Gold Dinar to
Buy Dinar etc.
Dinar & Dirham
17 - Mar - 2011 Jam 12 : 30  
Item Jual (Rp) Beli (Rp)
Dinar 1,711,420 1,642,963
Dirham 45,000 43,200
 
Emas
Rp/Gr 402,687 386,580

Catatan:
1. Penjelasan Harga Emas/Dinar di Gerai Dinar

2. Jam Transaksi : 07:00 - 17:00 BBWI (Kecuali Hari Libur)

GoldCheck; Emas Pro Pastikan dan Produktifkan

Sunday, March 30, 2008

Dalam Jangka Panjang Dollar Akan Terus Melemah dan Emas Akan Terus Naik… (Tulisan 1 dari Insyallah 4 tulisan)

Ketika minggu lalu saya menulis persepsi yang mempengaruhi naik turunnya Dollar sesaat, saya menjanjikan akan menulis alasan yang lebih bersifat fundamental yang mempengaruhi trend daya beli Dollar terhadap emas. Perlu waktu beberapa hari untuk saya mengumpulkan referensi yang bisa diandalkan sehingga tulisan saya bisa dipertanggung jawabkan.

Alhamdulillah pencarian saya tidak sia-sia, karena setidaknya saya menemukan 12 alasan yang mendukung hipotesa saya bahwa Dollar akan jatuh - dan juga seluruh mata uang kertas lainnya yang tidak bisa dipisahkan dari system keuangan dunia yang didominasi oleh Dollar.

Berikut adalah ringkasan 3 dari 12 hal yang akan menghancurkan US Dollar dari dalam mereka sendiri. Sembilan yang lain masih perlu saya dalami dan cari supporting datanya agar saya tidak salah ngomong; pada waktunya insyaallah akan saya share 9 alasan lainnya.

1) The federal government’s fiscal exposures yaitu kewajiban/hutang langsung maupun tidak langsung pemerintah Federal Amerika terus membengkak sejak tahun 2000. Fiscal exposure ini ‘hanya’ US$ 20 trilyun tahun 2000; membengkak menjadi US$ 46 trilyun tahun 2005 ; dan membengkak lagi menjadi US$ 53 trilyun tahun 2007. Jadi kalau Anda warga negara Amerika, maka setiap diri Anda berhutang US$ 156,000 tahun 2005; dan membengkak menjadi US$ 175,000 tahun 2007 lalu. Apakah ini bukan gejala kehancuran ? Anda bisa telusuri sendiri datanya dari sumber resmi di link yang saya berikan tersebut. Anda tidak perlu ragu tentang data ini, karena sumbernya dapat dipercaya. Salah satunya malah pernyataan dari United States Government Accountability Office yaitu berupa surat dari Comptroller General of United States kepada Presiden Amerika – yang mengingatkan situasi yang tidak mengenakkan ini.

2) Apakah orang bisa menjadi tambah kaya dengan menambah hutang ?; yang ada malah sebaliknya – orang yang dari waktu kewaktu bertambah hutangnya – dia akan menuju kebangkrutan. Bagi kita umat Islam bahkan dianjurkan melalui doa yang matsur untuk berdoa pagi petang – agar dijauhkan dari lilitan hutang. Lagi-lagi di Amerika; random survey dari sekitar 3 juta konsumen Amerika, 51%-nya memiliki minimal 2 kartu kredit dan sekitar 14% memiliki lebih dari 10 kartu kredit. Dari yang memiliki 10 kartu kredit ini – mereka menggunakan lebih dari separuh masing-masing limit. Yang mengkawatirkan lagi, ternyata kartu kredit mereka bukan digunakan untuk keperluan darurat, tetapi untuk menutupi kebutuhan sehari-hari. Kersimpulan dari riset ini adalah dalam dua tahun terakhir warga negara Amerika lebih banyak menambah hutangnya dibandingkan waktu-waktu yang lampau.

USA Oil Production vs. Consumption3) Ketergantungan Amerika Serikat terhadap supply minyak dunia makin besar. Produksi minyak mereka menurun, Impor minyak makin hari makin membengkak tidak dibarengi dengan export secara memadai untuk membelinya. Saat ini 75% konsumsi minyak Amerika adalah Impor. Lihat grafik yang mencemaskan terlampir. Ketergantungan terhadap minyak impor inilah yang mendorong politik luar negeri mereka terhadap Negara-negara penghasil minyak. Dari sini pula kita bisa mudah paham inyaallah betapa kawatirnya mereka terhadap kenaikan harga minyak Dunia.

Dari tiga hal tersebut diatas, insyaallah kita dapat memahami akan kemana kira-kira ekonomi Amerika yang berarti juga US Dollar. Sedangkan US$ bergerak berlawanan arah dengan harga Emas atau Dinar; jadi bisa perkirakan akan kemana harga emas/Dinar kedepan.

Agar Anda tidak bingung; dalam jangka pendek bisa saja US$ menguat yang berarti harga emas dan Dinar menurun seperti yang terjadi dalam dua pekan terakhir; tetapi alasan-alasan yang lebih fundamental seperti 3 butir yang saya uraikan diatas-lah yang akan lebih dominan mempengaruhi daya beli US Dollar dalam jangka menengah dan panjang.

Sebagai upaya manusia biasa, tentu kajian untuk masa depan seperti ini bisa jadi salah karena hanya Allah-lah yang tahu apa yang belum terjadi. Namun mempersiapkan diri untuk menghadapi kemungkinan paceklik dimasa depan, juga dicontohkan dalam Al-Qur'an yaitu di Surat Yusuf 47-48 yang bahasannya saya muat di artikel tanggal 25 Desember 2007. Wallahu A'lam

Labels: , , , , ,

Thursday, March 27, 2008

Sungguh Menakjubkan Urusan Orang Mukmin....

Kali ini saya mau berbagi pandangan dalam menyikapi naik turunnya Dollar, Minyak dan Dinar – dari sudut pandang keIslaman.

Judul tulisan tersebut diatas saya ambil dari salah satu Hadits Rasulullah SAW dalam kitab Riyadhus Shalihin yang terjemahannya kurang lebih berbunyi :

Rasulullah SAW bersabda : “ Sungguh menakjubkan urusan orang mukmin, sesungguhnya seluruh urusannnya baik baginya. Hal itu tidak akan dimiliki oleh seseorang, kecuali bagi seorang mukmin. Bila dia memperoleh kegembiraan, dia bersyukur dan itu adalah kebaikan baginya. Namun bila dia tertimpa penderitaan, dia sabar dan itu juga kebaikan baginya”. (HR. Muslim).

Diantara Sahabat Rasulullah SAW yang sangat menjiwai hadits tersebut bahkan mengibaratkan kegembiraan dan penderitaan itu adalah dua kuda, naik yang mana saja tidak masalah baginya. Di kala naik ‘kuda’ kegembiraan dia bersukur, sebaliknya dikala naik ‘kuda’ penderitaan dia bisa bersabar.

Nah apa kaitannya sikap syukur dan sabar tersebut dengan Dollar, Minyak dan Dinar ?.

Begini, untuk kepentingan seluruh umat saat ini – harga minyak yang rendah adalah baik. Kebutuhan kita semua akan lebih terjangkau bila harga minyak murah. Itulah sebabnya dalam tulisan saya dua hari lalu saya gembira melihat harga minyak ada kecenderungan turun; dan saat itu saya berharap penurunan ini akan berlangsung cukup lama. Kegembiraan saya melihat harga minyak turun insyaallah lebih tinggi dari ketidak sukaan saya melihat dollar perkasa, sayangnya dua hal ini terus berdampingan di pasar.

Sebaliknya hari-hari ini US Dollar terus melemah. Semalam US Dollar Index mengalami penurunan sampai 1.25%; bersamaan dengan itu harga minyak kembali naik menjadi US$ 106.12/ barrel. Bahkan situs perminyakan terkenal Oil-Price.Net mencantumkan 1 year forecast –nya pada angka US$ 137.96/barrel.

Kita tahu 1 barrel = 117.35 liter, artinya bahan minyak mentahnya saja harganya sudah = US$ 1.18/liter atau Rp 10,915/liter....Lantas pemerintah akan menghargai berapa untuk premium yang ada di pasar ?. Menyedihkan bukan...?.

Sebagai seorang muslim kita perlu tahu masalah-masalah ini agar kita bisa menyikapinya dengan benar dan syukur-syukur bisa menjadikannya sebagai lahan ibadah untuk bekal akhirat kelak.

Mumpung belum terjadi krisis energi yang mengerikan bersamaan dengan naiknya harga minyak, ayo mulai kita pikirkan bareng solusi energi alternatif yang bermanfaat bagi rakyat banyak. Sumber energi alternatif ini sangat banyak disediakan Allah dimuka bumi, dan pasti cukup sampai berakhirnya kehidupan di dunia. Salah satunya energi angin yang saya tulis di artikel tanggal 13/3/08.

Jadi insyaallah keprihatinan kita akan naiknya harga minyak; dapat menghasilkan amal ibadah baru bagi kita yaitu energi alternatif bagi seluruh umat sampai akhir zaman. Bagi pembaca yang kebetulan ada ilmu dan pengalaman khusus dibidang energi alternatif ini dapat membantu merealisasikan ide ini. Wallahu A’alm.

Labels: , ,

Wednesday, March 26, 2008

Dollar Kembali Melemah...

Setelah menunjukkan keperkasaannya hampir sepanjang minggu lalu, kemarin US$ kembali melemah. Index U$ Dollar yang merupakan tolok ukur Dollar terhadap sekumpulan mata uang kuat besar lainnya menunjukkan penurunan sampai 1.23 %.

Dampak melemahnya US$ ini , harga emas naik sampai hampir 2.5 % sampai akhir pedagangan semalam. Terus terang kenaikan ini lebih cepat dari perkiraan saya kemarin, karena saya tadinya berharap situasi harga emas yang rendah ini bisa bertahan beberapa minggu atau bahkan beberapa bulan agar Dinar berkesempatan meluas dimasyarakat dengan harga yang lebih terjangkau.

Dalam jangka pendek melemahnya US Dollar ini memang lebih digerakkan oleh persepsi ketimbang hal yang bersifat fundamental. Melemahnya US$ kemarin dipicu oleh laporan yang dikeluarkan oleh the Conference Board sebuah Business Membership & Research Organization yang di kalangan pelaku business internasional terkenal dengan produknya the Consumer Confident Index.

Dalam laporan terakhirnya yang dikeluarkan kemarin 25/3/2008; the Consumer Confident Index yang merupakan hasil survey dari sample 5,000 rumah tangga di Amerika Serikat menunjukan angka 64.5 ( dari angka 100 untuk tahun 1985). Angka ini merupakan penurunan yang sangat serius dari angka bulan sebelumnya yang masih berada pada angka 76.4.

Rendahnya the Consumer Confident Index ini pada umumnya sejalan dengan melemahnya daya beli dan tingkat konsumsi masyarakat yang berarti juga melemahnya ekonomi. Ketika ekonomi melemah, masyarakat perlu alternatif untuk mengamankan investasinya – dari sinilah emas sering menjadi pilihan yang aman; sehingga harga emas naik.

Persepsi yang mempengaruhi trend sesaat tersebut perlu kita pahami agar kita tahu apa yang sebenarnya terjadi di pasar; namun dalam proses pengambilan keputusan akan lebih aman apabila kita gunakan dasar-dasar yang lebih bersifat fundamental.

Karena kenaikan yang bersifat sementara ini lebih didorong persepsi, maka besok-besok kalau ada yang membalikkan arah persepsi tersebut maka akan kembali turun-lah harga emas ini.

Sebaliknya apabila yang menjadi pendorong naik/turunnya harga adalah alasan yang bersifat fundamental, maka akan diperlukan perubahan yang bersifat fundamental pula untuk membalik arahnya.

Paling tidak, menurut analisa saya sendiri – seluruh dasar yang bersifat fundamental cenderung akan mendorong harga emas atau Dinar naik terus dalam jangka panjang – meskipun dalam jangka pendek bisa naik turun seperti yang terjadi dalam dua pekan ini. Hasil analisa yang bersifat kwantitiatf, secara sederhana selalu saya tampilkan dalam bentuk trend harga Dinar dalam rentang waktu satu bulan, sampai empat puluh tahun.

Dengan penyajian trend tersebut, diharapkan masyarakat akan sangat well informed tentang harga Dinar ini sebelum memutuskan untuk berinvestasi didalamnya.

Selain data yang bersifat kwantitatif yang sudah saya sajikan, saya juga sedang berusaha menyiapkan analisa yang lebih bersifat kwalitatif untuk dapat lebih menjelaskan – mengapa harga Emas Dinar akan terus naik. Pada waktunya nanti insyaallah akan saya tampilkan di blog ini. Hanya Allah-lah Yang Maha Tahu, sedangkan kita tidak tahu kecuali apa yang Dia beritahu.

Labels: , , ,

Tuesday, March 25, 2008

Harga Minyak Mungkin Masih Akan Turun...

Dalam tulisan sebelumnya antara lain tanggal 9 Maret 2008 , saya menyajikan betapa erat kaitan antara naik turunnya emas dengan naik turunnya harga komoditi utama khususnya minyak.

