangat baik sekarang. Wallahu A’lam.

Disclaimer :

Meskipun seluruh tulisan dan analisa di blog ini adalah produk dari kajian yang hati-hati dan dari sumber-sumber yang umumnya dipercaya di dunia bisnis, pasar modal dan pasar uang; kami tidak bertanggung jawab atas kerugian dalam bentuk apapun yang ditimbulkan oleh penggunaan analisa dan tulisan di blog ini baik secara langsung maupun tidak langsung.

Menjadi tanggung jawab pembaca sendiri untuk melakukan kajian yang diperlukan dari sumber blog ini maupun sumber-sumber lainnya, sebelum mengambil keputusan-keputusan yang terkait dengan investasi emas, Dinar maupun investasi lainnya.

Thursday, October 16, 2008

Memahami Sunatullah Produk Investasi Anda...

Sunatullah dalam bahasa sekulernya kurang lebih adalah apa yang akan berjalan dengan sendirinya apabila tidak ada upaya manusia untuk merekayasanya. Dalam bahasa keimanan sebenarnya tidak ada yang berjalan dengan sendirinya ini, semua terjadi sesuai kehendak Allah.

Untuk lebih mudah memahami saya ambilkan contoh balon gas yang biasa diikat dengan benang dan menjadi mainan anak-anak kita. Kalau benangnya dilepas dari pegangan kita, apa yang terjadi ? – dengan sendirinya balon akan naik tanpa batas – atas Ijin Allah. Sunatullah balon gas adalah naik karena masa jenis isi balon tersebut lebih rendah dari udara.

Sebaliknya kalau kita pegang batu bata dan coba kita lepas pegangan kita, apa yang terjadi ? dengan sendirinya batu bata akan jatuh....awas hati-hati kalau mencobanya karena bisa kena kaki !. Sunatullah batu bata dan benda-benda lainnya yang memiliki masa jenis lebih tinggi dari udara akan jatuh bila dilepas.

Hari-hari ini nilai Rupiah jatuh, bursa saham di seluruh dunia juga jatuh meskipun berbagai upaya untuk mengangkatnya telah diupayakan oleh otoritas yang canggih-canggih.

Mengapa demikian ? Uang kertas, kertas saham, bond dlsb. asalnya bernilai sangat rendah mendekati nol (seharga kertas). Kemudian ada pihak yang menjanjikan nilai pada kertas yang asalnya hampir tidak bernilai tersebut. Untuk uang kertas yang menjanjikan nilai tersebut adalah pemerintah; untuk kertas saham dan sejenisnya bisa perusahaan swasta.

Apa yang terjadi kalau pihak yang berjanji tersebut dikawatirkan tidak atau kurang mampu memenuhi janjinya ? uang, saham , bond dan sejenisnya akan dengan sendirinya berjatuhan nilainya. Jadi dapat kita katakan sunatullah uang kertas, saham dan sejenisnya adalah jatuh.

Sebaliknya emas; dalam peradaban manusia manapun – emas selalu memiliki nilai yang tinggi. Tidak ada peradaban manapun dimana manusia menganggap emas tidak berharga. Bahkan emas juga termasuk jenis barang yang akan ada di surga.

Nilai emas hanya turun apabila ada rekayasa untuk menekannya. Lho kok ada pihak yang menghendaki nilai emas turun ?. Menurut para pelaku perdagangan emas di Amerika manusia semacam ini ada dan mereka menyebutnya the Nice Government Men mungkin sejenis juga dengan Men in Black kali ya :)

Konon menurut mereka kalau harga emas dapat ditekan rendah, US$ akan tetap kelihatan perkasa. Sebaliknya kalau harga emas kembali ke sunatullah-nya, maka dengan sendirinya uang US$ meluncur menjadi tidak berharga. Kalau tertarik Anda bisa elaborate analisa mereka ini antara lain di www.gata.org atau www.goldprice.org.

Dengan memahami Sunatullah produk-produk investasi yang ada di pasaran...insyaallah kita tidak akan terkaget-kaget dengan trend-trend jangka pendek, karena kita akan paham betul akan kemana hasil investasi kita dalam jangka panjang.

Dalam berinvestasi (dan juga dalam segala aspek kehidupan kita) insyaallah semuanya akan menjadi mudah kalau bisa kita selaraskan dengan kehendak Allah. Kehendak Allah pasti terjadi, jadi kita tinggal ‘menumpang’ pada scenario Allah tersebut.

Sebaliknya semua akan menjadi sulit kalau kita melawan kehendak Allah, apapun yang kita lakukan akan hancur karena tidak akan ada yang kuasa melawan kehendakNya.

Allah memusnahkan riba dan menyuburkan sedekah. Dan Allah tidak menyukai setiap orang yang tetap dalam kekafiran, dan selalu berbuat dosa.

Maka jika kamu tidak mengerjakan (meninggalkan sisa riba), maka ketahuilah, bahwa Allah dan Rasul-Nya akan memerangimu. Dan jika kamu bertobat (dari pengambilan riba), maka bagimu pokok hartamu; kamu tidak menganiaya dan tidak (pula) dianiaya.
(QS 2 : 276 & 279)

Maha benar Allah dengan segala firmanNya.

Labels:

Wednesday, October 15, 2008

Bagimana Menangani Transaksi Mega Dengan Alat Tukar Dinar...?

