Bagaimana Mengatur Komposisi Tabungan Antara Uang Fiat Dengan Dinar...?
Tulisan ini saya angkat dari pertanyaan seorang Ibu yang ingin mengoptimalkan tabungannya. Sebagian dia sudah menabung dalam Dinar dan sebagian dipertahankan dalam Rupiah. Pertanyaannya adalah bagaimana mengatur komposisi yang optimal antara keduanya agar memberikan hasil yang terbaik sekaligus juga aman.
Ketika saya memperkenalkan Dinar Investment Yield lewat artikel tanggal 3 Januari 2008 lalu , saya mengungkap data statistik 40 tahun bahwa appresiasi Dinar terhadap Rupiah rata-rata adalah 30.04%/tahun.
Kita juga tahu di pasar perbankan rata-rata deposito hanya memberikan hasil sekitar 7.5%/ tahun, dan tabungan lebih rendah lagi yaitu sekitar 6 % /tahun. Lantas apakah berarti seluruh tabungan dipindahkan ke Dinar saja yang memberikan hasil 4 sampai 5 kali hasil Deposito atau Tabungan dalam Rupiah ?.
Jawabannya adalah tidak juga, karena berbeda dengan pencairan deposito atau tabungan yang boleh dibilang tanpa biaya; pencairan tabungan Dinar memerlukan biaya yaitu selisih antara harga jual dan harga beli Dinar.
Di Gerai Dinar selisih ini adalah 4 %, karena 2 % dicadangkan untuk membayar pajak netto; yang 2 % lagi dipakai untuk margin Gerai Dinar. Illustrasi disamping menggambarkan perbedaan-harga jual dan harga beli dengan mengambil rata-rata appresiasi Dinar terhadap Rupiah 30 %/tahun (dibulatkan dari 30.04%). Untuk menutupi perbedaan yang 4% ini, perlu waktu rata-rata 1.6 bulan.
Artinya kalau Anda membutuhkan tabungan Anda dalam waktu dekat ( kurang dari 1.6 bulan) menukarnya dalam Dinar kemudian mencairkannya lagi akan lebih mahal ongkosnya dibandingkan dengan tetap mempertahankan dalam Rupiah. Sebaliknya untuk Dana yang dibutuhkan lebih dari 1.6 bulan kedepan, maka menukarnya dengan Dinar dan mencairkannya kembali pada saat dibutuhkan akan lebih menguntungkan dibandingkan dengan tabungan atau deposito Rupiah.
Angka 1.6 bulan ini adalah angka rata-rata selama 40 tahun terakhir. Realita di lapangan bisa berbeda. Lihat grafik disamping yang menggambarkan appresiasi Dinar terhadap Rupiah selama 12 bulan terakhir. Terlihat bahwa angkanya mencapai 46.25% yaitu angka yang sangat tinggi dibandingkan rata-rata 40 tahun, penyebabnya sudah sangat banyak saya tulis di blog ini yaitu kehancuran uang kertas sperti US Dollar, Rupiah dlsb..
Di grafik yang kedua tersebut kita dapat melihat realitanya, dalam satu waktu bisa saja kenaikan Dinar terasa lambat dan break even point (BEP) hanya terjadi kalau Dinar dilepas lebih dari 2 bulan setelah dibeli. Sebaliknya ada waktu juga yang appresiasi Dinar sangat cepat, kurang dari 1 bulan sudah BEP kalau dijual.
Jadi dari dua grafik tersebut gampangnya begini; kalau dana Anda akan dibutuhkan dalam waktu kurang dari 3 bulan – insyaallah akan cukup aman dipertahankan dalam Rupiah sedangkan yang akan dibutuhkan lebih lama dari tiga bulan – insyaaallah akan lebih aman dipertahankan dalam Dinar.
Untuk mengatur komposisi tabungan Anda tinggal dihitung, berapa kebutuhan dalam 3 bulan kedepan – maka inilah yang dipertahankan dalam Rupiah sedangkan sisanya dalam Dinar.
Perlu diingat bahwa menyimpan harta dalam bentuk apapun apakah Rupiah perhiasan maupun Dinar, apabila berlebihan dan tidak dinafkahkan di Jalan Allah terkena ancaman menimbun. Konteks yang kita sarankan diatas adalah mengamankan harta secukupnya agar kita, anak-anak kita dan orang tua kita (bagi yang masih punya) tercukupi kebutuhannya yang wajar dan terjaga kehormatannya. Lebih detilnya silahkan lihat tulisan saya tanggal 25 Desember 2007 .
Diluar kebutuhan yang wajar tersebut, Gerai Dinar juga tidak henti-hentinya melakukan riset dan pengembangan agar harta kita semua dapat berputar secara produktif. Yang sudah mulai tersedia adalah program Qirad yang sudah berjalan sejak kita umumkan tanggal 29 Februari 2008 lalu. Insyallah diwaktu-waktu yang akan datang akan lebih banyak lagi pilihan investasi berbasis Dinar sehingga harta umat dapaat terjaga keamanannya dan pada saat yang bersamaan juga berputar secara luas – tidak hanya pada golongan yang mampu. Amin.
