Gold Dinar to
Buy Dinar etc.
 
Daftar Harga Gerai Dinar
   17 - Mar - 2011 Jam 12 : 30  
  (Rupiah/Unit)
Item Jual Beli
Dinar/Dirham
Dinar 1,711,420 1,642,963
Dirham 24,000 23,040
Emas *
24 K 396,565 380,702
22 K 363,518 341,707
20 K 330,471 304,033
18 K 297,424 267,681
   
*Diluar Biaya Cetak

Catatan:
1. Penjelasan Harga Emas/Dinar di Gerai Dinar

2. Jam Transaksi : 07:00 - 17:00 BBWI (Kecuali Hari Libur)

GoldCheck; Emas Pro Pastikan dan Produktifkan

Friday, September 5, 2008

Rupiah (Akan) Jatuh...?

Seperti terbang dalam cockpit pesawat dengan berbagai instrumen yang canggih, kita dapat melihat awan jauh kedepan ketika secara visual mata kita belum dapat melihatnya.

Ini yang terjadi di cockpit emas kita sejak semalam sampai pagi ini. Secara visual sampai pagi ini saya belum melihat berita kejatuhan Rupiah di berbagai koran yang saya baca , bahkan situs resmi BI masih menujukkan kurs Dollar terhadap Rupiah kemarin siang yaitu US$ 1 = Rp9,208,- . Padahal indikator US$ to Rupiah GeraiDinar sejak tadi malam smpai pagi ini sudah menunjukkan angka US$ 1= 9,358.

Gold Price Anomaly in Rupiah Di grafik harga emas di samping kita juga melihat anomali yang jarang terjadi, yaitu sepanjang hari kemarin harga emas dalam Rupiah menunjukkan trend yang berlawanan arah dengan trend grafik dalam US$ .

Pada umumnya yang terjadi sejalan yaitu ketika emas naik dalam US$, maka demikian pula dalam Rupiahnya. Sebaliknya ketika dalam US$ turun demikian pula dalam Rupiahnya.

Gold Price Anomaly in Rupiah Trend berlawanan arah ini mirip yang terjadi 10 tahun lalu ketika Indonesia berada di puncak krisis – lihat grafik disamping.

Bagimana ini bisa terjadi ? fenomena ini hanya terjadi bila daya beli Rupiah jatuh melebihi penurunan harga emas dunia. Dalam 24 jam terakhir Rupiah mengalami penurunan nilai sebesar 1.63%, sedangkan emas dunia dalam US$ mengalami penurunan 1.14 %.

Naik turunnya daya beli mata uang ini sebenarnya hal yang biasa, namun kalau terjadinya berlawanan arah dengan trend global dan regional ini yang perlu di waspadai; lebih-lebih kalau penurunan ini pada waktu yang salah – yang seharusnya naik malah turun.

Kita ketahui bahwa kemarin Bank Indonesia menaikkan suku bunga sebesar 25 basis poin menjadi 9.25%. Dalam teori mereka seharusnya kenaikan suku bunga ini akan menaikkan nilai tukar Rupiah. Ketika yang terjadi adalah sebaliknya, maka ini cukup mengkawatirkan karena berarti pasar merespon negatif – alias kurang percaya dengan apa yang dilakukan oleh Bank Indonesia.

Bagi saya sendiri ini merupakan bukti bahwa instrumen bunga tidak dapat digunakan untuk memperbaiki negeri ini; Allah dan RasulNya tetap marah dan menyatakan perang selama negeri ini tidak meninggalkan riba (QS 2 : 279).

Untuk meredakan kemurkaan Allah, salah satu jalannya adalah istigfar - baru setelah itu membuat langkah-langkah konkrit dalam sektor riil untuk meningkatkan produksi dan lapangan kerja. Wallhu A’lam.

Disclaimer :

Meskipun seluruh tulisan dan analisa di blog ini adalah produk dari kajian yang hati-hati dan dari sumber-sumber yang umumnya dipercaya di dunia bisnis, pasar modal dan pasar uang; kami tidak bertanggung jawab atas kerugian dalam bentuk apapun yang ditimbulkan oleh penggunaan analisa dan tulisan di blog ini baik secara langsung maupun tidak langsung.

Menjadi tanggung jawab pembaca sendiri untuk melakukan kajian yang diperlukan dari sumber blog ini maupun sumber-sumber lainnya, sebelum mengambil keputusan-keputusan yang terkait dengan investasi emas, Dinar maupun investasi lainnya.

Labels: , ,

0 Comments:

Post a Comment

Links to this post:

Create a Link

<< Home