Hari-hari ini harga minyak kemungkinan masih akan turun – sehingga demikian pula dengan harga emas. Pemicu penurunan harga minyak ini antara lain adalah hal-hal berikut ;

1) Negara pengkonsumsi energi terbesar dunia yaitu Amerika Serikat mengalamai penurunan pertumbuhan ekonomi, sehingga kebutuhan energinya juga turun. Laporan terakhir akhir pekan lalu menunjukkan tingkat konsumsi ini selama empat pekan terakhir turun 3.2% dibanding periode yang sama tahun lalu.
2) Timbunan stok minyak Amerika Serikat lagi tinggi-tingginya; selama tahun ini saja diperkirakan mereka berhasil menambah timbunannya sebesar 1.5 juta barrel menjadi sekitar 311.8 juta barrel.
3) Pernyataan dari King Abdullah – Arab Saudi Ahad lalu bahwa Arab Saudi akan bekerjasama dengan negara-negara OPEC maupun penghasil minyak diluar OPEC untuk menjamin kecukupan minyak dunia dalam upaya menghindari spekulasi yang merusak. Pernyataan ini dikeluarkan King Abdullah sehari setelah kunjungan wakil presiden Amerika Serikat Dick Cheney.

Bagi kita semua, penurunan harga minyak ini akan baik karena harga kebutuhan pokok kita sehari-hari juga sangat dipengaruhi harga minyak ini. Jadi kita berharap mudah-mudahan berlanjut sehingga beban biaya hidup kita berkurang.

Bagi penyebar luasan Dinar hal ini juga baik karena Dinar akan semakin terjangkau; saya melihat ada kenaikan pembelian Dinar beberapa hari terakhir sejak harga mengalami penurunan yang significant.

Yang sementara ini terkesan ‘rugi’ adalah bagi yang mulai membelinya pada saat harga tinggi khususnya dua minggu lalu; insyaallah tidak perlu kawatir karena Anda bisa perhatikan di grafik harga emas setahun terakhir, sepuluh tahun terakhir bahkan empat puluh tahun terakhir yang terus cenderung naik.

Jadi penurunan harga minyak, dan penurunan harga emas ini akan bersifat sementara, bisa seminggu- dua minggu, sebulan dua bulan, lalu selanjutnya harga minyak akan naik kembali mengikuti trend utamanya yaitu naik.

Demikian pula dengan emas, penurunan yang sifatnya sementara ini dapat kita manfaatkan secara optimal untuk menyebar luaskan Dinar ke masayarakat – sebelum harga emas akan kembali ke trend utamanya yang cenderung naik terus dalam rentang waktu yang panjang. Wallahu A’lam.

Labels: , ,

Monday, March 24, 2008

Apa Yang Terjadi Dengan Harga Emas Minggu Lalu...?

Sepanjang minggu lalu, hal yang luar biasa terjadi di harga emas internasional. Setelah awal minggu mencapai puncaknya dengan harga di mendekati US$ 1,030/troy oz. Pada akhir pekan libur panjang kemarin harga emas mencapai titik terendahnya US$ 910/troy oz atau berfluktuasi sebesar 12% dalam satu minggu !.

Dibenak kita tentu segudang pertanyaan yang terkait dengan turunnya harga emas ini.

Pertanyaan pertama yang paling lumrah adalah, apa yang sebenarnya menyebabkan hal ini ?

Seperti yang saya tulis tanggal 19/3/2008 minggu lalu, bahwa terapi the Fed lagi efektif kali ini . Bayangkan sejak September 2007, telah enam kali the Fed menghajar sampai hampir habis suku bunganya sehingga turun dari 5.25 % menjadi tinggal 2.25%.

Di benak mereka krisis ini di awali dari kegagalan di kredit perumahan, maka indikator penyembuhannya harus berhasil memulihkan sektor perumahan – caranya ? ya antara lain dengan menyediakan kredit bunga yang rendah tadi.

Banyak langkah lain yang juga dilakukan the Fed untuk memulihkan pasar; bahkan langkah ini kadang kontroversial seperti upayanya minggu lalu mendukung JP Morgan untuk mengambil alih Bear Stearns – investment bank raksasa yang terancam bankrut – dengan pinjaman US$ 30 milyar.

Langkah-langkah the Fed ini penting kita amati, karena di Amerika ada anggapan bahwa orang kedua paling kuasa disana setelah presiden adalah the Fed Chairman yang sekarang di jabat olen Ben Bernanke – merekalah yang berwenang ‘mencetak uang dari awang-awang’.

Pertanyaan berikutnya yang mungkin juga ada di benak Anda, adalah apakah penurunan ini aklan berlanjut terus atau balik naik ?.

Keduanya mungkin terjadi. Mirip dengan harga saham – untuk jangka pendek harga emas juga banyak dipengaruhi oleh persepsi ketimbang realitas, maka kalau sebagian pelaku pasar comfortable dengan perbaikan ekonomi di Amerika Serikat – maka harga saham akan naik – untuk sementara orang akan menjual emas dan memborong saham.

Kalau di persepsikan US$ membaik, orang akan kembali ke deposito dan produk-produk keuangan berbasis US$ - dan mengurangi portfolio emasnya. Semua ini berdampak pada turunnya harga emas.

Namun ada perbedaan yang mendasar di emas yang tidak dimiliki di kertas saham maupun uang kertas, yaitu nilai intrinsiknya sendiri yang tinggi – yang memiliki daya beli stabil terhadap segala kebutuhan manusia sepanjang zaman.
Emas atau Dinar adalah representasi yang dari kesejahteraan suatu bangsa. Sementara itu nilai uang kertas bersifat semu, naiknya angka tidak berarti mesti membawa kesejahteraan.

Ahad kemarin saya sempat membaca tulisan menarik dari kantor berita Amerika Associated Press yang menggambarkan ekonomi Amerika seperti kecemplung sumur yang tidak berdasar (abyss) – saking dalamnya. Team penulis yang memberi judul tulisannya dengan How Deep Is Economic Abyss?; mengungkap fakta-fakta kecil tetapi menarik seperti :

1. Sampai akhir 2007 lalu 36% pendapatan penduduk Amerika habis untuk makan, energy dan kesehatan. Persentase ini terbesar sejak data semacam ini dikumpulkan tahun 1960.
2. Orang semakin jarang makan di restaurant; di bulan Januari 2008 saja 54% restaurant mengalami penurunan omset
3. Orang semakin jarang membuang sampah – karena mengoptimalkan penggunaan/konsumsi dari barang yang dimilikinya !.
4. Total nilai hutang perumahan melebihi total nilai ekuitas seluruh pemilik rumah.

Dan masih banyak indikator lain yang mengindikasikan bahwa ekonomi belum menunjukkan tanda-tanda untuk pulih. Tidak mudah mengangkat ekonomi daru sumur yang sangat dalam.

Pertanyaan terakhir yang mungkin tidak kalah menariknya adalah – apakah sekarang waktu yang tepat untuk membeli Dinar ?

Jawabannya tergantung motif kita membeli Dinar. Apabila kita membeli Dinar lebih didorong faktor ekonomi, yaitu antara lain naik-turunnya harga – maka membeli Dinar sama rumitnya dengan membeli saham. Kadang kita membeli pada harga yang tinggi tetapi harga tetap naik – sehingga tetap untung; atau sebaliknya, kita membeli dengan harga yang rendah-pun; harga masih bisa terus turun – jadi tetap rugi.

Untuk yang mebeli dengan motif ini, ma’af saya tidak bisa memberi tips – bagaimana untuk pasti untung.

Motif lain yang selalu saya dorong umat untuk menggunakan Dinar adalah sebagai bentuk membangun ketahanan ekonomi (yukhsinun) ; agar harta umat tidak bisa dipermainkan oleh spekulan seperti tahun 1997/1998. Dan tentu yang sangat penting adalah mengembalikan umat pada sunnah Rasulullah SAW dan para sahabatnya yang diberi petunjuk – yaitu menggunakan uang yang adil sepanjang zaman untuk bermuamalah. Kita tidak bisa bermuamalah dengan adil apabila alatnya itu sendiri – yaitu uang kertas – tidak adil.

Untuk pembeli dengan motif yang kedua - tidak ada waktu yang salah untuk pindah dari uang kertas yang tidak adil ke 'uang' yang adil sepanjang zaman. Wallahu A’lam.

Labels: , , ,

Thursday, March 20, 2008

Selagi Uang Fiat Perkasa...

Ada yang aneh dalam pasar modal dan komoditi global selama perdagangan kemarin. Kita tahu bahwa sejak September 2007 sampai sekarang telah enam kali the Fed menurunkan suku bunganya.

Sampai lima kali penurunan rate sebelumnya dampak terhadap pasar modal dan komiditi sangat jelas dan mudah dipahami. Setiap kali Dollar menjadi kurang menarik , orang akan lari ke pasar modal atau ke komoditi – antara lain minyak, emas dan lain sebagainya. Artinya setelah the fed menurunkan suku bunga, biasanya harga saham naik demikian pula emas.

Ini dapat dilihat di grafik trend harga Dinar setahun terakhir seperti yang selalu saya sajikan di samping tulisan ini; sejak September 2007 sampai tiga hari lalu, harga emas yang berarti juga Dinar terus naik.

Penurunan suku bungan the Fed 0.75 basis points dua hari lalu ternyata reaksinya berlawanan dengan yang selama ini terjadi. US$ bukannya turun malah naik yang diindikasikan dengan naiknya US Dollar index kemarin sebesar 0.73%.

Sebaliknya saham bukannya naik malah turun secara significant, Dow Jones industrial Average (DJIA) turun 2.36 %, dan NYSE Composite Index turun 3.14%. Pasar komoditi lebih besar lagi penurunnannya, Minyak turun 6 % dan emas turun 4.8%.

Sementara para ahli sibuk berusaha menjelaskan anomali tersebut, saya jujur kali ini saya tidak bisa menjelaskannya. Yang saya tahu adalah daya beli emas/Dinar adalah stabil sepanjang zaman, seperti yang sudah terjadi lebih dari 1400 tahun ini, dan insyaallah juga akan stabil sampai akhir zaman. Menurunnya harga minyak sejalan dengan menurunnya emas tersebut diatas, sekali lagi membuktikan kebenaran teori stabilitas daya beli emas/Dinar ini.

Selagi uang fiat kita baik berupa US Dollar maupun Rupiah perkasa seperti sekarang ini, inilah waktu yang sangat baik untuk kita kembali ke ‘uang’ yang berdaya beli tetap sepanjang zaman tersebut yaitu Dinar dan Dirham. Dinar lagi 'murah' sekarang, di Gerai Dinar harga Dinar pagi ini 'hanya' Rp 1,202,200 atau turun 4.8% dari harga kemarin sore Rp 1,263,100.

Banyak hikmah dari penurunan harga minyak dan harga Dinar ini; pertama yang jelas kita semua dapat bernafas agak lega bahwa kenaikan harga bensin dan minyak tanah yang mengerikan – diharapkan dapat di rem. Kedua adalah masyarakat yang belum merngenal Dinar, insyaallah Dinar akan lebih terjangkau dalam beberapa hari atau minggu kedepan – mudah-mudahan cukup waktu sebelum akhirnya naik lagi.

Insyaallah pengenalan Dinar tidak hanya berhenti dengan sekedar orang pegang Dinar terus disimpan, program Qirad yang telah kita mulai tiga pekan terakhir telah membuka cakrawala penerapan Dinar yang Subhanallah...mumpung banyak waktu di liburan akhir pekan yang panjang ini, saya akan coba menulis lebih detil tentang program Qirad ini. Semoga Allah memudahkan jalanNya untuk kita semua.

Labels: , ,

Wednesday, March 19, 2008

Untuk Sementara Terapi Kali Ini Cukup Efektif...

Sepanjang tahun ini Federal Reserve Amerika Serikat telah berulang kali berusaha untuk membangkitkan ekonomi dan menjaga nilai uangnya (US$), lihat antara lain beberapa tulisan saya tanggal 23/1/08, 26/2/08 dan 12/3/08 .

Upaya penyelamatan yang bertubi tubi ini bisa dilihat dari dua sisi, pertama kita bisa melihat betapa seriusnya problem yang dihadapi Dollar sehingga perlu upaya begitu rupa untuk menyelamatkannya. Kedua bisa juga dilihat bahwa pemerintah Amerika Serikat sangat serius berupaya menyelamatkan uangnya.

Pandangan pertama yang nampaknya banyak dilihat pasar dalam upaya-upaya penyelamatan sebelumnya sehingga upaya the Fed tidak efektif; sedangkan tadi malam berbeda, pandangan kedua yang diambil banyak pelaku pasar sehingga penurunan suku bunga the Fed sebesar 0.75 basis points berhasil mengangkat US Dollar dan bursa saham sekaligus.

Di pasar uang, US$ menguat terhadap mata uang dari 15 negera eropa yaitu Euro dari 1 Euro setara US$1.5831 hari sebelumnya membaik menjadi US$ 1.5640 penutupan kemarin. Di bursa saham langkah terakhir the Fed juga berhasil mendongkrak saham-saham yang di perdagangkan di pasar secara significant. Dow Jones Industrial Average berhasil naik 3.51% dari hari sebelumnya, sedangkan NYSE Composite Index berhasil naik 3.97% dari hari sebelumnya.

Lantas apa artinya ini semua pada harga emas dan Dinar ?. Menariknya pasar saham sehari kemarin membuat pasar emas sementara memiliki pesaingnya. Bagi sebagian pelaku, harga emas yang sudah kelewat tinggi membuat mereka mengambil untung dan menggunakan dananya untuk membeli saham. Akibatnya harga emas turun menjadi tinggal US$ 985.0/ troy oz pagi ini.

Dampak dari penurunan harga emas dunia ini, tentu Dinar di GeraiDinar juga trurun cukup significant yaitu turun 2.25% dari harga kemarin sore sebesar Rp 1,289,200 menjadi Rp 1,260, 200.- pagi ini.