Ketika saya memperkenalkan Dinar Investment Yield lewat artikel tanggal 3 Januari 2008 lalu , saya mengungkap data statistik 40 tahun bahwa appresiasi Dinar terhadap Rupiah rata-rata adalah 30.04%/tahun.
Kita juga tahu di pasar perbankan rata-rata deposito hanya memberikan hasil sekitar 7.5%/ tahun, dan tabungan lebih rendah lagi yaitu sekitar 6 % /tahun. Lantas apakah berarti seluruh tabungan dipindahkan ke Dinar saja yang memberikan hasil 4 sampai 5 kali hasil Deposito atau Tabungan dalam Rupiah ?.
Jawabannya adalah tidak juga, karena berbeda dengan pencairan deposito atau tabungan yang boleh dibilang tanpa biaya; pencairan tabungan Dinar memerlukan biaya yaitu selisih antara harga jual dan harga beli Dinar.
Di Gerai Dinar selisih ini adalah 4 %, karena 2 % dicadangkan untuk membayar pajak netto; yang 2 % lagi dipakai untuk margin Gerai Dinar. Illustrasi disamping menggambarkan perbedaan-harga jual dan harga beli dengan mengambil rata-rata appresiasi Dinar terhadap Rupiah 30 %/tahun (dibulatkan dari 30.04%). Untuk menutupi perbedaan yang 4% ini, perlu waktu rata-rata 1.6 bulan.Artinya kalau Anda membutuhkan tabungan Anda dalam waktu dekat ( kurang dari 1.6 bulan) menukarnya dalam Dinar kemudian mencairkannya lagi akan lebih mahal ongkosnya dibandingkan dengan tetap mempertahankan dalam Rupiah. Sebaliknya untuk Dana yang dibutuhkan lebih dari 1.6 bulan kedepan, maka menukarnya dengan Dinar dan mencairkannya kembali pada saat dibutuhkan akan lebih menguntungkan dibandingkan dengan tabungan atau deposito Rupiah.
Angka 1.6 bulan ini adalah angka rata-rata selama 40 tahun terakhir. Realita di lapangan bisa berbeda. Lihat grafik disamping yang menggambarkan appresiasi Dinar terhadap Rupiah selama 12 bulan terakhir. Terlihat bahwa angkanya mencapai 46.25% yaitu angka yang sangat tinggi dibandingkan rata-rata 40 tahun, penyebabnya sudah sangat banyak saya tulis di blog ini yaitu kehancuran uang kertas sperti US Dollar, Rupiah dlsb..Di grafik yang kedua tersebut kita dapat melihat realitanya, dalam satu waktu bisa saja kenaikan Dinar terasa lambat dan break even point (BEP) hanya terjadi kalau Dinar dilepas lebih dari 2 bulan setelah dibeli. Sebaliknya ada waktu juga yang appresiasi Dinar sangat cepat, kurang dari 1 bulan sudah BEP kalau dijual.
Jadi dari dua grafik tersebut gampangnya begini; kalau dana Anda akan dibutuhkan dalam waktu kurang dari 3 bulan – insyaallah akan cukup aman dipertahankan dalam Rupiah sedangkan yang akan dibutuhkan lebih lama dari tiga bulan – insyaaallah akan lebih aman dipertahankan dalam Dinar.
Untuk mengatur komposisi tabungan Anda tinggal dihitung, berapa kebutuhan dalam 3 bulan kedepan – maka inilah yang dipertahankan dalam Rupiah sedangkan sisanya dalam Dinar.
Perlu diingat bahwa menyimpan harta dalam bentuk apapun apakah Rupiah perhiasan maupun Dinar, apabila berlebihan dan tidak dinafkahkan di Jalan Allah terkena ancaman menimbun. Konteks yang kita sarankan diatas adalah mengamankan harta secukupnya agar kita, anak-anak kita dan orang tua kita (bagi yang masih punya) tercukupi kebutuhannya yang wajar dan terjaga kehormatannya. Lebih detilnya silahkan lihat tulisan saya tanggal 25 Desember 2007 .
Diluar kebutuhan yang wajar tersebut, Gerai Dinar juga tidak henti-hentinya melakukan riset dan pengembangan agar harta kita semua dapat berputar secara produktif. Yang sudah mulai tersedia adalah program Qirad yang sudah berjalan sejak kita umumkan tanggal 29 Februari 2008 lalu. Insyallah diwaktu-waktu yang akan datang akan lebih banyak lagi pilihan investasi berbasis Dinar sehingga harta umat dapaat terjaga keamanannya dan pada saat yang bersamaan juga berputar secara luas – tidak hanya pada golongan yang mampu. Amin.
Labels: Dinar Investment Yield, gerai Dinar, Komposi Dinar, Qirad, Rupiah















0 Comments:
Post a Comment
Links to this post:
Create a Link
<< Home