Gold Dinar to
Buy Dinar etc.
Dinar & Dirham
17 - Mar - 2011 Jam 12 : 30  
Item Jual (Rp) Beli (Rp)
Dinar 1,711,420 1,642,963
Dirham 45,000 43,200
 
Emas
Rp/Gr 402,687 386,580

Catatan:
1. Penjelasan Harga Emas/Dinar di Gerai Dinar

2. Jam Transaksi : 07:00 - 17:00 BBWI (Kecuali Hari Libur)

GoldCheck; Emas Pro Pastikan dan Produktifkan

Thursday, February 28, 2008

Mengapa Harga Dinar Terus Naik...

Tertarik untuk menjelaskan lebih jauh response saya terhadap komentar pembaca pada tulisan saya yang kemarin, maka tulisan saya pagi ini adalah tentang harga Dinar atau Emas dalam US Dollar.

Sebenarnya tidak terlalu tepat kalau dikatakan bahwa harga Dinar atau harga Emas terus naik, karena buktinya dalam ribuan tahun sebenarnya harga Dinar tetap – yaitu kurang lebih seharga seekor kambing.

Namun karena Dinar ini untuk sementara waktu (bisa beberapa puluh tahun) harus dibeli dengan uang kertas – yang nilainya terus menerus turun, maka seolah-olah harga Emas atau Dinar-nya yang terus naik.

Karena mata uang yang paling luas digunakan dalam perdagangan Dunia masih US Dollar , maka penurunan nilai US$ tentu saja akan membuat nilai Dinar akan kelihatan naik.

Alat ukur yang dipakai para ekonom untuk mengukur nilai US$ yang paling banyak digunakan sejak tahun 1973 adalah US Dollar Index. Index ini menggambarkan nilai relatif US Dollar terhadap sekeranjang mata uang besar dunia yang saat ini terdiri dari Euro (EUR), Japanese yen (JPY), Pound sterling (GBP), Canadian dollar (CAD), Swedish krona (SEK) and Swiss franc (CHF).

Anjlognya Dollar dan Naiknya DinarKenaikan Dinar dua hari ini misalnya, penyebab utamanya ya anjlog-nya nilai US$ tersebut. Coba lihat grafik US$ Index disamping yang menggambarkan nilai relatif US$ dalam beberapa hari terakhir. Dengan ini kita akan lebih mudah memahami mengapa harga Emas dan Dinar melonjak.

Anjlognya US$ dan Naiknya DinarLebih jauh coba lihat juga US$ Index untuk setahun terkahir, kita akan tahu bahwa ‘kenaikan’ harga Emas dan Dinar ini nampaknya akan sulit untuk diredam – bahkan dengan issue pelepasan emas IMF sekalipun.

Satu-satunya yang bisa membalikkan arah harga Dinar adalah kalau US$ tiba-tiba perkasa kembali; untuk beberapa saat dengan berbagai manufer pemerintah AS mungkin ini bisa – tetapi kecil kemungkinannya untuk bisa dilakukan terus menerus secara konsisten di dalam jangka panjang.

Frustasinya Ben BernankeIndikasinya yang terjadi kemungkinan malah sebaliknya, US$ Index akan terus turun yang berarti juga harga Emas dan Dinar terus naik. Indikasi ini diisyaratkan sendiri oleh Federal Reserve Chairman Ben Bernanke dalam dengar pendapat dengan kongres Amerika tadi malam. Dalam waktu dekat besar kemungkinan Federal Reserve akan memotong suku bunga lagi, yang berarti US$ akan semakin tidak menarik bagi pasar. Dari sorot Ben Bernanke terlampir seolah menggambarkan betapa hopeless-nya dia (baca: Amerika). Wallhu A’lam.

Labels: ,

Wednesday, February 27, 2008

Hantu Baru Bernama Stagflation...

Masyarakat kita mungkin sedang sakit....,begitu banyaknya film horor diiklankan di jalan-jalan, konon film-film horor tersebut lagi nge-trend sekarang sehingga produser rajin berlomba memproduksinya.

Dari kacamata ekonomi sebenarnya ada yang lebih mengerikan dari film-film horor tersebut yaitu hantu yang bernama Stagflation. Stagflation berasal dari kata Stagnation dan Inflation.

Stagnation berarti kondisi stagnan (bahasa Indonesia baku-nya apa ya ?) yang dicirikan oleh rendahnya pertumbuhan ekonomi, tingginya pengangguran, dan kemungkinan ancaman resesi.

Inflation adalah kenaikan harga-haraga secara umum untuk produk dan jasa, atau dari sudut pandang lain berarti rendahnya daya beli uang kita.

Kata stagflation yang digunakan pertama kali di oleh McLeod di parlemen Inggris tahun 1965 tersebut seperti penampakan hantu di siang bolong yang tiba-tiba muncul di pasar uang internasional sepanjang hari kemarin.

Pemicunya adalah data Producer Price Index (PPI) di Amerika yang menunjukkan kenaikan yang tajam diatas perkiraan pasar. Pada year-over- year basis kenaikan PPI ini mencapai 7.4% yang merupakan kenaikan tertinggi sejak tahun 1981 !.

Data ini kemudian memicu turunnya nilai Dollar ke tingkat terendah terhadap Euro. Kemarin Euro diperdagangkan pada harga $1.4985, jauh lebih tinggi dari nilai tertinggi yang pernah tercapai sebelumnya yaitu $1.4966 yang terjadi pada 23 November 2007 lalu.

Apa ini artinya pada Rupiah kita ?. Rupiah sudah seharusnya hari-hari ini menguat secara significant terhadap US$ - bukan karena prestasi team ekonomi kita – tetapi karena alat ukurnya (US$) yang memang lagi menyusut.

Dan bagaimana dengan Dinar ?, tentu saja Dinar nilainya naik lebih tinggi dari menguatnya Rupiah terhadap US$. Apabila kemarin siang sampai sore harga Dinar di Gerai Dinar sempat turun pada angka Rp 1,185,000. Pagi ini harga Dinar kembali harus kita naikkan mendekati angka Rp 1.2 juta atau tepatnya Rp 1,198,400 untuk menyesuaikan dengan harga emas dunia.

Satu hal yang pasti di masyarakat yang menggunakan ‘mata uang’ Dinar; Sebagaimana muslim yang kuat keimanannya yang tidak akan pernah takut terhadap hantu apapun namanya – karena dia hanya takut kepada Allah semata. Maka Dinar juga tidak akan pernah takut terhadap stagflation karena tidak mungkin terjadi di Dinar.

Bukti-bukti yang saya sajikan sebelumnya menunjukkan bahwa daya beli Dinar tetap sepanjang masa – artinya Dinar tidak mengalami inflasi.. Artinya lagi separo dari kata pembentuk stagflation yaitu inflation-nya sudah tidak mungkin terjadi.

Kemudian sebagaimana yang saya tulis sebelumnya ‘Agar harta Tidak Hanya berputar Di Golongan Yang Kaya Saja...’, Apabila tuntunan agama yang Indah ini kita benar-benar jalankan – insyaallah ekonomi juga akan terus berputar sehingga stagnation juga tidak terjadi.

Kesimpulannya...kita tidak perlu pemburu hantu untuk mengusir hantu – cukuplah keimanan kita yang melawannya; dalam hal hantu stagflation ; cukuplah Dinar dan sistem ekonomi yang digali dari syariah yang akan melawannya. Wallahu A’lam.

Labels: , , , , , , ,

Tuesday, February 26, 2008

Kembali IMF dan Pemerintah Amerika Serikat Bermain Dalam Harga Emas...

Harga emas internasional tadi malam sempat jatuh ke sekitar angka US$ 933/troy oz sebelum akhirnya merangkak naik kembali mencapai sekitar US$ 939/ troy oz pagi ini. Pemicu turunnya harga emas tersebut masih merupakan kelanjutan tulisan saya tanggal 11 Februari 2008 yaitu rencana IMF melepaskan sebagian emasnya .

Issue tersebut kembali mempengaruhi pasar karena adanya pengumuman dari pejabat keuangan senior Amerika Serikat bahwa kali ini Amerika Serikat akan mendukung rencana penjualan emas IMF tersebut. Dukungan dari pemerintah AS ini sebenarnya bukan yang pertama kali karena dukungan sejenis pernah diberikan ke IMF tahun 1999 dan 2005, bedanya dua dukungan sebelumnya tidak mendapatkan support dari kongres mereka. Kali ini nampaknya pemerintah AS yakin bahwa kongress mereka akan menyetujui dukungan tersebut.

IMF sendiri belum jelas kapan akan menjual sebagian emasnya – kemungkinan akan terjadi tahun ini juga setelah dukungan pemerintah AS dperoleh. Pada saat itu akan ada tambahan supply emas sekitar 400 ton di pasar – jadi harga emas bisa turun.

Tarik ulur dalam rencana penjualan emas IMF ini – yang merupakan pemilik cadangan emas terbesar ketiga setelah Federal Reserve AS dan BundesBank . Jerman – tentu akan menjadi permainan yang dinikmati oleh para pihak yang berkepentingan dalam menjaga citra mata uangnya.

Hanya dengan mengumumkan bahwa pemerintahannya akan mendukung upaya IMF menjual emas misalnya, semalam harga US$ Dollar sudah naik beberapa poin dibandingkan dengan mata uang kuat lainnya di dunia.

Bagi kita yang berupaya mengembalikan emas dalam bentuk Dinar sebagai timbangan yang adil (‘mata uang’) untuk bermuamalah sepanjang zaman, juga dapat menikmati hal ini. Kapan saja IMF dan Amerika Serikat melepas emasnya – belilah !.

Saat ini emas sudah sangat underpriced , lihat tulisan saya tanggal 8 Februari 2008 dan akan lebih underpriced lagi setelah IMF melepas emasnya.

Semakin cepat IMF melepas emasnya, semakin cepat pula IMF dan Amerika Serikat kehilangan kontrol terhadap perekonomian dunia. Emas mereka sudah menipis, dan akan terus semakin menipis. Lihat tulisan saya tanggal 4 Februari 2008.

Di sisi lain supply emas ke pasar internasional juga akan terus berkurang karena produsen emas no 2 terbesar dunia yaitu Afrika Selatan masih berkutat di problem energy-nya. Salah satu pertambangan emas terbesar negeri itu kemarin bahkan sudah mengumumkan untuk merumahkan 6,900 karyawannya karena krisis energy ini. Dampak krisis energy ini akan mengurangi produksi emas negara tersebut antara 20% - 25% dari produksi normal tahunannya.

Pada saat yang bersamaan produsen emas no 1 dunia saat ini yaitu China, kemungkinan besar tetap tidak akan mengekspor emasnya ke pasar internasional karena kebutuhan negeri itu sendiri yang sangat tinggi.