Karena getolnya mempromosikan Dinar sebagai solusi untuk menyelesaikan berbagai permasalahan ekonomi abad ini; Oleh guru saya ekonom syariah kondang negeri ini - bulan puasa lalu saya diberi sejumlah soal untuk bisa dijawab.

Pertanyaan-pertanyaan ini penting karena pada waktunya kita memperkenalkan solusi Dinar ini kemasyarakat luas, kita akan dihujani pertanyaan-pertanyaan dari berbagai segi dan dari perbagai disiplin Ilmu. Saya akan berusaha menjawab soal-soal rumit tersebut satu per satu dalam sejumlah tulisan insyaallah.

Pertanyaannya pertama begini :

Bagaimana Dinar bisa digunakan sebagai alat bayar untuk transaksi-transaksi Mega, misalnya untuk membayar pembelian pesawat Airbus A380 yang harganya sekitar US$ 300 juta ?; harus kah Dinar/Emasnya disediakan secara fisik sejumlah barang yang dibeli ?. Padahal transaksi tentu bukan hanya satu ini, banyak transaksi lainnya. Lantas bagaimana menyediakan begitu banyak emas/Dinar yang dibutuhkan ? .

Jawaban saya dari tiga sisi; pertama dari sisi ke-Imanan, kedua dari sisi prinsip dasar ekonomi syariah dan ketiga atas dasar bukti sejarah.

Pertama dari sisi ke-Imanan. Islam dan syariatnya kita yakini kebenarannya pada saat diturunkannya, pada saat sekarang dan benar kapanpun sampai akhir zaman. Sebagian kebenaran tersebut bisa kita buktikan langsung, sebagian lain karena kelemahan kita bisa jadi belum bisa kita buktikan.

Kalau kita belum bisa membuktikan kebenarannya, bukan berarti syariat agama ini yang salah, melainkan kitanya saja yang belum sampai ilmunya.

Kedua dari sisi prinsip dasar ekonomi syariah yang sering saya kutip disini adalah penggalan surat Al Hasyr ayat 7 “....supaya harta itu jangan hanya beredar di antara orang-orang kaya saja di antara kamu.....”. Harta berputar- inilah inti dari ekonomi Islam.

Dinar atau uang dalam Islam haruslah selalu berputar, maka dari itu ada larangan keras menimbun harta dalam bentuk apapun (uang kertas, uang Dinar , dan harta-harta lainnya..).

Uang antara lain berfungsi sebagai ‘timbangan’ untuk menentukan nilai barang-barang dan jasa. Sebaik-baik timbangan tentu timbangan yang adil yang nilainya stabil sepanjang zaman. maka menurut Ghazali hanya emas (Dinar) dan perak (Dirham) – lah yang bisa menjadi timbangan yang adil itu.

Sebagai timbangan, tentu jumlahnya tidak perlu sebesar atau sebanyak barang yang ditimbang. Semakin kecil timbangan relatif terhadap barang yang ditimbang – semakin sering timbangan harus dipakai/berputar. Inilah esensinya mengapa harta harus berputar. Agar semakin banyak ‘barang bisa ditimbang’ atau dengan kata lain agar ekonomi berputar.

Ambil contoh kita memiliki stok beras 1 Gudang; bagaimana menimbangnya ? tentu kita tidak butuh timbangan sebesar satu gudang beras. Kita bisa timbang dengan timbangan kiloan yang baru akan selesai bertahun-tahun menimbangnya. Kita bisa timbang dengan timbangan kwintal, maka akan selesai beberapa minggu. Kita juga bisa timbang dengan jembatan timbang yang akan selesai dalam beberapa jam saja.

Demikian pula kalau kita menangani transaksi Airbus A 380 sebesar US$ 300,000,000,- tersebut diatas; Kalau transaksi tersebut misalnya akan ditangani oleh Gerai Dinar yang kemampuannya baru sampai sekitar 5,000 Dinar (setara sekitar US$ 625,000) per transaksi, maka akan dibutuhkan 480 kali transaksi.

Kelak insyaallah akan terwujud scale-up dari Gerai Dinar menjadi semacam Dinar House (Clearing House-nya Dinar) yang mampu memproses transaksi jutaan Dinar – maka transaksi mega tersebut akan bisa ditangani dalam beberapa kali transaksi saja.

Apakah Dinar dalam jumlah besar tersebut akan ada ?; Sekali lagi tidak harus sebesar/sebanyak barang dan jasa yang ditransaksikan karena prinsip harus berputarnya Dinar, Namun bukan hal yang tidak mungkin bahwa Dinar dalam jumlah yang besar tersebut akan ada kembali di bumi ini.

Mari kita lihat dari sisi ketiga yaitu sejarah. Ketika Abdurrachman bin Auf wafat beliau meninggalkan warisan Dinar masing-masing 80,000 Dinar untuk setiap seorang istri. Beliau memiliki 4 orang istri. hak seorang istri dari empat istri apabila suami meninggal memiliki anak hanya 1/32 bagian. Artinya Dinar yang ditinggalkan Abdur-Rahman bi Auf saat itu ada sebanyak 2,560,000 Dinar.

Dengan Dinar yang dimiliki Abdurrachman bin Auf tersebut, dan diputarnya dengan benar (karena beliau termasuk satu dari sepukuh sahabat yang dijamin masuk surga) – maka tidak heran seluruh penduduk Madinah saat itu bersekutu dengan beliau dalam hal muamalahnya.