Dalam setiap penurunan harga baik itu saham maupun emas, pelaku pasar selalu bisa punya dua pandangan. Untuk penurunan emas misalnya, pelaku pasar bisa melihat bahwa penurunan ini akan terus berlanjut atau bisa juga penurunan ini bersifat sementara untuk kemudian naik lagi.

Yang melihat penurunan ini terus berlanjut mendasarkan realita bahwa harga emas ini menurut mereka sudah terlalu tinggi, karena per pagi ini saja harga emas dunia dalam US$ masih 51% lebih tinggi dari harga emas setahun yang lalu. Harga yang terlalu tinggi akan akan cenderung turun – ini pendapat mereka.

Sebaliknya saya melihat harga sekarang masih terlalu rendah. Dasar perhitungan saya adalah daya beli riil Dinar terhadap komoditi seperti minyak dlsb. Sejarah yang membuktikan bahwa daya beli Dinar tetap sepanjang zaman; jadi kalau dipakai untuk membeli minyak mentah misalnya – daya beli emas ini harusnya akan tetap pula.

Langkah-langkah yang ditempuh oleh the Fed semalam ternyata hanya mempengaruhi pasar uang dan pasar saham tetapi US$ tidak membaik daya belinya terhadap mayoritas komoditi baik itu minyak mentah, tembaga maupun hasil pertanian. Harga minyak mentah misalnya masih bertengger pada angka US$ 108.57/barrel pagi ini.

Jadi menurut saya sendiri cepat atau lambat harga emas akan naik kembali yang berarti juga Dinar. Namun sekali lagi ini hanya pendapat saya, bisa saja saya keliru dan pendapat saya tidak harus diikuti. Hanya Allah-lah yang Maha Tahu.

Labels: , , , ,

Tuesday, March 18, 2008

Sedia Payung Sebelum Hujan….

Ketika saya belajar mengenai manajemen risiko, saya belajar tentang sebuah istilah yang disebut Near Loss Incident. Orang kita menyebutnya….hampir saja…………………….

Intinya bencana besar tidak terjadi dengan sendirinya, selalu didahului dengan bencana-benaca kecil yang makin lama makin membesar dan puncaknya - ---bang----semuanya hancur.

Di pasar uang Dunia, inilah yang terjadi kemarin. Hampir saja seluruh system keuangan dunia collapse ketika sepanjang hari harga emas naik dari 1002/troy oz menjadi US$ 1029/troy oz sebelum akhirnya terkendali kembali ke kisaran US$ 1002 /troy oz pagi ini.

Pasar keuangan dunia memang baru mencapai taraf….hampir saja….collapse. Tetapi apakah kebayang di benak kita bahwa system keuangan dunia bisa benar-benar collapse.

Bagaimana kalau sesuatu seperti yang terjadi di Indonesia tahun 1965 dan 1998, atau seperti di Jerman tahun 1923 atau the Great Depression yang diawali jatuhnya bursa saham di Amerika 29 Oktober 1929 terulang ?. Apa yang akan kita lakukan ?.

Selain blog ini, ada baiknya anda baca buku Mindset-nya John Naisbitt, bagi ‘dewa’-nya futurolog barat tersebut uang masa depan adalah komoditi riil yang memiliki nilai intrinsik. Artinya kalau system keuangan global collapse yang anda perlu perlu pegang saat itu adalah sesuatu yang memang memiliki nilai, bukan kertas yang diberi nilai.

Ini memang tidak harus emas atau Dinar, bisa berupa hasil tambang, hasil pertanian, peternakan, property atau bentuk-bentuk kekayaan lainnya yang bersifat riil. Dari ini semua yang paling praktis dan sudah ada barangnya yang mudah diperoleh saat ini adalah Dinar.

Hari ini dan hari-hari kedepan…harga emas cenderunng turun demikian pula tentu dengan Dinar - mudah-mudahan; ini kesempatan yang baik untuk membeli payung sebelum hujan yang lebat yang hampir-hampir tak tertahankan seperti kemarin. Wallahu A’lam.

Labels: , ,

Monday, March 17, 2008

Bisa Jadi Solusi Yang Fitrah Itu Awalnya Bikin Sakit Perut Dulu...

Judul tulisan ini saya ambil dari Hadits Rasulullah, S.A.W. yang diriwayatkan oleh Abu Sa’id Al- Kudri : Seorang laki-laki datang kepada Rasulullah S.A.W. dan berkata, “ Saudaraku sedang mengalami sakit perut” kemudian Rasulullah, S.A.W berkata kepada laki-laki tersebut, “Suruh dia minum madu”, Laki-laki tersebut kembali kepada Rasulullah, S.A.W dan beliau
berkata kembali “Suruh dia minum madu”, Laki-laki tersebut kembali untuk ketiga kalinya dan Rasulullah tetap berkata “Suruh dia minum madu” , kemudian laki-laki itu kembali dan berkata “ Sudah saya lakukan ya Rasulallah”, kemudian Rasulullah S.A.W. bersabda “Allah telah menyampaikan yang benar, tetapi perut saudaramu berbohong, suruh dia minum madu”.
Kemudian laki-laki itu meminta saudaranya untuk kembali minum madu dan dia sembuh.

Memang hadits tersebut berkenaan dengan madu dan pengobatan, namun sejatinya kita bisa mengambil pelajaran yang tersirat didalamnya yaitu...Allah telah menyampaikan yang benar, namun situasi yang kita hadapi-lah yang lagi menipu kita....

Sepanjang minggu lalu adalah minggu yang luar biasa kacaunya bagi perekonomian Dunia. Minggu dimana pemerintah Amerika harus menerapkan terapi dosis tingginya untuk menyelamatkan Dollar ( lihat tulisan saya tanggal 12/3/08 ), namun kemudian dalam dua hari terbukti gagal ( lihat tulisan tanggal 14/3/03 ). Kegagalan ini akan kita saksikan lagi hari ini karena ketika tulisan ini saya buat pasar emas Sydney sudah berjalan selama dua jam, dan dalam dua jam pertama perdagangan harga emas langsung melonjak sangat tinggi.

Kegagalan ini juga diakui sendiri oleh Presiden Amerika Serikat George W Bush seperti yang dikutip The New York Times edisi 14/03/2008 dengan judul Bush Acknowledges Economic Troubles. Dalam sebuah pidato di the Economic Club of New York Bush antara lain mengatakan bahwa “ekonomi sedang sulit (tough time),.... dalam situasi seperti ini Anda tidak bisa melakukan koreksi yang berlebihan (overcorrect), kalau Anda melakukan ini maka Anda akan berakhir di selokan (ditch)... “.

Kalau saya banyak menulis dan mengomentarai ekonomi dan uang Dollar Amerika, ini sama sekali bukan karena saya suka atau sebaliknya dengan Amerika, ini realita dimana kita hidup zaman sekarang.

Naik turunnya Rupiah, naik turunnya saham di Indonesia Stock Exchange masih lebih banyak dipengaruhi oleh apa yang terjadi dengan US$ ketimbang apa yang diputuskan para pemegang otoritas moneter Indonesia.

Kalau Amerika sedang di selokan...kitapun demikian; dan untuk ini kita sebenarnya sudah diingatkan oleh Rasulullah SAW 1400 tahun lalu dengan hadits beliau, “ Sedikit-demi sedikit kalian akan mengikuti sunnah-sunnah umat terdahulu. Sampai-sampai, andaikata mereka masuk ke lubang biawak, niscaya kalian juga ikut mereka memasukinya.” Ada yang bertanya , “ Wahai Rasululah, apakah mereka yang dimaksud adalah Nasrani dan Yahudi ?” Beliau menjawab, “Lalu siapa lagi ?” HR. Bukhari Muslim.

Jadi kita sekarang berada di selokan atau lubang biawak (karena biawak tempatnya memang di selokan !)...karena kita mengikuti uang dan system ekonomi mereka...

Lantas solusinya bagaimana ?, ayo kita kembali ke solusi Islam yang fitrah. system uang Dinarnya yang Adil, permodalan yang bebas Riba dan hilangkan perilaku ekonomi yang spekulatif penuh dengan Gharar dan Maisir.

Namun untuk berubah kesana kita akan sakit perut dahulu seperti di hadits diatas..., nggak apa asal penyakit kita bener-bener bisa sembuh.

Solusi ini bukan hanya milik umat Islam; umat yang lain asal tulus ingin mencari solusi akan ketemu solusi yang sama. Lihat keinginan GATA untuk mengganti uang US$ dengan emas dan perak seperti yang pernah saya kutip proposalnya pada tulisan saya tanggal 12 Desember 2007 di blog lama saya.. Wallahu A’lam.

Labels: , , , ,

Sunday, March 16, 2008

Bagaimana Mengatur Komposisi Tabungan Antara Uang Fiat Dengan Dinar...?

Tulisan ini saya angkat dari pertanyaan seorang Ibu yang ingin mengoptimalkan tabungannya. Sebagian dia sudah menabung dalam Dinar dan sebagian dipertahankan dalam Rupiah. Pertanyaannya adalah bagaimana mengatur komposisi yang optimal antara keduanya agar memberikan hasil yang terbaik sekaligus juga aman.

Ketika saya memperkenalkan Dinar Investment Yield lewat artikel tanggal 3 Januari 2008 lalu , saya mengungkap data statistik 40 tahun bahwa appresiasi Dinar terhadap Rupiah rata-rata adalah 30.04%/tahun.

Kita juga tahu di pasar perbankan rata-rata deposito hanya memberikan hasil sekitar 7.5%/ tahun, dan tabungan lebih rendah lagi yaitu sekitar 6 % /tahun. Lantas apakah berarti seluruh tabungan dipindahkan ke Dinar saja yang memberikan hasil 4 sampai 5 kali hasil Deposito atau Tabungan dalam Rupiah ?.

Jawabannya adalah tidak juga, karena berbeda dengan pencairan deposito atau tabungan yang boleh dibilang tanpa biaya; pencairan tabungan Dinar memerlukan biaya yaitu selisih antara harga jual dan harga beli Dinar.

Average Dinar Increase Against Rupiah in The Last 40 YearsDi Gerai Dinar selisih ini adalah 4 %, karena 2 % dicadangkan untuk membayar pajak netto; yang 2 % lagi dipakai untuk margin Gerai Dinar. Illustrasi disamping menggambarkan perbedaan-harga jual dan harga beli dengan mengambil rata-rata appresiasi Dinar terhadap Rupiah 30 %/tahun (dibulatkan dari 30.04%). Untuk menutupi perbedaan yang 4% ini, perlu waktu rata-rata 1.6 bulan.

Artinya kalau Anda membutuhkan tabungan Anda dalam waktu dekat ( kurang dari 1.6 bulan) menukarnya dalam Dinar kemudian mencairkannya lagi akan lebih mahal ongkosnya dibandingkan dengan tetap mempertahankan dalam Rupiah. Sebaliknya untuk Dana yang dibutuhkan lebih dari 1.6 bulan kedepan, maka menukarnya dengan Dinar dan mencairkannya kembali pada saat dibutuhkan akan lebih menguntungkan dibandingkan dengan tabungan atau deposito Rupiah.

Composition Dinar- RupiahAngka 1.6 bulan ini adalah angka rata-rata selama 40 tahun terakhir. Realita di lapangan bisa berbeda. Lihat grafik disamping yang menggambarkan appresiasi Dinar terhadap Rupiah selama 12 bulan terakhir. Terlihat bahwa angkanya mencapai 46.25% yaitu angka yang sangat tinggi dibandingkan rata-rata 40 tahun, penyebabnya sudah sangat banyak saya tulis di blog ini yaitu kehancuran uang kertas sperti US Dollar, Rupiah dlsb..

Di grafik yang kedua tersebut kita dapat melihat realitanya, dalam satu waktu bisa saja kenaikan Dinar terasa lambat dan break even point (BEP) hanya terjadi kalau Dinar dilepas lebih dari 2 bulan setelah dibeli. Sebaliknya ada waktu juga yang appresiasi Dinar sangat cepat, kurang dari 1 bulan sudah BEP kalau dijual.

Jadi dari dua grafik tersebut gampangnya begini; kalau dana Anda akan dibutuhkan dalam waktu kurang dari 3 bulan – insyaallah akan cukup aman dipertahankan dalam Rupiah sedangkan yang akan dibutuhkan lebih lama dari tiga bulan – insyaaallah akan lebih aman dipertahankan dalam Dinar.

Untuk mengatur komposisi tabungan Anda tinggal dihitung, berapa kebutuhan dalam 3 bulan kedepan – maka inilah yang dipertahankan dalam Rupiah sedangkan sisanya dalam Dinar.

Perlu diingat bahwa menyimpan harta dalam bentuk apapun apakah Rupiah perhiasan maupun Dinar, apabila berlebihan dan tidak dinafkahkan di Jalan Allah terkena ancaman menimbun. Konteks yang kita sarankan diatas adalah mengamankan harta secukupnya agar kita, anak-anak kita dan orang tua kita (bagi yang masih punya) tercukupi kebutuhannya yang wajar dan terjaga kehormatannya. Lebih detilnya silahkan lihat tulisan saya tanggal 25 Desember 2007 .

Diluar kebutuhan yang wajar tersebut, Gerai Dinar juga tidak henti-hentinya melakukan riset dan pengembangan agar harta kita semua dapat berputar secara produktif. Yang sudah mulai tersedia adalah program Qirad yang sudah berjalan sejak kita umumkan tanggal 29 Februari 2008 lalu. Insyallah diwaktu-waktu yang akan datang akan lebih banyak lagi pilihan investasi berbasis Dinar sehingga harta umat dapaat terjaga keamanannya dan pada saat yang bersamaan juga berputar secara luas – tidak hanya pada golongan yang mampu. Amin.