Jadi turunnya harga emas dari hasil permainan IMF dan Amerika Serikat ini tidak akan lama, cepat atau lambat harga emas akan kembali ke harga yang adil dan semestinya - karena itulah emas khususnya Dinar dijadikan alat muamalah atau timbangan yang Adil dalam Islam. Wallahu A’lam bis showab.

Labels: , , , ,

Monday, February 25, 2008

Ayo Kita Ajari Anak Kita Berniaga...

Sebagai ‘pedagang’ emas khususnya dalam bentuk Dinar, saya sering penasaran dengan berbagai issue yang terkait dengan produksi dan perdagangan emas Dunia. Kita tahu jumlah emas sangat terbatas, factor dominan penentu harga emas seharusnya adalah di supply-nya. Namun karena perdagangannya dikuasai orang lain, pemilik supply emas seperti Indonesia bisa tidak berkutik di pasar emas dunia.

Banyak keanehan yang saya temukan dalam data-data produksi dan perdagangan emas dunia. Contohnya adalah data 10 besar pengekspor emas dunia tahun 2005 berikut;

• United States … US$5.5 billion (23.2% of top ten gold exporters, up 25.2% from 2004)
• Australia … $4.4 billion (18.6%, up 7.1%)
• Canada … $3.7 billion (15.5%, up 28.4%)
• Peru … $3.1 billion (12.9%, up 30.1%)
• Hong Kong … $2.8 billion (11.8%, down 55.9%)
• Japan … $1.4 billion (6%, up 17.8%)
• Germany … $841.7 million (3.5%, up 22.7%)
• Singapore … $764.8 million (3.2%, up 14.2%)
• Italy … $628.7 million (2.6%, up 41%)
• Colombia … $627.2 million (2.6%, up 9%).

Indonesia punya Freeport – tetapi mengapa yang masuk sepuluh besar negara pengeekspor emas Dunia tahun tersebut adalah Singapura ? – bukan Indonesia !.

Oh mungkin Singapore sebagai negeri pedagang, dia mengimpor dahulu dari Negara lain, terus kemudian mengeskpor-nya ?. Kalau asumsi ini benar berarti Singapore juga menjadi setidaknya 10 besar pengimpor emas. Tetapi inipun tidak nampak dari 10 besar Negara pengimpor emas tahun yang sama sebagai berikut :

• India … US$10.9 billion (33.1% of top ten gold importers, up 6% from 2004)
• United States … $4.4 billion (13.5%, up 10.9%)
• Turkey … $3.9 billion (11.8%, up 11.4%)
• Italy … $3.5 billion (10.5%, down 2.8%)
• Canada … $2.3 billion (6.9%, up 60.1%)
• Australia … $2.1 billion (6.5%, up 18.5%)
• Thailand … $2 billion (6%, up 71.4%)
• Malaysia … $1.4 billion (4.1%, up 9.2%)
• Japan … $1.3 billion (4.1%, up 12.1%)
• Germany … $1.2 billion (3.5%, up 17.9%).

Produksi Emas Dunia - World Gold ProductionLain perdagangan, lain pula produksi. Pada tahun yang sama 2005, Indonesia menduduki urutan ke 10 dari produsen emas dunia dengan tingkat produksi sekitar 176 ton atau 7 % dari produksi emas dunia.

Trend Produksi Emas Dunia- World Gold Production TrendTrend peran Indonesia-pun dalam produksi emas Dunia kelihatan meningkat dari waktu ke waktu. Grafik disamping yang saya ambilkan dari Gold Price Organization menunjukkan hal ini.

Dari membandingkan data perdagangan dengan data produksi tersebut, kesimpulan saya sederhana. Kita punya sumber alam khususnya emas ini, namun kita tidak memiliki kendali atas perniagaan dari sumber alam yang kita miliki tersebut.

Padahal dalam hadits Ibnu Majjah Rasulallah SAW bersabda “ Sembilan dari sepuluh pintu rizky adanya di perniagaan”. . Karena kita tidak pandai berniaga, maka luputlah kita dari 9 pintu rizky tersebut. Pantas bangsa yang kaya raya dengan sumber alam ini, penduduk miskinnya tergolong yang terbesar di dunia. Mungkin bukan hanya emas, tetapi juga sumber alam lainnya seperti minyak, kayu, hasil laut yang tidak dalam kendali kita – orang lain lebih menguasai perniagaannya dibandingkan kita.

Untuk generasi kita mungkin sudah terlalu jauh kita ketinggalan, namun tidak ada kata terlambat. Kalau kita mulai berbenah sekarang, insyaallah generasi anak-anak kita akan lebih baik…ayo mulai kita ajari anak-anak kita untuk berniaga, agar mereka bisa bersaing di sembilan pintu Rizky seperti sabda Rasulallah SAW tersebut diatas. Wallahu A’lam bis Showab.

Saturday, February 23, 2008

Mengenal Dinar dan Dirham Islam

Karena banyaknya pengunjung yang mengira bahwa Dinar Iraq dan lain sebagainya adalah sama dengan Dinar Islam. Maka perlu saya buat penjelasan yang sangat jelas bahwa Dinar Iraq dan sejenisnya adalah tidak sama dan bukan Dinar Islam. Dinar Iraq adalah uang kertas biasa, sedangkan Dinar Islam adalah uang emas 22 karat 4.25 gram.

Lebih jauh agar kita mengenal Dinar Islam ini lebih dekat, berikut saya petikkan uraian dari buku saya (Mengembalikan Kemakmuran Islam Dengan Dinar dan Dirham) yang menjelaskan detil tentang Dinar Islam.

Islamic Dinar and DirhamUang dalam berbagai bentuknya sebagai alat tukar perdagangan telah dikenal ribuan tahun yang lalu seperti dalam sejarah Mesir kuno sekitar 4000 SM – 2000 SM. Dalam bentuknya yang lebih standar uang emas dan perak diperkenalkan oleh Julius Caesar dari Romawi sekitar tahun 46 SM. Julius Caesar ini pula yang memperkenalkan standar konversi dari uang emas ke uang perak dan sebaliknya dengan perbandingan 12 : 1 untuk perak terhadap emas. Standar Julius Caesar ini berlaku di belahan dunia Eropa selama sekitar 1250 tahun yaitu sampai tahun 1204.

Di belahan dunia lainnya di Dunia Islam, uang emas dan perak yang dikenal dengan Dinar dan Dirham juga digunakan sejak awal Islam baik untuk kegiatan muamalah maupun ibadah seperti zakat dan diyat sampai berakhirnya Kekhalifahan Usmaniah Turki tahun 1924.

Standarisasi berat uang Dinar dan Dirham mengikuti Hadits Rasulullah SAW, ”Timbangan adalah timbangan penduduk Makkah, dan takaran adalah takaran penduduk Madinah” (HR. Abu Daud).

Pada zaman Khalifah Umar bin Khattab sekitar tahun 642 Masehi bersamaan dengan pencetakan uang Dirham pertama di Kekhalifahan, standar hubungan berat antara uang emas dan perak dibakukan yaitu berat 7 Dinar sama dengan berat 10 Dirham.

Berat 1 Dinar ini sama dengan 1 mitsqal atau kurang lebih setara dengan berat 72 butir gandum ukuran sedang yang dipotong kedua ujungnya . Dari Dinar-Dinar yang tersimpan di musium setelah ditimbang dengan timbangan yang akurat maka di ketahui bahwa timbangan berat uang 1 Dinar Islam yang diterbitkan pada masa Khalifah Abdul Malik bin Marwan adalah 4.25 gram, berat ini sama dengan berat mata uang Byzantium yang disebut Solidos dan mata uang Yunani yang disebut Drachma.

Atas dasar rumusan hubungan berat antara Dinar dan Dirham dan hasil penimbangan Dinar di musium ini, maka dapat pula dihitung berat 1 Dirham adalah 7/10 x 4.25 gram atau sama dengan 2.975 gram .

Sampai pertengahan abad ke 13 baik di negeri Islam maupun di negeri non Islam sejarah menunjukan bahwa mata uang emas yang relatif standar tersebut secara luas digunakan. Hal ini tidak mengherankan karena sejak awal perkembangannya-pun kaum muslimin banyak melakukan perjalanan perdagangan ke negeri yang jauh. Keaneka ragaman mata uang di Eropa kemudian dimulai ketika Republik Florence di Italy pada tahun 1252 mencetak uangnya sendiri yang disebut emas Florin, kemudian diikuti oleh Republik Venesia dengan uangnya yang disebut Ducat.

Pada akhir abad ke 13 tersebut Islam mulai merambah Eropa dengan berdirinya kekalifahan Usmaniyah dan tonggak sejarahnya tercapai pada tahun 1453 ketika Muhammad Al Fatih menaklukkan Konstantinopel dan terjadilah penyatuan dari seluruh kekuasan Kekhalifahan Usmaniyah.

Selama tujuh abad dari abad ke 13 sampai awal abad 20, Dinar dan Dirham adalah mata uang yang paling luas digunakan. Penggunaan Dinar dan Dirham meliputi seluruh wilayah kekuasaan Usmaniyah yang meliputi tiga benua yaitu Eropa bagian selatan dan timur, Afrika bagian utara dan sebagian Asia.

Pada puncak kejayaannya kekuasaan Usmaniyah pada abad 16 dan 17 membentang mulai dari Selat Gibraltar di bagian barat (pada tahun 1553 mencapai pantai Atlantik di Afrika Utara ) sampai sebagian kepulauan nusantara di bagian timur, kemudian dari sebagian Austria, Slovakia dan Ukraine dibagian utara sampai Sudan dan Yemen di bagian selatan. Apabila ditambah dengan masa kejayaan Islam sebelumnya yaitu mulai dari awal kenabian Rasululullah SAW (610) maka secara keseluruhan Dinar dan Dirham adalah mata uang modern yang dipakai paling lama (14 abad) dalam sejarah manusia.

Selain emas dan perak, baik di negeri Islam maupun non Islam juga dikenal uang logam yang dibuat dari tembaga atau perunggu. Dalam fiqih Islam, uang emas dan perak dikenal sebagai alat tukar yang hakiki (thaman haqiqi atau thaman khalqi) sedangkan uang dari tembaga atau perunggu dikenal sebagai fulus dan menjadi alat tukar berdasar kesepakatan atau thaman istilahi. Dari sisi sifatnya yang tidak memiliki nilai intrinsik sebesar nilai tukarnya, fulus ini lebih dekat kepada sifat uang kertas yang kita kenal sampai sekarang .

Dinar dan Dirham memang sudah ada sejak sebelum Islam lahir, karena Dinar (Dinarium) sudah dipakai di Romawi sebelumnya dan Dirham sudah dipakai di Persia. Kita ketahui bahwa apa-apa yang ada sebelum Islam namun setelah turunnya Islam tidak dilarang atau bahkan juga digunakan oleh Rasulullah SAW– maka hal itu menjadi ketetapan (Taqrir) Rasulullah SAW yang berarti menjadi bagian dari ajaran Islam itu sendiri, Dinar dan Dirham masuk kategori ini.

