Bad Money : Pesimisme Mantan Orang Dalam Gedung Putih Tentang Masa Depan (Dollar) Amerika...
Dalam perjalanan pulang dari sosialisasi Dinar di Jawa Timur Jum’at kemarin, di lapangan terbang saya tertarik dengan sebuah buku yang diberi judul pendek BAD MONEY . Tanpa berpikir panjang dengan melihat judul buku dan penulisnya KEVIN PHILLIPS langsung saya beli buku yang baru terbit (2008) tersebut.Dari judul buku dan illustrasi sampulnya yang menggambarkan orang terjungkal setelah menaiki tangga Dollar, saya merasa mendapatkan pembenaran dari pandangan saya tentang Dollar Amerika....karena memang seperti itulah visi saya tentang Dollar Amerika selama ini.
Kalau kesamaan pandangan ini datang dari teman-teman saya tentulah ini bukan sesuatu yang aneh; tetapi kemudian ketika pandangan saya terhadap Dollar Amerika tersebut mendapatkan pembenaran dari mantan orang dalam Gedung Putih – tentu ini menarik.
Penulis buku ini KEVIN PHILIPS, mantan White House Senior Strategist dari era Presiden Nixon. Dari pengalamannya tersebut dan beberapa buku yang ditulis sebelumnya, diantaranya yang menghebohkan adalah American Theocracy (2006) , tentu ini bukanlah buku yang ditulis tanpa dasar yang kuat. bahkan saking banyaknya data yang diungkap di buku tersebut, buku ini terasa ‘berat’ untuk membaca dan mencernanya.
Berikut adalah beberapa informasi penting yang diungkap di buku ini ;
• Bahwa data-data ekonomi yang diungkap pemerintah Amerika ke publik selama ini adalah mengandung banyak official understatement and misstatement .
• Kekacauan financial akan terjadi di Amerika, bisa dalam waktu yang pendek dan menyakitkan (1 – 2 tahun) atau secara perlahan-lahan selama dekade mendatang. Apabila yang kedua-pun yang terjadi maka dampaknya pada pasar dan rumah tangga juga akan sangat menyakitkan menyerupai dekade stagflation 1973-1980.
• Ada dua penyebab kekacauan tersebut yaitu yang pertama adalah ketidak wajaran pertumbuhan sektor financial (dibandingkan dengan sektor riil) dan kedua adalah kerawanan yang timbul dari ketergantungan Amerika pada minyak (yang sebagian besar diproduksi orang lain).
• Ekonomi Amerika adalah balon yang siap meletus. Sektor riilnya yang seharusnya berperan penting dalam GDP dari waktu – ke waktu terus menurun. Pada tahun 1950 persentase GDP dari sektor riil berada pada angka 29.3%, pada 2005 lalu angka ini tinggal 12%. Sebaliknya kontribusi sektor financial naik dua kali lipat pada periode yang sama.
• Semakin banyak negara yang meninggalkan US$ sebagai denominasi dalam sektor keuangannya. Jepang misalnya lebih suka menggunakan Yen untuk peneribitan bond-nya; Malaysia lebih suka menggunakan Ringgit dlsb.
• Pertumbuhan pesat pada instrumen investasi Islam seperti Sukuk, tidak dapat dinikmati oleh Wall Street. Sementara negara –negara lain bukan hanya negara dimana penduduk mayoritasnya Muslim (seperti Indonesia, Malaysia, Pakistan) mulai menjadikan instrumen investasi Islam sebagai keunggulan baru di pasar. Negara-negara seperti Singapura, Hongkong, Jepang dan bahkan Inggris-pun mulai menggarap pasar investasi Islami ini secara sangat serius.
• Dominasi Capitalism Amerika akan tenggelam mengikuti sejarah tenggelamnya dua kekutan besar tiga abad sebelumnya yaitu Spanyol pada abad 17, Belanda pada abad 18, Inggris pada abad 19 (dan awal abad 20) ....dan Amerika pada abad 20 atau awal abad 21 ini.
Suramnya masa depan Amerika – menurut penulis buku ini – bukan hanya nampak dari banyaknya negara yang meninggalkan Dollar Amerika. Tetapi juga dalam arti harfiah meningkatnya jumlah warga negara Amerika yang ingin meninggalkan negerinya Seperti yang terungkap dari survey yang dilakukan oleh Zogby/New Global Initiatives.
Hasil survey tersebut mengungkapkan bahwa, tidak pernah terjadi sebelumnya – 1.5 juta warga negara Amerika sudah memutuskan untuk meninggalkan negerinya; dan 1.8 juta lagi sedang sedang berpikir serius untuk kemungkinan besar akan meninggalkan negerinya.
Exodus ini pun mengulang sejarah abad sebelumnya ketika pada abad 17 orang-orarng Spanyol beramai-ramai pergi ke Amerika ; Pada abad 18 orang Belanda beramai-ramai pergi ke negeri-negeri yang menjadi koloninya, dan pada abad 19/20 warga Inggris beramai ramai pindah ke Australia, Amerika dan negeri-negeri dominion-nya.
Apa ini semua dampaknya pada kita ? Bisa menjadi ancaman atau peluang - tergantung bagaimana kita menyikapinya. Apabila kita tetap menjadikan amerika panutan kita, maka ancamannya adalah kita akan ikut tenggelam bersama Amerika. Hal inipun sudah diingatkan oleh Uswatun Hasanah kita Rasulullah SAW 1400 tahun lalu dengan hadits beliau, “ Sedikit-demi sedikit kalian akan mengikuti sunnah-sunnah umat terdahulu. Sampai-sampai, andaikata mereka masuk ke lubang biawak, niscaya kalian juga ikut mereka memasukinya.” Ada yang bertanya , “ Wahai Rasululah, apakah mereka yang dimaksud adalah Nasrani dan Yahudi ?” Beliau menjawab, “Lalu siapa lagi ?” HR. Bukhari Muslim.
Sebaliknya, seperti kemerdekaan kita 63 tahun silam – kita Merdeka antara lain karena penjajah kita - waktu itu Jepang- kalah perang dengan sekutu. Barangkali sekarangpun kita baru bisa merdeka dari penjajahan ekonomi Amerika, IMF dlsb setelah mereka ditundukkan oleh kekuatan ekonomi baru. Wallahu A’lam.











0 Comments:
Post a Comment
Links to this post:
Create a Link
<< Home