Seandainya Dinar Abdurrachman bin Auf tersebut ada saat ini, nilainya setara dengan sekitar US$ 320,000,000,-. Artinya harta sebesar Airbus A 380 bisa ditangani transaksinya dengan harta beliau hanya dengan sekali transaksi.saja !.

Jadi dengan niat yang lurus, kemudian mulai dari apa yang kita tahu dan bisa kita lakukan – maka Insyallah Allah akan memberitahu kita apa yang kita belum tahu. Wallahu A’lam..

Sunday, October 12, 2008

Sikap Dalam Menghadapi Musibah : Tidak Mencari Kambing Hitam…

Dan apa musibah yang menimpa kamu maka adalah disebabkan oleh perbuatan tanganmu sendiri, dan Allah memaafkan sebagian besar (dari kesalahan-kesalahanmu). (QS 42:30)

Rasanya sedih saya membaca di berbagai media dengan apa yang dilakukan oleh para pemimpin dan authoritas financial negeri ini dalam menyikapi krisis financial global yang sedang terjadi.

Kalau toh harus ditutupnya bursa dua hari ini musibah, kalau toh jatuhnya Rupiah diatas Rp 10,000,-/ US$ juga musibah – tidak nampak sama sekali di media akan adanya upaya untuk instrospeksi kedalam system itu sendiri. Baik itu system di bursa saham maupun system moneter yang kita anut.

Yang ada adalah upaya untuk mencari siapa yang salah dalam kejatuhan IHSG di Indonesia Stock Exchange; siapa yang telah bermain curang, siapa yang meniupkan sentimen negatif, dan siapa yang mengambil manfaat. While yang jahat memang perlu ditindak, tetapi bukankah kita juga perlu melihat ke system itu sendiri ?.

Ambil contoh misalnya kita kecurian di rumah kita, pencuri memang perlu kita kejar, laporkan polisi, ditangkap dan dihukum. Tetapi instrospeksi untuk mengevaluasi mengapa kita kecurian juga perlu.

Bisa jadi ita kecurian karena kesombongan kita yang suka pamer kekayaan sehingga mengundang minat pencuri, bisa jadi karena kecerobohan kita karena pengaman di rumah kita yang tidak memadai, bisa jadi pula oleh berbagai penyebab lain yang adanya di kita – bukan menyalahkan pencurinya semata.

Nah penyebab kejatuhan bursa misalnya; mungkin memang ada pihak-pihak yang memanfaatkan situasi dalam krisis ini. Tetapi mengapa system perdagangan saham di bursa sampai demikian mudah dimanfaatkan oleh pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab ? Saya yakin sebagian besar penyebabnya ada di bursa itu sendiri – bukan dipihak lain.

Bukankah kita sadar bahwa praktek di bursa secara global selama ini telah menyerupai Casino raksasa, sehingga maisir dan gharar atau perjudian dan spekulasi telah merajalela di dalamnya dan bahkan diberikan sarananya seperti transaksi short dlsb. ?.

Mengenai jatuhnya Rupiah juga demikian, bukankah kita sadar bahwa uang yang kita pegang – uang kertas- memang nilainya sangat relatif ?. Ketika US$ menjadi sangat perkasa dengan US$ Index mencapai 83 akhir pekan ini, mata uang kita yang biasa-biasa saja – pasti jatuh.

Lantas ketika uang kita jatuh kita malah mencari solusi berlawanan dengan ajaran Agama yang seharusnya menjadi tuntunan kita dalam setiap keputusan ?. Kita menaikkan bunga (menaikkan riba) yang berarti semakin membenamkan negeri ini kedalam riba yang lebih dalam – bukan meninggalkannya.
Lantas , tidak takutkah kita dengan ayat Allah berikut ?.

Allah memusnahkan riba dan menyuburkan sedekah. Dan Allah tidak menyukai setiap orang yang tetap dalam kekafiran, dan selalu berbuat dosa.

Maka jika kamu tidak mengerjakan (meninggalkan sisa riba), maka ketahuilah, bahwa Allah dan Rasul-Nya akan memerangimu. Dan jika kamu bertobat (dari pengambilan riba), maka bagimu pokok hartamu; kamu tidak menganiaya dan tidak (pula) dianiaya.
(QS 2 : 276 & 279)

Atau kita telah menjadi orang-orang sekuler yang memahami agama sekedar memahaminya. Kemudian ketika kita berada di bursa, ketika kita berada di BI, ketika kita berada di Departemen Keuangan kita lupakan ayat-ayat Al-Quran. Tidak kah terbetik sedikitpun dalam hati menjadikan Al-Qur’an sebagai rujukan kita dalam setiap persoalan khidupan ini ?.

Atau barangkali kita lebih percaya kepada ajaran-ajaran textbook ekonomi ribawi yang kita pelajari dari barat – yang ternyata juga tidak berhasil menyelamatkan negerinya dari krisis ini – bahkan menjadi penyebab dari krisis ini ?.

Wallahu A’alm, saya buka ekonom – dan saya juga bukan ustadz; tetapi alhamdulillah saya memiliki keyakinan yang kuat bahwa kalau kita kembali ke ajaran Agama kita dengan sungguh-sungguh – insyaallah kita bisa benar-benar keluar dari krisis ini.

Labels: ,

Thursday, October 9, 2008

Dinar Emas Dan Financial Crisis...