Islamic Dinar & Dirham Produced by Logam Mulia Indonesia - With The Weight & Purity Certification By KAN (Indonesia) an LBMA (UK -London) Di Indonesia di masa ini, Dinar dan Dirham hanya diproduksi oleh Logam Mulia - PT. Aneka Tambang TBK. Saat ini Logam Mulia-lah yang secara teknologi dan penguasaan bahan mampu memproduksi Dinar dan Dirham dengan Kadar dan Berat sesuai dengan Standar Dinar dan Dirham di masa awal-awal Islam.

Standar kadar dan berat inipun tidak hanya di sertifikasi secara nasional oleh Komite Akreditasi Nasional (KAN), tetapi juga oleh lembaga sertifikasi logam mulia internasional yang sangat diakui yaitu London Bullion Market Association (LBMA).

Seperti di awal Islam yang menekankan Dinar dan Dirham pada berat dan kadarnya - bukan pada tulisan atau jumlah/ukuran/bentuk keping - maka berat dan kadar emas untuk Dinar serta berat dan kadar perak untuk Dirham produksi Logam Mulia di Indonesia saat ini memenuhi syarat untuk kita sebut sebagai Dinar dan Dirham Islam zaman sekarang.

Seluruh Dinar dan Dirham yang diperkenalkan & dipasarkan oleh Gerai Dinar adalah produksi langsung dari Logam Mulia - PT. Aneka Tambang, Tbk..

Labels: , , , , , , , , ,

Friday, February 22, 2008

Belajar Mengelola Dinar Dari Abdurrahman bin Auf

Selain dari diri Rasulullah yang terdapat contoh yang sempurna, kita juga
bisa belajar dari sahabat-sahabat Beliau dalam membangun kemakmuran
Islam yang kita cita-citakan ini.

Salah satu sahabat beliau yang patut kita contoh adalah Abdurrahman bin Auf yang kesuksesannya dalam berbisnis bisa menjadi tauladan bagi seluruh pengusaha muslim saat ini. Dalam hal urusan akhiratpun banyak yang bisa dicontoh dari Abdurrahman ini karena beliau termasuk salah satu dari sepuluh sahabat yang dijamin masuk surga.

Berikut disarikan prestasi-prestasi Abdurrrahman bin Auf :

• Abdurrahman bin Auf termasuk sahabat yang masuk Islam sangat
awal, tercatat beliau orang kedelapan yang bersahadah 2 hari setelah
Abu Bakar.
• Beliau termasuk salah satu dari enam orang yang ditunjuk oleh Umar
bin Khattab untuk memilih khalifah sesudahnya.
• Beliau seorang mufti yang dipercaya oleh Rasulullah SAW untuk
berfatwa di Madinah padahal Rasulullah SAW masih hidup.
• Beliau terlibat dalam perang Badar bersama Rasulullah SAW dan
menewaskan musush-musuh Allah. Beliau juga terlibat dalam perang
Uhud dan bahkan termasuk yang bertahan disisi Rasulullah SAW ketika
tentara kaum muslimin banyak yang meninggalkan medan
peperangan. Dari peperangan ini ada sembilan luka parah ditubuhnya
dan dua puluh luka kecil yang diantaranya ada yang sedalam anak
jari. Perang ini juga menyebabkan luka dikakinya sehingga
Abdurahman bin Auf harus berjalan dengan pincang, dan juga
merontokkan sebagian giginya sehingga beliau berbicara dengan
cadel.
• Suatu saat ketika Rasullullah SAW berpidato menyemangati kaum
muslimin untuk berinfaq di jalan Allah, Abdurrahman bin Auf
menyumbang separuh hartanya yang senilai 2000 Dinar atau sekitar
Rp 2.4 Milyar nilai uang saat ini(saat itu beliau ‘belum kaya’ dan hartanya baru 4000 Dinar atau Rp 4.8 Milyar). Atas sedeqah ini beliau didoakan khusus oleh Rasulullah SAW yang berbuny i “Semoga Allah
melimpahkan berkahNya kepadamu, terhadap harta yang kamu
berikan. Dan Semoga Allah memberkati juga harta yang kamu
tinggalkan untuk keluarga kamu.”
Do’a ini kemudian benar-benar
terbukti dengan kesuksesan demi kesuksesan Abdurrahman bin Auf
berikutnya.
• Ketika Rasullullah membutuhkan dana untuk perang Tabuk yang
mahal dan sulit karena medannya jauh, ditambah situasi Madinah
yang lagi dilanda musim panas. Abdurrahman bin Auf memeloporinya
dengan menyumbang dua ratus uqiyah emas sampai-sampai Umar bin
Khattab berbisik kepada Rasulullah SAW “ Sepertinya Abdurrahman
berdosa sama keluarganya karena tidak meninggali uang belanja sedikitpun untuk keluarganya”. Mendengar ini, Rasulullah SAW
bertanya pada Abdurrahman bin Auf, “Apakah kamu meninggalkan
uang belanja untuk istrimu ?” , “ Ya!” Jawab Abdurrahman, “Mereka
saya tinggali lebih banyak dan lebih baik dari yang saya sumbangkan”.
“Berapa ?” Tanya Rasulullah. “ Sebanyak rizki, kebaikan, dan pahala
yang dijanjikan Allah.” Jawabnya.

• Setelah Rasulullah SAW wafat, Abdurrahman bin Auf bertugas
menjaga kesejahteraan dan keselamatan Ummahatul Mu’minin (para
istri Rasulullah SAW).
• Abdurrahman bin Auf pernah menyumbangkan seluruh barang yang
dibawa oleh kafilah perdagangannya kepada penduduk Madinah
padahal seluruh kafilah ini membawa barang dagangan yang diangkut
oleh 700 unta yang memenuhi jalan-jalan kota Madinah. Selain itu
juga tercatat Abdurrahman bin Auf telah menyumbangkan dengan
sembunyi-sembunyi atau terang-terangan antara lain 40,000 Dirham
(sekitar Rp 1.4 Milyar uang sekarang), 40,000 Dinar (sekarang senilai
+/- Rp 48 Milyar uang sekarang), 200 uqiyah emas, 500 ekor kuda,
dan 1,500 ekor unta
• Beliau juga menyantuni para veteran perang badar yang masih hidup
waktu itu dengan santunan sebesar 400 Dinar (sekitar Rp 480 juta)
per orang untuk veteran yang jumlahnya tidak kurang dari 100 orang.
• Dengan begitu banyak yang diinfaqkan di jalan Allah, beliau ketika
meninggal pada usia 72 tahun masih juga meninggalkan harta yang
sangat banyak yaitu terdiri dari 1000 ekor unta, 100 ekor kuda, 3,000
ekor kambing dan masing-masing istri mendapatkan warisan 80.000
Dinar. Padahal warisan istri-istri ini masing-masing hanya ¼ dari 1/8
(istri mendapat bagian seperdelapan karena ada anak, lalu
seperdelapan ini dibagi 4 karena ada 4 istri). Artinya kekayaan yang
ditinggalkan Abdurrahman bin Auf saat itu berjumlah 2,560,000 Dinar
atau sebesar Rp 3.072 trilyun untuk kurs uang Rupiah saat tulisan ini dibuat !.

Bagaimana Abdurrahman bin Auf bisa sangat sukses berdagang dan juga
dijamin masuk surga ?, berikut adalah yang bisa kita tiru dari beliau :

• Seluruh usahanya hanya ditujukan untuk mencari Ridhla Allah semata.
• Bermodal dan berniaga barang yang halal dan menjauhkan diri dari
barang yang haram bahkan yang subhat sekalipun.
• Keuntungan hasil usaha bukan untuk dinikmati sendiri melainkan
ditunaikan hak Allah, sanak keluarga dan untuk perjuangan di Jalan
Allah.
• Abdurrahman bin Auf seorang pemimpin yang mengendalikan
hartanya, bukan harta yang mengendalikannya.
• Sedeqah telah menyuburkan harta Abdurrahman bin Auf, sampai-
sampai ada penduduk Madinah yang berkata “ Seluruh penduduk
Madinah berserikat dengan Abdurrahman bin Auf pada hartanya.
Sepertiga dipinjamkannya pada mereka, sepertiga untuk membayari
hutang-hutang mereka, dan sepertiga sisanya dibagi-bagikan kepada
mereka”.

• Keseluruhan harta Abdurahman bin Auf adalah harta yang halal,
sehingga Ustman bin Affan RA. yang sudah sangat kayapun bersedia
menerima wasiat Abdurahman ketika membagikan 400 Dinar bagi
setiap veteran perang Badar. Atas pembagian ini Ustman bin Affan
berkata, “ Harta Abdurahman bin Auf halal lagi bersih, dan memakan
harta itu membawa selamat dan berkat”.


Jadi mengelola Dinar tidak berarti menjadi hamba Dinar. Asal kita dapat kembali ke tuntunan dan contoh langsung dari Rasulullah SAW beserta para sahabatnya. Wallahu A’lam.

Labels: , , , ,

Thursday, February 21, 2008

Harga Emas Mencapai Record Tertinggi ...

Pada saat artikel ini saya tulis harga emas dunia berada pada angka US$ 944 /troy oz. yang merupakan harga emas dalam US$ tertinggi sepanjang sejarah.

Harga Dinar dalam Rupiah baru menyamai record tertingginya tanggal 29/1 lalu yang berada pada Rp 1,200,000. Penyebabnya adalah nilai tukar Rupiah saat ini (1 US$ =Rp 9,200) yang lebih kuat dibandingkan tanggal 29/1 lalu (1 US$ =Rp 9,355).

Ada tiga penyebab utama naikknya harga emas dalam US$ kemarin.

Pertama adalah pengumuman dari Federal Reserve yang menyatakan bahwa dampak dari krisis perumahan yang sudah berlangsung beberapa bulan sejak tahun lalu, akan menurunkan pertumbuhan ekonomi Amerika Serikat dari perkiraan sebelumnya. Saat ini pertumbuhan tersebut diperkirakan hanya akan mencapai 1.3% s/d 2 %. Sebelumnya diperkirakan pertumbuhan GDP antara 1.8% s/d 2.5%.

Penyebab kedua adalah naiknya harga minyak mentah dunia yang kemarin kembali melewati angka US$ 100 per barrel. Naiknya harga minyak ini juga didorong oleh kekawatiran menurunnya nilai US$.

Penyebab ketiga adalah diungkapnya data consumer price inflation di Amerika Serikat untuk bulan Januari lalu yang ternyata mencapai 4.3% jauh diatas perkiraan pasar; juga meningkat dari bulan sebelumnya yang mencapai angka 4.1%..