Labels: , , , ,

Saturday, March 15, 2008

Kesempatan Untuk Berperan Lebih Dalam Mengembalikan Kemakmuran Islam...

Ketika saya menulis buku “Mengembalikan Kemakmuran Islam Dengan Dinar dan Dirham” sekitar setahun yang lalu, jujur saat itu saya lebih banyak mengandalkan studi literatur dari berbagai sumber – sedangkan aplikasi lapangannya boleh dibilang masih nol besar.

Alhamdulillah setelah setahun berjalan, mulai nampak jelas bagaimana Dinar ini insyaallah akan kembali menjadi alat untuk memakmurkan Islam. Indikasi mikro-nyapun sudah jelas. Waktu buku tersebut terbit 1 Dinar setara dengan Rp 877,000,-; pembaca yang langsung mengaplikasikan isi buku tersebut telah mendapatkan keuntungan 46 % sampai sekarang kalau dilihat dari kaca mata uang Rupiah, karena pagi ini harga Dinar telah mencapai Rp 1,282,600,-.

Atau dari sudut pandang lain, pembaca yang hijrah ke Dinar telah menyelamatkan hartanya dari penurunan nilai sebesar 32 % dalam setahun terakhir.

Namun Dinar harusnya menjadi mata uang yang hakiki bagi seluruh umat, bukan hanya yang bekesempatan membaca buku-buku Dinar dan tentu juga bukan hanya untuk kita yang bisa mengakses internet setiap hari sehingga selalu ter – update dengan berbagai peluang investasi.

Dinar harus dan bisa meluas ke seluruh umat agar kemakmuran ini merata, oleh karenanya upaya mengembalikan Dinar ini sudah harus menjadi program besar yang melibatkan sebanyak mungkin umat yang peduli terhadap kemakmuran umat kedepan.

Untuk tujuan inilah saya ingin mengajak pembaca yang berkelonggaran waktu ataupun dana, untuk dapat mulai ikut membantu menyebarluaskan Dinar di masyarakat. Berikut adalah beberapa yang antara lain bisa kita lakukan bersama :

• Seperti yang sudah kita kita lakukan di beberapa Masjid dan Perkantoran di Jakarta, ceramah-ceramah terntang Dinar mestinya bisa juga dilakukan di kota-kota lain di Indonesia.
• Mahasiswa-mahsiswa S1, S2 dan S3 terutama yang tertarik mendalami ekonomi Islam dapat mulai mendalami masalah Dinar ini secara serius untuk skripsi atau thesisnya.
• Perlu banyak buku-buku yang diterbitkan yang menjelaskan masalah penggunaan Dinar sehari-hari di masyarakat.
• Perlu dikembangkan terus teknologi yang memungkinkan penggunaan Dinar secara praktis dan modern namun tidak menginggalkan prinsip dasar muamalah sesuai ketentuan syariah.
• Perlu dididik dan dilatih pengusaha-pengusaha muslim yang amanah dan professional; merekalah yang akan menjadi para mudharib masa depan dimana para shahibul mal bisa meng-qirad-kan Dinarnya pada sektor ekonomi dan perdagangan yang riil.
• Ekonomi Islam umumnya, dan tentang Dinar khususnya perlu juga mulai dikenalkan ke siswa-siwa SMP dan SMA agar generasi akan yang datang mengenal uangnya yang Adil dan menjauhi riba.

Agar program-program tersebut berjalan secara luas yang diluar kemampuan kami untuk melakukannya sendiri, kami membuka partisipasi pembaca yang ingin berkontribusi dalam pengembangan Dinar di Indonesia. Apabila sumbangan tersebut berupa tenaga, silahkan hubungi kami via email. Apabila berupa Dana, di sisi kanan blog ini telah kita buka donasi Dana Penelitian, Pengembangan dan Pendidikan Dinar melalui berbagi kartu kredit maupun paypal.

Dengan adanya kontribusi dari para pembaca tersebut, pengenalan Dinar ke daerah-daerah misalnya dapat kami lakukan secara lebih sering tanpa harus membebani daerah yang mengundang kami.

Semoga langkah ini dapat menambah berat catatan amal kita bersama di akhirat kelak.

Wassalam.

Labels: , , , ,

Friday, March 14, 2008

Terapi Terhadap US Dollar Gagal – Emas Nyaris Menembus Angka US$ 1,000/troy oz !

Dalam tulisan saya dua hari yang lalu saya meragukan terapi dosis tinggi yang dilakukan oleh the Fed untuk menyelamatkan US Dollar. Keraguan saya tersebut terjawab tadi malam – bahwa terapi yang dilakukan oleh the Fed bersama empat bank sentral negara maju lainnya – gagal menyelamatkan US Dollar.

kegagalan US Dollar - US $ failureIndikasi kegagalan ini akan sangat jelas terlihat apabila kita gunakan kaca mata daya beli yang stabil dan timbangan muamalah yang adil sepanjang zaman yaitu emas atau Dinar. Harga emas di pasar internasional nyaris mencapai angka US$ 1,000/troy oz semalam. Lihat grafik disamping yang memotret perdaganmgan emas dunia sejak the Fed melakukan program penyelamatan ekonomi Amerika Serikat – yang juga berarti US Dollar. Lihat titik yang saya beri tanda panah di garis angka 1000.

Kegagalan terhadap US Dollar juga berarti kegagalan seluruh mata uang fiat lainnya termasuk Rupiah. Betapa tidak karena kita menggunakan US dollar untuk mengukur kekuatan mata uang Rupiah kita. Kalau ukurannya anjlog – maka nilai uang kita ikut anjlog.

Bersamaan anjlognya nilai Rupiah yang mengikuti anjlognya US Dollar, ikut anjlog pula-lah nilai kekayaan negeri ini. Coba Anda bayangkan berapa besar penyusutan nilai (daya beli riil) kekayaan negeri ini yang sebagian berupa cadangan devisa yang nilainya mencapai US$ 57.125 Milyar akhir bulan lalu.

Penyusutan daya beli ini tidak akan dapat kita lihat apabila kacamata yang kita gunakan adalah uang fiat seperti US$ , Rupiah atau mata uang lainnya. Penyusutan daya beli hanya akan bisa kita lihat dengan membandingkannya dengan harga-harga komoditi riil seperti minyak bumi, beras, gandum dan yang paling universal adalah emas.

Saya mencoba memahami, mengapa IMF dalam Article of Agreement-nya (Article IV section 2) mengijinkan negara-negara anggotanya mengkaitkan mata uangnya terhadap mata uang manapun di dunia – tetapi melarangnya untuk mengkaitkan dengan emas. Rupanya ternyata hanya dengan ukuran emas-lah kerusakan system keuangan dunia disa dilihat dengan sangat jelas.

Kegagalan mata uang US Dollar kemarin ( yang juga berarti Rupiah), sekali lagi menjadi bukti kebenaran kehancuran mata uang kertas seperti yang saya tulis akhir tahun lalu dalam Teori Fibonacci.

Beruntunglah Anda yang mempercayai tulisan saya 2.5 bulan lalu tersebut kemudian menyelamatkan hasil jerih payah Anda bertahun-tahun dengan mengkonversi kekayaan uang kertas Anda menjadi kekayaan riil Dinar.

Pada saat saya menulis Teori Fibonacci tersebut 1 Dinar setara dengan Rp 1,090,100,-. Pagi ini 1 Dinar setara dengan Rp 1,272,600,-. Artinya dari kacamata uang Rupiah, Anda mengalami keuntungan 16.74% dalam 2.5 bulan !.

Dari kacamata uang Dinar, Anda telah menyelamatkan kekayaan Anda dari penyusutan nilai sebesar 14.34 % ! dalam 2.5 bulan terakhir !. Kok berbeda angkanya ? Iya, karena matematika sederhana (a/b-1)% berbeda dengan (b/a-1)%..

Teori dan tulisan saya bisa salah dan semoga Allah mengampuni dosa saya apabila ada yang salah dalam memahami ilmuNya, yang Maha Benar hanya Allah semata.

Labels: , , , ,

Thursday, March 13, 2008

Kenaikan Harga-Harga dan Kelangkaan...

Pagi ini ketika artikel saya tulis, harga minyak mentah internasional berada pada angka US$ 110/ barrel. Oleh karenanya Harga Dinar ikut tertarik keatas. Tapi kali ini saya ingin menulis sesuatu yang lain yaitu masalah kelangkaan.

Kelangkaan selalu menjadi dalih para ekonom konvensional untuk menjustifikasi kenaikan harga yang terus menerus. Kalau selepas perang dunia kedua harga minyak mentah dunia hanya kurang lebih US$ 1.5/ barrel dan pagi ini US$ 110/barrel - maka kelangkaan sumber daya alam berupa minyak-lah yang dikambing hitamkan.

Konsep ekonomi Islam berdasarkan Kemaha-kayaan Allah dan Keluasan IlmuNya. Allah menyediakan kebutuhan kita secara cukup sampai hari kiamat, tugas kita-lah untuk mencari karuniaNya tersebut. Untuk mencari karuniaNya tersebut, kita tidak boleh berhenti mencari ilmu dan terus membaca ayat-ayatNya baik yang qauliyah maupun yang qauniyah. Keterbatasan ilmu-lah yang membuat para ekonom konvensional mengkambing hitamkan kelangkaan dalam menjelaskan fenomena kenaikan harga-harga. Ilmu seluruh profesor ekonomi ditambah ilmuwan dari seluruh bidang - hanya setitik air dilautan bila diabandingkan ilmu Allah.

Dalam bidang energi misalnya, keterbatasan ilmu manusia sering mengakibatkan krisis energi yang seolah tidak terpecahkan pada zamannya. Baru setelah dilihat sekian puluh tahun atau ratus tahun kemudian manusia bisa belajar betapa konyolnya krisis tersebut. Di Inggris antara tahun 1500-1650 harga kayu bakar dan produk turunannya (maksudnya arang !) mengalami kenaikan sampai 8 kali karena ilmu pengetahuan mengenai energi saat itu di Inggris baru sampai pada kayu bakar dan produk turunannya. Ketika hutan-hutan di Inggris dibabat habis untuk kayu bakar, maka mulailah mereka mengimpor kayu bakar dari negara lain yang berakibat meroketnya harga kayu bakar. Energi dalam bentuk lain belum sampai ilmunya kepada mereka waktu itu.

Manusia di zaman inipun mengalami krisis energi yang serius. Harga minyak mentah yang naik lebih dari 70 kali lipat sejak enam puluh tahun terakhir -sejak berakhirnya perang dunia kedua- dari sekitar US$ 1.5 /barrel menjadi diatas US$ 110/barrel. Berapa harga minyak mentah dalam sepuluh tahun mendatang ? 10 kali dari harga sekarang ? mungkin-mungkin saja.

Dalam beberapa tahun kedepan yang lebih mendasar sebenarnya bukan masalah harga minyak ini, tetapi adalah apakah minyak masih tersedia sebagai sumber energi utama saat itu ? kalau minyak sudah tidak ada, lantas apa yang kita gunakan sebagai energi utama saat itu ?.

Ilmuwan dari berbagai disiplin ilmu sudah beberapa puluh tahun terakhir ini melakukan berbagai riset dan pengembangan untuk memberikan sumber energi alternatif bagi kelangsungan peradaban manusia kedepan. Meskipun demikian sampai sekarang ilmuwan-ilmuwan diseluruh dunia belum bersepakat sehingga belum memiliki arah yang pasti kemana pengembangan sumber energi alternatif dikembangkan.

Begitu banyak sumber daya dikerahkan untuk mencari sumber energi alternatif mulai dari sinar matahari, gelombang laut, angin, panas bumi, bio disel sampai minyak jelantah, semuanya dicoba untuk dikembangkan – namun adakah cara pencarian yang lebih baik dan lebih efisien dari sekedar mengandalkan ilmu pengetahuan semata ?.

Disinilah letak pentingnya petunjuk itu, kita tidak akan menemukan jawaban yang kita cari kecuali bila Allah menghendaki. Berarti selain berusaha kita harus mohon petunjuk itu. Dan petunjuk inipun sebenarnya bukan sesuatu misteri yang hanya diberikan kepada orang-orang tertentu, petunjuk ini diberikan kepada siapa saja yang bertakwa dan ber sungguh-sungguh berusaha mencarinya. Lantas dimanakah petunjuk itu ? dimana lagi kalau bukan di Al-Quran !, bahkan Allah sendiri yang memperkenalkannya bahwa “Al Qur’an ini tidak ada keraguan di dalamnya, petunjuk bagi mereka yang bertakwa” (QS 2:2).

Sebagai petunjuk bagi umat akhir zaman, maka kita yakini seyakin-yakinnya bahwa kebenaran Al-Qur’an adalah berlaku sampai akhir zaman. Dengan demikian maka petunjuk yang ada di dalamnya tentu juga berlaku sampai akhir zaman. Segala sesuatu yang disebut di dalam Al-Qur’an tidak akan pernah out of date sampai akhir zaman. Kemudian karena Al-Qur’an adalah petunjuk bagi manusia maka tidak ada satu arusan-pun yang lepas dari petunjuknnya, apalagi untuk urusan besar yang memenuhi hajat hidup umat seperti urusan energi ini.