Hampir satu tahun saya menangani blog ini, tidak pernah sesibuk dua hari terakhir. Kemarin saya sampai masuk angin karena tidak sempat makan, hari ini saya baru sempat menulis artikel ini jam 10 malam yang biasanya saya tulis pagi.

Pemicu kesibukan yang luar biasa ini adalah banyaknya telepon, email dan tamu yang datang yang rata-rata menanyakan tentang Dinar dari A sampai Z. Rata-rata yang kirim email, telepon dan datang mengaku sendiri sebagai ‘pemain baru’ dalam Dinar ini sehingga perlu waktu agak lama bagi saya untuk bisa semaksimal mungkin menjelaskannya. Jadi mohon maaf sekali kalau email atau coment Anda belum mendapat giliran di response.

Bisa diduga yang memicu peminat baru dalam Dinar ini adalah krisis yang sedang melanda dunia saat ini. Ketika nilai saham hancur – bahkan bursannya sempat di skors, dan ketika nilai daya beli uang kertas menurun – salah satu ‘pelarian’ yang fitrah bagi para pemilik uang adalah ke emas yang berarti juga Dinar.

Yang hampir selalu saya sampikan adalah dalam berinvestasi, kita harus selalu melihat jangka yang cukup panjang. Jadi jangan terlalu panik dengan gonjang-ganjing sesaat. Emas/Dinar-pun apabila dilihat dalam jangka pendek juga terus bergejolak, bisa naik dan tentu juga bisa turun. Jadi yang berniat untuk mendapatkn keuntungan cepat dengan berspekulasi di emas, siap-siaplah kecewa.

Perkiraan saya sendiri (saya bisa keliru) dalam beberapa bulan kedepan harga emas akan cenderung tertekan turun dahulu sebelum naik kembali. Mengapa ? karena di Amerika akan ada pemimpin baru. Ada semacam euphoria di negara yang pemimpinnya baru – sesaat masyarakat akan mempunyai pengharapan yang luar biasa, seolah pemimpin barunya akan dapat mengatasi seluruh masyalah.

Setelah mereka sadar, bahwa pemimpinnya bukanlah seorang superman – saat itu masyalah yang sebelumnya dihadapi telah menjadi lebih parah kondisinya. Saat itulah emas akan kembali diburu dan tentu naik harganya.

Kapan itu terjadi ?, saya nggak berani memperkirakan waktunya karena saya tidak merasa punya ilmu masa depan. Namun ada yang berani memperkirakan sampai angka harga emas dan waktu kenaikannya seperti kata Donald Luskin, CIO of Trend Macrolytics seperti disiarkan CNBC malam ini sbb.:

“Invest in gold as it may hit $2,000 a troy ounce in the next 6 months. Stores of value, long-term stores bedrock of value, like gold, are going to be the best performing assets over the next couple of years".
US$ Index vs Gold Price Luskin mungkin tidak mengada-ada dalam perkiraannya karena berbeda dengan tingginya harga emas Maret lalu yang disebabkan oleh rendahnya nilai US$; saat ini harga emas tinggi pada saat yang bersamaan nilai US$ juga tinggi yang ditunjukkan oleh tingginya US$ Index.

Sedangkan US$ Index lebih berpeluang turun (setelah melewati masa euphoria pemimpin baru) oleh berbagi sebab, seperti dampak dari bailout yang mereka lakukan baru-baru ini, pemotongan suku bungan the fed dan berbagai penyebab lainnya. Ketika US$ Index turun statistik selalu menunjukkan harga emas naik.

Yang saya sepaham juga dengan Luskin adalah Dinar/Emas berbeda dengan berbagi bentuk investasi lainnya karena faktor stores of value.

Dinar/Emas tidak pernah kehilangan daya belinya. Ketika 1 Dinar cukup untuk membeli kambing di jaman Rasulullah SAW lebih dari 1400 tahun lalu, satu Dinar-pun cukup untuk membeli kambing yang besar sekarang.

Katakanlah prediksi Luskin keliru tentang harga emas dan besuk Dinar harganya turun secara significant dari Rp 1.2 juta ke Rp 1.1 juta, Anda tetap dapat membeli kambing yang besar besuk.

Daya beli inilah yang sangat penting kita pertahankan dalam perencanaan dan pengelolaan keuangan kita.

Jadi ketika kita hijrah dari saham dan berbagai produk turunannya, juga dari deposito ke Dinar/Emas faktor proteksi nilai (daya beli) yang menjadi pertimbngan utama – bukan keuntungan sesaat yang bersifat semu.

Kemudian ada hal lain yang perlu sangat dipahami dalam mengelolaa kekayaan dalam bentuk apapun – tidak harus Dinar/Emas – yaitu larangan menimbun. Karena panjangnya bahasan ini saya akan tulis terpisah – insyaallah.

Disclaimer :

Meskipun seluruh tulisan dan analisa di blog ini adalah produk dari kajian yang hati-hati dan dari sumber-sumber yang umumnya dipercaya di dunia bisnis, pasar modal dan pasar uang; kami tidak bertanggung jawab atas kerugian dalam bentuk apapun yang ditimbulkan oleh penggunaan analisa dan tulisan di blog ini baik secara langsung maupun tidak langsung.