Dari serangkaian berita buruk yang saling terkait dan saling melengkapi tersebut diatas, pasar kembali perlu pegangan yang kokoh – dan ini berarti emas.

Mengapa kondisi ekonomi Amerika Serikat ini masih menjadi penting bagi pembanding harga Dinar kita saat ini ?; Semata karena harga emas di pasar dunia saat ini masih dihitung dari mata uang kertas – khususnya Dollar. Kita membeli emas juga masih dengan uang kertas. Jadi nilai tukar emas terhadap uang kertas negara manapun – tentu dipengaruhi juga oleh nilai uang kertas itu sendiri.

Dalam perdagangan emas, semua faktor yang menggerakkan ekonomi dunia berpengaruh. Bahkan krisis energi di Afrika Selatan-pun berpengaruh terhadap harga Dinar kita di Indonesia.

Dalam taraf ikhtiar , semakin paham kita akan faktor-faktor tersebut, semakin aman langkah-langkah yang kita tempuh dalam berinvestasi dan proteksi nilai ini. Setelah kita berusaha, hasil akhirnya kita serahkan kepada Allah semata. Wallahu A’lam.

Wednesday, February 20, 2008

Fitrah Harga Emas, Selalu Naik Pada Saat Ada Krisis…

Imam Ghazali dalam kitabnya Ihya Ulumuddin lebih dari 900 tahun lalu telah menulis bahwa hanya emas dan perak-lah yang bisa jadi timbangan yang adil dalam bermuamalah. Nampaknya hal ini terbukti sekali lagi di pasar uang internasional dalam hari-hari ini.

Ketika krisis subprime mortgage di Amerika Serikat belum juga nampak ujung akhir penyelesaiannya; kemarin pasar uang internasional dikejutkan lagi dengan masalah baru; yaitu krisis di Credit Suisse yang harus me –write-down assetnya senilai US$ 2.85 milyar.

Yang menjadi masalah bukan hanya nilai investasi yang turun bagi pihak-pihak yang terkait saja dengan Credit Suisse yang terkena dampak write-down tersebut; melainkan seluruh pasar terganggu kepercayaannya terhadap pasar finansial global.

Betapa tidak, Credit Suisse yang bermarkas di Zurich – Swtitzerland ; selama ini selalu dipersepsikan pasar sebagai tempat investasi yang paling aman. Management Risiko-nya pun dipandang paling mumpuni di dunia perbankan Global. Tapi ternyata mereka keropos juga di dalam.

Pertanyaan berikutnya adalah apabila Credit Suisse yang menjadi rujukan perbankan global saja bisa keropos; apalagi dunia perbankan yang tidak ‘secanggih’ Credit Suisse dalam pengendalian Management Risiko-nya ?.

Pertanyaan-pertanyaan dan persepsi inilah yang sepanjang hari kemarin menghantui para pemain pasar.

Dan dampaknya mudah ditebak; ketika orang panik dan kehilangan pegangan – mereka akan mencari pegangan yang fitrah. Pegangan yang dipandang adil, yang nilainya tidak akan ikut hancur bersamaan dengan hancurnya investasi di Amerika, Swiss dan entah dimana lagi. Inilah investasi emas – investasi dan proteksi nilai dari jaman nenek moyang yang memang terbukti kehandalannya.

Dari kepanikan pasar ini harga emas menjulang tinggi kemarin, naik dari US$ 906.10 pada penutupan hari sebelumnya, menjadi US$ 929.00 pagi ini. Harga Dinar tentu saja mengikuti perkembangan ini; pagi ini Dinar di Gerai Dinar dihargai Rp 1,182,700. Naik lebih dari Rp 21 ribu dari harga sehari sebelumnya.

Karena dampak krisis tambahan dari Credit Suisse ini akan berakumulasi dengan berbagai krisis-krisis sebelumnya seperti Subprime Mortgage Default dan krisis energy di Afrika Selatan sebagai produser utama emas; ada baiknya kita mulai lebih serius mengembangkan Dinar ini sebagi alternatif investasi dan proteksi nilai. Dari berbagai response dari pembaca blog ini kebutuhan akan alternative investasi dan proteksi nilai ini nampak begitu nyata. Wallhu A’lam .

Labels: , , , , ,

Tuesday, February 19, 2008

Pada Akhirnya Nanti Tidak Akan Ada Yang Bisa Mempengaruhi Harga Emas Selain Pasar Itu Sendiri…

Di kalangan pemain pasar emas ada joke kecil tentang emas dan Ppresiden Amerika Serikat berikut :

Sebelum presiden Clinton menyerahkan ke Bush tampuk pimpinan Amerika Serikat, ia mengajak calon penggantinya ini untuk melihat-lihat Gedung Putih. Saat itu Bush kebelet ke kamar kecil, dan dipersilahkanlah oleh Clinton untuk menggunakan tempat pribadinya. Saat itulah Bush merasakan betapa indahnya ‘tempat kencing’ yang disediakan oleh Gedung Putih.

Keindahan ‘tempat kencing’ dari emas inipun diceritakan Bush ke istrinya Laura dengan bangganya, bahwa nanti kalau dia sudah tinggal di Gedung Putih dia akan memiliki tempat kencing pribadi dari emas. Ketika kesempatan lain Laura ketemu Hillary Clinton, Laura pun bercerita ke Hillary – bahwa nanti setelah suaminya tinggal di Gedung Putih – dia akan menikmati tempat kencing pribadi dari emas.

Di tempat tidur – malamnya – menjelang tidur Hillary bicara sama suaminya; “ Jadi sekarang saya tahu – siapa yang mengencingi saxophone-mu”.


Kalaupun Bush benar-benar tidak bisa membedakan antara custom-made saxophone dengan urinoir ; tidak demikian halnya dengan team keuangannya – termasuk Federal Reserve-nya. Mereka sangat paham tentang emas dan apa dampaknya kalau harga emas dibebaskan ke mekanisme pasar. Harga emas akan membubung tinggi dan meninggalkan US$ yang semakin tidak ada nilainya.

Inilah sebabnya dari waktu kewaktu, pemerintahan mereka dan juga lembaga internaional yang dalam pengaruh kendalinya seperti IMF utuk semaksimal mungkin mempengaruhi harga pasar emas.

Ini tidak akan bertahan lama karena cadangan emas mereka sendiri makin lama makin habis, lihat tulisan saya mengenai penyebab turunnya harga emas.

Faktor lain adalah realita bahwa supply emas adalah terbatas – kalau ada pertumbuhan sedikit di tempat lain – akan ada yang berkurang di tempat lain. Lihat juga tulisan saya beberapa hari lalu tentang turunnya produksi di Afrika Selatan yang pada saat bersamaan ada kenaikan produksi di China.

Inilah scenario Allah, mengapa Rasulullah SAW menetapkan bahwa nishab emas, diyat dan beberapa ketentuan syariat lainnya dengan nilai emas atau perak – karena nilainya akan independent, nilainya akan adil sepanjang zaman.

Dari waktu ke waktu berbagai pihak akan berusaha mempermainkan harga emas sebagaimana mereka mempermainkan nilai-nilai keadilan lainnya, tetapi scenario Allah-lah yang akan jalan. Wallahu A’lam.

Monday, February 18, 2008

Dinar Sebagai Pengaman Dari Scenario Masa Depan Ekonomi Yang Sengaja Dikaburkan…

Ada artikel menarik di Gold Price Organization akhir pekan lalu yang antara lain mengungkap keanehan bahwa sudah sejak satu setengah tahun ini Federal Reserve Amerika menghentikan publikasi mengenai supply uang M3. Masyarakat di Amerika sengaja dibikin gelap tidak tahu berapa jumlah uang US Dollar yang beredar.

Masalahnya adalah bukan hanya masyarakat Amerika yang jadi korban. Seluruh dunia (yang menggunakan US$) berada dalam kegelapan finansial yang nyata. Betapa tidak, cadangan devisa kita akhir bulan lalu mencapai US$ 55,999.00 milyar . Apa jadinya kalau kita tahu – dan cepat atau lambat – akhirnya kita akan tahu kalau cadangan tersebut menjadi tidak bernilai sejalan dengan terus menurunnya nilai US$.

Mengukur nilai kekayaan yang berupa uang harus terhadap daya beli riilnya- bukan terhadap nilai mata uang lain, karena mata uang lain nilainya juga bergerak menyusut. Kekayaan dalam uang kertas yang meningkat, tidak ada artinya apabila beban hidup kita menjadi semakin berat – karena harga barang-barang kebutuhan yang terus semakin tidak terbeli.

Ternyata tidak hanya data supply uang M3 yang menghilang, data-data berikut juga akan menghilang dari akses publik per tanggal 1 Maret 2008 yang akan datang :

• Advance Monthly Sales for Retail and Food Services
• Advance Report on Durable Goods
• Construction Put in Place
• Gross Domestic Product
• Manufacturers' Shipments, Inventories, and Orders
• Manufacturing and Trade: Inventories and Sales
• Monthly Wholesale Trade
• New Residential Construction
• New Residential Sales
• Personal Income and Outlays
• Quarterly Financial Report
• Quarterly Services
• Retail E-Commerce Sales
• U.S. International Trade in Goods and Services
• U.S. International Transactions


Situs resmi pemerintah Amerika Serikat mengungkapkan bahwa alasan menghilangnya data-data penting yang menjadi indicator ekonomi tersebut adalah budget constraint. Pertanyaannya apa iya ? Negara yang menganggap dirinya adikuasa – mengalami kendala dalam mengumpulkan dan menyajikan data-data perekonomian yang sangat penting ?.

Sesuatu yang sangat besar sedang terjadi di perekonomian global, tetapi kita punya solusi – asal kita dapat bergerak cepat dan menyadarkan sebanyak mungkin umat. Kembali ke Dinar dan Dirham. Wallahu A’lam.

Labels: , , , ,

Friday, February 15, 2008

Alhamdulillah, Mulai Hari Ini Insyaallah Dinar Sudah Bisa Menyebar Ke Seluruh Kota-Kota Besar Di Indonesia....

Insyaallah ini menjadi jawaban bagi permintaan pengunjung blog ini baik dari kota-kota besar seluruh Indonesia maupun juga dari manca negara. Bekerja sama dengan perusahaan logistik terkemuka dunia RPX Holding / Federal Express , Insyaallah pengiriman Dinar akan dapat dilakukan dengan aman cepat dan cukup ekonomis.

Kota-kota besar yang dapat langsung dilayani adalah Balikpapan, Bandung, Batam, Cirebon, Denpasar, Jakarta (Jabodetabek), Medan, Palembang, Pekanbaru, Pontianak,Semarang, Solo, Surabaya, Ujung Pandand dan Jogjakarta. . Di kota-kota besar ini, tanpa menunggu keberadaan agen Gerai Dinar setempat, Dinar bisa diperoleh melalui pesanan ke kantor pusat kami.