Sekarang mudah-mudahan kita sudah yakin bahwa petunjuk itu ada di Al-Qur’an, petunjuk itu pasti benarnya sampai akhir zaman, petunjuk itu tersedia untuk seluruh urusan kehidupan manusia; maka sekarang saatnya kita mencari petunjuk Allah dibidang energi ini. Dari penelusuran saya di ayat-ayat Al-Qur’an; nampaknya energi angin di beberapa ayat secara sangat dominan diindikasikan sebagai sumber Energi. Berikut adalah ayat-ayat tersebut :

• Tuhan-mu adalah yang melayarkan kapal-Kapal di lautan untukmu, agar kamu mencari sebahagian dari karunia-Nya. Sesungguhnya Dia adalah Maha Penyayang terhadapmu.(QS 17:66)

• Dan di antara tanda-tanda kekuasaan-Nya ialah bahwa Dia mengirimkan angin sebagai pembawa berita gembira dan untuk merasakan kepadamu sebagian dari rahmat-Nya dan supaya kapal dapat berlayar dengan perintah-Nya dan (juga) supaya kamu dapat mencari karunia-Nya; mudah-mudahan kamu bersyukur. (QS 30:46)

• Tidakkah kamu memperhatikan bahwa sesungguhnya kapal itu berlayar di laut dengan nikmat Allah, supaya diperlihatkan-Nya kepadamu sebagian dari tanda-tanda (kekuasaan) -Nya. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda bagi semua orang yang sangat sabar lagi banyak bersyukur. (QS 31:31)

• Dan sesungguhnya telah Kami jadikan kapal itu sebagai pelajaran, maka adakah orang yang mau mengambil pelajaran? (QS 54:15)

• Dan (telah Kami tundukkan) untuk Sulaiman angin yang sangat kencang tiupannya yang berhembus dengan perintahnya ke negeri yang Kami telah memberkatinya. Dan adalah Kami Maha Mengetahui segala sesuatu.(QS 21:81)

• Dan Kami (tundukkan) angin bagi Sulaiman, yang perjalanannya di waktu pagi sama dengan perjalanan sebulan dan perjalanannya di waktu sore sama dengan perjalanan sebulan (pula) dan Kami alirkan cairan tembaga baginya. Dan sebahagian dari jin ada yang bekerja di hadapannya (di bawah kekuasaannya) dengan izin Tuhannya. Dan siapa yang menyimpang di antara mereka dari perintah Kami, Kami rasakan kepadanya azab neraka yang apinya menyala-nyala. (QS 34:12)

• Dialah yang meniupkan angin (sebagai) pembawa kabar gembira dekat sebelum kedatangan rahmat-nya (hujan); dan Kami turunkan dari langit air yang amat bersih, (QS 25:48)

• Allah, Dialah yang mengirim angin, lalu angin itu menggerakkan awan dan Allah membentangkannya di langit menurut yang dikehendaki-Nya, dan menjadikannya bergumpal-gumpal; lalu kamu lihat hujan ke luar dari celah-celahnya, maka apabila hujan itu turun mengenai hamba-hamba-Nya yang dikehendaki-Nya tiba-tiba mereka menjadi gembira. (30:48)

• Dan Allah, Dialah Yang mengirimkan angin; lalu angin itu menggerakkan awan, maka Kami halau awan itu ke suatu negeri yang mati lalu Kami hidupkan bumi setelah matinya dengan hujan itu. Demikianlah kebangkitan itu. (QS 35:9)

• Kemudian Kami tundukkan kepadanya angin yang berhembus dengan baik menurut ke mana saja yang dikehendakinya, (QS 38:36)

• Jika Dia menghendaki Dia akan menenangkan angin, maka jadilah kapal-kapal itu terhenti di permukaan laut. Sesungguhnya pada yang demikian itu terdapat tanda-tanda (kekuasaan) -Nya bagi setiap orang yang banyak bersabar dan banyak bersyukur, (QS 42:33)

• Dan pada pergantian malam dan siang dan hujan yang diturunkan Allah dari langit lalu dihidupkan-Nya dengan air hujan itu bumi sesudah matinya; dan pada perkisaran angin terdapat pula tanda-tanda (kekuasaan Allah) bagi kaum yang berakal. (QS 45:5)

• Sesungguhnya dalam penciptaan langit dan bumi, silih bergantinya malam dan siang, bahtera yang berlayar di laut membawa apa yang berguna bagi manusia, dan apa yang Allah turunkan dari langit berupa air, lalu dengan air itu Dia hidupkan bumi sesudah mati (kering) -nya dan Dia sebarkan di bumi itu segala jenis hewan, dan pengisaran angin dan awan yang dikendalikan antara langit dan bumi; Sungguh (terdapat) tanda-tanda (keesaan dan kebesaran Allah) bagi kaum yang memikirkan. (QS 2:164)

• Dan Dialah yang meniupkan angin sebagai pembawa berita gembira sebelum kedatangan rahmat-Nya (hujan); hingga apabila angin itu telah membawa awan mendung, Kami halau ke suatu daerah yang tandus, lalu Kami turunkan hujan di daerah itu, maka Kami keluarkan dengan sebab hujan itu pelbagai macam buah-buahan. Seperti itulah Kami membangkitkan orang-orang yang telah mati, mudah-mudahan kamu mengambil pelajaran. (7:57)


Nah dengan begitu banyaknya ayat Allah tentang angin yang mengindikasikannya sebagai sumber energi (yang menggerakkan kapal dlsb), apakah kiranya ayat-ayat tersebut hanya berlaku saat Al-Qur’an diturunkan dimana saat itu kapal memang digerakkan dengan layar/angin ? pasti bukan ini pengertiannya. Karena kebenaran Al-Quran adalah abadi sampai akhir zaman, maka angin sebagai penggerak kapal (bisa berarti pesawat terbang, mobil dlsb) juga akan dapat terus berlaku sampai akhir zaman. Setelah kita yakin dengan petunjuk ini, maka ilmu pengetahuan umat zaman ini dan yang akan datang dapat terus dikembangkan searah dengan petunjuk ini.

Kaidahnya adalah apa yang dikehendaki Allah pasti terjadi dan sebaliknya yang tidak dikehendaki pasti tidak terjadi, maka akan sangat efisien apabila penggalian ilmu pengetahuan ini sejalan dengan kehendak Allah tersebut. Sebaliknya akan sia-sia lah pencarian ilmu yang tidak dikendaki Allah. Atas dasar keyakinan akan petunjuk ini, maka berikut adalah inti sari ilmu pengetahuan tentang sumber energi alternatif dari angin yang telah diteliti dan dikembangkan umat manusia sampai saat ini :

• Angin dihasilkan melalui proses yang kompleks, namun secara sederhana dapat dijelaskan bahwa angin terjadi karena adanya pergerakan udara yang berbeda suhu. Perbedaan suhu ini akan terus terjadi karena sinar matahari yang mengenai bumi selalu berbeda dari satu tempat ke tempat lainnya. Karena sinar matahari yang menjangkaunya berbeda, di daerah equator suhu udara akan selalu berbeda dengan suhu udara di daerah kutub, bahkan sama-sama di derah equator sinar matahari yang menyinari wilayah daratan akan menghasilkan suhu udara yang berbeda dengan yang menyinari daerah lautan. Karena suhu di seluruh permukaan bumi akan selalu berbeda, maka angin akan selalu ada sepanjang zaman.
• Para peneliti energi angin telah mengidentifikasi secara kasar bahwa potensi sumber energi dari angin ini 5 kali dari kebutuhan energi dunia dan 40 kali kebutuhan listrik dunia saat ini, jadi sangat memadai untuk kelangsungan peradapan manusia.
• Beberapa negara bahkan telah menggunakan energi angin untuk mengurangi ketergantungan terhadap sumber energi dari minyak. Tiga negara yang menonjol dalam hal ini adalah Denmark, Jerman dan Spanyol yang masing-masing telah menggunakan energi angin sebesar 20%, 9% dan 7% dari kebutuhan energinya.
• Majalah ilmiah Science yang terbit 24 Juni 2005 telah mengungkapkan bahwa berdasarkan kajian ilmiah yang dilakukan oleh M.Z. Jacobson et al , hydrogen yang dihasilkan melalui proses elektrolisa dengan listrik yang dihasilkan oleh kincir angin (windmills) sudah dapat dilakukan secara ekonomis dengan teknologi yang ada saat ini. Berdasarkan kajian inipula di Amerika serikat tahun 2005 apabila hydrogen dari energi angin digunakan untuk mobil maka biaya bahan bakarnya akan setara dengan US$ $1.12 sampai US$3.2 per gallon gasoline atau diesel, sementara apabila menggunakan gasoline atau diesel mereka membayar sekitar US $ 3.0 per galon (tergantung lokasi). Artinya sejak tahun 2005 tersebut sebenarnya penggunaan tenaga angin untuk menghasilkan listrik, kemudian listriknya digunakan untuk proses elektrolisa untuk kemudian menghasilkan hydrogen telah secara ekonomis layak untuk digunakan menggantikan bahan bakar dari minyak. Setelah hydrogen yang dihasilkan dari tenaga angin ini ekonomis untuk dipakai sebagai bahan bakar mobil, maka tinggal masalah waktu untuk menggunakan bahan bakar ini sebagai bahan bakar pesawat terbang, kapal dlsb.
• Dalam dua puluh lima tahun terakhir biaya produksi Energi dari angin telah turun menjadi seperlimanya sedangkan harga minyak naik hampir tiga puluh kali-nya, artinya dalam tahun-tahun mendatang sumber energi dari angin ini akan menjadi semakin kompetitif.

Dari temuan-temuan ilmiah dibidang energi dari angin yang sejalan dengan ayat-ayat Al-Qur’an tersebut, maka tentu akan sangat efektif sekarang apabila arah pengembangan energi alternatif di negeri ini juga diselaraskan dengan ayat-ayat Allah tersebut diatas. Bukan berarti energi alternatif dari sumber lain tidak boleh dikembangkan, tetapi alangkah baik dan efisiennya apabila kalangan ilmuwan (terutama ilmuwan muslim) mengkaji dan mencari rujukannya dahulu di Al-Qur’an tentang apa-apa yang mereka akan kembangkan setelah itu baru mereka melangkah dengan riset dan pengembangannya dengan selalu menjadikan Al-Qur’an sebagai tuntunannya.

Lantas apa kaitannya dengan harga-harga dijudul tulisan ini ?. Sumber energy dan segala kebutuhan hidup manusia sampai akhir zaman tersedia dengan cukup apabila kita mencarinya dengan petunjuk langsung dari pencipta alam dan sisinya ini yaitu Allah SWT. Jadi tidak ada alasan kelangkaan untuk menjustifikasi kenaikan harga-harga. Wallahu A'lam.

Labels: , , , ,

Wednesday, March 12, 2008

Sekali Lagi US Dollar Perlu Penyelamatan…

Ibarat orang tua kaya yang sakit parah dan menunggu ajal, usia sudah tertentu dia harus mati …tetapi karena ada harta, apapun dilakukan team dokter untuk menyelamatkannya. Obat demi obat, peralatan-peralatan yang super canggih didatangkan – seolah usianya bertahan sementara – tetapi akhirnya ajal akan menjemput….

Demikianlah nasib US$ (dan otomatis seluruh mata uang kertas di dunia saat ini); Sejak krisis sub-prime mortgage (yang sebenarnya hanya salah satu dari komplikasi penyakit yang dideritanya !) melanda lebih dari setahun yang lalu – berbagai upaya dilakukan oleh otoritas moneter Amerika Srikat – The Fed. Selama ini obat itu bernama penurunan suku bunga; namun setelah berkali-kali penurunan suku bunga dilakukan dalam beberapa bulan terakhir US$ tidak tertolong juga. US$ Index malah melorot ke titik terendahnya sepanjang minggu kemarin.

Kamarin pagi waktu setempat atau tadi malam watu Jakarta; ‘team dokter’ dari the Fed berusaha lebih kreatif lagi dalam mencari ‘obat baru’ dalam upaya penyelamatan US Dollar-nya. Saking barunya ‘obat ini’ namanya pun baru pertama kalinya didengar oleh pasar – yaitu TLSF singkatan dari Term Securities Lending Facility.

TLSF sebenarnya hanya bentuk lain dari fasilitas pinjaman The Fed untuk bank-bank yang membutuhkan pertolongan likwiditas. Bedanya adalah selama ini pinjaman diberikan dalam bentuk pinjaman semalam – overnight lending , TLSF diberikan dalam jangka waktu 1 bulan. Jumlahnya-pun tidak tangggung-tanggung yaitu mencaai US$ 200 milyar; ini bener-bener obat dosis tinggi yang diberikan !!.

Tidak berhenti disini, The Fed juga melibatkan sejumlah Bank Sentral negara lain untuk bahu membahu menyelamatkan ‘orang tua yang sakit keras’ tersebut, yaitu the Bank of Canada, the Bank of England, the European Central Bank dan tidak ketinggalan the Swiss National Bank .

Apakah langkah-langkah ekstra tersebut akan dapat menyelamatkan US$ ?, Nampaknya belum tentu. Lihat grafik disamping; harga emas internasional sedang dalam ancang-ancang untuk meroket sebelum The Fed mengumumkan langkahnya. Setelah pengumuman, terapi dosis tinggi tersebut ‘hanya’ dapat mengembalikan daya beli US Dollar terhadap emas pada tingkat harga penutupan sebelumnya.

Terapi ‘team dokter’ the Fed seperti biasa hanya dapat mengurangi gejala ‘sakit-nya’ US Dollar tetapi tidak pernah benar-benar menyembuhkannya.