Menjadi tanggung jawab pembaca sendiri untuk melakukan kajian yang diperlukan dari sumber blog ini maupun sumber-sumber lainnya, sebelum mengambil keputusan-keputusan yang terkait dengan investasi emas, Dinar maupun investasi lainnya.

Labels: ,

Wednesday, October 8, 2008

Ma’rifatuz Zaman : Mulkan Jabriyyah, Jaman Dimana Kita Berada Sekarang...

Judul ini saya ambilkan dari judul Khutbah Idul Fitri yang sangat menarik dari Ustad Muhammad Ihsan Arlansyah Tandjung di Masjid Al-Hakim PT Sucofindo-Pancoran-Jaksel 01 Syawwal 1429 H. Atas kebaikan beliau saya dikirimi teksnya via email.

Salah satu poin yang bagi saya sangat menarik adalah penjelasan beliau tentang hadits berikut :

“(1) Babak Kenabian akan berlangsung di tengah kalian selama masa yang Allah kehendaki kemudian Allah mencabutnya jika Allah menghendaki untuk mencabutnya.
(2) Kemudian babak keKhalifahan yang mengikuti pola (manhaj) Kenabian berlangsung di tengah kalian selama masa yang Allah kehendaki kemudian Allah mencabutnya jika Allah menghendaki untuk mencabutnya.
(3) Kemudian babak Raja-raja yang menggigit berlangsung di tengah kalian selama masa yang Allah kehendaki kemudian Allah mencabutnya jika Allah menghendaki untuk mencabutnya.
(4) Kemudian babak Raja-raja yang memaksakan kehendak(para diktator) berlangsung di tengah kalian selama masa yang Allah kehendaki kemudian Allah mencabutnya jika Allah menghendaki untuk mencabutnya.
(5) Kemudian babak keKhalifahan yang mengikuti pola (manhaj) Kenabian kemudian Nabi diam.”
(HR Ahmad 17680).

Menurut beliau zaman dimana kita berada ini adalah zaman keempat, yaitu zaman Mulkan Jabriyyah atau raja-raja yang memaksakan kehendaknya. Zaman ini bermula dari runtuhnya kekalifahan Utsmani Turki 1924 M atau 1342 H.

Ustad kemudian menjelaskan tentang jaman keempat ini sebagai berikut : “Pada zaman keempat ini Ummat Islam menjalani kehidupan laksana anak-anak ayam kehilangan induk. Laksana anak-anak yatim kehilangan ayah. Atau laksana gelandangan kehilangan rumah tempat bernaung.

Dunia Islam terurai menjadi kepingan-kepingan negeri yang memiliki arah dan sistem beraneka jenis yang pada umumnya jauh dari arah dan sistem Islam. Mulailah dunia memiliki para pemimpin dan penguasa yang memaksakan kehendak seraya mengabaikan kehendak Allah dan RasulNya. Nasionalisme dan sekularisme menjadi dominan pada tataran kehidupan sosial-kemasyarakatan, sementara identitas dan ideologi Islam cenderung dilokalisasi pada tataran kehidupan individual semata.

Negara-negara Islam mengumumkan berdirinya nation-state. Masing-masing menentukan ideologi dan falsafahnya sendiri-sendiri yang pada umumnya tidak berlandaskan panduan umat Islam semestinya, yaitu al-Qur’an dan as-Sunnah. Mulailah masing-masing lebih membanggakan identitas material-geografis kebangsaannya daripada identitas spiritual-ideologis keislamannya. Memang, kita tidak semestinya mempertentangkan kebangsaan dengan keislaman. Namun yang pasti, kesadaraan sebagai warga khilafah yang berspirit luas Islam-globalis telah jauh terkubur oleh kesadaraan sebagai warga negara yang berjiwa sempit bangsa-lokalis.

Seorang ulama Pakistan bernama Imran Hosein menyebut dunia kini A Godless Civilization (Peradaban Tak Bertuhan). Ahmad Thompson, seorang penulis Muslim berkebangsaan Inggris, bahkan menyebut dunia kita sejak kurang lebih seratus tahun belakangan merupakan sebuah Sistem Dajjal atau “sistem kafir”.

Ia berpendapat, kondisi dunia kini sangat bertentangan dengan sistem kenabian. Berbagai lini kehidupan modern didominasi dajjalic values (nilai-nilai dajjal), bukan prophetic values (nilai-nilai kenabian). Kemudian secara panjang lebar ia bedah satu per satu lini kehidupan modern yang sudah sangat jauh dari nilai keimanan dan sarat nilai kekufuran.

Muhammad Quthb, adik kandung asy-Syahid Sayyid Quthb, menyebut dunia modern sebagai Jahiliyah Abad 20 atau Jahiliyah Modern.
Pada babak keempat ini ummat Islam menjalani the darkest ages of the Islamic history (masa paling kelam dalam sejarah Islam)”
.

Lantas apa kaitan ini semua dengan upaya penyebar luasan Dinar yang kita lakukan ?.

Ternyata dari seluruh periode yang sudah lewat dan yang sedang berjalan saat ini; System keuangan Dinar digunakan di seluruh tiga periode sebelumnya. Dinar baru tidak dugunakan bersamaan dengan keruntuhan kekalifahan Utsmani Turki – yang juga bertepatan dengan mulainya periode Mulkan Jabriyyah .

Jadi jangan heran kalau sistem keuangan yang adil berbasis Dinar - sekarang lagi nggak kepakai – lha wong jamannya memang lagi jaman Jahiliyah Modern meminjam istilah Muhammad Quthb tersebut diatas.