Biaya pengiriman saat ini berkisar antara Rp 50,000 – Rp 65,000 tergantung kota tujuan. Biaya tersebut berlaku untuk pengiriman Dinar maksimal 1 kg atau 235 Dinar namun perlindungan asuransi-nya hanya sampai senilai Rp 20 juta. Untuk perlindungan asuransi diatas Rp 20 juta akan ada tambahan biaya sekitar 0.5% dari nilai Dinar yang dikirim. Biaya pengiriman dan asuransi menjadi tanggungan pembeli.

Prosedur pembelian dari luar kota adalah sebagai berikut :

1. Calon pembeli menghubungi kami lewat telepon, sms atau email ke nomor-nomor yang ada di blog ini dengan memberikan data nama lengkap, identitas diri dan alamat yang jelas. (Data hanya diperuntukkan untuk pembeli pertama. Bagi yang sudah pernah mendaftar di sms server kami – asal sudah mengisi secara lengkap- cukup memberi tahu no HP-nya).
2. Calon membeli menginformasikan kepada kami berapa Dinar yang akan di beli dan kapan akan dilakukan pembelian. Harga Dinar hanya berlaku kurang lebih selama enam jam; harga pagi berlaku sampai jam 1 siang; harga siang berlaku sampai jam 6 sore pada hari yang sama.
3. Kami akan memberi tahu pembeli ketersediaan barang. Apabila barang ada maka transaksi jual beli bisa dilaksanakan saat itu juga – harga yang berlaku adalah harga pada saat transfer pembayaran dilakukan. Untuk mencapai ketepatan waktu ini untuk sementara disarankna membayar di Kantor Bank Mandiri ke rekening kami di Bank Mandiri, atau Kantor BCA untuk rekening kami di BCA.
4. Saat ini karena animo masyarakat yang besar diluar kapasitas produksi rutin Dinar Logam Mulia, maka kemungkin stok tidak selalu tersedia – terutama untuk pembelian partai besar. Apabila ini yang terjadi, kepada calon pembeli akan kami tawarkan apakah mau membeli secara pesanan (Dalam Islam disebut ‘Istisna’ , dalam bahasa sehari-hari kita sebut inden). Pembelian Dinar secara pesanan, menggunakan harga yang berlaku pada saat transaksi(transfer pembayaran) dan penyerahan Dinar setelah Dinar selesai di produksi. Proses produksi pesanan ini saat ini berkisar antara 2-3 minggu.
5. Setelah Dinar ada dan pembayaran sudah kami terima termasuk biaya pengiriman dan asuransi, kami akan kirimkan Dinar melalui paket RPX dalam amplop standar RPX yang insyaallah aman dan terproteksi asuransi.

6. Setelah barang kami kirimkan, Kepada pembeli akan kami beritahukan bahwa barang telah terkirim dengan menginformasikan detail nomor AWB pengiriman.
7. Pembeli Dinar dapat memonitor perjalanan Dinar-nya melalui layanan SMS ke nomor : 0811 1111 779 ( 0811 1111 RPX) dengan isi pesan : STAT (spasi) AWB.

Dengan kemudahan ini, Insyaallah Dinar akan segera memasyarakat tidak hanya di Jakarta tetapi juga di berbagai kota tersebut diatas. Meskipun layanan semacam ini tersedia, kami tetap membuka kesempatan bagi yang ingin membuka kantor keagenan Gerai Dinar di seluruh Indonesia.

Labels: , , , ,

Thursday, February 14, 2008

Investasi Emas : Koin Dinar, Emas Lantakan Atau Emas Perhiasan ?

Pertanyaan ini sering sekali sampai ke saya dalam berbagai keempatan, Baik lewat email, kesempatan tanya jawab dalam ceramah atau bahkan banyak sekali pembeli Dinar sebelum mereka mulai membeli – mereka menanyakan dahulu masalah ini.

Ketiga-tiganya tentu memiliki kesamaan karena bahannya memang sama. Kesamaan tersebut terletak pada keunggulan investasi tiga bentuk emas ini yaitu semuanya memiliki nilai nyata (tangible), senilai benda fisiknya (intrinsic) dan dan nilai yang melekat/bawaan pada benda itu (innate). Ketiga keunggulan nilai ini tdak dimiliki oleh investasi bentuk lain seperti saham, surat berharga dan uang kertas.

Default value (nilai asal) dari investasi emas tinggi – kalau tidak ada campur tangan berbagai pihak dengan kepentingannya sendiri-sendiri otomatis nilai emas akan kembali ke nilai yang sesungguhnya – yang memang tinggi.

Sebaliknya default value (nilai) uang kertas, saham, surat berharga mendekati nol , karena kalau ada kegagalan dari pihak yang mengeluarkannya untuk menunaikan kewajibannya –uang kertas, saham dan surat berharga menjadi hanya senilai kayu bakar.

Nah sekarang sama-sama investasi emas, mana yang kita pilih ? Koin Emas, Emas Lantakan atau Perhiasan ? Disini saya berikan perbandingannya saja yang semoga objektif sehingga pembaca bisa memilih sendiri - Agar keputusan Anda tidak terpengaruh oleh pendapat saya – karena kalau pendapat saya tentu ke Dinar karena inilah yang saya masyarakatkan.

Kelebihan Dinar :
1. Memiliki sifat unit account ; mudah dijumlahkan dan dibagi. Kalau kita punya 100 Dinar – hari ini mau kita pakai 5 Dinar maka tinggal dilepas yang 5 Dinar dan di simpan yang 95 Dinar.
2. Sangat liquid untuk diperjual belikan karena kemudahan dibagi dan dijumlahkan di atas.
3. Memiliki nilai da’wah tinggi karena sosialisasi Dinar akan mendorong sosialisasi syariat Islam itu sendiri. Nishab Zakat misalnya ditentukan dengan Dinar atau Dirham - umat akan sulit menghitung zakat dengan benar apabila tidak mengetahui Dinar dan Dirham ini.
4. Nilai Jual kembali tinggi, mengikuti perkembangan harga emas internasional; hanya dengan dikurangkan biaya administrasi dan penjualan sekitar 4% dari harga pasar. Jadi kalau sepanjang tahun lalu Dinar mengalami kenaikan 31 %, maka setelah dipotong biaya 4 % tersebut hasil investasi kita masih sekitar 27%.
5. Mudah diperjual belikan sesama pengguna karena tidak ada kendala model dan ukuran.

Kelemahan Dinar :
1. Di Indonesia masih dianggap perhiasan, penjual terkena PPN 10% (Sesuai KEPUTUSAN MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 83/KMK.03/2002 bisa diperhitungkan secara netto antara pajak keluaran dan pajak masukan toko emas maka yang harus dibayar ‘toko emas’ penjual Dinar adalah 2%).
2. Ongkos cetak masih relatif tinggi yaitu berkisar antara 3% - 5 % dari nilai barang tergantung dari jumlah pesanan.

Kelebihan Emas Lantakan :
1. Tidak terkena PPN
2. Apabila yang kita beli dalam unit 1 kiloan – tidak terkena biaya cetak.
3. Nilai jual kembali tinggi.

Kelemahan Emas Lantakan :
1. Tidak fleksibel; kalau kita simpan emas 1 kg, kemudian kita butuhkan 10 gram untuk keperluan tunai – tidak mudah untuk dipotong. Artinya harus dijual dahulu yang 1 kg, digunakan sebagian tunai – sebagian dibelikan lagi dalam unit yang lebih kecil – maka akan ada kehilangan biaya penjualan/adiminstrasi yang beberapa kali.
2. Kalau yang kita simpan unit kecil seperti unit 1 gram, 5 gram, 10 gram – maka biaya cetaknya akan cukup tinggi.
3. Tidak mudah diperjual belikan sesama pengguna karena adanya kendala ukuran. Pengguna yang butuh 100 gram, dia tidak akan tertarik membeli dari pengguna lain yang mempunyai kumpulan 10 gram-an. Pengguna yang akan menjual 100 gram tidak bisa menjual ke dua orang yang masing-masing butuh 50 gram dst.

Kelebihan Emas Perhiasan :
1. Selain untuk investasi, dapat digunakan untuk keperluan lain – dipakai sebagai perhiasan.

Kelemahan Perhaiasn :
1. Biaya produksi tinggi
2. Terkena PPN
3. Tidak mudah diperjual belikan sesama pengguna karena kendala model dan ukuran.

Dari perbandingan-perbandingan tersebut, kita bisa memilih sendiri bentuk investasi emas yang mana yang paling tepat untuk kita. Wallahu A'lam.

Labels: , , ,

Wednesday, February 13, 2008

Gerai Dinar Menurunkan Harga Dinar Lebih Dari Rp 20,000 Hari Ini....

Seperti yang saya tulis dua hari lalu, bahwa keputusan IMF untuk melepas (sebagian) stoknya akan berdampak pada harga Emas dunia. Tadi malam hal ini terbukti, harga emas dunia turun dari kisaran US$ 922/ troy oz kemarin, menjadi sekitar US$ 905/troy oz pagi ini.

Hal ini kabar baik bagi penyebar luasan Dinar. Bagaimanapun saat ini masih sangat sedikit Dinar atau kekayaan riil yang dikuasai oleh umat Islam. Bahkan seluruh cadangan bank-bank sentral negara Islam kalau digabung nilainya hanya sekitar 40% dari cadangan emas IMF dan hanya sekitar 10% dari cadangan emas Uni Eropa.

Atas perkembangan harga emas ini, maka pagi ini Gerai Dinar menurunkan harga jual Dinar-nya lebih dari Rp 20,000 per Dinar, yaitu dari Rp 1,187,400 harga kemarin siang menjadi Rp 1,166,800 harga pagi ini.

Apakah penurunan harga ini akan berlanjut ? Hanya Allah-lah yang maha tahu.

Pasalnya selain ada faktor yang menambah (potensi stock) emas di pasar yaitu rencana penjualan sebagian stok IMF, ada juga faktor yang secara serius menurunkan supply emas di pasar yaitu menurunnya supply emas dari Afrika Selatan.

Sejak tahun 1905 Afrika Selatan adalah negara penghasil emas terbesar di dunia, namun kedudukan ini tergantikan oleh China dengan produksinya tahun lalu yang mencapai 276 metric ton.

Produksi emas Afrika Selatan sendiri tahun lalu berada pada angka 272 metric ton menurun 8% dari tahun sebelumnya yang berada pada angka 296 metric ton. Penurunan ini sangat mungkin akan terus berlanjut karena sudah beberapa bulan ini ada krisis energi di Afrika Selatan. Bahkan akhir bulan Januari lalu sempat terjadi penghentian seluruh aktivitas penambangan di negeri itu.

