Gold Dinar to
Buy Dinar etc.
 
Daftar Harga Gerai Dinar
   17 - Mar - 2011 Jam 12 : 30  
  (Rupiah/Unit)
Item Jual Beli
Dinar/Dirham
Dinar 1,711,420 1,642,963
Dirham 24,000 23,040
Emas *
24 K 396,565 380,702
22 K 363,518 341,707
20 K 330,471 304,033
18 K 297,424 267,681
   
*Diluar Biaya Cetak

Catatan:
1. Penjelasan Harga Emas/Dinar di Gerai Dinar

2. Jam Transaksi : 07:00 - 17:00 BBWI (Kecuali Hari Libur)

GoldCheck; Emas Pro Pastikan dan Produktifkan

Friday, June 20, 2008

Peringatan Dini Dari Morgan Stanley dan Royal Bank of Scotland...

Minggu ini para pengamat dan pelaku pasar dunia disuguhi oleh berita yang tidak mengenakan dari dua lembaga besar yang kajian dan prediksinya selama ini sangat didengar pasar.

Peringatan pertama datang dari Morgan Stanley (17/6/08) yang mengungkapkan kemungkinan kejadian katastropik di pasar financial dunia sebagai akibat dari perseteruan antara Europian Central Bank (ECB) dengan US Federal Reserve (the Fed).

Perseteruan ini menyangkut perbedaan cara mengatasi krisis kredit dan inflasi yang melanda dunia saat ini. The Fed yang mengandalkan pemotongan suku bunga sebagai senjatanya, bertolak belakang dengan ECB yang justru telah menaikkan de facto interest rate - Euribor sebesar 100 basis poin sejak krisis kredit melanda.

Perbedaan pendekatan tersebut mengacaukan perdagangan ekspor-impor antar keduanya, yang dampaknya juga tentu terhadap perdagangan dunia secara keseluruhan.

Kejadian yang mirip dengan yang diingatkan oleh Morgan Stanley ini benar-benar pernah terjadi tahun 1992 yang berdampak pada resesi dan krisis mata uang yang serius di Eropa saat itu.

Dua hari setelah Morgan Stanley menyampaikan peringaatan dininya tersebut; hal yang senada dikeluarkan oleh Royal Bank of Scotland (RBS) . Bob Janjuah - Credit Strategist bank tersebut yang menjadi bintang tahun lalu karena keakuratannya dalam memprediksi krisis kredit, kali ini memberi peringatan ke nasabah-nasabah RBS dengan prediksi yang tidak kalah mengerikannya : "A very nasty period is soon to be upon us - be prepared," katanya.

Peringatan RBS ini didasarkan pada hasil research-nya yang antara lain memprediksikan bahwa dalam tiga bulan mendatang akan terjadi crash terhadap pasar modal dan bursa saham secara global. S&P 500 Index di Wall Street akan jatuh lebih dari 300 points yang kemudian akan menyeret pasar Eropa dan lainnya ke jurang yang sama.

Ben Bernanke Kusutnya masa depan ekonomi dunia ini tercermin dengan akurat lewat wajah Ben Bernanke – Cairman of United States Federal Reserve dalam suatu acara resmi mereka.

Indonesia tentu tidak juga lepas dari ancaman krisis global ini, selain pasar saham dan pasar modal kita yang terkait langsung dengan pasar global; kekayaan kita dalam bentuk cadangan devisa juga tersimpan dalam mata uang Dollar Amerika. Dengan cadangan devisa saat ini yang sekitar US$ 57.5 Milyar –kalau terjadi krisis terhadap US $ maka akan terseretlah kita kedalam pusaran krisis yang sama.

Lantas persiapan apa yang perlu kita lakukan untuk menghadapi krisis yang diprediksi oleh dua institusi kompetent tersebut ?.

Menghadapi masa paceklik modern ini, kita tetap relevan mengikuti apa yang dicontohkan dalam Al-Qur’an seperti dalam surat Yusuf 47-48 berikut :

“Dia (Yusuf) berkata:’Agar kamu bercocok tanam tujuh tahun (berturut-turut) sebagaimana biasa; kemudian apa yang kamu tuai hendaklah kamu biarkan di tangkainya kecuali sedikit yang kamu makan. Kemudian setelah itu akan datang tujuh tahun yang sangat sulit yang menghabiskan apa yang kamu simpan untuk menghadapinya (tahun sulit). kecuali sedikit dari apa (bibit gandum) yang kamu simpan”.

Gandum yng dibiarkan ditangkainya adalah gandum yang tidak mudah busuk dan kan tetap menjadi benih yang baik untuk bisa ditanam kembali kapan saja diperlukan.

Paceklik di zaman modern ini tentu bukanlah secara harfiah hanya diantisipasi dengan gandum yang dibiarkan dalam tangkainya, tetapi analoginya adalah diantisipasi dengan asset kita yang tidak menyusut nilainya dalam krisis. Penggunaan Dinar adalah salah cara yang efektif untuk membangun ketahanan ekonomi (yukhsinun) dan proteksi nilai ini.

Bentuk antisipasi kedua adalah mempesiapkan diri dan keluarga dari ketergantungan terhadap lapangan pekerjaan atau tempat kerja tertentu. Dalam masa krisis seperti yang terjadi pada tahun 1997-1998 banyak sekali perusahaan tutup dan harus mem-PHK karyawannya.

Untuk mengantisipasi ancaman kehilangan pekerjaan ini, membangun ketrampilan berniaga adalah merupakan hal yang dicontohkan dalam Islam, bahkan kita dianjurkan untuk menyiapkan anak-anak kita agar mampu berniaga ini sejak kecil.

Semoga kita termasuk orang-orang yang selalu diselamatkan Allah di dunia maupun di akhirat. Amin.

Labels: ,

0 Comments:

Post a Comment

Links to this post:

Create a Link

<< Home