Meskipun demikian kita tidak perlu pesimis, karena kabar baiknya dari hadits tersebut diatas adalah periode Mulkan Jabriyyah juga akan berakhir, digantikan dengan periode keKhalifahan yang mengikuti pola (manhaj) Kenabian.

Pada periode kelima ini karena mengikuti pola(manhaj) Kenabian, mana yang lebih tepat sistem keuangan ribawi nan spekulatif seperti yang menjelang runtuh sekarang ?– atau sistem keuangan yang adil sepanjang zaman seperti Dinar ? tentu yang terakhir yang berlaku.

Kedhaliman dan kekhufuran pasti runtuh melalui dua sebab yaitu oleh tangan-tangan mereka sendiri dan dengan tangan orang beriman... “.... mereka memusnahkan rumah-rumah mereka dengan tangan mereka sendiri dan tangan orang-orang yang beriman.... (QS 59:2). Sekaraang system kuangan yang dhalim sedang runtuh oleh tangan-tangan mereka sendiri...,kalau tangan-tangan orang beriman dibiarkan tetap berpangku tangan atau tetap terbelenggu, maka yang akan menggantikan mungkin tetap system yang dhalim berikutnya ---maka berpanjang-panjanglah periode Mulkan Jabriyyah berlangsung.

Semoga saja hal kecil yang kita lakukan dengan menyebar luaskan system keuangan yang adil dengan Dinar ini diridloi olehNya – dan melengkapi upaya-upaya yang juga dilakukan oleh saudara-saudaraku seIman lainnya, sehingga terpenuhilah syarat...”...dan dengan tagan-tangan orang beriman...” . Ketika dua syarat tersebut terpenuhi maka kita bisa berharap periode kelima akan segera datang...periode keKhalifahan yang mengikuti pola (manhaj) Kenabian yang kita tunggu-tunggu. Amin.

Labels: ,

Tuesday, October 7, 2008

Kemana Menghilangnya Likwiditas (Uang Kertas) ... ?

Ini adalah pertanyaan awam yang muncul hampir di seluruh dunia sekarang menyangkut banyaknya bank-bank dan lembaga keuangan besar yang berjatuhan. Bank-bank dan lembaga keuangan tersebut berjatuhan rata-rata adalah karena kesulitan likwiditas.

Mengapa kesulitan likwiditas ini berlaku serentak ? bukankah namanya likwiditas seharusnya menyerupi sifat air (liquid = cairan ) yaitu kalau tidak ada di suatu tempat (bank) mestinya mengalir ketempat (bank) lain ?, kenapa krisis likwiditas selalu serentak/bersamaan...?.

Logika awamnya memang demikian, tetapi bukan logika awam ini yang berlaku di dunia perbankan dan keuangan global.

Mayoritas likwiditas dunia perbankan adalah bukan dari uang seperti yang kita kenal uang kertas dan uang logam , tetapi dari uang bank yang dihasilkan melalui suatu proses penciptaan uang (money creation) nan canggih dalam sebuah system perbankan yang disebut Fractional Reserve Banking.

Berikut illustrasinya :

Fractional Reserve Banking Asumsikan Anda punya uang Rp 1 Milyar dan Anda taruh di Bank A, maka sebagai contoh di Indonesia Bank A hanya wajib mencadangkan 5%-nya atau Rp 50 juta. Selebihnya Rp 950 juta oleh Bank A dapat dipinjamkan ke Bank B. Karena bank B juga hanya wajib mencadangkan 5%-nya atau Rp 47.5 juta, maka dari uang pinjaman tersebut bank B dapat meminjamkan lagi ke Bank C sebesar 95%nya tau Rp 902.5 juta. Bank C kemudian meminjamkannya lagi ke Bank D, D ke E dst-dst.

Secara teoritis uang yang tadinya hanya Rp 1 Milyar melalui Fractional Reserve Banking dengan minimum reserve 5 % berpotensi menghasilkan likwiditas berupa uang bank yang besarnya 20 kali lipat atau Rp 20 Milyar.

Dampak sebaliknya juga terjadi, bila Rp 1 Milyar uang Anda tersebut Anda tarik dari Bank A – maka seluruh system perbankan berpotensi kehilangan likwiditas bukan hanya Rp 1 Milyar melainkan Rp 20 Milyar uang bank yang tercipta melalui system perbankan yang ‘brilliant’ yang disebut Fractional Reserve Banking tersebut !.

Bayangkan kalau banyak orang yang mempunyai uang seperti Anda menarik uangnya rame-rame dari perbankan, pastilah bank yang sekuat apapun akan collapse.

Jadi yang terjadi dalam krisis likwiditas global sekarang bukan karena likwiditas mengalir dari satu tempat ke tempat lain – seperti mengalirnya air, melainkan likwiditas yang tadinya memang tidak ada atau hanya ‘semu’ kembali menjadi tidak ada.

Selama system perbankan mengadopsi system Fractional Reserve Banking maka kebangkrutan satu bank akan selalu menyeret seluruh industri perbankan. Atas alasan ini negara-negara di dunia selalu mati-matian menyelamatkan Bank yang lagi bermasalah, karena kalau tidak diselamatkan dampak yang lebih buruk akan terjadi.