Krisis energy selalu berdimensi waktu jangka panjang, artinya tidak mudah diatasi dalam jangka pendek. Jadi supply emas di pasar dunia dari Afrika Selatan kemungkinan akan terus turun.

China meskipun memiliki produksi yang lebih tinggi sekarang – juga tidak akan terlalu banyak mempengaruhi supply Dunia karena selain kebutuhan penduduknya yang sangat tinggi, pemerintahnya juga pinter – terus membangun cadangan kekayaan riil di bank central-nya sehingga tidak mudah dipermainkan kekuatan dari luar. Wallahu A’lam.

Tuesday, February 12, 2008

Mata Uang dan Kedaulatan Negara...

Meskipun dari survey yang saya adakan lewat poll di sidebar blog ini subjek ekonomi dan politik dunia tidak terlalu menjadi perhatian pengunjung, sekali-sekali pingin juga saya menulis yang agak terkait dengan ekonomi dan politik ini. Terutama terkait dengan tulisan saya kemarin tentang IMF yang akan menjual(sebagian) emasnya.

Kehilangan KedaulatanKita sebagai bangsa yang merdeka telah memiliki pengalaman yang begitu pahit, bahwa karena kita tidak menggunakan mata uang yang benar-benar memiliki nilai intrinsik seperti Dinar dan Dirham, mata uang kita begitu mudah hancur atau dihancurkan.

Dampak kehancuran mata uang ini tidak berhenti disini, yang paling menyedihkan adalah kita benar-benar bisa kehilangan kedaulatan atas negeri ini – minimal kedaulatan ekonomi.

Sebagian besar kita masih ingat, bagaimana pada tanggal 15 Januari 1998, Presiden Republik ini waktu itu harus mengikuti kemauan IMF dengan menanda tangani 50 butir kesepakatan. Di butir-butir tersebut-lah Indonesia semakin kehilangan kedaulatan ekonominya. Berikut adalah sebagian kecil dari butir-butir kesepakatan dengan IMF (International Monetary Fund) yang menunjukkan bahwa kedaulatan ekonomi dan moneter itu lepas dari tangan kita :

1. Pemerintah diharuskan membuat Undang-Undang Bank Indonesia yang otonom, dan akhirnya pemerintah memang membuat undang-undang yang dimaksud, maka lahirlah Undang-undang no 23 tahun 1999 Tentang Bank Indonesia. Pertanyaannya adalah, seandainya Indonesia masih berdaulat mengapa untuk membuat Undang-Undang yang begitu penting harus dipaksakan oleh pihak asing ?. Kalau Undang-Undangnya dipaksakan oleh pihak asing – yang diwakili oleh IMF waktu itu, terus untuk kepentingan siapa Undang-Undang ini dibuat ?. Dalam salah satu pasal Articles of Agreement of the IMF (Arcticle V section 1) memang diatur bahwa IMF hanya mau berhubungan dengan bank sentral dari negara anggota, lahirnya Undang-Undang no 23 tersebut tentu sejalan dengan kemauan IMF. Lantas hal ini menyisakan pertanyaan besar – siapa yang mengendalikan uang di negeri ini ?. Dengan Undang-undang ini Bank Indonesia memang akhirnya mendapatkan otonominya yang penuh, tidak ada siapapun yang bisa mempengaruhinya (Pasal 4 ayat 2) termasuk Pemerintah Indonesia. Tetapi ironisnya justru Bank Indonesia tidak bisa lepas dari pengaruh IMF karena harus tunduk pada Articles of Agreement of the IMF seperti yang diatur antara lain dalam beberapa contoh pasal-pasal berikut :

a. Article V Section 1, menyatakan bahwa IMF hanya berhubungan dengan bank sentral (atau institusi sejenis, tetapi bukan pemerintah) dari negara anggota.
b. Article IV Section 2, menyatakan bahwa sebagai anggota IMF harus mengikuti aturan IMF dalam hal nilai tukar uangnya, termasuk didalamnya larangan menggunakan emas sebagai patokan nilai tukar.
c. Article IV Section 3.a., menyatakan bahwa IMF memiliki hak untuk mengawasi kebijakan moneter yang ditempuh oleh anggota, termasuk mengawasi kepatuhan negara anggota terhadap aturan IMF.
d. Article VIII Section 5, menyatakan bahwa sebagai anggota harus selalu melaporkan ke IMF untuk hal-hal yang menyangkut cadangan emas, produksi emas, export import emas, neraca perdagangan internasional dan hal-hal detil lainnya.

Pengaruh IMF terhadap kebijakan-kebijakan Bank Indonesia tersebut tentu memiliki dampak yang sangat luas terhadap Perbankan Indonesia karena seluruh perbankan di Indonesia dikendalikan oleh Bank Indonesia. Dampak lebih jauh lagi karena perbankan juga menjadi tulang punggung perekonomian, maka perekonomian Indonesiapun tidak bisa lepas dari pengaruh kendali IMF. Butir-butir sesudah ini hanya mendambah panjang daftar bukti yang menunjukkan lepasnya kedaulatan ekononomi itu dari pemimpin negeri ini.

2. Pemerintah harus membuat perubahan Undang-Undang yang mencabut batasan kepemilikan asing pada bank-bank yang sudah go public. Inipun sudah dilaksanakan, maka ramai-ramailah pihak asing menguasai perbankan di Indonesia satu demi satu sampai sekarang.
3. IMF pula yang mendorong merger empat bank pemerintah menjadi satu dan mendorong satu lagi bank pemerintah untuk go publik. Apa manfaatnya bagi IMF langkah ini, tentu kawan-kawan yang bergerak di dunia perbankan lebih tahu.
4. Pemerintah Indonesia harus secara bertahap menurunkan tariff pajak untuk produk pertanian non-pangan dari luar sampai akhirnya tercapai maksimum pajak 10 %. Ini tentu akan membuat produk pertanian non-pangan asing menjadi sangat kompetitif di pasar ini dan dapat menyingkirkan produk local sejenis.
5. Pemerintah harus menurunkan tariff bahan kimia, baja, metal dan alat-alat perikanan sampai dikisaran 5%-10%. Mirip dengan no 4, produsen lokal pelan-pelan bisa tersingkir oleh pemain asing.
6. Pemerintah harus menurunkan pajak export untuk kayu gelondongan, kayu gergajian, rotan dan mineral maximum pada angka 30%. Dampak dari hal ini adalah berpindahnya proses yang memberi nilai tambah dari dalam negeri ke luar negeri. Indonesia dikeruk hasil hutan dan mineralnya dengan nilai tambah yang minimal, nilai tambah yang lebih besar dinikmati oleh para pemain asing.
7. Pemerintah harus mencabut larangan export minyak sawit dan boleh menggantinya dengan pajak export maximum 40 %. Minyak goreng yang sangat dibutuhkan oleh penduduk negeri ini, yang waktu itu sempat langka – justru harus di export lagi-lagi untuk kepentingan pihak asing – dimana lagi mereka bisa memperoleh minyak sawit yang masih murah ?.
8. Pemerintah harus menambah saham yang dilepas ke publik dari Badan Usaha Milik Negara, minimal hal ini harus dilakukan untuk perusahaan yang bergerak di telekomunikasi domestik maupun internasional. Diawali kesepakatan dengan IMF inilah dalam waktu yang kurang dari lima tahun akhirnya kita benar-benar kehilangan perusahaan telekomunikasi kita yang sangat vital yaitu Indosat.

Hal-hal tersebut diatas, baru 8 dari 50 butir kesepakatan pemerintah Indonesia dengan IMF. Namun dari contoh-contoh ini, dengan gamblang kita bisa membaca begitu kentalnya kepentingan korporasi asing besar, pemerintah asing dan institusi asing (yang oleh John Perkins disebut sebgai korporatokrasi ) yang mendiktekan kepentingan mereka ketika kita dalam posisi yang sangat lemah, yang diawali oleh kehancuran atau penghancuran nilai mata uang Rupiah kita.

Penjajahan ekonomi ala IMF ini mirip dengan catatan sejarah kita 400 tahun lalu, berikut petikannya :

Pada abad ke-17 dan 18 Hindia-Belanda tidak dikuasai secara langsung oleh pemerintah Belanda namun oleh perusahaan dagang bernama Perusahaan Hindia Timur Belanda (bahasa Belanda: Verenigde Oostindische Compagnie atau VOC). VOC telah diberikan hak monopoli terhadap perdagangan dan aktivitas kolonial di wilayah tersebut oleh Parlemen Belanda pada tahun 1602. Markasnya berada di Batavia, yang kini bernama Jakarta.
Tujuan utama VOC adalah mempertahankan monopolinya terhadap perdagangan rempah-rempah di Nusantara. Hal ini dilakukan melalui penggunaan dan ancaman kekerasan terhadap penduduk di kepulauan-kepulauan penghasil rempah-rempah, dan terhadap orang-orang non-Belanda yang mencoba berdagang dengan para penduduk tersebut. Contohnya, ketika penduduk Kepulauan Banda terus menjual biji pala kepada pedagang Inggris, pasukan Belanda membunuh atau mendeportasi hampir seluruh populasi dan kemudian mempopulasikan pulau-pulau tersebut dengan pembantu-pembantu atau budak-budak yang bekerja di perkebunan pala.
VOC menjadi terlibat dalam politik internal Jawa pada masa itu, dan bertempur dalam beberapa peperangan yang melibatkan pemimpin Mataram dan Banten.


Jadi kehilangan kedaulatan dibidang ekonomi yang kita alami sekarang sebenarnya hanya pengulangan sejarah yang pernah terjadi di Indonesia empat abad silam, secara visual kehilangan kedaulatan ini seolah tercermin dari foto yang menghiasi halaman media masa setelah kesepakatan tersebut ditanda tangani oleh Presiden Republik Indonesia didepan petinggi IMF saat itu - Michel Camdessus.

Labels: , , ,

Monday, February 11, 2008

Dampak Penjualan Emas IMF Ke Harga Dinar...

Selasa pekan lalu saya menulis Mengapa Harga Emas Bisa Turun...yang antara lain disebabkan oleh pelapasan cadangan emas oleh bank-bank central pemerintahan di dunia.

Dua hari yang lalu di Tokyo, negara-negara G7 menyetujui bahwa IMF boleh menjual cadangan emas yang dimilikinya sebagai bagian dari reformasi besar-besaran dalam pengendalian budget-nya.

Saat ini IMF diperkirakan memiliki cadangan emas sekitar 3,200 ton atau pada harga pagi ini bernilai sekitar US$ 95 milyar. Kurang lebih ini setara dengan 2 % dari emas yang ada di permukaan bumi , sekitar 11 % dari cadangan bank-bank central dunia dan sekitar 2.5 kali cadangan emas yang dimiliki oleh seluruh bank central negara-negara berpopulasi penduduk mayoritas Muslim.

