Sedia Payung Sebelum Hujan….
Ketika saya belajar mengenai manajemen risiko, saya belajar tentang sebuah istilah yang disebut Near Loss Incident. Orang kita menyebutnya….hampir saja…………………….
Intinya bencana besar tidak terjadi dengan sendirinya, selalu didahului dengan bencana-benaca kecil yang makin lama makin membesar dan puncaknya - ---bang----semuanya hancur.
Di pasar uang Dunia, inilah yang terjadi kemarin. Hampir saja seluruh system keuangan dunia collapse ketika sepanjang hari harga emas naik dari 1002/troy oz menjadi US$ 1029/troy oz sebelum akhirnya terkendali kembali ke kisaran US$ 1002 /troy oz pagi ini.
Pasar keuangan dunia memang baru mencapai taraf….hampir saja….collapse. Tetapi apakah kebayang di benak kita bahwa system keuangan dunia bisa benar-benar collapse.
Bagaimana kalau sesuatu seperti yang terjadi di Indonesia tahun 1965 dan 1998, atau seperti di Jerman tahun 1923 atau the Great Depression yang diawali jatuhnya bursa saham di Amerika 29 Oktober 1929 terulang ?. Apa yang akan kita lakukan ?.
Selain blog ini, ada baiknya anda baca buku Mindset-nya John Naisbitt, bagi ‘dewa’-nya futurolog barat tersebut uang masa depan adalah komoditi riil yang memiliki nilai intrinsik. Artinya kalau system keuangan global collapse yang anda perlu perlu pegang saat itu adalah sesuatu yang memang memiliki nilai, bukan kertas yang diberi nilai.
Ini memang tidak harus emas atau Dinar, bisa berupa hasil tambang, hasil pertanian, peternakan, property atau bentuk-bentuk kekayaan lainnya yang bersifat riil. Dari ini semua yang paling praktis dan sudah ada barangnya yang mudah diperoleh saat ini adalah Dinar.
Hari ini dan hari-hari kedepan…harga emas cenderunng turun demikian pula tentu dengan Dinar - mudah-mudahan; ini kesempatan yang baik untuk membeli payung sebelum hujan yang lebat yang hampir-hampir tak tertahankan seperti kemarin. Wallahu A’lam.
Intinya bencana besar tidak terjadi dengan sendirinya, selalu didahului dengan bencana-benaca kecil yang makin lama makin membesar dan puncaknya - ---bang----semuanya hancur.
Di pasar uang Dunia, inilah yang terjadi kemarin. Hampir saja seluruh system keuangan dunia collapse ketika sepanjang hari harga emas naik dari 1002/troy oz menjadi US$ 1029/troy oz sebelum akhirnya terkendali kembali ke kisaran US$ 1002 /troy oz pagi ini.
Pasar keuangan dunia memang baru mencapai taraf….hampir saja….collapse. Tetapi apakah kebayang di benak kita bahwa system keuangan dunia bisa benar-benar collapse.
Bagaimana kalau sesuatu seperti yang terjadi di Indonesia tahun 1965 dan 1998, atau seperti di Jerman tahun 1923 atau the Great Depression yang diawali jatuhnya bursa saham di Amerika 29 Oktober 1929 terulang ?. Apa yang akan kita lakukan ?.
Selain blog ini, ada baiknya anda baca buku Mindset-nya John Naisbitt, bagi ‘dewa’-nya futurolog barat tersebut uang masa depan adalah komoditi riil yang memiliki nilai intrinsik. Artinya kalau system keuangan global collapse yang anda perlu perlu pegang saat itu adalah sesuatu yang memang memiliki nilai, bukan kertas yang diberi nilai.
Ini memang tidak harus emas atau Dinar, bisa berupa hasil tambang, hasil pertanian, peternakan, property atau bentuk-bentuk kekayaan lainnya yang bersifat riil. Dari ini semua yang paling praktis dan sudah ada barangnya yang mudah diperoleh saat ini adalah Dinar.
Hari ini dan hari-hari kedepan…harga emas cenderunng turun demikian pula tentu dengan Dinar - mudah-mudahan; ini kesempatan yang baik untuk membeli payung sebelum hujan yang lebat yang hampir-hampir tak tertahankan seperti kemarin. Wallahu A’lam.











0 Comments:
Post a Comment
Links to this post:
Create a Link
<< Home