Inilah bedanya system keuangan perbankan ribawi dengan system Dinar. Dalam system keuangan ribawi – perbankan selalu menjadi awal musibah atau penyebab dalam setiap krisis; ingat krisis di Indonesia 97/98 dan juga krisis di Amerika saat ini.

Sebaliknya dalam sejarah keuangan berbasis Dinar, Sharf (tempat penukaran uang Dinar di zaman kekhalifahan) sering bertindak menyelamatkan negara dengan memberi pinjaman pada negara pada saat negara mengalami krisis keuangan karena perang dlsb.

Kalau sekarang saya tawarkan system Dinar untuk mengatasi krisis keuangan global yang sedang terjadi....maka para ekonom yang canggih-canggih akan mentertawakan saya; tetapi karena solusi ribawi yang mereka cari just not exist ... maka hanya waktu-lah yang akan membuktikan bahwa ketika kepepet tidak ada solusi lain – manusia akan selalu kembali ke solusi yang fitrah.

Dan apabila mereka dilamun ombak yang besar seperti gunung, mereka menyeru Allah dengan memurnikan ketaatan kepada-Nya. Maka tatkala Allah menyelamatkan mereka sampai di daratan, lalu sebagian mereka tetap menempuh jalan yang lurus. Dan tidak ada yang mengingkari ayat-ayat Kami selain orang-orang yang tidak setia lagi ingkar. (QS 31:32)

Labels:

Saturday, October 4, 2008

Sekali Lagi Bukti Bahwa Emas/Dinar Bukan Hanya Sebagai Pelarian/Safe Haven...

Dua pekan terakhir dunia pasar modal/pasar uang diguncang oleh krisis yang oleh para ekonom mulai disetarakan dengan the Great Depression awal tahun 30-an. Hampir seluruh pasar dunia hancur minggu ini – kecuali Indonesia; untung kita di Indonesia punya tradisi libur lebaran yang panjang sehingga IHSG di Indonesia Stock Exchange untuk sementara masih ‘diselamatkan’ olehNya melalui hari libur lebaran ini.....

Memang akhirnya krisis global ini sedikit teratasi (sementara) setelah ‘DPR’-nya Amerika menyetujui upaya penyelamatan besar-besaran dengan bailout yang angkanya tidak pernah terbayang sebelumnya yaitu US$ 700 Milyar !. Inipun diragukan efektifitasnya oleh tidak sedikit pihak yang kompeten, di the House of Representative Amerika sendiri hampir 40 % anggotanya masih menolak giga bailout tersebut.

Pasar-pun nampaknya meragukan solusi ini, setelah sebelumnya semangat menyambut upaya penyelamatan tersebut – ternyata setelah palu persetujuan benar-benar diketuk – pasar justru ditutup melemah. Rupanya pasar melihat bailout US$ 700 milyar tersebut hanya sebagai ‘Solusi Daripada...’ ; Daripada Tidak Ada Solusi Sama Sekali...!

Kalau kita sebagai investor; lantas bagaimana sikap kita menghadapi krisis pasar yang meng-global semacam ini ?; tiga hal yang menurut saya bisa Anda pegang.

Pertama, pahamilah trend jangka panjang dari hasil investasi Anda – jangan tergoda oleh kinerja sesaat.

Kedua, kalau bisa investasi di sektor riil secara langsung – maka lakukanlah yang ini; bisnis sektor riil yang Anda kuasai dengan baik segala aspeknya memiliki kecenderungan survive yang lebih tinggi disamping memberikan kepuasan batin yang lebih baik.

Ketiga, kalau point kedua belum bisa Anda lakukan – maka emas atau Dinar dapat menjadi pilihan yang aman untuk investasi dan proteksi atas hasil jerih payah Anda.

Dow vs. Gold TrendDua grafik disamping memberikan ilustrasi yang baik untuk poin pertama dan ketiga dari tiga prinsip tersebut diatas.

Grafik pertama saya ambil dari trend harga saham dunia yang terwakili oleh Dow Jones Industrial Average sejak awal tahun 2000 sampai akhir perdagangan Jum’at kemarin. Kemudian pada grafik tersebut saya plot-kan harga emas dunia tepat pada rentang waktu yang sama – datanya saya ambilkan dari Kitco. Anda bisa melihat perbandingannya dengan sangat jelas, investasi emas sembilan tahun terakhir jelas mengungguli investasi saham dunia.

Dow Gold Ratio Grafik kedua menunjukkan rasionya yang kita sebut Dow Gold Ratio (DGR) – yang indikatornya bisa Anda ikuti dalam salah satu panel di dashboard GeraiDinar ini secara real-time. DGR menunjukkan angka yang menukik tajam dari kisaran angka 38-an tahun 2000, menjadi hanya sekitar 12-an sekarang. Artinya dengan jumlah Dinar atau emas yang sama tahun 2000 , Anda bisa membeli rata-rata saham tiga kali lebih banyak sekarang – kalau Anda mau- tetapi saya tidak menganjurkannya.

Sekali lagi ini bukti statistik yang tidak terbantahkan; bahwa meskipun emas/Dinar juga lagi murah sekarang, emas/Dinar tetap menjadi investasi yang jauh lebih baik daripada saham dan berbagai produk turunannya. Wallahu A’lam.