Karena significantnya cadangan emas IMF ini - maka tergantung berapa besar yang akan dilepas – keputusan tersebut bisa secara serius mempengaruhi harga pasar emas internasional. Sederhana saja karena supply dalam waktu dekat akan bertambah. Bahkan bisa jadi berapa besar yang dilepas inipun kadang tidak terlalu penting dalam hal harga pasar, karena persepsi bahwa IMF akan melepas emasnya saja sudah akan cukup untuk menurunkan harga emas.

Apa ini artinya bagi pengembangan Dinar kita ?, ada sedikit keburukannya dan banyak kebaikannya.

Keburukannya adalah, dalam jangka pendek – beberapa bulan kedepan bisa jadi harga Dinar kita akan turun, bagi yang sudah memiliki Dinar – seolah-olah akan mengalami penurunan investasi.

Kebaikannya adalah, apabila kita sabar dalam beberapa bulan ini – kita akan memperoleh kesempatan yang baik sekali untuk membangun kekuatan finansial yang sesungguhnya – yaitu Dinar.

Apabila hal ini dilakukan rame-rame oleh penduduk negeri Muslim, maka kekuatan keuangan yang riil itu dalam jangka panjang akan berada di negeri Muslim. Lihat apa yang dilakukan China dan India dalam tulisan saya mengenai Waktu Yang Baik Untuk Pindah Ke Dinar.

Kebaikannya lagi adalah lebih cepat IMF melepas cadangan emasnya, akan lebih cepat pula mereka kehilangan pengaruh pada ekonomi dunia yang riil. Masa depan uang dunia adalah mata uang yang riil dari emas atau komoditi-komoditi lain yang bernilai riil, bukan dari kertas yang diberi angka atau sekedar bit-bit memori di komputer. Saya sudah pernah menulis masalah ini di artikel Gold Once and Future Money.

Sekali lagi pindah ke investasi dan proteksi nilai yang riil dan adil seperti Dinar akan selalu baik kapan saja; tetapi kalau kita sabar – dengan kebijakan terbaru IMF untuk menjual emas dalam keputusan Sabtu lalu - bisa jadi akan ada waktu yang paling baik lagi beberapa minggu atau beberapa bulan kedepan. Dengan demikian saya perbarui tulisan saya Jum'at lalu, bahwa yang tadinya saya duga pintu kesempatan itu menutup lebih cepat - ternyata ada kemungkinan membuka lebih lebar lagi dalam waktu dekat Insyaallah. Hanya Allah-lah yang Maha Tahu.

Friday, February 8, 2008

Bisa Jadi Jendela Kesempatan Itu Menutup Lebih Cepat....

Awal minggu ini saya menulis mengenai Waktu Yang Paling Baik Untuk Pindah Ke Dinar. Dalam tulisan tersebut sebenarnya saya berharap agar rendahnya harga Dinar bertahan cukup lama sebelum akhirnya gerakan ke atas mulai lagi.

Sudah dua hari ini gerakan balik keatas mulai lagi, bahkan pagi ini harga emas internasional sempat kembali ke angka US$ 910/ troy oz. Artinya beruntunglah teman-teman yang memanfaatkan kesempatan tiga hari Senin, Selasa, dan Rabu kemarin untuk membeli Dinar yang relatif murah – hari-hari ini Dinar nampaknya akan kembali ke harga ‘normalnya’ yang akan cenderung tinggi.

Pertanyaannya adalah, berapa harga Dinar yang sebenarnya wajar ? ada dua cara untuk menjawab ini; ada jawaban yang mudah berdasarkan keimanan atau jawaban yang sulit dengan ilmu statistik, Consumer Price Index dlsb.

Saya mulai dengan jawaban yang mudah dahulu; Satu Dinar selalu cukup untuk membeli seekor kambing sejak zaman Rasulullah SAW sampai sekarang. Karena Dinar menjadi bagian dari syariat Islam – maka nilai keadilannya sebagai timbangan yang adil akan bertahan sampai akhir zaman. Kalau 15 tahun lalu kita membeli seekor kambing qurban yang baik dengan harga Rp 100,000, dan sekarang Rp 1,175,000 – maka itulah kurang lebih harga Dinar 15 tahun lalu (Rp100,000) dan sekarang (Rp 1,175,000).

Pada saat harga kambing Rp 100,000 –tidak terbayang oleh kita bahwa harga kambing akan menjadi Rp 1,175,000,- bukan ? Demikian pula dengan harga Dinar, kalau toh seandainya 15 tahun lalu saya sudah mengkampanyekan Dinar dan seandainya saat itu saya mengatakan bahwa 15 tahun yang akan datang Dinar akan berharga Rp 1,175,000 – tentu akan sulit diterima. Tetapi itulah kenyataannya yang terjadi.

Setelah sadar akan hal ini, sekarng mestinya lebih mudah untuk diterima – bahwa bisa jadi, sangat bisa jadi – statistik 15 tahun kebelakang akan terulang dalam 15 tahun yang akan datang – bahkan mungkin berulangnya akan menjadi sangat cepat. Lihat tulisan saya mengenai Kehancuran Mata Uang Kertas...

Apakah ini karena Rupiah kita yang lemah ? Iya, tetapi bukan hanya Rupiah – seluruh mata uang kertas dunia melemah dengan kecepatan yang kurang lebih sama.

Lantas apa jawaban sulitnya ? Biarlah jawaban sulitnya dijelaskna yang benar-benar ahli dibidang harga emas dunia. Salah satunya misalnya adalah James Turk pendiri GoldMoney. Saat tulisan ini saya buat harga emas Dunia berada pada US$ 910/troy oz; tetapi James Turk membuat analisanya yang dipublikasikan antara lain di www.goldprice.org ; bahwa saat inipun kalau pemerintah tidak mencampuri mekanisme pasar emas – harga emas sudah akan mencapai US$ 6,225. Woww !. Dia menggunakan harga emas yang di adjusted dengan CPI seperti grafik disamping.

Jadi mungkin kesempatan pindah ke Dinar memang tidak dalam kondisi terrbaik seperti awal minggu ini, tetapi setiap saat tetap baik untuk pindah ke Dinar sebelum harga kambing menjadi Rp 12 juta, sebelum harga emas mencapai US$ 6,225/troy oz seperti analisanya James Turk. Wallahu A’lam.

Wednesday, February 6, 2008

Delapan Hal Yang Harus Diketahui Tentang Emas ...

Ketika kita bicara tentang Dinar Islam, ini selalu berarti emas. Oleh karenanya segala sesuatu yang terjadi dalam pasar emas, juga berlaku bagi Dinar.

Berikut saya sarikan tulisan dari James Turk pendiri GoldMoney tentang Delapan Hal Yang Harus Diketahui Tentang Emas – saya hanya mangambil idenya sedangkan angka-angka dan aplikasi saya ubah untuk menyesuaikan dengan Rupiah atau data yang lebih update.

1) Emas adalah komoditi yang spesial dan unik : Emas digali dari perut bumi dan terakumulasi di permukaan bumi. Emas tidak dikonsumsi, jadi jumlahnya terus bertambah. Meskipun demikian emas selalu menjadi barang langka karena seluruh emas yang ada di permukaan bumi saat ini diperkirakan hanya berkisar antara 150,000 ton – 160,000 ton saja.
2) Suply emas dunia terbatas pada yang berada di permukaan bumi : Karena tidak dikonsumsi, maka total supply emas di seluruh dunia sama dengan jumlah seluruh emas di permukaan bumi. Kenaikan setiap tahun supply ini berkisar antara 1.5% - 1.7%.
3) Emas adalah uang sepanjang zaman : Emas selalu menjadi uang dalam sejarah manusia – diakui ataupun tidak. Fakta pemerintahan-pemerintahan di dunia mengendalikan nilai uang kertasnya dengan mempengaruhi supply emas di pasar adalah sebuah pengakuan bahwa emas lah yang sebenarnya uang itu.
4) Emas adalah alternatif dari US$ dan mata uang kertas lainnya : Seluruh mata uang kertas turun nilainya dari waktu ke waktu karena uang baru selalu bisa dicetak kapan saja dan berapa saja pemerintah mau. Emaslah yang memiliki daya beli yang nyata – bukan US$ , Rupiah atau mata uang kertas lainnya.
5) Daya beli Emas stabil sepanjang zaman : Untuk ini saya sudah menulis di setidaknya dua artikel sebelumnya. Satu tulisan berdasarkan statistik modern dan satu lagi berdasarkan keimanan pada Al-Qur'an dan Al-Hadits.
6) Nilai emas ditentukan oleh pasar : Meskipun pemerintahan-pemerintahan di dunia berusaha mempengaruhi harga emas dunia, kemampuan mereka terbatas dan makin lama- makin habis pengaruhnya. Lihat tulisan saya kemarin tentang cadangan emas di bank- bank sentral seluruh dunia yang terus menurun karena digunakan untuk usaha mempengaruhi harga emas dunia.
7) Emas selalu dalam kondisi ‘Bull Market’ : Tahun 1994 harga 1 Dinar adalah Rp 111,000; hari ini 1 Dinar berharga Rp 1,150,000. Artinya emas harganya naik 10 kali lipat dalam 14 tahun terakhir. Apa yang menghalangi harga emas untuk naik 10 kali lipat lagi dalam 14 tahun kedepan ? Tidak ada !. Artinya bisa saja harga 1 Dinar akan mencapai Rp 11.5 juta pada saat anak Anda yang baru lahir sekarang – masuk SMA ! di tahun 2022 . Tapi ingat , dalam jangka pendek harga emas selalu bergejolak naik-turun seperti yang terjadi hari-hari ini.
8) Beli emas dalam bentuk fisik (berupa koin atau batangan) dan jangan membeli emas hanya dalam bentu sertifikat : jangan terlalu mengandalkan sistem perdagangan modern yang menggantungkan pada surat berharga, surat hutang dan sejenisnya – meskipun di back-up dengan emas. Penggunaan emas secara fisik jauh lebih aman untuk keperluan investasi dan proteksi nilai.

Semoga bermanfaat.

Tuesday, February 5, 2008

Mengapa Harga Emas Bisa Turun ?

Allah menciptakan segala sesuatu sesuai ukurannya dan emas diciptakanNya secara terbatas. Di seluruh Dunia saat ini hanya ada sekitar 150,000 ton emas di permukaan bumi. Yang digali dari pertut bumi setiap tahun hanya menambah emas di permukaan bumi sekitar 1.5% per tahun – sesuai dengan laju pertumbuhan penduduk dunia.