Hari-hari ini kalau harga minyak tetap tinggi seperti angka pagi ini US$ 108.67 –ketika artikel ini saya tulis; maka US$ Dollar akan kelihatan ‘sakit’ lagi. Kalau mengikuti rata-rata statistik 9 tahun terakhir, pada harga minyak US$ 108.67 saat ini ; harga emas seharusnya berada pada angka sekitar US$ 1,070.00/troy oz dan harga Dinar seharusnya berada pada kisaran angka Rp 1,400,000 / Dinar !.

Sebenarnya saya pingin nulis banyak untuk ini, tetapi insyaallah lain kali saja. Tulisan ini saya buat dalam perjalanan dari Jakarta ke Bandung dan sekarang saya sudah sampai Bandung – alhamdulillah, teknologi memungkinkan saya tetap bisa mengakses seluruh research materials yang saya butuhkan meskipun dalam perjalanan - sekaligus mempublikasikan tulisan ini.

Pada kesempatan ini saya juga sekaligus ingin mengungkapkan kekecewaan saya terhadap Apple, dan kesalutan saya sama Indosat. Sama Apple saya kecewa karena MacBook Air yang Anda Iklankan secara luar biasa telah memikat saya untuk membelinya buru-buru; tetapi ternyata baterei Anda nggak bertahan dari isi penuh untuk menemani perjalanan via tol dari Jakarta ke Bandung yang hanya 2 jam.

Salut untuk temen-temen Indosat gabungan 3G dan GPRS Anda mampu menemani perjalanan saya dari Jakarta-Bandung nyaris tanpa putus !. Wassalam.
Wassalam.

Labels: , , , , ,

Monday, March 10, 2008

Akan Kemana Harga Dinar ... ?

Ini untuk sekian kali saya menulis tentang arah harga Dinar; sekali lagi bukan bermaksud untuk mendahului kehendak Allah – melainkan ini sekedar upaya seorang hamba untuk memahami fenomena yang ada, kemudian menggunakan ilmu yang diakruniakanNya pula untuk berusaha memahami apa yang kiranya bisa terjadi kemudian.

Juga jangan dibayangkan ilmu yang macam-macam, ini adalah ilmu statistik yang sederhana saja. Khususnya statistik harga minyak dan harga emas. Seperti pada tulisan saya akhir tahun lalu (27/12/08) dimana saya berusaha mengungkapkan fakta statistik bahwa selama 60 tahun terakhir ternyata harga minyak relatif stabil seandainya dibeli dengan uang Dinar.

Kemudian dalam tulisan saya kemarin Agar Kita Tidak Ikut Bangkrut , sekali lagi saya gunakan statistik untuk meng-update tulisan sebelumnya bahwa harga emas/Dinar 8 tahun terakhir ini juga tetap relatif konsisten dengan kenaikan harga minyak.

Nah sekarang saya akan gunakan dua statistik tersebut untuk mencoba memahami akan kemana harga Dinar tahun ini; kali ini yang juga akan saya gunakan adalah prediksi harga minyak mentah yang dikeluarkan oleh dua analis yang kompeten di bidangnya.

Yang pertama adalah prediksi harga minyak yang dikeluarkan oleh Andurand dari BlueGold (Bloomberg 7 Maret, 2008) yang memprediksi harga minyak mentah akan mencapai US$ 130/barrel tahun ini.

Kedua adalah perkiraan harga minyak mentah yang dikeluarkan oleh Goldman Sachs (MarketWatch- New York, 9 Maret 2008) yang memprediksikan kemungkinan terburuk harga minyak bisa mencapai angka US$ 200/barrel dalam waktu yang tidak terlalu lama – apabila ada kejadian serius yang mempengaruhi supply minyak. Melihat peta geopolitik dunia saat ini, maka gangguan serius yang mempengaruhi supply seperti yang dimaksudkan oleh Goldman Sachs tersebut mungkin-mungkin saja terjadi.

Prediksi Harga Dinar - Dinar Price ForecastNah berdasarkan statistik hubungan antara harga minyak mentah dan harga emas yang sudah saya sajikan sebelumnya, ditambah dengan prediksi harga minyak mentah oleh BlueGold dan Goldman Sachs tersebut diatas; maka hitungan saya pribadi –ndak harus diikuti – kalau ada yang nanya ke saya perkiraan harga Dinar tahun ini akan menjadi berkisar antara Rp 1,705,000 (pada harga emas dunia US$ 1,280/troy oz dan harga minyak US$ 130/barrel – mengikuti perkiraan BlueGold) sampai Rp 2,623,000 (pada harga emas dunia US$ 1,970/troy oz dan harga minyak US$ 200/barrel – mengikuti perkiraan terburuk Goldman Sachs).

Karena begitu nyatanya hubungan antara harga emas dengan harga minyak – yang mewakili harga komoditi riil yang paling banyak dibutuhkan oleh peradaban manusia zaman ini, maka mulai saat ini GeraiDinar juga akan menampilkan harga minyak mentah dunia secara real time. Diharapkan informasi harga minyak mentah dunia ini dapat lebih membantu kita untuk memahami pergerakan harga emas dunia dan otomatis juga harga Dinar.

Dengan perkiraan terbaru ini, maka-perkiraan-perkiraan yang saya buat sebelumnya menjadi terbarui. Namanya juga perkiraan oleh seorang hamba yang ilmunya terbatas, maka bisa saja keliru. Hanya Allahlah yang Maha Tahu.

Labels: , ,

Sunday, March 9, 2008

Agar Kita Tidak Ikut Bangkrut....

Tanpa kita sadari sudah sepuluh tahun berlalu sejak kita mengalami krisis moneter yang sangat luas di Indonesia. Saat itu kekayaan rata-rata kita berkurang tinggal seperempat-nya karena daya beli uang Rupiah yang tiba-tiba anjlog – bahkan sempat tinggal kurang dari seperenamnya (Exchange rate pernah mencapai diatas Rp 15,000/1US$ - dari nilai sebelum krisis Rp 2400/US$).

Saat ini kita mungkin merasa ‘baikan’ karena Rupiah kelihatan perkasa di angka sekitar Rp 9,000/1 US$. Tetapi apakah kita benar-benar perkasa ?. Mungkin iya kalau ukuran kita adalah US$; masalahnya US$ sendiri daya belinya sekarang turun tinggal hanya 43% dibandingkan dengan daya beli US$ tahun 1998.

Kalau timbangannya kita ganti dengan timbangan yang adil berupa Emas atau Dinar, daya beli kita sekarang sebenarnya hanya 24% dari daya beli riil kita tahun 1998. Begitu burukkah ? Betul, itulah realita yang kita hadapi karena tahun 1998 harga Dinar adalah Rp 294,000 dan sekarang adalah Rp 1,224,000.

Adilkah membandingkan daya beli Rupiah dengan harga Emas atau Dinar ?. Justru inilah timbangan yang adil itu – yang diungkapkan oleh Imam Ghazali dalam Ihya' Ulumuddin-nya.

Apabila zaman Rasulullah SAW, harga satu kambing adalah 1 Dinar dan sekarang dengan Dinar yang sama kita dapat memilih kambing terbesar di Jakarta – bukankah ini bukti yang sangat nyata bahwa Dinar-lah timbangan yang adil itu. Dinar-lah yang bisa kita pakai untuk mengukur apakah umat ini tambah makmur atau sebaliknya menuju ke kebangkrutan.

Karena kestabilan daya beli ini pulalah sehingga Dinar dalam Islam digunakan sebagai salah satu ukuran nishab zakat – untuk membedakan siapa yang wajib zakat dan siapa yang berhak menerimanya. Lihat tulisan saya tanggal 27 Januari 2008.

Ini bukan hanya otokritik terhadap kita yang hidup di Indonesia. Gejala kebangkrutan bukan monopoli penduduk negeri seperti kita; di negara yang mengaku adi perkasa-pun demikian. Berdasarkan data Federal Reserve Bank of Philadelphia , tahun 2006 lalu hanya 40% pemegang kartu kredit dari penduduk Amerika Serikat yang mampu membayar hutangnya dengan lunas setiap ada tagihan – sisanya yang 60% hanya mampu membayar cicilannya. Di Amerika pula tidak kurang dari 15 orang/1000 penduduk mengajukan kebangkrutan setiap tahunnya.

Tanpa sadar mereka menuju kebangkrutan meskipun ditangannya masih dipegang jumlah uang Dollar yang sama atau bahkan lebih besar angkanya. Sederhana saja, uang yang mereka pegang tidak lagi mencukupi untuk membeli kebutuhan pokoknya.

Minyak Mentah, Emas dan Dinar - Crude Oil, Gold and DinarKarena saya sering dikritik kawan-kawan ekonom kalau mengukur daya beli dengan harga kambing. Maka sekali lagi disisni saya sajikan posisi perkembangan terakhir Harga Emas, Harga Minyak dan Harga Dinar seperti grafik disamping.

Apa makna grafik tersebut ?

Kebutuhan pokok manusia modern yang paling unversial adalah kebutuhan akan energi, dan untuk zaman ini terwakili oleh Minyak. Agar kebutuhan pokok kita (yang diwakili oleh minyak) tersebut dari hari ke hari tidak menjadi semakin mahal, maka uang kita harus dari jenis yang bisa terus menerus mengimbangi harga minyak. Grafik tersebut menunjukkan Emas atau Dinar yang mampu mengimbangi kenaikan harga minyak. Ini menguatkan dan meng-update tulisan saya sebelumnya yang saya tulis tanggal 27 Desember 2007 lalu : Bahwa ketika harga minyak mencapai lebih dari US$ 100/ barrel seperti sekarang sekalipun, tidak akan terasa berat kalau uang kita adalah Dinar.

Setelah kita tahu bahwa ternyata kita tidak sedang menuju ke kemakmuran – bahkan gaya hidup barat yang kita coba tiru juga tidak membawa ke kemakmuran, maka inilah saatnya kita berubah dan mulai merencanakan masa depan kita atau anak-anak kita agar masa depan milik kita. Salah satunya adalah belajarlah berdagang dan ajari anak-anak untuk bisa berdagang. Wallhu A’lam.

Labels: ,

Thursday, March 6, 2008

Sekali Lagi Kegagalan Uang Kertas...

Akhir tahun lalu saya menulis tentang Kehancuran Uang Kertas..., hari hari ini kita melihat sebagian pembenaran dari teori yang saya tulis di artikel tersebut. Baru kemarin kami turunkan harga Dinar secara seignificant, pagi ini harus kita kembalikan ke angka semula - bahkan lebih tinggi lagi - karena harga emas Dunia yang kembali meroket.

Dari sini kita semakin yakin bahwa hanya uang emas (Dinar) dan perak (Dirham), yang bisa menjalankan fungsi uang modern dengan sempurna yaitu fungsi alat tukar (medium of exchange), fungsi satuan pembukuan ( unit of account), dan fungsi penyimpan nilai (store of value).

Ketiga fungsi tersebut sebenarnya telah gagal diperankan oleh uang fiat / uang kertas dengan alasan berikut :

a. Uang fiat tidak bisa memerankan secara sempurna fungsi sebagai alat tukar yang adil karena nilainya yang berubah-ubah. Jumlah uang yang sama tidak bisa dipakai untuk menukar benda riil yang sama pada waktu yang berbeda.

b. Sebagai satuan pembukuan uang kertas juga gagal karena nilainya yang tidak konsisten, nilai uang yang sama tahun ini akan berbeda dengan tahun depan, dua tahun lagi dan seterusnya. Catatan pembukuan yang mengandalkan uang fiat justru melanggar salah satu prinsip dasar pembukuan itu sendiri yaitu konsistensi.

c. Sebagai fungsi penyimpan nilai, jelas uang fiat sudah membuktikan kegagalannya pula. Kita tidak dapat mengandalkan uang kertas kita sendiri untuk mempertahankan nilai kekayan kita, di Amerika Serikat-pun masyarakatnya yang cerdas mulai tidak mempercayai uang Dollar-nya karena nilainya turun tinggal kurang dari 40%-nya selama enam tahun terakhir.

Dari serangkaian kegagalan tersebut, bukannya tidak mungkin kita akan menyaksikan kejadian seperti di Jerman tahun 1923 seperti yang saya tulis dalam artikel Persiapan Menghadapi Yang Pasti Terjadi .

Sebenarnya kita tidak sendirian dalam melihat fenomena kehancuran mata uang kertas ini. Pengamat pasar dari Gold Price Organization - Aden Sisters bahkan juga sudah mengungkapkannya dengan kalimat yang sangat jelas "...For dozens of reasons, the majority feel we are not only going into a recession, but that it’s going to be a severe one. Some are talking about the beginning of the end of the financial world as we know it. Lebih detail analisanya dapat Anda baca di link ini.

Bedanya adalah, kita beruntung mempunyai petunjuk yaitu Qur'an dan Hadits sehingga insyaAllah kita tahu apa yang akan kita lakukan bila sesuatu yang pasti terjadi tersebut benar-benar terjadi. Sementara mereka hanya bisa menskenariokan bencana, tanpa mengetahui apa solusinya. Wallahu A'lam.

Labels: , , , ,

Wednesday, March 5, 2008

Harga Dinar Turun Significant Hari Ini...

Gerai Dinar menurunkan harga jual dinar secara significant hari ini. Penurunan yang mencapai lebih dari Rp 23,000/ Dinar ini disebabkan oleh menurunnya harga emas international di perdagangan Dunia dari US$ 992 /troy oz hari Senin menjadi US$ 964 /troy oz pagi ini .

