Untuk Sementara US Dollar Masih Perkasa...
Di tengah-tengah saya menyiapkan serangkaian tulisan yang menjelaskan Dollar yang akan cenderung turun terus dalam jangka panjang, dua pekan terakhir trend US$ menunjukkan arah sebaliknya yaitu menguat berarti Emas dan Dinar menurun.
Agar pembaca tidak bingung, sejenak saya akan membahas masalah trend sesaat ini.
Saya jelaskan sebelumnya bahwa trend jangka panjang dipengaruhi oleh berbagai hal yang bersifat fundamental; kajian kita menemukan setidaknya ada 12 alasan fundamental yang akan menyebabkan US$ terus menurun; 6 diantaranya sudah saya bahas pada tulisan tanggal 31/03 dan 01/04 - enam lain insyaallah menyusul dalam dua tulisan berikutnya.
Sebaliknya gejala naik turunnya Dollar sesaat bisa dipengaruhi persepsi pasar – yang penyebabnya bisa apa saja. Dalam tulisan saya 26/03 misalnya menjelaskan US$ melemah waktu itu karena dipicu oleh laporan yang dikeluarkan oleh the Conference Board sebuah Business Membership & Research Organization yang di kalangan pelaku business internasional terkenal dengan produknya the Consumer Confident Index.
Laporan-laporan dari berbagai sumber yang kadang tidak terlalu penting sekalipun cukup untuk mendongkrak atau-pun sebaliknya meruntuhkan daya beli US$; Ini pula yang terjadi semalam. Hanya karena ISM Index ( Institute for Supply Management's manufacturing index) naik dari 48.3% (Feb) menjadi 48.6% (Mar), maka pasar mempersepsikan bahwa ternyata krisis tidak seburuk yang diduga. Dari sisni-lah pamor US$ terdongkrak dan naik 1.2 % dari angka 71.749 (31/3) menjadi 72.615 (01/04) Selasa.
Dari dua laporan yang hanya selang satu minggu tetapi berdampak sangat berbeda tersebut, kita dapat pahami bahwa betapa gampang berfluktuasinya daya beli US$ sesaat. Dari sini kita juga tahu bahwa apa saja bisa mempengaruhi daya beli Dollar sesaat. Karena alasan ini pula-lah, kita anjurkan untuk tidak mengambil keputusan berdasarkan gejala sesaat tersebut.
Trend yang bersifat jangka panjang dan disebabkan oleh alasan-alasan yang sifatnya fundamental seperti dalam tulisan yang saya sebut diatas, dapat menjadi alasan yang lebih baik sebagai dasar pengambilan keputusan. Daya beli US$ dalam satu tahun terakhir saja sudah menunjukkan penurunan yang drastis seperti dalam Grafik US$ Index disamping – apalagi dalam jangka yang lebih panjang.
Lebih penting dari semua alasan tersebut diatas, kita mulai menggunakan Dinar bukan untuk mencari keuntungan semata – tetapi dalam rangka mencari keadilan ekonomi melalui mata uang yang adil sepanjang zaman. Wallhu A’lam.
Agar pembaca tidak bingung, sejenak saya akan membahas masalah trend sesaat ini.
Saya jelaskan sebelumnya bahwa trend jangka panjang dipengaruhi oleh berbagai hal yang bersifat fundamental; kajian kita menemukan setidaknya ada 12 alasan fundamental yang akan menyebabkan US$ terus menurun; 6 diantaranya sudah saya bahas pada tulisan tanggal 31/03 dan 01/04 - enam lain insyaallah menyusul dalam dua tulisan berikutnya.
Sebaliknya gejala naik turunnya Dollar sesaat bisa dipengaruhi persepsi pasar – yang penyebabnya bisa apa saja. Dalam tulisan saya 26/03 misalnya menjelaskan US$ melemah waktu itu karena dipicu oleh laporan yang dikeluarkan oleh the Conference Board sebuah Business Membership & Research Organization yang di kalangan pelaku business internasional terkenal dengan produknya the Consumer Confident Index.
Laporan-laporan dari berbagai sumber yang kadang tidak terlalu penting sekalipun cukup untuk mendongkrak atau-pun sebaliknya meruntuhkan daya beli US$; Ini pula yang terjadi semalam. Hanya karena ISM Index ( Institute for Supply Management's manufacturing index) naik dari 48.3% (Feb) menjadi 48.6% (Mar), maka pasar mempersepsikan bahwa ternyata krisis tidak seburuk yang diduga. Dari sisni-lah pamor US$ terdongkrak dan naik 1.2 % dari angka 71.749 (31/3) menjadi 72.615 (01/04) Selasa.
Dari dua laporan yang hanya selang satu minggu tetapi berdampak sangat berbeda tersebut, kita dapat pahami bahwa betapa gampang berfluktuasinya daya beli US$ sesaat. Dari sini kita juga tahu bahwa apa saja bisa mempengaruhi daya beli Dollar sesaat. Karena alasan ini pula-lah, kita anjurkan untuk tidak mengambil keputusan berdasarkan gejala sesaat tersebut.
Trend yang bersifat jangka panjang dan disebabkan oleh alasan-alasan yang sifatnya fundamental seperti dalam tulisan yang saya sebut diatas, dapat menjadi alasan yang lebih baik sebagai dasar pengambilan keputusan. Daya beli US$ dalam satu tahun terakhir saja sudah menunjukkan penurunan yang drastis seperti dalam Grafik US$ Index disamping – apalagi dalam jangka yang lebih panjang. Lebih penting dari semua alasan tersebut diatas, kita mulai menggunakan Dinar bukan untuk mencari keuntungan semata – tetapi dalam rangka mencari keadilan ekonomi melalui mata uang yang adil sepanjang zaman. Wallhu A’lam.











0 Comments:
Post a Comment
Links to this post:
Create a Link
<< Home