Dengan keterbatasan emas tersebut, mengikuti hukum pasar supply & demand sudah seharusnya harga emas naik terus apabila diukur dengan uang kertas. Kenyataannya dalam jangka panjang memang demikian. Namun dalam jangka pendek, sebulan dua bulan, setahun dua tahun bisa saja harga emas turun.

Seluruh pemerintahan di dunia menggunakan ukuran uang kertas sebagai dasar penilaian kinerjanya. Kalau harga emas dibiarkan terus naik dan orang mulai mnggunakan emas sebagai rujukan nilai, maka nilai seluruh mata uang dunia akan kelihatan terus merosot dengan sangat serius. Inilah yang tidak dikehendaki oleh para penguasa dunia.

Lantas apa yang mereka lakukan ? dari waktu ke waktu pemerintahan di dunia menggunakan cadangan emasnya untuk mempengaruhi harga emas di pasar bebas. Namun karena emas ini benda riil yang harus diperoleh dari upaya riil, beda dengan uang kertas yang bisa mereka cetak kapan saja –berapa saja; maka kemampuan mereka mempengaruhi harga pasar ini makin lama makin melemah seiring dengan menurunnya cadangan emas mereka.

Cadangan Emas, Gold Reserve in Central BanksCoba perhatikan grafik disamping yang datanya saya olah dari data Gold Anti Trust Action Committee (GATA); cadangan emas yang dimiliki oleh seluruh Bank Sentral Di Dunia kalau dijumlahkan mengalami penurunan yang sangat significant dalam seperempat abad terakhir. Bukankah seharusnya naik karena penduduknya naik dan jumlah emas di permukaan bumi juga naik seiring pertambahan penduduk ? . Inilah jawababnnya; para Bank Sentral dunia tidak mampu menambah cadangan emasnya, dan bahkan mereka harus menggunakan cadangan yang ada untuk mempengaruhi harga emas di pasar bebas sehingga seolah-olah mata uang kertas mereka masih bernilai.

Ini bukan hanya sinyalemen saya, ada yang sudah sangat terbuka mengungkap hal ini yaitu GATA.

Minggu lalu muncul sebuah iklan besar di Wall Street Journal dengan judul “Anybody Seen Our Gold ?”. Iklan ini di sponsori oleh Gold Anti Trust Action Committee (GATA). Isi dari iklan panjang ini intinya ingin mengungkap berbagai kecurangan pemerintahan di seluruh dunia dalam mempermainkan harga emas. Berikut adalah terjemahan bebas dari beberapa point penting yang dimuat di iklan tersebut.

“Cadangan emas di Amerika Serikat sudah tidak lagi di audit secara penuh dan independent selama lebih dari setengah abad terakhir. Sekarang terdapat bukti bahwa cadangan emas tersebut, juga yang dimiliki oleh negara-negara barat, telah digunakan secara sembunyi-sembunyi untuk memanipulasi mata uang internasional, pasar komoditi, pasar saham dan pasar surat berharga.

Federal Reserve Chairman waktu itu – Alan Greenspan, mengaku di depan kongres Amerika Serikat 24/7/1998 bahwa Bank Central akan ‘meminjamkan’ emasnya untuk menambah jumlah emas apabila harga emas naik.

Dengan upaya menekan harga emas yang bagaimanapun, harga emas telah mencapai US$ 900/ounce; Apabila harga emas dibiarkan bebas mengikuti mekanisme pasar – maka harga emas bisa mencapai US$ 3000 – US$ 5,000 /ounce.

Tujuan dari manipulasi harga emas adalah untuk menyembunyikan kegagalan Dollar Amerika dan untuk mempertahankan kedudukan Dollar Amerika sebagai cadangan devisa bagi hampir seluruh negara.

Permainan harga emas oleh pemerintah akan membawa bencana bagi dunia, oleh karenanya harus dihentikan.”


Jadi berhati-hatilah kita semua, ada kekuatan yang sangat besar sedang bertarung di pasar dunia. Tetapi Allah Maha Besar, Cukuplah Allah Sebagai Pelindung dan Dialah Sebaik-baik Pelindung.

Labels: , , ,

Monday, February 4, 2008

Waktu Yang Paling Baik Untuk Pindah Ke Dinar...

Cadangan Emas, Gold Reserve 1980-2005Dalam berbagai tulisan saya di blog ini, saya berulang kali menjelaskan bahwa tidak ada waktu yang tidak baik – artinya kapan saja baik - bagi yang ingin pindah dari mata uang yang tidak adil, tidak memiliki daya beli tetap – ke mata uang yang adil, yang memiliki daya beli tetap sepanjang zaman.

Namun diantara waktu yang baik tersebut, terdapat waktu yang paling baik – kapan itu ? yaitu pada saat uang kertas nilainya masih baik, masih memiliki daya beli yang lumayan baik. Seperti analisa yang saya buat minggu lalu, minggu ini harga emas dunia turun – demikian pula dengan Dinar. Saat inilah waktu yang paling baik itu untuk pindah ke Dinar.

Turunnya harga emas dunia minggu ini, seperti juga yang sudah dimulai pada akhir perdagangan emas dunia Jum’at lalu - didorong oleh naiknya nilai tukar Dollar terhadap sekelompok mata uang kuat lainnya di dunia. Kondisi ini mungkin tidak lama, saya pribadi memperkirakan antara 1 sampai 6 minggu kedepan – karena setelah itu kembali pasar akan berspekulasi tentang suku bunga The Fed.

Kita perlu pindah ke Dinar karena selain untuk membangun ketahanan ekonomi keluarga kita, kita juga secara bersama-sama membangun ketahanan ekonomi umat. Karena ketidak tahuan atau ketidak pedulian sebagain besar dari umat ini, membuat kekayaan sebagian umat islam terkuras habis – tanpa kita sadari.

Tiga grafik disamping menggambarkan indikasi kekayaan riil umat Islam dunia apabila diukur dari cadangan emas yang dimiliki oleh bank sentral-nya masing-masing.

Cadangan Emas, Gold Reserve 1980Negara-negara yang penduduknya mayoritas Islam, secara keseluruhan cadangan emasnya relatif tetap (kecil) sejak tahun 1980; tetapi kita harus berterima kasih sama Lybia dan Pakistan yang keduanya berhasil mengimbangi penurunan cadangan emas lebih lanjut yang dilakukan oleh negara berpenduduk mayoritas muslim lainnya seperti Malaysia, Qatar, Oman, United Arab Emirat – tiga negara yang disebut terakhir bahkan emasnya sudah hampir habis sama sekali.

Negara seperti Indonesia, Arab Saudi. dan Mesir seolah tidak peduli dengan cadangan emas di bank sentralnya – karena angkanya relatif tetap selama 25 tahun terakhir.

Di luar Islam, negara yang paham dan memiliki kemampuan untuk membangun kekuatan ekonomi yang sesungguhnya adalah India dan China – dua negara ini yang di Asia berhasil mendongkrak cadangan emas bank sentralnya secara sangat significant.

Cadangan Emas - Gold Reserve 1990Negara seperti Amerika, Eropa dan Kroni-kroninya sebenarnya juga tidak bertambah kuat perannya dibandingkan dengan negara- negara seperti India dan China; Ini tantangan bagi kita semua di negeri yang berpenduduk mayoritas Muslim – mengapa India dan China bisa secara bertahap merebut dominasi ekonomi dari Amerika dan Eropa sedangkan kita tidak atau belum bisa ?. India dan China berhasil membuat sektor usaha riilnya berjalan dengan baik, sementara kita hanya berpuas diri pada penampilan di sektor keuangan dan pasar modal.

Sebenarnya emas juga bukan hal yang utama untuk membangun kekuatan ekonomi, ekonomi sektor riil-lah yang utama. Ketika sektor riil tumbuh dan hasil panen dari pertumbuhan tersebut perlu diamankan dalam’tangkainya’ – maka disinilah emas berperan untuk membangun ketahanan ekonomi tersebut dan menjadi alat ukur, alat timbang dan alat bermuamalah yang adil lainnya.

Cadangan Emas, Gold Reserve 2005Ketika mata uang kertas dunia runtuh - maka selain asset dari sektor riil - emaslah salah satunya yang akan bertahan sebagai kekayaan riil bangsa-bangsa di dunia. Jadi selagi mata uang kertas tersebut masih bernilai, maka inilah saat terbaik untuk menukar kekayaan berupa uang kertas dengan kekayaan yang riil tersebut. Namun kalau asset kita sudah dalam bentuk benda riil lainnya seperti usaha yang sudah jalan - ya jangan kita tukar dengan emas; insyaallah usaha kita akan memberi hasil yang lebih baik dari emas.

Labels: , , ,

Friday, February 1, 2008

Kinerja Dinar Sepanjang January 2008

Harga Dinar Januari 2008- Dinar Price Jan o8Bulan Januari 2008 yang baru kita lewati merupakan bulan yang luar biasa bagi kinerja Dinar terhadap Dollar Amerika. Dinar mengalami kenaikan nilai yang mencapai 11 % dan merupakan kenaikan tertinggi sejak terjadinya gejolak yang sama di bulan April 2006. Dengan kenaikan yang sangat tinggi ini secara keseluruhan Dinar mengalami kenaikan 42 % selama 12 bulan terakhir.

Sekali lagi, ini bukan karena harga emasnya yang bergejolak, melainkan harga referensinya yaitu utamanya US Dollar yang terus mengalami penurunan. Di bulan Januari 2008 saja The Fed – pihak yang berwenang meng-kotak-katik nilai uang di Amerika menurunkan suku bunganya sampai dua kali. Pertama di awal minggu ke empat sebesar 0.75% kemudian akhir bulan 0.50%. Nilai Dollar juga turiun 1.8% terhadap enam mata uang besar lainnya.

Sepanjang tahun ini kemungkinan besar nilai Dollar Amerika masih akan terus turun – atau paling tidak di persepsikan akan turun – karena pemerintah Amerika harus terus memilih antara resesi atau inflasi, dan yang selama ini selalu dipilih adalah inflasi. Seluruh kebijakan The Fed tersebut diatas menunjukkan hal ini.

Meskipun dalam jangka panjang dan jangka menengah-pun saya yakin Dinar akan terus menguat secara significant terhadap seluruh mata uang kertas, saya juga ingin sekali lagi mengingatkan saya dan pembaca untuk tidak berspekulasi akan hal ini. Kalau dasar kita pindah ke Dinar adalah spekulasi nilai, maka kita bisa menyesal – karena dalam jangka pendek bisa saja nilainya turun – dan ini selalu terjadi.

Kalau niat kita pindah ke Dinar adalah untuk pindah dari uang yang tidak adil ke uang yang adil sepanjang zaman; untuk membangun ketahanan ekonomi kita dari tindakan orang jahat yang mempermainkan nilai uang kertas – maka insyaallah kita tidak akan pernah sesali langkah kita tersebut. Wallahu A’lam bi Showab.