Berbeda dengan pemicu naik-turunnya harga emas yang pada umumnya berlawanan arah langsung dengan naik turunnya US Dollar Index; kemarin US Dollar Index tidak membaik malah masih sedikit menurun – tetapi Emas turun juga, jadi apa penyebabnya turunnya emas kalau begitu ?.

Banyak faktor lain yang bisa ikut mempengaruhi naik turunnya harga emas selain daya beli uang kertas itu sendiri (Rupiah, US$ dslb) . Sebut saja dua yang dominan adalah harga-harga komoditi dan sentimen pasar.

Karena daya beli Dinar atau emas relatif tetap sepanjang zaman, harga emas mengikuti naik turunnya komoditi. Hampir seluruh komoditi di pasar dunia kemarin mengalami penurunan. Dimulai dari harga minyak mentah yang turun dari angka psikologisnya diatas US$ 100 / barrel – tepatnya pada angka US$ 103.95 pada hari Senin, turun menjadi US$ 98.87 kemarin.

Perdagangan emas internasional kemarin juga diwarnai aksi ambil untung dari para pemain pasar. Setelah marathon kenaikan harga emas yang terus menerus dalam dua minggu terakhir – sebenarnya pasar berharap harga emas bisa mencapai US$ 1,000/troy oz minggu ini.

Namun untuk mencapai angka psikologis harga emas US$ 1,000 tersebut, diperlukan kenaikan yang setara di komoditi lain – minyak misalnya akan berharga sekitar US$ 107/barrel. Karena kenaikan harga minyak tersebut tidak terjadi, maka mulailah reaksi pasar untuk mengambil untung dengan menjual stok emasnya.

Seluruh penyebab penurunan tersebut sifatnya sesaat dan tidak fundamental. Minyak tetap langka, jadi cepat atau lambat akan kembali naik – demikian juga emas yang berarti juga Dinar. Daya beli US$ tetap lemah dan belum nampak ada hal yang akan menguatkannya.

Jadi dalam jangka pendek bisa saja emas turun, tetapi jangka menengah panjangnya, insyaAllah akan selalu naik. Tidak ada waktu yang buruk untuk pindah ke asset real yang adil, tetapi ada waktu yang paling baik untuk melakukannya. Hari ini atau beberapa hari kedepan akan menjadi waktu yang paling baik untuk pindah ke Dinar, selagi harga emas internasional menarik nafas di sela-sela marathon panjangnya. Wallahu A’lam.

Labels: , ,

Tuesday, March 4, 2008

Ilmu Moneter Yang Menghancurkan dan Yang Memakmurkan...

Kali ini saya tidak specifik menulis masalah Dinar, tetapi sedikit lebih makro yaitu sistem moneter yang kita berada di dalamnya. Ini penting agar kita tahu big picture-nya, konsep ekonomi alternatif seperti apa yang bisa dibawakan dengan Dinar dan Dirham.

Tanpa kita sadari ilmu ekonomi yang berkembang di negeri ini adalah ilmu ekonomi kapitalis yang ribawi, sehingga yang benar menurut teori ekonomi tersebut sering justru terlarang dalam Islam. Berikut adalah contohnya.

Para ahli moneter abad ini misalnya menjelaskan hubungan antara jumlah uang beredar dengan Produk Nasional Bruto atau Gross National Products (GNP) dengan menggunakan rumus persamaan pertukaran atau equation of exchange sebagai berikut :

M x V = P x Q

M = Jumlah uang beredar dalam satuan waktu tertentu
V = Kecepatan perputaran uang rata rata atau berapa kali rata-rata setiap uang berpindah tangan dalam satu tahun
P x Q = Nilai uang pembelanjaan di suatu wilayah negara
P = Tingkat harga yang berlaku di suatu Negara pada tahun tersebut
Q = Tingkat output riil dari parang dan jasa

Aplikasi rumus ini kami sederhanakan agar dapat digunakan untuk menjelaskan masalah moneter dan perekonomian yang komplek dengan cara yang lebih mudah dipahami oleh masyarakat awam sekalipun. Dengan aplikasi yang sederhana dari rumus ini pula tidak harus diperlukan pengamat ekonomi dengan gelar berderet untuk bisa menjelaskan apa yang sedang kita hadapi, bahkan orang kebanyakan yang mengerti arti sebuah persamaan matematis sederhana akan dapat memahami fenomena ekonomi yang sedang kita jelaskan ini.

Dalam satu persamaan linier M x V = P x Q, apabila sisi kiri naik maka otomatis sisi kanan naik. Misalnya negeri ini mencetak uang kertas terus menerus, maka M akan naik. Hal ini tidak harus berdampak negatif apabila uang tersebut dipakai untuk membiayai sektor riil sehingga Q (output) naik.

Kenaikan uang yang diikuti kenaikan output akan membuat harga relatif tetap artinya masyarakat bisa membeli kebutuhannya dengan harga yang tidak naik. Namun apabila uang yang dicetak tersebut hanya berputar di sektor finansial, menjadi tabungan, pinjaman antar lembaga keuangan, sertifikat bank sentral dan sejenisnya dan tidak dipakai untuk membiayai sector riil, maka Q tetap dan sebaliknya P atau harga-harga akan naik.

Inilah isu serius yang terjadi di Indonesia dan di seluruh Dunia yang menggunakan saat ini seluruhnya menggunakan uang kertas.

Tahun lalu ketika saya menulis buku "Mengengembalikan Kemakmuran Islam Dengan Dinar dan Dirham" dan melakukan riset kecil-kecilan, Saya peroleh data yang valid dari BI bahwa saat itu dari Rp 272 trilyun uang yang ada di Indonesia, yang benar-benar beredar ternyata hanya sekitar Rp 9 trilyun sedangkan Rp 263 trilyun tersimpan di pundi-pundi BI dan perbankan laainnya.

Dalam situasi ini pencetakan uang yang dilakukan terus menerus tidak menimbulkan kemakmuran bagi rakyat kebanyakan, malah menyengsarakan karena harga-harga terus menaik (disebut inflasi) sementara penghasilan belum tentu naik. Penghasilan rata-rata penduduk kemungkinan besar tidak naik karena tidak bertambahnya sector riil yang memproduksi sesuatu - artinya tidak ada tambahan kegiatan ekonomi yang menciptakan lapangan kerja atau menumbuhkan kesempatan bekerja atau berkarya.

Dalam ekonomi yang bersifat ribawi dimana bunga bank dianggap ‘halal’; maka ada kecenderungan masyarakat atau institusi yang memegang uang untuk memilih menaruh uangnya di bank dalam bentuk tabungan, deposito dlsb. Dan setiap kali akan menggunakan uangnya untuk menggerakkan sektor riil akan selalu dibandingkan dengan bunga yang bisa diperoleh apabila uangnya disimpan di bank.

Semakin suram prediksi ekonomi, semakin takut orang berinvestasi di sektor riil dan semakin banyak yang menaruh uangnya di bank saja karena dianggap aman. Dari pihak bank juga akan terdorong untuk menambah jumlah uang yang beredar dengan pinjaman, tetapi uang ini mutar balik ke bank karena tertarik oleh bunga atau interest – artinya pinjaman tersebut tidak menggerakkan sektor produksi. Karena ini terjadi terus menerus maka akan terjadi spiral penghancuran sector riil yang diitandai dengan membubung tingginya harga-harga dan membengkaknya simpanan di bank yang tidak bisa disalurkan – inilah situasi menjelang krisis yang dikawatirkan banyak pihak.

Sejauh dalam sistem ekonomi dimungkinkan uang menghasilkan uang, maka akan ada tendensi salah satu pelaku ekonomi menghindar dari perannya untuk berproduksi dan memilih bermain di pasar uang dan investasi di sektor keuangan – bukan sektor riil. Apabila hal ini dilakukan oleh banyak pelaku pada kurun waktu tertentu maka disinilah kehancuran ekonomi itu terjadi. Proses terjadinya penghancuran ekonomi dari dalam atau atau self destructing economics dapat digambarkan seperti di illustrasi dibawah.


Self Destructing EconomicsAllah memusnahkan riba dan menyuburkan sedekah. Dan Allah tidak menyukai setiap orang yang tetap dalam kekafiran, dan selalu berbuat dosa. (Al-Baqarah 276)

Kalau teori ekonomi moneter kapitalis ribawi yang di anut di negeri ini menghancurkan dirinya sendiri, lantas bagiamana solusinya dari Islam ?

Teori bisa sama tetapi apabila diterapkan dalam lingkungan yang berbeda dan sistem yang berbeda hasilnya bisa bertolak belakang 180 derajat. Mari kita gunakan teori yang sama M x V = P x Q untuk menjelaskan sistem ekonomi berbasis Dinar dan Dirham (uang emas atau perak Islam) dan bebas riba dimana bunga bank dianggap haram (dan memang haram !). Teori ini kami sebut ’Teori Kwantitas’ (dibaca teori kwantitas dalam tanda petik), karena teori kwantitas yang asli tidak pernah dimaksudkan untuk diaplikasikan pada Dinar dan Dirham serta lingkungan yang bebas riba.

M relatif tidak naik karena Dinar atau Dirham tidak seperti uang kertas yang bisa dicetak kapan saja. Untuk mencetak Dinar diperlukan emas asli yang tentu jumlahnya tidak banyak. Diperkirakan hanya ada sekitar 150 ribu ton emas diseluruh dunia saat ini dan setiap tahunnya diperkirakan hanya bertambah sekitar 1.5% dari penambangan emas di seluruh dunia. Perak memang jumlahnya tentu lebih besar dari emas, namun juga terbatas.

Dengan scenario Allah yang telah membuat emas dan perak yang jumlahnya terbatas dan tersebar relatif merata di seluruh dunia – bahkan Amerika Serikat pun yang menganggap dirinya negara adikuasa hanya menguasai sekitar 8,000 ton emas saja atau 5.3 % dari emas dunia – maka seharusnya kemakmuran-pun merata.

Dengan tidak naiknya M, sementara Q atau output harus naik secara gradual sejalan dengan pertumbuhan penduduk dunia dan P relatif tetap (harga barang-banrang apabila dibeli dengan emas akan cenderung tetap dalam jangka panjang), maka harus ada yang bergerak mengimbangi gerakan Q atau output. Tinggal satu faktor yang belum bergerak yaitu V, disinilah rahasianya ekonomi Islam mengapa Islam sangat mendorong perputaran uang yang cepat dari satu tangan ke tangan lainnya. Lebih jauh lagi perputaran ini harus luas tidak hanya berputar di golongan tertentu saja sesuai Ayat Al-Quran 59:7 “….agar harta itu jangan hanya beredar diantara orang-orang kaya diantara kamu…”.

Segala kebutuhan manusia, termasuk jumlah emas di seluruh dunia untuk memenuhi kebutuhan mata uang penduduknya, ternyata juga sudah diatur sedemikian rupa sesuai scenario Allah SWT sehingga akan selalu mencukupi. Diungkapkan oleh Allah dalam Al-Qur’an QS 54: 49 “ Sesungguhnya, Kami menciptakan segala sesuatu menurut ukuran”. Hal ini juga bisa dibuktikan dari satitistik jumlah penduduk dunia dibandingkan dengan jumlah emas yang tersedia sebagaimana yang sudah pernah saya tulis di artikel sebelumnya.

Cepatnya perputaran uang dalam ekonomi Islam ini juga digambarkan dalam suatu Hadits dimana Rasulullah SAW suatu pagi selesai sholat subuh buru-buru pulang kemudian balik lagi ke Masjid untuk melanjutkan dzikir dan doa’nya. Ketika sahabat ada yang bertanya, Rasulullah SAW menjelaskan bahwa ia tadi buru-buru karena ingat ada uang tiga Dirham yang belum disedekahkan.

Pada hadits lain dari Abu Huraira : Rasulullah SAW bersabda , “ Jika saya memiliki emas sebesar gunung Uhud, saya tidak akan suka kecuali setelah tiga hari tidak tersisa satu Dinar pun yang ada pada ku apabila ada orang lain yang berhak menerimanya dariku, kecuali sejumlah yang akan aku pakai untuk membayar utangku”. (HR. Bukhari)

Dua contoh diatas menggambarkan seberapa cepat uang seyogyanya berputar diantara kaum muslimin. Apabila uang tersebut uang kecil putaran ini ukurannya satu hari, apabila uang besar atau kekayaan yang banyak maka putarannya tiga hari. Artinya uang bagi kaum muslimin hendaklah terus bergerak, baik itu untuk konsumsi, di sedekahkan/diinfakkan ataupun diinvestasikan untuk kegiatan produktif.

Menyimpan uang Dinar dan Dirham secara berlebihan diluar konteks ketahanan ekonomi tidak termasuk yang dianjurkan, penyimpanan Dinar dan Dirham akan terkena ‘penalty’ berupa zakat apabila Dinar dan Dirham tersebut telah melebihi nisabnya dan disimpan dalam waktu satu tahun. Oleh karena itu bagi yang mendapat amanah untuk mengelola harta anak yatim-pun, juga sangat dianjurkan untuk memutarnya secara hati-hati untuk kegiatan produktif karena apabila tidak maka harta tersebut bisa tergerus terkena zakat dari tahun ke tahun .

