Gold Dinar to
Buy Dinar etc.
 
Daftar Harga Gerai Dinar
   17 - Mar - 2011 Jam 12 : 30  
  (Rupiah/Unit)
Item Jual Beli
Dinar/Dirham
Dinar 1,711,420 1,642,963
Dirham 24,000 23,040
Emas *
24 K 396,565 380,702
22 K 363,518 341,707
20 K 330,471 304,033
18 K 297,424 267,681
   
*Diluar Biaya Cetak

Catatan:
1. Penjelasan Harga Emas/Dinar di Gerai Dinar

2. Jam Transaksi : 07:00 - 17:00 BBWI (Kecuali Hari Libur)

GoldCheck; Emas Pro Pastikan dan Produktifkan

Friday, June 13, 2008

Perang Melawan Inflasi…

Dalam tulisan saya tanggal 9 Juni 08 lalu saya mengungkapkan data yang dikeluarkan oleh BPS bahwa inflasi per Mei 2008 telah memasuki angka double digit yaitu 10.53%. Dalam pernyataan minggu lalu pula Bank Indonesia memeprediksi bahwa inflasi tahun ini diperkirakan akan mencapai 11.5% - 12.5%.

Lantas apa yang dilakukan para petinggi bank sentral di seluruh dunia untuk melawan inflasi ? Ini yang aneh paling tidak dari sudut pandang ke Islaman kita. Dalam perangnya melawan inflasi, Bank Sentral berupaya menaikkan suku bunga.

Bank Indonesia misalnya dalam siaran persnya tanggal 5 Juni lalu telah menaikkan suku bungan BI sebesar 25 bps menjadi 8.5%. Kenaikan ini tentu akan memicu naiknya suku bunga perbankan secara umum yang artinya juga akan menarik dana yang ada di masyarakat dengan iming-iming bunga tinggi untuk disimpan saja di bank.

Kalau jumlah uang yang beredar untuk kegiatan produktif berkurang (karena disedot bunga tinggi perbankan), maka jumlah keluaran produk barang dan jasa akan berkurang. Bila supply (barang dan jasa) berkurang sedangkan kebutuhan masyarakat tetap tinggi, maka dampaknya harga akan tetap atau malah semakin tinggi.

Disinilah maju kena –mundur kenanya system ekonomi yang berbasis riba. Supply uang di masayarakat dibesarkan berdampak pada nilai daya beli uang yang turun – yang disebut inflasi. Ketka supply ini di rem dengan iming-iming bunga tinggi seperti yang sudah dipicu oleh kenaikan suku bunga BI tersebut, produk barang dan jasanya yang terganggu – yang dampaknya juga bisa menaikkan harga barang dan jasa tersebut.

Sebenarnya bukan hanya BI yang melakukan hal ini; Federal Reserve Amerika saat- saat ini juga sedang mengkondisikan pasar untuk rencana penaikan suku bunga the Fed. Karena isu inilah maka US$ Index dalam perdagangan kemarin sempat mencapai angka tertingginya diatas 74.

Dampaknya ke harga emas apa ?; tentu harga emas akan menurun setiap saat US$ Index naik. Saat-saat ini harga emas cenderung rendah, menjadi waktu yang baik bagi kita untuk membangun kekuatan ekonomi berbasis Dinar.

Tidak ada jalan lain bagi umat Islam selain meninggalkan Riba; sedangkan Riba tidak bisa benar-benar ditinggalkan selama system perbankan dan ekonomi kita mengandalkan mekanisme tarik ulur suku bunga dalam mengatasi masalah harga (inflasi).

Lantas apa solusi Islam untuk mengatasi naik turunnya harga ?; sederhana saja pakai teori ekonomi yang dasar – harga terbentuk dari supply dan demand. Kalau harga-harga tinggi – maka supply-nya digedekan sehingga dengan sendirinya harga turun.

Lho untuk menggedekan supply kan perlu uang yang banyak berarti jumlah uang harus dicetak lebih banyak ? Tidak juga, karena dalam Islam supply uang yang banyak tidak dihasilkan melalui pencetakan uang yang banyak – tetapi melalui perputarannya yang cepat. Inilah mengapa ada perintah …jangan sampai harta itu hanya berputar di segolongan kamu yang kaya…. QS – Al Hasyr :7.

Contoh kecil yang kita lakukan dengan pencetakan Dinar yang kita lakukan bersama-sama dengan para peserta program Qirad. Untuk bisa menghasilkan produk riil (berupa keeping Dinar Logam Mulia) yang banyak, kita tidak mengandalkan uang yang banyak – modal bersama kita ya segitu-gitunya; tetapi setelah menjadi Dinar – Dinar tersebut juga tidak kita diamkan dalam simpanan – terus kita putar untuk mencetak Dinar berikutnya – berikutnya lagi dan seterusnya.

Putaran inilah yang penting…bukan jumlah uang dan apalagi bukan uang yang ditarik dalam simpanan dengan iming-iming bunga tinggi. Wallhu A’lam.

Labels: ,

0 Comments:

Post a Comment

Links to this post:

Create a Link

<< Home