Disclaimer :

Meskipun seluruh tulisan dan analisa di blog ini adalah produk dari kajian yang hati-hati dan dari sumber-sumber yang umumnya dipercaya di dunia bisnis, pasar modal dan pasar uang; kami tidak bertanggung jawab atas kerugian dalam bentuk apapun yang ditimbulkan oleh penggunaan analisa dan tulisan di blog ini baik secara langsung maupun tidak langsung.

Menjadi tanggung jawab pembaca sendiri untuk melakukan kajian yang diperlukan dari sumber blog ini maupun sumber-sumber lainnya, sebelum mengambil keputusan-keputusan yang terkait dengan investasi emas, Dinar maupun investasi lainnya.

Labels:

Friday, October 3, 2008

Simple Life....

Dan Aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka beribadah kepada-Ku. (QS 51: 56)

Alhamdulillah dengan penuh syukur kehadiratNya perjalanan panjang melelahkan dua minggu telah saya selesaikan, insyaallah mulai hari ini saya bisa hadir lagi mengisi blog ini.

Memang sayang saya tidak bisa menemani pembaca disaat pasar dunia bergejolak hebat selama dua minggu terakhir yang dipicu oleh krisis di Amerika, namun insyaallah banyak hal berharga lain yang bisa kita share bersama pada hari-hari mendatang.

Pada kesempatan pertama mengisi blog ini kembali-pun saya tidak tergesa-gesa memberi komentar pada apa yang sedang terjadi di pasar, tetapi ingin lebih dahulu share pelajaran dari perjalanan ber i’tikaf di Baitullah.

Pelajaran sederhana ini adalah tentang bagaimana memberi makna hidup kita ini. Begitu sederhananya pelajaran ini sehingga hanya dibutuhklan satu ayat pendek untuk menjelaskannya...yaitu ayat yang saya kutip tersebut diatas.

Hidup ini hanya akan bermakna dan kemenangan besar hanya akan kita peroleh bila kita hidup sesuai dengan tujuan penciptaan kita yaitu untuk beribadah kepadaNya titik.

Tidak mudah memang menghayati tujuan penciptaan kita tersebut dikala kita terjebak dalam hiruk pikuknya dunia yang melalaikan ini. Dunia yang seharusnya hanya menjadi sarana kita untuk beribadah kepadaNya, sering berubah menjadi tujuan hidup itu sendiri.

Itulah sebabnya dari waktu ke waktu kita perlu keluar dari kehidupan rutin kita untuk bisa secara khusuk berintrospeksi diri – sejauh mana kita telah berada pada garis yang sejalan dengan tujuan penciptaan kita tersebut.

Kesempatan terbaik tahunan untuk ini adalah 10 hari terakhir bulan Ramadhan, yaitu mengikuti sunnah Rasulullah SAW beri’tikaf di Masjid. Tidak harus di Masjidil Haram memang, namun apabila bisa melakukannya disana akan sangat baik karena sekali sholat di Masjidil Haram nilainya 100,000 kali sholat di Masjid lain (selain Masjid Nabawi dan Masjidil Aqsa).

Selain masalah pahala yang bukan urusan kita (urusan Allah semata) tersebut, memaknai tujuan hidup menjadi lebih mudah kita hayati pada saat kita ber i’tikaf di Masjidil Haram.

Betapa tidak, jutaan orang (Ramadhan kemarin diperkirakan diatas 2 juta) rela untuk meninggalkan segala kenikmatan duniawi hanya agar bisa beribadah kepadaNya.

Selama 10 hari (kemarin hnya 9 karena puasa hanya 29 hari) kita tidak mementingkan apa yang kita makan, dimana kita tidur, yang paling penting hanya agar kita bisa Sholat wajib, sholat taraweh dan shalat malam tanpa ketinggalan.

Untuk urusan duniawi kita misalnya, kita sudah bahagia bila menjelang berbuka mendapatkan beberapa butir korma dan air putih yang dibagikan oleh para dermawan dari kalangan penduduk Mekkah dan sekitarnya.

Untuk tidur (selama 9 hari !) kita sudah cukup bahagia bila kavling yang luasnya hanya sebatas sajadah – tidak digeser oleh orang lain, mulai malam 25 sampai malam 29 bahkan kita harus mengorbankan kavling tersebut menjadi ½ sajadah saja karena semakin banyaknnya jemaah yang ingin beritikaf di Masjid.

Mengapa ini semua dengan suka rela kita lakukan ? karena kita disana menyadari bahwa yang paling penting adalah agar kita dapat beribadah kepadaNya !.

Alangkah indahnya bila kesadaran demikian dapat kita bawa dalam kehidupan kita sehari-hari; semua ini hanya sarana agar kita dapat beribadah kepadaNya.

Karena sifatnya hanya sarana, maka tidaklah menjadi terlalu penting bagi kita untuk bisa makan apa hari ini, seperti apa dan dimana rumah tempat tinggal kita, setinggi apa karir kita, semaju apa usaha kita dst.dst. Semua ini hanya akan bernilai positif apabila dapat menunjang tujuan utama penciptaan kita – yaitu untuk beribadah kepadaNya.

Kalau kesadaran ini bisa kita bangkitkan, maka insyaallah kita akan dapat melihat hidup ini secara sederhana yaitu fokus pada tujuannya ber-ibadah untuk memeperoleh RidloNya, Apapun diluar itu hanyalah sarana, Sarana tidak boleh melalaikan kita dari tujun apalagi berubah menjadi tujuan itu sendiri. Wallahu a’lam.