Berbeda dengan ekonomi konvensional, dimana orang yang menabung mendapat hadiah berupa bunga bank, di Islam menimbun diharamkan. Uang harus dikembalikan ke fungsi aslinya yaitu sebagai alat tukar, uang tidak boleh menghasilkan uang, tetapi produksi-lah yang menghasilkan uang. Apabila hal ini diikuti maka akan terjaga kestabilan ekonomi. Hal ini bisa juga kita demonstrasikan menggunakan rumus persamaan pertukaran M x V = P x Q dengan penjelasannya sebagai berikut :

Self Balancing EconomicsApabila ada kekawatiran ekonomi akan memburuk kedepan, maka orang tidak terdorong untuk berinvestasi, karena menabung berlebihan bukanlah pilihan(tidak ada insentif bunga dan malah terkena zakat), maka pilihannya tinggal di konsumsi atau disedekahkan. Pilihan untuk konsumsi atau sedekah ini akan menaikkan apa yang disebut aggregate demand terhadap produk barang dan jasa. Aggregate demand atau permintaan keseluruhan barang dan jasa yang naik akan mendorong produksi dan tentu akan menarik kembali pemilik dana untuk berinvestasi dan ekonomi akan membaik kembali sebelum sempat menjadi buruk. Putaran stabilitas ekonomi ini disebut Self Balancing Economics yang dapat diilustrasikan seperti gambar disamping.

Nampaknya sunatullah kestabilan ekonomi mengikuti sunatullah kestabilan alam semesta seperti beredarnya bulan pada bumi, dan beredarnya bumi pada matahari dan suterusnya. Nampaknya ini pula hikmahnya mengapa kita diminta memutari Ka’bah atau tawaf setiap kali kita ke baitullah, agar sebagai khalifah di muka bumi kita bisa menjaga kestabilan, kelestarian dan kemakmuran pendghuninya antara lain dengan harta yang berputar cepat ini.

Itulah sebabnya, bagian penting dari pergerakan sosialisasi Dinar dan Dirham ini juga harus diikuti sistem investasi Dinar dan Dirham yang tersu disempurnakan. Yang kita lakukan dengan Program Qirad/Mudharabah Dinar adalah baru awal dari yang harus dibangun ini, tugas kita semua untuk menyempurnakannya. Wallahu a'alam.

Labels: ,

Monday, March 3, 2008

Kemana Arah Harga Dinar Minggu Ini ?

Sepanjang minggu lalu adalah minggu yang luar biasa bagi harga Dinar; harga seolah lari marathon untuk mencapai rekor demi rekor tertinggi dalam sejarah. Harga Dinar minggu lalu di Gerai Dinar ditutup pada kisaran angka Rp 1,225,000 –tertinggi dalam sejarah. Emas terhadap US$ pada kisaran Angka US$ 974/troy oz – tertinggi dalam sejarah; dan US$ Index pada kisaran angka 73.8 terendah dalam sejarah.

Di tulisan saya kamis minggu lalu saya sudah menjelaskan Mengapa Harga Dinar Terus Naik, dengan melihat trend kehancuran nilai US$ Dollar yang ditengarai dari anjlognya US$ Index.

US Dollar Index Trend and Its Effect to Islamic Dinar PriceAnjlognya US$ Index tersebut kalau kita lihat trendnya selama lima tahun terakhir seperti yang kita sajikan di grafik disamping, nampaknya akan terus berlanjut. Sampai sekarang saya tetap belum melihat akan ada langkah-langkah yang significant yang bisa merubah arah trend tersebut.

Dalam kaitan dengan harga Dinar, apa ini artinya ?. Karena harga emas internasional masih menggunakan US$, berarti dalam US$ harga emas masih akan terus naik yang berarti juga harga Dinar masih akan terus naik. Meskipun harga Dinar saat ini sudah mencapai rekor tertingginya, boleh jadi rekor-rekor tertinggi baru bisa jadi akan dicapai dalam hari-hari kedepan.

Jadi kita yang berharap harga Dinar akan turun, mungkin akan kecewa. Sebaliknya yang terjadi adalah kemungkinan besar kenaikan demi kenaikan.

Lagi-lagi ini sekedar analisa saya pribadi, bisa jadi saya keliru. saya hanya mengungkap fakta di lapangan statistiknya demikian.

Berdasarkan statistik tersebut, kalau pembaca berpikir untuk mengubah sebagian tabungannya menjadi Dinar – insyaAllah nggak ada kata terlambat krena harga Dinar sudah ketinggian – lebih baik menukar sebagian tabungan Anda dengan Dinar sekarang – sebelum Dinar melanjutkan marathonnya menuju rekor-rekor tertinggi yang baru hari demi hari. Wallahu A’lam.

Labels: ,

Sunday, March 2, 2008

Dinar dan Teknologi, Dimana Peluangnya ?

Dalam waktu dekat, ketika Dinar dan Dirham mulai dikenal secara luas Insyaallah, kelompok-kelompok pengguna Dinar dapat meningkatkan lebih lanjut kegiatan tolong-menolongnya dalam bentuk untuk saling bertransaksi menggunakan Dinar dan Dirham. Transaksi yang masih bersifat internal (jamaah atau Club) ini dapat meliputi kegiatan investasi, perdagangan maupun konsumsi.

Untuk tahap ini ada beberapa contoh yang bisa digunakan. Pertama adalah apa yang sudah dilakukan oleh E-Dinar , yaitu perusahaan yang bermarkas di Dubai. Dengan teknologi yang berbasis web, perusahaan ini sudah bisa memfasilitasi transaksi di internet antara pemegang account E-Dinar dengan pedagang atau penjual jasa yang juga sudah melayani pembayaran dengan menggunakan E-Dinar . Hanya karena teknologi web ini di Indonesia belum terlalu praktis untuk keperluan sehari- hari maka penggunaan E-Dinar di Indonesia masih sangat terbatas.

Contoh lain dari penggunaan Dinar di zaman modern ini adalah menggunakannya sebagai kartu tagih (Charge Card) yang berbasis Dinar sebut saja DinarCard. Cara beroperasinya mirip dengan kartu sejenis yang berbasis uang kertas, hanya setiap ada transaksi ditagihkan ke account Dinar dari pemegang kartu yang bersangkutan. Minimal ada dua jenis transaksi yang bisa difasilitasi oleh DinarCard yaitu transaksi untuk belanja dan transaksi untuk pengambilan tunai. Apabila transaksi belanja atau pengambilan tunai dilakukan oleh pemegang account dengan menggunakan mata uang lain selain Dinar, maka nilai transaksi akan dikonversikan ke Dinar sesuai rate yang berlaku saat transaksi.

Contoh berikutnya yang juga bisa diperkenalkan pada tahap ini adalah penggunaan Dinar dan Dirham sebagai basis Mobile Payment System (MPS) yang teknologinya sedang diperebutkan secara ketat oleh para pemain MPS dunia. Dengan teknologi MPS ini, telepon genggam yang saat ini sudah puluhan juta di Indonesia dapat berubah menjadi alat pembayaran yang efektif dari pengguna yang satu kepada pengguna lainnya. Dengan teknologi MPS, uang Dinar dan Dirham dapat digunakan sepraktis uang manapun didunia – namun tetap dengan keunggulannya yang hakiki yaitu nilai yang tidak bisa rusak atau dirusak oleh spekulan mata uang, Dinar juga akan selalu bisa di klaim kembali uang fisiknya sehingga akan tetap paling aman dari sisi risiko kejahatan penjahat-penjahat era cyber yang semakin canggih.

Karena persaingan teknologi telekomunikasi khususnya yang terkait dengan komunikasi bergerak saat ini tengah berlangsung sangat ketat antara para pemain besar di Indonesia maupun dunia, persaingan ini juga sudah masuk pada aplikasi-aplikasi yang akan meningkatkan layanan yang bisa dilakukan oleh komunikasi bergerak tersebut. Salah satu layanan yang saat ini diperebutkan oleh para penemu adalah bagaimana menggunakan teknologi komunikasi bergerak untuk layanan pembayaran. Teknologi ini dikenal dengan Sistem Pembayaran Bergerak atau Mobile Payment System (MPS).

Penerapan mata uang Dinar dan Dirham pada zaman ini juga akan sangat diuntungkan dan dipercepat dengan adanya kemajuan tekonolgi MPS tersebut. Ambil contoh misalnya kita mau membayar taksi atau membayar makanan di restaurant, dengan uang Dinar yang berupa fisik koin emas tentu sangat merepotkan. Pertama karena nilainya, untuk membayar uang taksi Rp 40,000 hanya perlu 0.03 Dinar pada harga Dinar sekarang. Membayar makan di restauran Rp 80,000 hanya 0.06 Dinar. Kerepotan kedua karena fisiknya sendiri, tentu juga merepotkan di zaman sekarang kalau kita harus mengganti dompet kita menjadi kantong uang logam seperti ratusan tahun lalu.

Dengan kaidah bahwa Islam ini adalah agama akhir zaman, maka tentu Islam akan juga sangat mudah mengikuti perkembangan zaman. Di zaman teknologi ini, tentu kita juga bisa gunakan teknologi kartu, smart card, dan bahkan teknologi Mobile Payment System (MPS) sebagai alat untuk membantu kepraktisan penggunaan uang Dinar dan Dirham.

Teknologi Mobile Payment System (MPS) pada dasarnya adalah penggunaan sarana komunikasi bergerak - salah satunya yang paling populer adalah telepon genggam - sebagai alat bantu pembayaran. Penggunaan teknologi ini akan sangar praktis karena telepon genggam sudah dimiliki oleh puluhan juta orang di Indonesia saja. Semua orang yang telah menggunakan telepon genggam, tidak lama lagi insyaallah juga akan bisa bertransaksi membeli barang atau jasa menggunakan telepon genggam yang dimilikinya tersebut.

Ketika pembayaran dilakukan menggunakan teknologi MPS, maka tidak ada perbedaan dalam hal kepraktisan penggunaan uang kertas dibandingkan penggunaan uang logam seperti Dinar dan Dirham. Bahkan dengan teknologi MPS ini akan nampak keunggulan uang Dinar dan Dirham yaitu dengan kepraktisan yang sama dengan uang kertas, Dinar dan Dirham jauh lebih aman dari sisi nilai (tidak bisa dirusak oleh spekulan), dan jauh lebih aman pula dari kejahatan kerah putih.

Keamanan yang lebih tinggi ini antara lain disebabkan karena di dalam Sistem MPS untuk uang Dinar dan Dirham diharuskan adanya uang yang secara fisik disimpan di satu pihak yang terpercaya. Pihak yang terpercaya ini secara syariah kita sebut Penjamin dan secara teknologi system MPS kita sebut Trusted Third Party (TTP). Penjamin atau TTP ini yang akan memberikan otorisasi dan autentikasi pembayaran di setiap transaksi.

Pihak pengguna telepon genggam yang telah memiliki account Dinar atau Dirham di MobileDinar misalnya, dapat membeli barang atau jasa kepada pedagang (merchant) yang juga memiliki account di MobileDinar.

Sebelum menyerahkan barang atau jasanya kepada Pelanggan pihak Pedagang atau Merchant akan minta lebih dahulu nomor account (bisa berupa nomor telepon genggam) MobileDinar Pelanggan yang bersangkutan. Atas dasar nomor account Pelanggan ini, pihak Merchant akan mengirim detil transaksi dari pelanggan tersebut ke MobileDinar. MobileDinar kemudian akan melakukan autorisasi dan autentikasi kepada Pelanggan. Pelanggan melalui telepon genggamnya akan memberikan konfirmasi dengan menggunakan nomor identifikasi personal kepada MobileDinar. Selanjutnya MobileDinar akan memberikan konfirmasi ke Merchant bahwa transaksi bisa dilaksanakan, barang atau jasa dapat diserahkan oleh pihak Merchant ke Pelanggan.

Atas transaksi ini, MobileDinar akan melakukan debit dari account Pelanggan dan memberikan kredit ke account Merchant sejumlah transaksi yang dimaksud. Keseluruhgan proses ini akan berjalan sangat cepat dalam bilangan detik atau menit tergantung dari kepadatan jaringan komunikasi yang ada. Perlu diingatkan disini bahwa ada Undang-Undang Republik Indonesia no 23 tahun 1999 yang antara lain di pasal 2. Ayat 3 mengatur bahwa “Setiap perbuatan yang menggunakan uang atau mempunyai tujuan pembayaran atau kewajiban yang harus dipenuhi dengan uang jika dilakukan di wilayah negara Republik Indonesia wajib menggunakan uang rupiah, kecuali apabila ditetapkan lain dengan Peraturan Bank Indonesia.” Artinya apabila teknologi ini digunakan maka aspek legal formal tersebut harus kita atasi dahulu.

Teknologi DinarMeskipun nampaknya sederhana proses penggunaan MobileDinar ini, namun perlu dipahami bahwa keseluruhan transaksi ini harus berjalan dengan keakuratan dan keamanan yang sangat tinggi. Oleh karenanya infrastruktur teknologi yang digunakan juga harus bisa sangat diandalkan. Secara ringkas proses dan infrastruktur teknologi MobileDinar dapat dilihat di illustrasi disamping.

Operator-operator Seluler di Indonesia sebenarnya saat ini sudah sangat mampu untuk menyediakan teknologi ini; tinggal masalahnya adalah dukungan dari pihak-pihak yang memiliki otoritas keuangan seperti BI - mau nggak mereka mengijinkan Dinar digunakan sebagai alat bayar dalam sistem Mobile Payment System, M - Wallet, M-Dinar, MobileDinar dan sejenisnya.

Karena dukungan BI ini unlikely bisa kita peroleh - maka biarlah nanti waktu yang menentukan uang mana yang bertahan; Rupiah kah ?, Dollar kah atau Dinar ?. Berdasarkan sejarah ribuan tahun dan Hadits Rasulullah SAW saya yakin bahwa Dinar-lah yang akan bertahan. Wallahu A'lam.

Labels: , , , ,